<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381</id><updated>2012-02-16T06:24:11.536-08:00</updated><category term='Islam'/><category term='Syair'/><category term='Shalat'/><category term='Hari Raya'/><category term='Ratib Haddad'/><category term='Ilmuwan Islam'/><category term='Pantun'/><category term='Internet'/><category term='Cerita Rakyat'/><category term='Text Dzikir'/><category term='Kata Mutiara'/><category term='Lebaran'/><category term='Catatanku'/><category term='Idul Fitri'/><category term='Puasa'/><category term='Jalaluddin Rumi'/><category term='Shalawat'/><title type='text'>Pondok Kecil Yang Bercahaya</title><subtitle type='html'>Belajar Mempelajari Pelajaran Yang Di Ajarkan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>61</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-3406007571425344308</id><published>2011-06-18T13:56:00.001-07:00</published><updated>2011-06-18T13:56:15.797-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatanku'/><title type='text'>Menilai</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Radius waktu yang panjang biasanya akan membentuk seseorang dalam sebuah pikiran yang terpola.&lt;br /&gt;Kontribusi lingkungan dengan kombinasi pemahaman pemikiran membuat seseorang menjadi terbentuk.&lt;br /&gt;Tidak ada yang salah sampai posisi ini.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian akan menjadi salah ketika seseorang terbelenggu dalam sebuah penilaian benar dan salah dalam menilai seseorang.&lt;br /&gt;Database yang lengkap tentang ciri-ciri orang terbenar dan tersalah yang terekam dalam rekam memori membuat kita tidak pernah bisa melepaskan dalam menilai kulitnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat kerang dan isinya. Maka begitulah yang akan terjadi pada saat kita melihat semuanya….&lt;br /&gt;Sebuah kerang yang baik tidak bisa dilihat dari cangkangnya semata, karena kita tidak akan pernah tahu seberapa besar mutiara yang dihasilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka lihatlah semua dengan sudut pandang lain tidak hanya melihat dari sudut pandang dunia saja.&lt;br /&gt;Buka mata, hati dan telinga ketika melihat semuanya&lt;br /&gt;Dan kau akan temukan kebijaksanaan dari sisi hidupmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Inspirasi &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-3406007571425344308?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/3406007571425344308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2011/06/menilai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/3406007571425344308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/3406007571425344308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2011/06/menilai.html' title='Menilai'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-6505337410717552936</id><published>2011-06-18T13:55:00.001-07:00</published><updated>2011-06-18T13:55:33.247-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatanku'/><title type='text'>Evaluasi Sebuah Hati</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Sejauh kita melangkah, maka semakin dekat rintangan dan halangan&lt;br /&gt;Saat kita berjalan menggenggam mimpi dengan sebuah niat yang tulus maka di sebuah perjalanan kita akan mendapatkan rintangan yang berat&lt;br /&gt;Rintangan terkadang bukan dalam bentuk kesulitan, berbagai macam pilihan peluang mungkin akan menggoda kita untuk berpaling dari mimpi kita terdahulu&lt;br /&gt;Jika ini melanda diri kita, maka berhentilah sejenak....&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tariklah nafas dan renungkan apa yang benar-benar kita inginkan dalam hidup ini&lt;br /&gt;Evaluasi langkah apa yang membuat kita menjadi berpaling dan meninggalkan mimpi kita terdahulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita merenung dan menilik kembali apa yang telah terjadi, maka bicarakan kehendak kita sebenarnya pada Sang Khalik&lt;br /&gt;Jangan sampai tidak ada satu dari impian kita yang terkabul hanya karena kita banyak mau tanpa sadar kita tidak pernah bergerak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini saatnya mengevaluasi sobat&lt;br /&gt;Ini saatnya berdoa dan meminta jalan terbaik&lt;br /&gt;Karena kita manusia, manusia yang selalu membutuhkan pertolongan-Nya, sekarang, nanti dan selamanya.... &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-6505337410717552936?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/6505337410717552936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2011/06/evaluasi-sebuah-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/6505337410717552936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/6505337410717552936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2011/06/evaluasi-sebuah-hati.html' title='Evaluasi Sebuah Hati'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-7647325021929261602</id><published>2011-06-18T13:54:00.001-07:00</published><updated>2011-06-18T13:54:54.217-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatanku'/><title type='text'>Memperbaiki</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Selalu ada keinginan bagi jiwa-jiwa yang ingin memperbaiki dirinya dengan sesuatu yang lebih baik lagi dari sebelumnya.&lt;br /&gt;Sayangnya tidak semua jiwa benar-benar tulus memperbaiki dirinya.&lt;br /&gt;Rasa “Merasa Benar” membuat kita merasa tidak perlu memperbaiki apapun dari diri kita.&lt;br /&gt;Padahal bila kita mau menilik lebih jauh lagi perasaan “Merasa Benar” hanya akan membuat kita jauh dari kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada sebuah kebenaran tanpa sebuah keinginan untuk memperbaiki.&lt;br /&gt;Tidak ada sebuah kebenaran tanpa sebuah keinginan untuk melepaskan rasa bernama”Merasa Benar.”&lt;br /&gt;Semua yang benar akan menjadi benar ketika kita “Sadar” untuk memperbaiki diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran kita akan membangkitkan daya kita untuk mewujudkan mimpi kita.&lt;br /&gt;Maka sekarang yang menjadi sebuah pertanyaan adalah sudahkah kita menyadari diri kita harus diperbaiki?&lt;br /&gt;Sudahkah kita mampu memperbaiki segala sesuatunya hingga menjadi baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua jawaban ada dalam genggam pikiran kita sobat.&lt;br /&gt;Dan kini keputusan ada di tangan kita untuk memperbaiki atau tetap ”Merasa Benar” &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-7647325021929261602?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/7647325021929261602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2011/06/memperbaiki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/7647325021929261602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/7647325021929261602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2011/06/memperbaiki.html' title='Memperbaiki'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-7320104629831873631</id><published>2011-06-02T07:27:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T07:27:38.720-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Text Dzikir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ratib Haddad'/><title type='text'>Ratib Al Haddad</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;قول القارئ: الفَاتِحَة إِلَى حَضْرَةِ سَيِّدِنَا وَشَفِيعِنَا وَنَبِيِّنَا وَمَوْلانَا مُحَمَّد صلى الله عليه وسلم - الفاتحة-&lt;br /&gt;Bacalah Al-Fatihah kepada ketua, penyshafaat, nabi dan penolong kita Muhammad s.a.w &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.               بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ &lt;br /&gt;اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. ماَلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ إِيِّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ. آمِيْنِ &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bismillaahirrahmaanirrahiim, Alhamdu Lillaahi Rabbil Alamin, Ar-Rahmaanir Rahiim, Maaliki Yaumiddiin, Iyyaaka na‘budu wa Iyyaaka nasta‘iin, Ihdina’s Sirotol-mustaqiim, Siraat al-ladhiina an‘amta ‘alayhim ghayril maghdūbi ‘alayhim wa la’d-daalliin. Aamiin &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. &lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbir sekalian alam. Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. Yang Menguasai hari Pembalasan (hari Akhirat). Engkaulah sahaja (Ya Allah) Yang Kami sembah, dan kepada Engkaulah sahaja kami memohon pertolongan. Tunjuklah kami jalan yang lurus. Iaitu jalan orang-orang yang Engkau telah kurniakan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) orang-orang yang Engkau telah murkai, dan bukan pula (jalan) orang-orang yang sesat. &lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Abu Sa’id ibn al-Mu’lla r.a.:  “Sukakah kamu jika aku ajarkan sebuah Surah yang belum pernah diturun dahulunya, baik dalam Injil mahupun Zabur dan Taurat? Ia adalah Al-Fatihah. &lt;br /&gt;Surah 15 Al-Hijr : Ayat 87: “Dan sesungguhnya Kami telah memberi kepadamu (wahai Muhammad) tujuh ayat yang diulang-ulang bacaannya dan seluruh Al-Quran yang amat besar kemuliaan dan faedahnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. اَللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّموَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ  وَلاَ يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَآءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ العَلِيُّ العَظِيْمُ.&lt;br /&gt;Bismillaahir Rahmaanir Rahiim &lt;br /&gt;Allaahu laa ilaaha illaa Huwal Hayyul Qayyūm, laa ta’khudhuhu sinatuwwa laa naum, Lahūmaa fi’s-samaawaati wa maa fil ard man zhallazii yashfa‘u ‘indahu illaa bi-Idhnih Ya‘lamu maa bayna aydiihim wa maa khalfahum, wa laa yuhiitūna bi-shay’in min ‘ilmihi illaa bimaa shaa’ wasi‘a Kursiyyuhu’s samaawaati wal ard wa laa Yaūduhu hifzuhumaa wa Huwal ‘Aliyyul Aziim. &lt;br /&gt;2. Allah, tiada Tuhan melainkan Dia, Yang Tetap hidup, Yang Kekal selama-lamanya. Yang tidak mengantuk usahkan tidur. Yang memiliki segala yang ada di langit dan di bumi. Tiada sesiapa yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya melainkan dengan izin-Nya. Yang mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu Allah melainkan apa yang Allah kehendaki. Luasnya Kursi Allah meliputi langit dan bumi; dan tiadalah menjadi keberatan kepada Allah menjaga serta memelihara keduanya. Dan Dialah Yang Maha Tinggi, lagi Maha Besar. &lt;br /&gt;(Surah 2 al-Baqarah Ayat 255 Ayat-al-Kursi) &lt;br /&gt;Ayatul Kursi ini mengandungi khasiat yang besar. Terdapat 99 buah hadith yang menerangkan fadhilahnya. Di antaranya ialah untuk menolak syaitan, benteng pertahanan, melapangkan fikiran dan menambahkan iman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      آمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّه وَالْمُؤْمِنُوْنَ كُلٌّ آمَنَ بِاللهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْناَ وَأَطَعْناَ غُفْراَنَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ. &lt;br /&gt;Aamanar Rasūlu bimaa unzila ilayhi min Rabbihi wal mu’minūn kullun aamana Billaahi wa Malaaikatihi wa Kutubihi wa Rusulih laa nufarriqu bayna ahadin min Rusulih wa qaalū sami‘naa Wa ata‘naa Ghufraanaka Rabbanaa wa Ilaykal masiir ٭ &lt;br /&gt;3. Rasulullah telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, dan juga orang-orang yang beriman; semuanya beriman kepada Allah, dan Malaikat-malaikatNya, dan Kitab-kitabNya, dan Rasul-rasulNya. (Katakan): “Kami tidak membezakan antara seorang rasul dengan rasul-rasul yang lain".  Mereka berkata lagi: Kami dengar dan kami taat (kami pohonkan) keampunanMu wahai Tuhan kami, dan kepadaMu jualah tempat kembali” &lt;br /&gt;(Surah 2: Al Baqarah Ayat 285)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan daripada Abu Mas'ud al-Badri r.a katanya: Rasulullah s.a.w pernah bersabda: Dua ayat terakhir dari surah al-Baqarah, memadai kepada seseorang yang membacanya pada malam hari sebagai pelindung dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. لاََ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَآ إِنْ نَسِيْنَآ أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ  قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ  تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنآ أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْناَ عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.&lt;br /&gt;La yukallifullaahu nafsan illaa wus‘ahaa lahaa Maa kasabat wa ‘alayhaa maktasabat Rabbanaa laa tuaakhidhnaa in-nasiinaa aw akhta’naa Rabbanaa Wa laa tahmil ‘alaynaa isran kamaa hamaltahu ‘alal-ladhiina min qablinaa Rabbanaa wa laa Tuhammilnaa maa laa taaqata lanaa bih wa‘fu ‘annaa wa’ghfir lanaa warhamnaa Anta Mawlaanaa Fa’nsurnaa ‘alal qawmil kaafiriin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya. Ia mendapat pahala atas kebaikan yang diusahakannya, dan ia juga menanggung dosa atas kejahatan yang diusahakannya. (Mereka berdoa dengan berkata): "Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau mengirakan kami salah jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami ! Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya. Dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami, dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir” &lt;br /&gt;(Surah 2: al-Baqarah  Ayat 286) &lt;br /&gt;Dari Muslim, diriwayatkan daripada Abdullah ibn Abbas r.a.: Apabila Jibril sedang duduk dengan Rasulullah s.a.w., dia mendengar bunyi pintu di atasnya. Dia mengangkat kepalanya lalu berkata: “Ini ialah bunyi sebuah pintu di syurga yang tidak pernah dibuka.” Lalu satu malaikat pun turun, dan Jibril berkata lagi, “Ia malaikat yang tidak pernah turun ke bumi” Malaikat itu memberi salam lalu berkata, “Bersyukurlah atas dua cahaya yang diberi kepadamu yang tidak pernah diberi kepada rasul-rasul sebelummu-“Fatihat al-Kitab dan ayat penghabisan Surah al-Baqarah”. Kamu akan mendapat manfaat setiap kali kamu membacanya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.  (3X)&lt;br /&gt;Laa ilaaha Illallaahu Wahdahū laa shariika lahu Lahul Mulku wa Lahul Hamdu Yuhyii wa Yumiitu wa Huwa ‘alaa kulli shay’in Qadiir (3 x)&lt;br /&gt;5. Tiada Tuhan Melainkan Allah, Yang satu dan tiada sekutu bagi- Nya. Bagi-Nya segala kekuasaan, dan bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan, dan Dia sangat berkuasa atas segala sesuatu  (3X)  &lt;br /&gt;Dari Bukhari, Muslim dan Malik, diriwayatkan daripada Abu Hurairah; Rasulullah s.a.w berkata, “Sesiapa membaca ayat ini seratus kali sehari, pahalanya seperti memerdekakan sepuluh orang hamba, Seratus kebajikan dituliskan untuknya dan seratus keburukan dibuang darinya, dan menjadi benteng dari gangguan syaitan sepanjang hari.”  &lt;br /&gt;6. سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلآ اِلَهَ اِلاَّ الله وَاللهُ اَكْبَرُ. (3X) &lt;br /&gt;Subhaanallaahi wal Hamdu Lillaahi wa laa ilaaha Illallaahu Wallaahu Akbar (3 x)&lt;br /&gt;6. Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Tuhan Yang Maha Besar. (3X)   &lt;br /&gt;Dari Muslim, diriwayatkan oleh Samurah ibn Jundah: Rasulullah s.a.w bersabda: Zikir-zikir yang paling dekat di sisi Allah adalah empat, iaitu tasbih, takbir, tahmid dan tahlil, tidak berbeza yang mana aturannya apabila engkau berzikirullah. &lt;br /&gt;7. سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحاَنَ اللهِ الْعَظِيْمِ.   (3X) &lt;br /&gt;Subhaanallaahi wa bi-Hamdihi subhaanallaahil ‘Aziim (3 x)&lt;br /&gt;7. Maha suci Allah segala puji khusus bagi-Nya, Maha suci Allah Yang Maha Agung. (3X)   &lt;br /&gt;Dari Bukhari, diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a.: Rasulullah s.a.w. bersabda:  Dua zikir yang mudah di atas lidah tetapi berat pahalanya dan disukai oleh Allah ialah: 'SubhanAllah al-Azim dan 'SubhanAllah wa bihamdihi.'”   &lt;br /&gt;8. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ. (3X) &lt;br /&gt;Rabbana’ghfir lanaa wa tub ‘alaynaa innaka Anta’t Tawwaab ur Rahiim (3 x)&lt;br /&gt;8. Ya Allah ampunlah dosaku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang. (3X) &lt;br /&gt;Surah 4: An-Nisa’; Ayat 106: “Dan hendaklah engkau memohon ampun kepada Allah; kerana sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.  &lt;br /&gt;Sila rujuk juga Surah 11: Hud; Ayat 90 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ. (3X) &lt;br /&gt;Allaahumma Salli ‘alaa Muhammad Allaahumma Salli ‘alayhi wa Sallim (3 x)&lt;br /&gt;9. Ya Allah, cucurkan selawat ke atas Muhammad, Ya Allah, cucurkan selawat ke atasnya dan kesejahteraan-Mu.    (3X)  &lt;br /&gt;Surah 33; Al-Ahzab, Ayat 56: Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya berselawat ke atas Nabi; wahai orang-orang yang beriman berselawatlah kamu kepadanya serta ucapkanlah salam dengan penghormatan yang sepenuhnya. &lt;br /&gt;Dari Muslim, diriwayatkan daripada Abdullah bin Amr: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesiapa berselawat kepadaku sekali, Allah akan berselawat kepadanya sepuluh kali. &lt;br /&gt;10. أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّاتِ مِنْ شَرِّمَا خَلَقَ. (3X) &lt;br /&gt;A‘ūdhu bi-Kalimaatillaahi’t taammaati min sharri maa khalaq (3 x)&lt;br /&gt;10.   Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya. (3X) &lt;br /&gt;Dari Abu Dawud dan Tirmidhi, Rasulullah s.a.w. bersabda:  “Sesiapa yang membaca doa ini tiga kali, tiada apa-apa malapetaka akan terjatuh atasnya.”  &lt;br /&gt;11. بِسْـمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُـرُّ مَعَ اسْـمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي الْسَّمَـآءِ وَهُوَ الْسَّمِيْـعُ الْعَلِيْـمُ. (3X) &lt;br /&gt;Bismillaahilladhii laa yadurru ma‘a Ismihi shay’un fil ardi wa laa fis-samaa’ wa Huwa’s Samii‘ ul ‘Aliim (3 x)&lt;br /&gt;11.   Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tiada suatu pun, baik di bumi mahupun di langit dapat memberi bencana, dan Dia Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui. (3X)  &lt;br /&gt;Dari Ibn Hibban; Nabi Muhammad s.a.w bersabda: “Hamba-hamba Allah yang membaca doa ini pada waktu pagi dan petang tiga kali, tiada apa jua kesakitan akan dialaminya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. رَضِيْنَـا بِاللهِ رَبًّا وَبِالإِسْـلاَمِ دِيْنـًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيّـًا. (3X) &lt;br /&gt;Radiinaa Billaahi Rabbawwa bil Islaami diinaw wa bi Muhammad-in Nabiyyaa (3 x)&lt;br /&gt;12. Kami ridho Allah sebagai Tuhan kami, Islam sebagai Agama kami dan Muhammad sebagai Nabi kami. (3X) &lt;br /&gt;Surah 3: Ali-Imran Ayat 19: Sesungguhnya agama (yang benar dan diredai) di sisi Allah ialah Islam. &lt;br /&gt;Dari Abu Daud dan Tirmidzi; Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: “Sesiapa membaca ayat ini di pagi dan petang hari akan masuk ke syurga.”   &lt;br /&gt;13. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَالْخَيْرُ وَالشَّـرُّ بِمَشِيْئَـةِ اللهِ. (3X) &lt;br /&gt;Bismillaahi wal Hamdu Lillaahi wal khayru wash sharru bi-Mashiiatillaah (3 x)&lt;br /&gt;13. Dengan Nama Allah, segala pujian bagi-Nya, dan segala kebaikan dan kejahatan adalah kehendak Allah.             (3X)  &lt;br /&gt;Diriwayatkah oleh Abu Hurairah: Rasulullah s.a.w. bersabda: Wahai Abu Hurairah, bila kamu keluar negeri untuk berniaga, bacakan ayat ini supaya ia membawa kamu ke jalan yang benar.  Dan setiap perbuatan mesti bermula dengan ‘Bismillah’ dan penutupnya ialah “Alhamdulillah”.  &lt;br /&gt;14. آمَنَّا بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ تُبْناَ إِلَى اللهِ باَطِناً وَظَاهِرًا. (3X) &lt;br /&gt;Aamannaa Billaahi wal Yawmil aakhir tubnaa iia llaahi baatinan wa zaahiraa (3 x)&lt;br /&gt;14. Kami beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, dan kami bertaubat kepada Allah batin dan zahir. (3X) &lt;br /&gt;Surah at-Tahrim Ayat 8: Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kamu kepada Allah dengan “Taubat Nasuha”.&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Ibn Majah: Rasulullah bersabda: Orang yang bertaubat itu adalah kekasih Allah. Dan orang yang bertaubat itu ialah seumpama orang yang tiada apa-apa dosa.”  &lt;br /&gt;15. يَا رَبَّنَا وَاعْفُ عَنَّا وَامْحُ الَّذِيْ كَانَ مِنَّا. (3X) &lt;br /&gt;Yaa Rabbanaa wa‘fu ‘annaa wa’mhulladhii kaana minnaa (3 x)&lt;br /&gt;15.  Ya Tuhan kami, maafkan kami dan hapuskanlah apa-apa (dosa) yang ada pada kami.      (3X)  &lt;br /&gt;Dari Tirmidhi dan Ibn Majah: Rasulullah s.a.w. berada di atas mimbar dan menangis lalu beliau bersabda: Mintalah kemaafan dan kesihatan daripada Allah, sebab setelah kita yakin, tiada apa lagi yang lebih baik daripada kesihatan  &lt;br /&gt;Surah 4: An-Nisa’: Ayat 106: “Dan hendaklah engkau memohon keampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. ياَ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْراَمِ أَمِتْناَ عَلَى دِيْنِ الإِسْلاَمِ. (7X) &lt;br /&gt;Yaa Dhal Jalaali wal Ikraam amitnaa ‘alaa diinil Islaam (7 x)&lt;br /&gt;16.  Wahai Tuhan yang mempunyai sifat Keagungan dan sifat Pemurah, matikanlah kami dalam agama Islam . (7X)  &lt;br /&gt;Sila rujuk ke no. 12. Moga-moga kita dimatikan dalam keadaan Islam. &lt;br /&gt;Dan dari Tirmidhi, Rasulullah s.a.w. menyatakan di dalam sebuah hadith bahawasanya sesiapa yang berdoa dengan nama-nama Allah dan penuh keyakinan, doa itu pasti dikabulkan Allah.  &lt;br /&gt;17. ياَ قَوِيُّ ياَ مَتِيْـنُ  إَكْفِ شَرَّ الظَّالِمِيْـنَ. (3X) &lt;br /&gt;Yaa Qawiyyu Yaa Matiinu ikfi sharraz-zaalimiin (3 x)&lt;br /&gt;17.  Wahai Tuhan yang Maha Kuat lagi Maha Gagah, hindarkanlah kami dari kejahatan orang-orang yang zalim. (3X)  &lt;br /&gt;Seperti di atas (16); Merujuk hadith Rasulullah s.a.w, sesiapa yang tidak boleh mengalahkan musuhnya, dan mengulangi Nama ini dengan niat tidak mahu dicederakan akan bebas dari dicederakan musuhnya.   &lt;br /&gt;18. أَصْلَحَ اللهُ أُمُوْرَ الْمُسْلِمِيْنَ صَرَفَ اللهُ شَرَّ الْمُؤْذِيْنَ. (3X) &lt;br /&gt;Aslaha llaahu umūral Muslimiin Sarafallaahu sharral mu’dhiin (3 x)&lt;br /&gt;18. Semoga Allah memperbaiki urusan kaum muslimim dan menghindarkan mereka dari kejahatan orang-orang yang suka menggangu.   (3X)  &lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Abu Darda’ bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tiada seorang mukmin pun yang berdoa untuk kaumnya yang tidak bersamanya, melainkan akan didoakan oleh Malaikat, “Sama juga untukmu”.  &lt;br /&gt;19. يـَا عَلِيُّ   يـَا كَبِيْرُ      يـَا  عَلِيْمُ  يـَا قَدِيْرُ &lt;br /&gt;يـَا سَمِيعُ يـَا بَصِيْرُ     يـَا لَطِيْفُ  يـَا خَبِيْرُ.    (3X)&lt;br /&gt;Yaa ‘Aliyyu Yaa Kabiiru Yaa ‘Aliimu Yaa Qadiiru Yaa Samii‘u Yaa Basiiru Yaa Latiifu Yaa Khabiir (3 x)&lt;br /&gt;19.              Wahai Tuhan Yang Maha Mulia, lagi Maha Besar, Yang Maha Mengetahui lagi Sentiasa Sanggup, Yang Maha Mendengar lagi Melihat. Yang Maha Lemah-Lembut lagi Maha Mengetahui            (3X)  &lt;br /&gt;Surah 17: Al Israil: Ayat 110: “Katakanlah (wahai Muhammad): "Serulah nama “Allah” atau “Ar-Rahman”, yang mana sahaja kamu serukan; kerana Allah mempunyai banyak nama yang baik serta mulia. Dan janganlah engkau nyaringkan bacaan doa atau sembahyangmu, juga janganlah engkau perlahankannya, dan gunakanlah sahaja satu cara yang sederhana antara itu."  &lt;br /&gt;20. ياَ فَارِجَ الهَمِّ يَا كَاشِفَ الغَّمِّ يَا مَنْ لِعَبْدِهِ يَغْفِرُ وَيَرْحَمُ. (3X) &lt;br /&gt;Yaa Faarij al-hammi Yaa Kaashifal-ghammy Yaa man li-‘abdihi Yaghfiru wa Yarham (3 x)&lt;br /&gt;20.  Wahai Tuhan yang melegakan dari dukacita, lagi melapangkan dada dari rasa sempit. Wahai Tuhan yang mengampuni dan menyayangi hamba-hamba-Nya.      (3X)  &lt;br /&gt;Dari Abu Dawud, diriwayatkan daripada Anas ibn Malik: “Ketika saya bersama Rasulullah s.a.w., ada seseorang berdoa, “Ya Allah saya meminta kerana segala pujian ialah untuk-Mu dan tiada Tuhan melainkan-Mu, Kamulah yang Pemberi Rahmat dan yang Pengampun, Permulaan Dunia dan Akhirat, Maharaja Teragung, Yang Hidup dan Yang Tersendiri”. &lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w. bersabda: “Dia berdoa kepada Allah menggunakan sebaik-baik nama-nama-Nya, Allah akan memakbulkannya kerana apabila diminta dengan nama-nama-Nya Allah akan memberi.  &lt;br /&gt;21. أَسْتَغْفِرُ اللهَ رَبَّ الْبَرَايَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ مِنَ الْخَطَاياَ.(4X) &lt;br /&gt;Astaghfirullaaha Rabbal-baraayaa Astaghfirullaaha min al-khataayaa (4 x)&lt;br /&gt;21. Aku memohon keampunan Allah Tuhan Pencipta sekalian makhluk, aku memohon keampunan Allah dari sekalian kesalahan.     (4X)  &lt;br /&gt;Surah 4: An-Nisa’: Ayat 106: “Dan hendaklah engkau memohon keampunan daripada Allah; sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.” &lt;br /&gt;Surah 11: Hud: Ayat 90: “Dan mintalah keampunan Tuhanmu, kemudian kembalilah taat kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Mengasihani, lagi Maha Pengasih”  &lt;br /&gt;22. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. (50X)          &lt;br /&gt;Laa ilaaha Illallaah (50 or 100 x, hingga 1000 x)&lt;br /&gt;22.  Tiada Tuhan Melainkan Allah  (50X)  &lt;br /&gt;Komentar tentang kalimah tauhid sangat panjang. Kalimah “La ilaha illallah” ini adalah kunci syurga. Diriwayatkan oleh Abu Dzar bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Allah tidak membenarkan seseorang masuk ke neraka jikalau dia mengucapkan kalimah tauhid ini berulang-ulang kali.”  &lt;br /&gt;1. 23. مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّىاللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَ سَلَّمَ. وَشَرَّفَ وَكَرَّمَ وَمَجَّدَ وَعَظَّمَ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ اَهْلِ بَيْتِهِ الْمُطَهِّرِيْنَ وَاَصْحَابِهِ الْمُهْتَدِيْنَ وَالتَّا بِعِيْنَ لَهُمْ بِااِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِالدِّ يْنِ&lt;br /&gt;2. &lt;br /&gt;Muhammadur Rasulullahi Shalallahu wa ‘alayhi Wa alihi Wasallam. Wa sharrafa wa karram wa majjada wa ‘azzam wa Radiyallahu ta’ala ‘an ahli baitihil muthohhiriin wa ashhaabihil muhtadiin waattabi’ina lahum bi ihsaanin ila yau middiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: "Dan segala kemuliaan dan segala keluhuran dan segala hal yang terpuji dan keagungan atas Allah swt atas Baitin Nabi saw yang suci dan sahabat-sahabatnya yang dilimpahi hidayah dan para pengikutnya dari Tabiin yang mengikuti Nabi, Ahlul Bait dan sahabatnya dengan bimbingan-bimbingan mulia sampai hari kebangkitan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24.  بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. &lt;br /&gt;قُلْ هُوَ اللهُ أَحَـدٌ. اَللهُ الصَّمَـدُ. لَمْ يَلِـدْ وَلَمْ يٌوْلَـدْ. وَلَمْ يَكُـنْ لَهُ كُفُـوًا أَحَـدٌ.  (3X) &lt;br /&gt;Bismillaahir Rahmaanir Rahiim&lt;br /&gt;Qul Huwallaahu Ahad Allaah u’s-Samad lam yalid wa lam yūlad wa lam yakun Lahū kufuwan Ahad (3 x)&lt;br /&gt;24.              Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Dialah Allah Yang Maha Esa; Allah Yang menjadi tumpuan segala permohonan; Ia tidak beranak, dan Ia pula tidak diperanakkan; Dan tidak ada sesiapapun yang sebanding dengan-Nya.  Surah Al-Ikhlas (3X)  &lt;br /&gt;Dari Imam Bukhari, diriwayatkan daripada Abu Sa’id al-khudri; seseorang mendengar bacaan surah al-Ikhlas berulang-ulang di masjid. Pada keesokan paginya dia datang kepada Rasulullah s.a.w. dan sampaikan perkara itu kepadanya sebab dia menyangka bacaan itu tidak cukup dan lengkap. Rasulullah s.a.w berkata, “Demi tangan yang memegang nyawaku, surah itu seperti sepertiga al Quran!” &lt;br /&gt;Dari Al-Muwatta', diriwayatkan oleh Abu Hurairah; Saya sedang berjalan dengan Rasulullah s.a.w, lalu baginda mendengar seseorang membaca surah al-Ikhlas. Baginda berkata, “Wajiblah.” Saya bertanya kepadanya, “Apa ya Rasulallah?” Baginda menjawab, “Syurga” (Wajiblah syurga bagi si pembaca itu).   &lt;br /&gt;25.           بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ &lt;br /&gt;قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِنْ شَرِّ ماَ خَلَقَ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَد &lt;br /&gt;Bismillaahir Rahmaanir Rahiim&lt;br /&gt;Qul a‘udhu bi-Rabbil falaq min sharri maa khalaq wa min sharri ghaasiqin idhaa waqab wa min syarrinnaffaa tsatifiil ‘uqod, wamin syarra haasidiin ‘idzaa hasad.&lt;br /&gt;25.  Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad); “Aku berlindung dengan Tuhan yang menciptakan cahaya subuh, daripada kejahatan makhluk-makhluk yang Ia ciptakan; dan daripada kejahatan malam apabila ia gelap gelita; dan daripada (ahli-ahli sihir) yang menghembus pada simpulan-simpulan ikatan; dan daripada kejahatan orang yang dengki apabila ia melakukan kedengkiannya”.   &lt;br /&gt;Surah Al-Falaq  &lt;br /&gt;Diriwayatkan daripada Aisyah r.a katanya: Rasulullah s.a.w biasanya apabila ada salah seorang anggota keluarga baginda yang sakit, baginda menyemburnya dengan membaca bacaan-bacaan. Sementara itu, ketika baginda menderita sakit yang menyebabkan baginda wafat, aku juga menyemburkan baginda dan mengusap baginda dengan tangan baginda sendiri, kerana tangan baginda tentu lebih banyak berkatnya daripada tanganku.   &lt;br /&gt;26.           بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ &lt;br /&gt;قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلَهِ النَّاسِ،  مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، اَلَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِي صُدُوْرِ النَّاسِ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillaahir Rahmaanir Rahiim&lt;br /&gt;Qul a‘ūdhu bi-Rabb-i’n-naas Malik-i’n-naas Ilaah-i’n-naas min sharril waswaasil khannaas alladhii Yuwaswisu fii sudūr-i’n-naas min al-jinnati wa’n-naas &lt;br /&gt;26. Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Aku berlindung dengan Tuhan sekalian manusia. Yang Menguasai sekalian manusia, Tuhan yang berhak disembah oleh sekalian manusia, Dari kejahatan pembisik penghasut yang timbul tenggelam, Yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati manusia, dari kalangan jin dan manusia”.     Surah An-Nas  &lt;br /&gt;Dari Tirmidhi diriwayatkan daripada Abu Sa’id al-Khudri; Nabi Muhammad s.a.w selalu meminta perlindungan daripada kejahatan jin dan perbuatan hasad manusia. Apabila surah al-falaq dan an-nas turun, baginda ketepikan yang lain dan membaca ayat-ayat ini sahaja.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27.        اَلْفَاتِحَةَ&lt;br /&gt;إِلَى رُوحِ سَيِّدِنَا الْفَقِيْهِ الْمُقَدَّمِ مُحَمَّد بِن عَلِيّ باَ عَلَوِي وَأُصُولِهِمْ وَفُرُوعِهِمْ وَكفَّةِ سَادَاتِنَا آلِ أَبِي عَلَوِي أَنَّ اللهَ يُعْلِي دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ وَيَنْفَعُنَا بِهِمْ وَبِأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِ هِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْياَ وَالآخِرَةِ. &lt;br /&gt;27.              Bacalah Al-fatihah kepada ruh Penghulu kita Sayyidina Al-Waliyullah Al-Habib Muhammad al-Faqih al-Muqaddam bin Ali Ba’alawi, dan kepada asal-usul dan keturunannya, dan kepada semua penghulu kita dari keluarga bani ‘Alawi, moga-moga Allah tinggikan darjat mereka di syurga, dan memberi kita manfaat dengan mereka, rahsia-rahsia mereka, cahaya mereka di dalam agama, dunia dan akhirat.     &lt;br /&gt;28.        اَلْفَاتِحَةَ&lt;br /&gt;إِلَى أَرْوَاحِ ساَدَاتِنَا الصُّوْفِيَّةِ أَيْنَمَا كَانُوا فِي مَشَارِقِ الأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا وَحَلَّتْ أَرْوَاحُهُمْ - أَنَّ اللهَ يُعْلِي دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ وَيَنْفَعُنَا بِهِمْ وَبِعُلُومِهِمْ وَبِأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِ هِمْ، وَيُلْحِقُنَا بِهِمْ فِي خَيْرٍ وَعَافِيَةٍ. &lt;br /&gt;28.              Bacalah al-fatihah kepada roh-roh Penghulu kita Ahli Ahli Sufi, di mana saja roh mereka berada, di timur atau barat, moga moga Allah tinggikan darjat mereka di syurga, dan memberi kita manfaat dengan mereka, ilmu-ilmu mereka, rahsia-rahsia mereka, cahaya mereka, dan golongkan kami bersama mereka dalam keadaan baik dan afiah.  &lt;br /&gt;29.        اَلْفَاتِحَةَ&lt;br /&gt;إِلَى رُوْحِ صاَحِبِ الرَّاتِبِ قُطْبِ الإِرْشَادِ وَغَوْثِ الْعِبَادِ وَالْبِلاَدِ الْحَبِيْبِ عَبْدِ اللهِ بِنْ عَلَوِي الْحَدَّاد وَأُصُوْلِهِ وَفُرُوْعِهِ أَنَّ اللهَ يُعْلِي دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّة وَيَنْفَعُنَا بِهِمْ وَأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ بَرَكَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْياَ وَالآخِرَةِ. &lt;br /&gt;29.              Bacalah fatihah kepada roh Penyusun Ratib ini, Qutbil-Irshad, Penyelamat kaum dan negaranya, Al-Habib Abdullah ibn Alawi Al-Haddad, asal-usul dan keturunannya, moga moga Allah meninggikan darjat mereka di syurga, dan memberi kita manfaat dari mereka, rahsia-rahsia mereka, cahaya dan berkat mereka di dalam agama, dunia dan akhirat.    &lt;br /&gt;30.        اَلْفَاتِحَة&lt;br /&gt;إِلَى كَافَّةِ عِبَادِ اللهِ الصّالِحِينَ وَالْوَالِدِيْنِ وَجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ أَنْ اللهَ يَغْفِرُ لَهُمْ وَيَرْحَمُهُمْ وَيَنْفَعُنَا بَأَسْرَارِهِمْ وبَرَكَاتِهِمْ&lt;br /&gt;30.  Bacalah Fatihah kepada hamba hamba Allah yang soleh, ibu bapa kami, mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat, moga moga Allah mengampuni mereka dan merahmati mereka dan memberi kita manfaat dengan rahsia rahsia dan barakah mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. (ويدعو القارئ):&lt;br /&gt;31.              Berdoalah disini apa yang di hajati. :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَلْحَمْدُ اللهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَه، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وأَهْلِ بَيْتِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ بِحَقِّ الْفَتِحَةِ الْمُعَظَّمَةِ وَالسَّبْعِ الْمَثَانِيْ أَنْ تَفْتَحْ لَنَا بِكُلِّ خَيْر، وَأَنْ تَتَفَضَّلَ عَلَيْنَا بِكُلِّ خَيْر، وَأَنْ تَجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْخَيْر، وَأَنْ تُعَامِلُنَا يَا مَوْلاَنَا مُعَامَلَتَكَ لأَهْلِ الْخَيْر، وَأَنْ تَحْفَظَنَا فِي أَدْيَانِنَا وَأَنْفُسِنَا وَأَوْلاَدِنَا وَأَصْحَابِنَا وَأَحْبَابِنَا مِنْ كُلِّ مِحْنَةٍ وَبُؤْسٍ وَضِيْر إِنَّكَ وَلِيٌّ كُلِّ خَيْر وَمُتَفَضَّلٌ بِكُلِّ خَيْر وَمُعْطٍ لِكُلِّ خَيْر يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن. &lt;br /&gt;Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam, segala puji pujian bagi-Nya atas penambahan nikmat-Nya kepada kami, moga moga Allah mencucurkan selawat dan kesehahteraan ke atas Penghulu kami Muhammad, ahli keluarga dan sahabat-sahabat baginda. Wahai Tuhan, kami memohon dengan haq (benarnya) surah fatihah yang Agung, iaitu tujuh ayat yang selalu di ulang-ulang, bukakan untuk kami segala perkara kebaikan dan kurniakanlah kepada kami segala kebaikan, jadikanlah kami dari golongan insan yang baik; dan peliharakanlah kami Ya tuhan kami. sepertimana Kamu memelihara hamba-hambaMu yang baik, lindungilah agama kami, diri kami, anak anak kami, sahabat-sahabat kami, serta semua yang kami sayangi dari segala kesengsaraan, kesedihan, dan kemudharatan. Sesungguhnya Engkaulah Maha Pelindung dari seluruh kebaikan dan Engkaulah yang mengurniakan seluruh kebaikan dan memberi kepada sesiapa saja kebaikan dan Engkaulah yang  Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Amin Ya Rabbal Alamin.   &lt;br /&gt;32. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْـأَلُكَ رِضَـاكَ وَالْجَنَّـةَ وَنَـعُوْذُ بِكَ مِنْ سَـخَطِكَ وَالنَّـارِ.    (3X) &lt;br /&gt;32.              Ya Allah, sesungguhnya kami memohon keredhaan dan syurga-Mu; dan kami memohon perlindungan-Mu dari kemarahan-Mu dan api neraka.  (3X)   &lt;br /&gt;Dari Tirmidhi dan Nasa’i, diriwayatkan daripada Anas ibn Malik: Rasulullah s.a.w. bersabda, “Jikalau sesiapa memohon kepada Allah untuk syurga tiga kali, Syurga akan berkata, “Ya Allah bawalah dia ke dalam syurga;” dan jikalau ia memohon perlindungan dari api neraka tiga kali, lalu neraka pun akan berkata, “Ya Allah berilah dia perlindungan dari neraka.”  &lt;br /&gt;انتهى الراتب الشهير&lt;br /&gt;Tamat Ratib Al-Haddad&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-7320104629831873631?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/7320104629831873631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2011/06/ratib-al-haddad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/7320104629831873631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/7320104629831873631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2011/06/ratib-al-haddad.html' title='Ratib Al Haddad'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-9064902423570645765</id><published>2011-03-04T10:36:00.000-08:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.121-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatanku'/><title type='text'>Kalau Kita</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Minta waktu sedikit untuk diperhatikan :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita dilahirkan dengan dua mata di depan, karena itu seharusnya kita melihat yang ada di depan kita bukan yang ada dibelakang kita. melihat kehidupan yang akan datang bukan kehidupan di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita lahir dengan mempunyai dua telinga lengkap, satu di sisi kiri dan satu di sisi kanan itu digunakan supaya kita dapat mendengar dari dua sisi dan dua arah. Menangkap pujian maupun kritikan, dan mendengar mana yang salah dan mana yang benar. bukan untuk mendengar berita yang menjatuhkan diri dan orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita dilahirkan dengan bagian otak yang tersembunyi di dalam kepala, sehingga bagaimanapun miskinnya kita, kita tetap kaya. kenapa tetap kaya? Karena tak seorang pun dapat mencuri isi otak kita. otak yang mempunyai pikiran, visi, ide dan kekuatan yang dapat mengubah dunia. Yang lebih berharga dari segala permata yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga, tetapi cukup dengan satu mulut. kenapa?&lt;br /&gt;Karena mulut itu adalah senjata yang tajam , Yang dapat melukai, memfitnah, bahkan membunuh. lidah itu tidak bertulang. jadi kekang lidah supaya tidak menimbulkan banyak konflik. Lebih baik sedikit bicara, tapi banyak mendengar dan melihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita dilahirkan dengan satu hati, yang mengingatkan kita untuk menghargai dan memberikan cinta kasih dari dalam lubuk hati. satu hati berarti hati itu hanya untuk satu pribadi yang kita sayang. pribadi itu adalah pasangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar untuk mencintai dan menikmati untuk dicintai, tetapi Jangan pernah mengharapkan orang lain mencintai anda dengan cara dan sebanyak yang sudah anda berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikanlah cinta tanpa mengharapkan balasan, maka anda akan menemukan bahwa hidup ini terasa menjadi lebih indah. Jadi mari kita ciptakan keindahan cinta dengan menggunakan bagian tubuh kita dengan baik dan benar.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-9064902423570645765?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/9064902423570645765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2011/03/kalau-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/9064902423570645765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/9064902423570645765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2011/03/kalau-kita.html' title='Kalau Kita'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-938319566794343752</id><published>2011-03-03T09:31:00.000-08:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.121-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Agar Hati Menjadi Lembut, Insya ALLAH</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarakatuhu...&lt;br /&gt;Bismillaahirrohmaanirrohiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati adalah sumber penalaran, tempat pertimbangan, tumbuhnya cinta dan benci, keimanan dan kekufuran, taubat dan keras kepala, ketenangan dan kegoncangan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati juga sumber kebahagiaan, jika kita mampu membersihkannya, namun sebaliknya merupakan sumber bencana jika menodainya. Aktivitas badan sangat tergantung lurus bengkoknya hati. Abu Hurairah Radhiallaahu anhu berkata, "Hati adalah raja, sedangkan anggota badan adalah tentara. Jika raja itu bagus, maka akan bagus pula tentaranya. Jika raja itu buruk, maka akan buruk pula tentaranya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="search"&gt;Orang-orang yang &lt;i&gt;keras hati&lt;/i&gt; tidak akan mengenal kasih sayang. Tidak ada sedikitpun kelembutan pada diri mereka. &lt;i&gt;Hati&lt;/i&gt; mereka &lt;i&gt;keras bagaikan&lt;/i&gt; karang. Dan &lt;/span&gt;Saya mungkin adalah salah seorang yang memiliki sifat keras hati ini. Dan Alhamdulillah setelah saya mencoba bertafakkur dan merujuk kepada tulisan-tulisan para ulama ternyata inilah jawabannya, Ibnu al-Qayyim rahimahullah mengatakan dalam kitabnya Bada’i al-Fawa’id [3/743], “&lt;i&gt;&lt;b&gt;Tatkala mata telah mengalami kekeringan disebabkan tidak pernah menangis karena takut kepada Allah ta’ala, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya keringnya mata itu adalah bersumber dari kerasnya hati. Hati yang paling jauh dari Allah adalah hati yang keras&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdoa kepada Allah agar terlindung dari hati yang tidak khusyu’, sebagaimana terdapat dalam hadits, “&lt;i&gt;&lt;b&gt;Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari hawa nafsu yang tidak pernah merasa kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;” (HR. Muslim [2722]).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir radhiyallahu’anhu, dia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah keselamatan itu? Apakah keselamatan itu?”. Maka Nabi menjawab, “Tahanlah lisanmu, hendaknya rumah terasa luas untukmu, dan tangisilah kesalahan-kesalahanmu.” (HR. Tirmidzi [2406], dia mengatakan; hadits hasan. Hadits ini disahihkan al-Albani dalam Shahih at-Targhib [2741]).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Sulaiman ad-Darani rahimahullah mengatakan [al-Bidayah wa an-Nihayah, 10/256], “Segala sesuatu memiliki ciri, sedangkan ciri orang yang dibiarkan binasa adalah tidak bisa menangis karena takut kepada Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara sebab kerasnya hati adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Berlebihan dalam berbicara&lt;br /&gt;* Melakukan kemaksiatan atau tidak menunaikan kewajiban&lt;br /&gt;* Terlalu banyak tertawa&lt;br /&gt;* Terlalu banyak makan&lt;br /&gt;* Banyak berbuat dosa&lt;br /&gt;* Berteman dengan orang-orang yang jelek agamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Agar hati yang keras menjadi lembut&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan oleh Ibnu al-Qayyim di dalam al-Wabil as-Shayyib [hal.99] bahwa suatu ketika ada seorang lelaki yang berkata kepada Hasan al-Bashri, “Wahai Abu Sa’id! Aku mengadu kepadamu tentang kerasnya hatiku.” Maka Beliau menjawab, “Lembutkanlah hatimu dengan berdzikir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-sebab agar hati menjadi lembut dan mudah menangis karena Allah antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Mengenal Allah melalui nama-nama, sifat-sifat, dan perbuatan-perbuatan-Nya&lt;br /&gt;* Membaca al-Qur’an dan merenungi kandungan maknanya&lt;br /&gt;* Banyak berdzikir kepada Allah&lt;br /&gt;* Memperbanyak ketaatan&lt;br /&gt;* Mengingat kematian, menyaksikan orang yang sedang di ambang kematian atau melihat jenazah orang&lt;br /&gt;* Mengkonsumsi makanan yang halal&lt;br /&gt;* Menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat&lt;br /&gt;* Sering mendengarkan nasehat&lt;br /&gt;* Mengingat kengerian hari kiamat, sedikitnya bekal kita dan merasa takut kepada Allah&lt;br /&gt;* Meneteskan air mata ketika berziarah kubur&lt;br /&gt;* Mengambil pelajaran dari kejadian di dunia seperti melihat api lalu teringat akan neraka&lt;br /&gt;* Berdoa&lt;br /&gt;* Memaksa diri agar bisa menangis di kala sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[diringkas dari al-Buka' min Khas-yatillah, hal. 18-33 karya Ihsan bin Muhammad al-'Utaibi]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mengamalkan ilmu, sebab hati menjadi keras&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Disebabkan tindakan (ahli kitab) membatalkan ikatan perjanjian mereka, maka Kami pun melaknat mereka, dan Kami jadikan keras hati mereka. Mereka menyelewengkan kata-kata (ayat-ayat) dari tempat (makna) yang semestinya, dan mereka juga telah melupakan sebagian besar peringatan yang diberikan kepadanya.” (QS. Al-Maa’idah : 13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh As-Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa kerasnya hati ini termasuk hukuman paling parah yang menimpa manusia (akibat dosanya). Ayat-ayat dan peringatan tidak lagi bermanfaat baginya. Dia tidak merasa takut melakukan kejelekan, dan tidak terpacu melakukan kebaikan, sehingga petunjuk (ilmu) yang sampai kepadanya bukannya menambah baik justru semakin menambah buruk keadaannya (lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 225)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutiara Salafus Shalih:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Mas'ud radliyallahu 'anhu ia berkata :&lt;br /&gt;"Ketahuilah hendaknya jangan satupun dari kalian bertaqlid kepada siapapun dalam perkara agamamu sehingga (bila) ia beriman ikut beriman bila ia kafir ikut pula menjadi kafir. Maka jika kamu tetap ingin berteladan maka ambillah contoh dari yang telah mati sebab yang masih hidup tidak aman dari fitnah." (Al Lalikai 1/93 nomor 130 dan Al Haitsamy dalam Al Majma' 1/180)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Yunus bin Zaid dari Az Zuhri ia berkata :&lt;br /&gt;"Ulama kami yang terdahulu (salaf) selalu mengingatkan bahwa berpegang teguh dengan As Sunnah itu adalah keselamatan dan ilmu akan tercabut dengan segera maka tegaknya ilmu adalah kekokohan agama dan dunia sedang dengan hilangnya ilmu hilang pula semuanya." (Ad Darimy 1/58 nomor 16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa R&lt;span data-jsid="text"&gt;obb bukakan mata hati kami agar dapat melihat kepada segala kebaikan menurutMU dan biarkan hati ini selalu mengingtMU dan kehendakilah olehMU pada kebaikan agar hati ini menjadi lembut tidak keras membatu amiin.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-938319566794343752?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/938319566794343752/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2011/03/agar-hati-menjadi-lembut-insya-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/938319566794343752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/938319566794343752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2011/03/agar-hati-menjadi-lembut-insya-allah.html' title='Agar Hati Menjadi Lembut, Insya ALLAH'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-1319679291984092394</id><published>2010-09-04T17:57:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.121-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Idul Fitri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari Raya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pantun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lebaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syair'/><title type='text'>Kumpulan Pantun SMS Ucapan Selamat Lebaran Idul Fitri</title><content type='html'>Mari berpantun untuk saling memaafkan di hari nan Fitri. Selamat Lebaran Idul Fitri. Mohon Maaf Lahir dan Bathin.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Pantun SMS Ucapan Selamat Lebaran IdulFitri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bulan Ramadhan kita beramal&lt;br /&gt;Setiap malam kita taraweh&lt;br /&gt;Mari bermaafan di 1 Syawal&lt;br /&gt;Agar menjadi orang yang soleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kawan-kawan yang ingin menyumbang pantun silakan di isi di kolom komentar. Thanks b4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kali menuju ke tengah lautan&lt;br /&gt;Jala dilempar menangkap ikan&lt;br /&gt;Idul Fitri sudah dihadapan&lt;br /&gt;Salah dan khilaf mohon dimaafkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerubuk cantik berisi makanan&lt;br /&gt;Nasi basi lekas dibuang&lt;br /&gt;Adik cantik mohon abang dimaafkan&lt;br /&gt;Idul fitri dah datang menjelang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layar terkembang perahu sampan&lt;br /&gt;Haluan menuju ke laut samudra&lt;br /&gt;Mohon maaf kami sampaikan&lt;br /&gt;Sekalian minta kue hari raya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak dara memakai kain pelekat&lt;br /&gt;Anak bujang turun ke kali&lt;br /&gt;1 Syawal dah datang mendekat&lt;br /&gt;Mohon maaf di hari yang fitri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung cendrawasih terbang ke awan&lt;br /&gt;Hinggap sebentar di pohon kelapa&lt;br /&gt;Maaf dan kasih kami sampaikan&lt;br /&gt;Selamat bahagia di hari raya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cincin batu di ikat suasa&lt;br /&gt;Cantik diikat dengan berlian&lt;br /&gt;Berhubung besok hari raya&lt;br /&gt;Salah dan khilaf mohon dimaafkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kali menuju ke tengah lautan&lt;br /&gt;Jala dilempar menangkap ikan&lt;br /&gt;Idul Fitri sudah dihadapan&lt;br /&gt;Salah dan khilaf mohon dimaafkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepung tawar bermula dengan Bismillah&lt;br /&gt;Beras dan bertih sama ditaburkan&lt;br /&gt;Agar kita mendapat ridho Allah&lt;br /&gt;Mari saling bermaaf-maafan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil kelapa dengan galah&lt;br /&gt;Galah disambung pakai tali&lt;br /&gt;Maafkan segala khilaf dan salah&lt;br /&gt;Di 1 Syawal hari yang fitri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Ucapan Selamat Lebaran IdulFitri&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku meminta maaf&lt;br /&gt;Bukan karena hari ini Lebaran&lt;br /&gt;Tetapi karena Ridho Allah SWT&lt;br /&gt;Yang telah membukakan pintu kejujuran hati nurani&lt;br /&gt;Untuk mengakui segala khilaf dan alpa&lt;br /&gt;Dengan segenap cemas dan sesal&lt;br /&gt;Aku memohon maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku tak memberi maaf&lt;br /&gt;Bukan karena aku tak mau memberi maaf&lt;br /&gt;Tetapi engkau tak punya salah&lt;br /&gt;Maaf apa yang harus kuberikan?&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku memberi maaf&lt;br /&gt;Bukan karena engkau meminta maaf&lt;br /&gt;Tetapi karena sepenuh maaf aku berikan&lt;br /&gt;Setulus hati, seikhlas niatku&lt;br /&gt;Meski tanpa kau minta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada embun yang lebih bening selain beningnya hati&lt;br /&gt;Tulusnya jiwa membuka pintu maaf&lt;br /&gt;Minal Aidin wal faizin Mohon Maaf Lahir dan Bathin&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata bisa salah lihat&lt;br /&gt;Kuping bisa salah dengar&lt;br /&gt;Mulut bisa salah bicara&lt;br /&gt;Hati bisa salah sangka&lt;br /&gt;Di hari yang fitri ini&lt;br /&gt;Mohon maaf lahir dan bathin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;Ramadhan akan berlalu&lt;br /&gt;Jiwa bersih membalut kalbu&lt;br /&gt;Dengan kerendahan hati&lt;br /&gt;Mohon diberi maaf yang suci&lt;br /&gt;Selamat idul fitri 1429 H&lt;br /&gt;Minal aidin wal faizin&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini&lt;br /&gt;Kemenangan akan kita gapai&lt;br /&gt;Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi&lt;br /&gt;Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa&lt;br /&gt;Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu&lt;br /&gt;Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT&lt;br /&gt;Kami sekeluarga menghaturkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H&lt;br /&gt;Taqobalallahu minna wa minkum Mohon maaf lahir dan bathin&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijinkan saya bersajak&lt;br /&gt;Untuk LISAN yang tak terJAGA&lt;br /&gt;Untuk JANJI yang terABAIKAN&lt;br /&gt;Untuk HATI yang berPRASANGKA&lt;br /&gt;Untuk SIKAP yang meNYAKITKAN&lt;br /&gt;Di hari yang FITRI ini, dengan TULUS HATI&lt;br /&gt;Saya mengucapkan mohon MAAF LAHIR &amp;amp; BATHIN&lt;br /&gt;Semoga ALLAH selalu membimbing kita Bersama di jalanNYA&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh jari kutangkupkan&lt;br /&gt;Maaf Lahir Bathin kupohonkan&lt;br /&gt;Taqobalallahu minna wa minkum&lt;br /&gt;Minal Aidin wal Faizin&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;Gema takbir bergumpal didalam dada&lt;br /&gt;Idul Fitri seratus meter lagi&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kesucian hati&lt;br /&gt;Tidak hanya untuk Idul Fitri&lt;br /&gt;Selamat Idul Fitri 1429 H&lt;br /&gt;Mohon maaf atas kesalahan dan kekhilafan kami selama ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MATA kadang salah melihat&lt;br /&gt;MULUT kadang salah mengucap&lt;br /&gt;HATI kadang salah menduga&lt;br /&gt;Dengan niat tulus suci dengan ikhlas&lt;br /&gt;Mohon Maaf Lahir dan Bathin&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika langkahku membekas lara,&lt;br /&gt;Kataku merangkai dusta;&lt;br /&gt;Lakuku menoreh luka;&lt;br /&gt;Dari jeritan lubuk bathinku&lt;br /&gt;Dengan ketulusan hatiku&lt;br /&gt;Komohonkan maaf lahir bathinku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taqobalallahu minna wa minkum&lt;br /&gt;Minal Aidin wal Faizin&lt;br /&gt;Mohon Maaf Lahir dan Bathin&lt;br /&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri&lt;br /&gt;1 Syawal 1429 H&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai tangan tak kuasa menjabat&lt;br /&gt;Setidaknya kata masih dapat terungkap&lt;br /&gt;Setulus hati mengucapkan&lt;br /&gt;Selamat Idul Fitri, Mohon maaf lahir &amp;amp; batin&lt;br /&gt;Ridho Allah dan berkahNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyertai hambanya&lt;br /&gt;Yang saling ucapkan maaf&lt;br /&gt;Dan memberi maaf&lt;br /&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H&lt;br /&gt;Maaf Lahir Bathin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bryan Adams said “Please Forgive Me..”&lt;br /&gt;Rio Febrian said “Ooo.. Maaf, maafkan diriku..”&lt;br /&gt;Ruben Studdard said “Well this is my sorry for 2008.”&lt;br /&gt;Yuni Shara said “Mengapa tiada maaf bagiku.”&lt;br /&gt;Elton John said “Sorry seems to be the hardest word.”&lt;br /&gt;Mpok Minah said “Maaf.. bukannya saya ngak ngerti.. bukannya saya nggak sopan..”&lt;br /&gt;I said “Minal Aidin wal faizin..”&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ada langkah membekas lara&lt;br /&gt;Ada kata merangkai dusta&lt;br /&gt;Ada tingkah menoreh luka&lt;br /&gt;Mohon maaf lahir dan bathin&lt;br /&gt;Selamat hari raya Idul Fitri 1429 H&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketupat udah dipotong&lt;br /&gt;Opor udah dibikin&lt;br /&gt;Nastar udah dimeja&lt;br /&gt;Kacang udah digaremin&lt;br /&gt;Gak afdhol kalo gak Minal Aidin wal Faizin&lt;br /&gt;Taqobalallahu minna wa minkum&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum takbir berkumandang&lt;br /&gt;Sebelum ajal menjemput&lt;br /&gt;Sebelum jaringan over load&lt;br /&gt;Ijinkan kami memohon maaf lahir dan bathin&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The holy and beautiful Syawal will come soon&lt;br /&gt;There is no word proper to welcome it&lt;br /&gt;Except the word of pray and forgiveness&lt;br /&gt;My Majesty if you forgive all my fault&lt;br /&gt;And hope your worship accepted by Allah The God of Merciful and the Beneficent&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang paling mulia adalah&lt;br /&gt;Orang yang mau memaafkan kesalahan orang lain&lt;br /&gt;Bersihkan diri, sucikan hati Di hari yang Fitri ini.&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan telah berlalu&lt;br /&gt;Dan hari Kemenangan telah datang&lt;br /&gt;Untuk itu mari kita bersihkan hati dan jiwa kita&lt;br /&gt;Dari gelimang dosa&lt;br /&gt;Mohon Maaf Lahir dan Bathin&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbuat khilaf adalah sifat&lt;br /&gt;Meminta maaf adalah kewajiban&lt;br /&gt;Dan kembalinya Fitrah adalah tujuan&lt;br /&gt;MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan telah surut&lt;br /&gt;Hari yang Fitri telah terbit&lt;br /&gt;Maaf kumohonkan&lt;br /&gt;Agar hati bersih dari dosa&lt;br /&gt;Minal Aidin wal Faizin&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let’s write all the mistakes down in the sand&lt;br /&gt;And let the wind of forgiveness erase it away&lt;br /&gt;Happy Idul Fitri, Minal Aidin wal Faizin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ka mekkasan mellea manisan.&lt;br /&gt;E padaddia tambana terro.&lt;br /&gt;Sanonto are,are tellasan.&lt;br /&gt;Nyo’on sapora manabi badha sala,lopot,tor kalero.&lt;br /&gt;“SELAMAT IDUL FITRI 1429 H”…&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aq nuwun pangapura kesalahan pitutur uga tindakanq marang kowe muga2 kabeh dosaq lan dosamu di lebur ing dino riyoyo, minal aidin wal faidzin..&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;samBut kmEnanGan dG mEmaKai paKa!an tbaEk,BrbaHan ksabaRan, brbEnang ksuCian&amp;amp;brhiaSkan keiKhlasn yG trjahiT sBulan laMany..Met idul fiTri mHon mAAf lahiR baTinw.&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;SiMaMaT MaKaN KeTuPaT, MaKaN KeTuPaT SaMBiL MeLoMpAt,NgiRiM KaRtU uDaH Ga’ SeMpAT,Pake SMS PuN ‘NO WHAT-WHAT’ MìNàl AiDìÑ WàL fAidZiÑ, met’ IEdUL Fitri 1429H…&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau Hati `gak sebening XL dan secerah MENTARI.&lt;br /&gt;Banyak khilaf yang buat FREN kecewa,&lt;br /&gt;kuminta SIMPATI-mu untuk BEBAS-kan diri dari ROAMING dosa,&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita hanya bisa angkat JEMPOL padaNya yang selalu buat kita HOKI dalam mencari kartu AS dan STAR ONE selama hidup, kita harus FLEXI-bel untuk menerima semua pemberianNYA dan menjalani MATRIX kehidupan ini… dan semoga amal kita tidak ESIA-ESIA.&lt;br /&gt;MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan membasuh hati yang berjelaga&lt;br /&gt;Saatnya meraih rahmat dan ampunan-Nya&lt;br /&gt;Untuk lisan dan sikap yang tak terjaga&lt;br /&gt;Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.&lt;br /&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1429 H&lt;br /&gt;Minal Aidin Wal Faidzin Taqabalallahu minnaa wa minkum&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalian saya mau mengucapkan&lt;br /&gt;Selamat Iedul Fitri 1429 H&lt;br /&gt;Taqobalallahu minna wa minkum&lt;br /&gt;Mohon Maaf Lahir Dan Bathin&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayup terdengar takbir berkumandang&lt;br /&gt;Tanda Ramadhan akan lewat&lt;br /&gt;Ampunan diharap, barokah didapat&lt;br /&gt;Taqobalallahu minna wa minkum&lt;br /&gt;Mohon maaf lahir dan bathin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Rinjani menjulang tinggi&lt;br /&gt;selalu menantang untuk didaki&lt;br /&gt;Gunung Merapi bikin ngeri&lt;br /&gt;dengan gumpalan awan sepanas api&lt;br /&gt;Gunung kebaikanmu ingin kudaki&lt;br /&gt;agar puncak maafmu kudapati&lt;br /&gt;Selamat Hari Raya Fitri&lt;br /&gt;Semoga kita lahir kembali suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar baru pasar pakaian&lt;br /&gt;Sangat ramai menjelang lebaran&lt;br /&gt;Bila saya ada kesalahan&lt;br /&gt;Sangat senang bila dimaafkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Idul Fitri adalah lentera,&lt;br /&gt;izinkan membuka tabirnya dengan maaf agar cahayanya menembus jiwa fitrah dari tiap khilaf&lt;br /&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H…&lt;br /&gt;Bila ada kata terselip dusta, ada sikap membekas lara &amp;amp; langkah menoreh luka, semoga masih ada maaf tersisa.&lt;br /&gt;“minal aidin wal faidzin”&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One day before ied,… I wanna say forgive my sins, may our hearts purified from all mistakes,&lt;br /&gt;happy iedul fitri&lt;br /&gt;minal aidin wal faidzin&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas ramadhan semoga mutiara kesabaran, keimanan &amp;amp; mahabbah pada Allah selalu terpatri dalam diri, seharmoni dengan gelombang kehidupan yang tak selalu datar.,maaf lahir batin.&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada pemberian terindah &amp;amp; perbuatan termulia selain maaf dan salin memaafkan&lt;br /&gt;^ SELAMAT IDUL FITRI 1429H ^ minal aidin wal faidzin. Teriring salam dari dan tuk keluarga&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagia terasa bila segala khilaf &amp;amp; salah dapat saling dimaafkan, sebagai syukur menyambut IDUL FITRI walau jemari tak kuasa menjabat, kata menjadi jembatan&lt;br /&gt;“mohon maaf lahir batin”&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lisan yang tak terjaga, janji yang tak terpenuhi, hati yang kerap berprasangka, dengan penuh keikhlasan mohon maaf lahir batin&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas Idul Fitri datang, pas Ramadhan pergi, sebelum operator sibuk, sebelum sms pending melulu…minal aidin wal faidzin.&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beli es diwarung Bu Rima.&lt;br /&gt;Taruh di piring santap bersama.&lt;br /&gt;Sms sudah saya terima.&lt;br /&gt;Teriring pula maksud yang sama.&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firdaus yang indah lagi berseri, menjadi hiasan di IDUL FITRI, SMS dikirim pengganti diri, tanda ingatan tak layu di hati.&lt;br /&gt;Mohon maaf lahir batin.&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;syukurlah bisa baca SMS ini… Buah duku buah kedondong, maapin aku dong !&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;Barangsiapa minta maaf lewat sms,maka kamu akan tersiksa di hari pembayaran pulsa. Mohon maaf tidak bisa kirim parsel karena dilarang KPK. Mohon maaf atas segala kekhilafan.&lt;br /&gt;***********************&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-1319679291984092394?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/1319679291984092394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/09/kumpulan-pantun-sms-ucapan-selamat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/1319679291984092394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/1319679291984092394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/09/kumpulan-pantun-sms-ucapan-selamat.html' title='Kumpulan Pantun SMS Ucapan Selamat Lebaran Idul Fitri'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-2208947207210862528</id><published>2010-09-04T15:38:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.121-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Keutamaan Orang Berilmu</title><content type='html'>"Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan"&lt;br /&gt;(QS. al-Mujadalah: 11)&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Katsir dalam Tasfsirnya Al-Qur'an al Azhim, Juz IV, hal 324, mengatakan bahwa Allah SWT dalam ayat ini mendidik kaum muslimin agar bersikap baik satu sama lain di dalam majlis. Janganlah satu sama lain mempersempit tempat duduk, sehingga seolah-olah yang satu menghalangi keberadaan dan kehadiran yang lain dalam majlis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis yang dimaksud dalam ayat di atas, sebagai asbabun nuzul (sebab turunnya ayat), menurut Qutadah ra., yang dikutip Ibnu Katsir adalah majelis dzikir di masa Rasulullah yang selalu dipadati kaum muslimin. Pada waktu itu, jika ada salah seorang dari kaum muslimin ingin maju ke depan, maka orang-orang menghalanginya. Lalu turun firman Allah yang melarang perbuatan mereka dan menyuruh mereka agar memberi kelapangan. Imam Az Zamakhsyari dalam tafsirnya Al Kasysyaf juz IV hal 479, mengatakan bahwa yang dimaksud dengan majelis itu adalah majlis Rasulullah yang selalu dipenuhi oleh kaum muslimin. Mereka senantiasa bersaing untuk mendekati Rasulullah karena sama-sama antusias mendengarkan pembicaraan beliau saw.&lt;br /&gt;Buah Tawadlu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat tersebut Allah berfirman: "...lapangkanlah, niscaya Allah akan memberikan kelapangan untukmu". Menurut Imam Ibnu Katsir, susunan pernyataan Allah itu menunjukkan bahwa pahala suatu amal shalih itu sejenis dengan amalan itu sendiri (tentunya dengan kualitas dan kuantitas yang lebih besar. Wallahu a'lam). Sebagaimana hadits Rasulullah saw: "Siapa saja yang membangun sebuah masjid karena Allah, niscaya Allah akan membangun sebuah rumah bentuknya di Surga".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain Rasulullah bersabda: "Siapa saja yang mendahulukan seorang yang sedang mengalami kesulitan (misal keuangan), niscaya Allah akan memudahkan dia di dunia dan di akhirat. Dan Allah senantiasa akan menolong hambaNya selama hamba itu senantiasa menolong saudaranya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: "Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Az Zamakhsyari (ibidem), menukil pendapat Imam Ahmad yang mengatakan bahwa balasan berupa peningkatan derajat dalam ayat itu sesuai dengan amal yang bersangkutan. Sebab yang diperintahkan adalah melapangkan majlis agar mereka tidak saling berebut dan saling sikut untuk mendekati tempat yang tinggi di sekitar Rasulullah. Siapa saja yang tunduk dengan perintah Allah, berarti memberi kesempatan kepada orang lain untuk maju dan mengundurkan diri dari rebutan itu lantaran tawadlu' (rendah hati) dan taat kepada Allah SWT. Dan untuk memudahkan orang-orang berilmu bersikap tawadlu' Allah menjanjikan pahala pengangkatan derajat bagi mereka. RAsulullah saw bersabda: "Siapa saja yang bertawadlu' (bersikap rendah hati) karena Allah, niscaya Allah akan meninggikannya".&lt;br /&gt;Keutamaan Orang Berilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT telah menjanjikan dalam ayat tersebut bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang mu'min yang tunduk kepada perintahNya dan perintah RasulNya. Dan secara khusus Allah menyebut janji itu untuk orang-orang yang berilmu diantara orang-orang yang beriman itu. Janji Allah SWT secara nyata menandaskan penghargaan Islam kepada ilmu dan orang-orang yang berilmu. Bahkan dalam ayat lain Allah memberikan penghargaan secara khusus kepada orang-orang berilmu dalam firmanNya: "Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang berakallah yang dapat menerima pelajaran" (TQS. Az Zumar: 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Az Zamakhsyari (ibidem) mengutip sejumlah hadits yang menunjukkan keutamaan orang-orang berilmu dari orang-orang yang tidak berilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jarak antara seorang alim (orang yang berilmu) dan seorang abid (tukang ibadah yang tidak berilmu) adalah seratus derajat/tingkat. Jarak diantara dua tingkat itu adalah perjalanan kuda selama 70 tahun" (HR Abu Ya'la dan Ibnu Adi).&lt;br /&gt;"Keutamaan seorang alim atas seorang abid bagaikan keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang-bintang" (HR Ashabu as-Sunan)&lt;br /&gt;"Pada hari kiamat nanti ada tiga golongan yang akan memberi syafa'at, para nabi, lalu para ulama, lalu para syuhada" (HR Ibnu Majah, Abu Ya'la, Ibnu Adi, al Aqili dan al Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Az Zamakhsyari, agungnya martabat orang-orang berilmu berdasarkan kesaksian Rasulullah adalah berada diantara para nabi dan para syuhada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Katsir (ibidem), mengutip hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Abi Thufail Amir bin Watsilah bahwasanya Nafi' bin abdil Harits bertemu dengan Umar bin al-Khaththab ra di Asfan --waktu itu Umar telah mengangkatnya sebagai wali (gubernur) Makkah, lalu Umar bertanya kepadanya: "Siapa yang engkau serahi melaksanakan tugasmu di sana?" Abdul Harits menjawab: "Ibnu Abzy, seorang maula (mantan budak kami)". Umar bertanya, "Anda serahkan kepemimpinan kota Makkah kepada seorang maula?". Dia menjawab, "Wahai amirul mu'minin, dia ini seorang pembaca (qori') kitabullah dan alim tentang fara'idl" Lalu Umar ra berkata: Sesungguhnya nabi kalian telah bersabda: "Sesungguhnya dengan kitab Al-Qur'an ini Allah mengangkat (martabat) suatu kaum dan meletakkan yang lain".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini jelaslah bahwa ilmu menjadi sebab naiknya derajat seseorang, bukan nilai rapor, gelar-gelar akademis, ijazah atau sertifikat! Oleh karena itu, pantaslah Ibnu Mas'ud ra apabila membaca ayat ini beliau mengatakan: "Wahai manusia pahamilah ayat ini dan hendaklah ayat ini membuat kalian mencintai ilmu".Keutamaan Orang Berilmu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-2208947207210862528?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/2208947207210862528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/09/keutamaan-orang-berilmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/2208947207210862528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/2208947207210862528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/09/keutamaan-orang-berilmu.html' title='Keutamaan Orang Berilmu'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-6985385573980199216</id><published>2010-08-30T04:53:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.122-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Tujuh Jenis Pahala yang Tidak Putus</title><content type='html'>Ramadan bagi umat Islam merupakan bulan istimewa. Selain diwajibkan berpuasa seperti umat-umat terdahulu juga dianjurkan melakukan amalan kebaikan lain. Terutama amalan yang mendapatkan pahala tidak terputus kendati sudah meninggal ada tujuh yaitu:&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Berbagi ilmu pengetahuan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pahala ilmu yang diberikan oleh seorang guru kepada murid-muridnya tidak akan terputus sampai kapanpun. Karena ilmu pengetahuan memiliki manfaat bagi masyarakat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Peduli pada sesama &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pembuat atau penjaga keamanan pengairan di sawah dan perkebunan tergolong orang-orang yang akan mendapatkan pahala sepanjang masa. Upaya yang dilakukan dalam pembuatan irigasi sangat mulia karena dengan kerja kerasnya maka sawah atau perkebunan mendapatkan suplai air sehingga berguna bagi kelangsungan hidup manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Membantu kepentingan umum&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menyediakan sumur untuk kepentingan umum tergolong dalam amalan mulia dan dapat memanjangkan pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Menciptakan kemaslahatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menananam pohon terutama yang berbuah dan bermanfaat bagi kemaslahatan manusia akan menjadi bagian dari amalan yang menghasilkan pahala terus menerus. Setidaknya, kendati tidak berbuah, pohon dapat melindungi manusia dari terik matahari. Bahkan oksigen yang dihasilkan pepohonan dapat menyehatkan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Membangun Masjid&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Masjid sebagai tempat badah umat Islam adalah sumber pahala bagi yang membangunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Menyebarkan Al Quran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sumbangan Al Quran kepada madrasah, musala, atau masjid. Kitab suci ini akan terus dibaca oleh jemaah masjid, musala, dan dipelajari di madarasah sehingga akan menghasilkan sumber pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Doa Anak kepada Orangtua&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Doa yang dipanjatkan anak yang saleh kepada kedua orangtua, selain akan dikabulkan Allah, juga menjadi pahala yang terputus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-6985385573980199216?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/6985385573980199216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/tujuh-jenis-pahala-yang-tidak-putus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/6985385573980199216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/6985385573980199216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/tujuh-jenis-pahala-yang-tidak-putus.html' title='Tujuh Jenis Pahala yang Tidak Putus'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-1812869277351461195</id><published>2010-08-26T13:07:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.122-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Jangan Menyingkat Salam</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://iqbal1.files.wordpress.com/2010/05/assalamu-alaikum.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://iqbal1.files.wordpress.com/2010/05/assalamu-alaikum.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebelum kita melangkah ke pokok masalahnya (Ciee kayak rapat aja), mari kita ingat dan buka kembali tentang perintah, keutamaan dan keindahan salam dalam islam ini.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan Islami ini lebih berbobot dibandingkan dengan ungkapan-ungkapan kasih-sayang yang digunakan oleh bangsa-bangsa lain. Hal ini dapat dijelaskan dengan alasan-alasan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Salam bukan sekedar ungkapan kasih-sayang, tetapi memberikan juga alasan dan logika kasih-sayang yang di wujudkan dalam bentuk doa pengharapan agar anda selamat dari segala macam duka-derita. Tidak seperti kebiasaan orang Arab yang mendoakan untuk tetap hidup, tetapi Salam mendoakan agar hidup dengan penuh kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Salam mengingatkan kita bahwa kita semua bergantung kepada Allah SWT. Tak satupun makhluk yang bisa mencelakai atau memberikan manfaat kepada siapapun juga tanpa perkenan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perhatikanlah bahwa ketika seseorang mengatakan kepada anda, "Aku berdoa semoga kamu sejahtera." Maka ia menyatakan dan berjanji bahwa anda aman dari tangan(perlakuan)-nya, lidah(lisan)-nya, dan ia akan menghormati hak hidup, kehormatan, dan harga-diri anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Al-Arabi di dalam Ahkamul Qur’an mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“ Tahukah kamu arti Salam? Orang yang mengucapkan Salam itu memberikan pernyataan bahwa ‘kamu tidak terancam dan aman sepenuhnya dari diriku.’ ”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya bahwa Salam berarti:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mengingat (dzikr) Allah SWT,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengingat diri,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ungkapan kasih sayang antar sesama Muslim,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Doa yang istimewa, dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pernyataan atau pemberitahuan bahwa ‘anda aman dari bahaya tangan dan lidahku’&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Berangkat dari sebuah Hadits: “ &lt;b&gt;Muslim sejati adalah bahwa dia tidak membahayakan setiap Muslim yang lain dengan lidahnya dan tangannya&lt;/b&gt; ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatlah kita pahami, sebenarnya dari hadits inis aja, sudah cukup tergambar kemuliaan dan keindahan islam ini. Makanya junjungan kita Sayyudurrasul Muhammad SAW sangat menekankan penyebaran pengucapan Salam antar sesama Muslim dan beliau menyebutnya sebagai perbuatan baik yang paling utama diantara perbuatan-perbuatan baik yang anda kerjakan. Ada beberapa Sabda Muhammad yang menjelaskan pentingnya ucapan salam antar seluruh Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: "&lt;i&gt;Kamu tidak dapat memasuki Surga kecuali bila kamu beriman. Imanmu belumlah lengkap sehingga kamu berkasih-sayang satu sama lain. Maukah kuberitahukan kepadamu sesuatu yang jika kamu kerjakan, kamu akan menanamkan dan memperkuat kasih-sayang diantara kamu sekalian? Tebarkanlah ucapan salam satu sama lain, baik kepada yang kamu kenal maupun yang belum kamu kenal&lt;/i&gt;." (Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Amr RA mengisahkan bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Apakah amalan terbaik dalam Islam?” Rasulullah SAW menjawab: Berilah makan orang-orang dan tebarkanlah ucapan salam satu sama lain, baik kamu saling mengenal ataupun tidak.” (Sahihain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Umammah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Orang yang lebih dekat kepada Allah SWT adalah yang lebih dahulu memberi Salam.” (Musnad Ahmad, Abu Dawud, dan At Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Mas’ud RA meriwayatkan Bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Salam adalah salah satu Asma Allah SWT yang telah Allah turunkan ke bumi, maka tebarkanlah salam. Ketika seseorang memberi salam kepada yang lain, derajatnya ditinggikan dihadapan Allah. Jika jama’ah suatu majlis tidak menjawab ucapan salamnya maka makhluk yang lebih baik dari merekalah (yakni para malaikat) yang menjawab ucapan salam.” (Musnad Al Bazar, Al Mu’jam Al Kabir oleh At Tabrani) Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang kikir yang sebenar-benarnya kikir ialah orang yang kikir dalam menyebarkan Salam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 86:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan maka balaslah dengan penghormatan yang lebih baik, atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah akan memperhitungkan setiap yang kamu kerjakan.&lt;br /&gt;Demikianlah Allah SWT memerintahkan agar seseorang membalas dengan ucapan yang setara atau yang lebih baik. Hal ini telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hathim. Suatu hari ketika Rasulullah SAW sedang duduk bersama para sahabatnya, seseorang datang dan mengucapkan, “Assalaamu’alaikum.” Maka Rasulullah SAW pun membalas dengan ucapan “Wa’alaikum salaam wa rahmah” Orang kedua datang dengan mengucapkan “Assalaamu’alaikum wa rahmatullah” Maka Rasulullah membalas dengan, “Wa’alaikum salaam wa rahmatullah wabarakatuh” . Ketika orang ketiga datang dan mengucapkan “Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wabarakatuhu.” Rasulullah SAW menjawab: ”Wa’alaika”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang ketiga pun terperanjat dan bertanya, namun tetap dengan kerendah-hatian, “Wahai Rasulullah, ketika mereka mengucapkan Salam yang ringkas kepadamu, Engkau membalas dengan Salam yang lebih baik kalimatnya. Sedangkan aku memberi Salam yang lengkap kepadamu, aku terkejut Engkau membalasku dengan sangat singkat hanya dengan wa’alaika.” Rasulullah SAW menjawab, “Engkau sama sekali tidak menyisakan ruang bagiku untuk yang lebih baik. Karena itulah aku membalasmu dengan ucapan yang sama sebagaimana yang di jabarkan Allah di dalam Al-Qur’an.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti kita bisa mengambil kesimpulan bahwa, membalas Salam dengan tiga frasa (anak kalimat) itu hukumnya Sunnah, yaitu cara yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Kebijaksanaan membatasi Salam dengan tiga frasa ini karena Salam dimaksudkan sebagai komunikasi ringkas bukannya pembicaraan panjang.&lt;br /&gt;Di dalam ayat ini Allah SWT menggunakan kalimat obyektif tanpa menunjuk subyeknya. Dengan demikian Al-Qur’an mengajarkan etika membalas penghormatan. Disini secara tidak langsung kita diperintah untuk saling memberi salam. Tidak adanya subyek menunjukkan bahwa hal saling memberi salam adalah kebiasaan normal dan wajar yang selalu dilakukan oleh orang-orang beriman. Tentu saja yang mengawali mengucapkan salamlah yang lebih dekat kepada Allah SWT sebagaimana sudah dijelaskan diatas. Hasan Basri menyimpulkan bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Mengawali mengucapkan salam sifatnya adalah sukarela, sedangkan membalasnya adalah kewajiban” Disebutkan di dalam Muwattha’ Imam Malik, diriwayatkan oleh Tufail bin Ubai bin Ka’ab bahwa, Abdullah bin Umar RA biasa pergi ke pasar hanya untuk memberi salam kepada orang-orang disana tanpa ada keperluan membeli atau menjual apapun. Ia benar-benar memahami arti penting mengawali mengucapkan salam. Pada bagian kalimat terakhir Surat An-Nisa ayat 86, Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… Sesungguhnya Allah akan memperhitungkan setiap yang kamu kerjakan. Disini, mendahului memberi salam dan membalasnya juga termasuk yang diperhitungkan. Maka kita hendaknya menyukai mendahului memberi salam. Sama halnya kita harus membalas salam demi menyenangkan Allah SWT dan menyuburkan kasih-sayang diantara kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW selanjutnya memberikan arahan memberi salam bahwa:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Orang yang berkendaraan harus memberi salam kepada pejalan-kaki.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang berjalan kaki memberi salam kepada yang duduk.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kelompok yang lebih sedikit memberi salam kepada kelompok yang lebih banyak jumlahnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yang meninggalkan tempat memberi salam kepada yang tinggal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketika pergi meninggalkan atau pulang ke rumah, ucapkanlah salam meski tak seorangpun ada di rumah (malaikat yang akan menjawab).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika bertemu berulang-ulang maka ucapkan salam setiapkali bertemu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengecualian kewajiban menjawab salam:&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketika sedang salat. Membalas ucapan salam ketika salat membatalkan salatnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Khatib, orang yang sedang membaca Al-Qur’an, atau seseorang yang sedang mengumandangkan Adzan atau Iqamah, atau sedang mengajarkan kitab-kitab Islam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketika sedang buang air atau berada di kamar mandi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Selanjutnya, Allah SWT menerangkan keutamaan salam di dalam surat Al-An’aam ayat 54:&lt;br /&gt;Jika orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami (Al-Qur’an) datang kepadamu, ucapkanlah “Salaamun’alaikum (selamat-sejahtera bagimu)”, Tuhanmu telah menetapkan bagi diri-Nya kasih-sayang. (Yaitu) Bahwa barangsiapa berbuat kejahatan karena kejahilannya (tidak tahu/bodoh) kemudian ia bertaubat setelah itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;Subhanallah, sangat indah bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Akhi wa ukhtifillah, akhir-akhir ini saya sering sekali menjumpai fenomena penyingkatan salam. Baik itu di room yahoo, di facebook atau forum-forum, begitu juga di HP. Mungkin karena kesibukan, atau mungkin “pelit” pulsa, atau bisa juga malas menulis, sehingga ucapan salam yang arti awalnya adalah "doa", lambang keindahan ukhuwah islamiyyah, justru menjadi kata yang jorok. Lho koq bisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bosen ah, masa kita harus ucapkan salam terus, kan kepanjangan kalimatnya, terus belum terbiasa lagi. Jangan-jangan sebelum selesai mengucapkan salam, calon lawan bicara kita sudah kabur karena kelamaan.&lt;br /&gt;Eeh.. tidak boleh begitu, jangan meremehkan hal baik sekecil apapun. Ingat loh, Allah kan memperhitungkan segala sesuatu. Coba deh kamu lihat lagi ayat Al Qur’an sebelumnya di bagian akhir. Rasulullah SAW sendiri berpesan kepada kita melalui sabdanya, &lt;b&gt;"Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencinta. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang apabila kalian lakukan niscaya kalian akan saling mencinta? Sebarkan salam diantara kalian&lt;/b&gt; (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam dapat mempererat ukhuwah Islamiyah, menjalin tali silaturahmi. Yang tadinya tidak kenal, menjadi kenal. Yang tadinya sudah saling mengenal, menjadi tambah akrab insya Allah. Dan satu lagi, di surga nanti, salam merupakan salah satu nikmat yang dirasakan oleh para penghuninya. Allah sendiri yang menjanjikannya dalam ayat,&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;"&lt;b&gt;Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam syurga, kecuali ucapan salam. Bagi mereka rezkinya di syurga itu tiap-tiap pagi dan petang.&lt;/b&gt;" (QS. Maryam: 62)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan ucapan :“Assalamu’alaikum” merupakan salam dalam bahasa Arab dan merupakan anjuran dalam Agama Islam untuk merekatkan Ukhuwah Islamiyah umat Muslim di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sudah terlalu sering kita membaca tulisan SMS, email, surat, website, dll yang ucapan salamnya disingkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang disingkat “Ass”, “Aslm”, “Ass Wr Wb”, dll.&lt;br /&gt;Saya sendiripun sudah terlalu sering mengingatkan temen-temen di yahoo, fb, forum dsb untuk tidak menyingkat salam ini. Namun apa dikata, menjawab satu persatu komentar yang masuk dengan peringatan untuk tidak menggunakan salam model singkatan cukup berat. Karena itulah saya memutuskan untuk menulis artikel ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini saya akan fokus ke kata “Ass” sebagaimana yang paling sering dipakai di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;Dalam Bahasa Inggris Arti Ass sangat jauh berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afwan nih ye…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam oxford dictionary Ass berarti : noun&lt;br /&gt;1 a donkey or similar horse-like animal with long ears and a braying call.&lt;br /&gt;2 informal a foolish or stupid person. ([Only Registered Users Can See Links])&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya dalam arti informalnya, kata “&lt;i&gt;ass&lt;/i&gt;” merupakan sebuah ejekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dalam bahasa suroboyoannya “Misuh” atau perkataan kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam bahasa gaul atau vulgarnya, Ass juga berarti “&lt;i&gt;p*ntat&lt;/i&gt;”.&lt;br /&gt;Contoh kalimat ejekan dengan kata “&lt;i&gt;ass&lt;/i&gt;” :&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Stop being an ass!&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;I’ll sake my ass in your face.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Man, this sandwich smells like ass!&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Man, that place was the ass of the neighborhood.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuh.. jelek banget kan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika kata kotor yang sering dijadikan umpatan adalah “ass hole” alias dubur. Ini sama dengan mengucapkan [maaf] “J***uk”, “J***ut”, dll di Surabaya. Kalo di Jakarta mungkin sama dengan mengatakan [maaf] “P***at Lu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda menggunakan kata salam “&lt;i&gt;Ass&lt;/i&gt;” pada orang luar negeri, pasti dia akan sangat marah pada anda. Jadi lebih baik anda tidak mengucapkan salam yang setengah-setengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah..Jadi Bila kita bertemu dengan sesama muslim, maka ucapkanlah "Assalamu'alaikum" yang artinya "mudah-mudahan Allah melimpahkan kesejahteraan atas kamu". Tidak memandang posisinya, apakah dia pejabat, kuli, atasan, bawahan, senior, junior, teman satu angkatan, dosen, assisten, karyawan, dan sebagainya, yang penting dia muslim. Semuanya disapa dengan kalimat yang sama, yang indah, penuh kedamaian dan penghormatan. Cuma itu? Ooo, bukan cuma itu, ada lagi nih:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghormatan dalam Islam ialah dengan mengucapkan "&lt;b&gt;Assalamu'alaikum&lt;/b&gt;". Buat kita yang diberi salam oleh teman, maka kita harus membalasnya dengan salam pula "Wa'alaikumsalam". Lebih baik lagi dengan "Wa;alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh". Dan ingat, salam adalah do'a.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Paham? (hehe kayak adi bing slamet) Sekarang kita sudah paham, bahwa salam bukan hanya budayanya Pak Haji atau Bu Haji, tapi merupakan tuntunan untuk seluruh umat Islam. Dan kita paham bahwa salam bukan suatu hal yang ketinggalan zaman, justru inilah salah satu tata pergaulan yang sebenarnya. Selain itu, dengan "salam" ini mencerminkan bahwa Islam adalah agama yang penuh kedamaian, bukan kekerasan. Setuju? Kalau begitu tunggu apa lagi, mulailah detik ini juga untuk memberi salam kepada yang kita temui dengan yang sebenarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;Trus gimana kalau yang memberi salam adalah non-muslim?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenang.. Hal ini juga sudah diatur dalam Islam. Karena ada hadits yang berbunyi, "Sahabat Anas RA berkata, "Kami disuruh oleh Rasulullah SAW agar jawaban kami tidak lebih daripada waalaikum." (HR. Adaunuri).&lt;br /&gt;Maksud hadits di atas, apabila ada non-muslim yang memberi salam kepada kita, maka jawabannya tidak boleh lebih dari "wa'alaikum" yang kurang lebih artinya, "Dan juga bagimu".&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-1812869277351461195?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/1812869277351461195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/jangan-menyingkat-salam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/1812869277351461195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/1812869277351461195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/jangan-menyingkat-salam.html' title='Jangan Menyingkat Salam'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-2552741815471213803</id><published>2010-08-26T12:30:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.122-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>HABIB ALI BERCERITA TENTANG WANITA SHOLEHAH HADRAMAUT (PARA SYARIFAH)</title><content type='html'>Habib Ahmad bin Abdullah bin husin bin Thahir bercerita kepadaku (maksudnya habib Ali al-Habsyi Shohib Mawlid), “Sekali waktu aku pergi ke rumah saudara perempuanku, Nur. Dia berkata :”Wahai Ahmad, tolong ambilkan gula dan biji kopi.”&lt;br /&gt;Aku naik ke atas loteng, tapi di sana tidak diketemukan apa-apa. Aku kembali menemuinya, ‘perempuan tua anak Abdullah bin husin, kau membohongiku”&lt;br /&gt;“Wahai anak ibumu, naik lagi dn lihatlah!’&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sekali lagi naik ke atas loteng dan tidak menemukan apa-apa di sana. Ia lalu naik ke atas loteng bersamaku dan membuka lemari. Tempat gula dan biji kopi yang tadi kosong, ternyata sekarang telah penuh.&lt;br /&gt;Hababah Nur lalu menjelaskan kepadaku, ‘Aku mendengar seruan Allah di akhir malam : Bangunlah, mintalah apa saja yang kau inginkan, keperluan dunia ataupun keperluan agama, Aku akan memberimu saat ini juga.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyid Ahmad juga bercerita, “Suatu hari aku duduk bersama Nur. Ketika masuk waktu sholat, ia bertanya, ‘Di mana arah kiblat?’ dengan maksud bercanda, aku menunjuk arah lain, bukan arah kiblat. Ketika ia mulai mengangkat tangannya hendak bertakbir, ia berkata, ‘Arah kiblatnya bukan ke situ. Kau pikir kau tidak tahu arah kiblat. Demi Allah, aku tidak mengucapkan takbiratul ihram, kecuali setelah benar-benar melihat Ka’bah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian habib Ali berkata :&lt;br /&gt;“Ibu dari Habib Abdullah bin husin bin Thahir lebih agung lagi. Beliau adalah Hababah Syeikhah binti Abdullah bin Yahya r.anha. dari pasangan suami istri ini lahirlah Husin, Thahir, Abdullah, dan Khadijah. Khadijah adalah ibu Habib Abdullah bin umar bin Yahya.&lt;br /&gt;Suatu hari Habib Abdul Qadir bin Muhammad al-Habsyi yang tinggal di Ghurfah mengunjungi para habaib yang tinggal di Kota Masileh. Mereka semua merasa senang atas kedatangannya. Orang-orang mengatakan bahwa beliau gemar bermujahadah yang berat-berat, dan berulang kali melakukan arba’iniyyah (Khalwat selama 40 hari). Pernah selama 20 tahun beliau tidak minum air. Habib Thahir dan Habib Abdullah melaporkan hal ini kepada ibunya, “ Wahai ibu, Habib Abdul Qadir ini amalnya begini dan begini. Telah 20 tahun beliau tidak minum air.”&lt;br /&gt;“Dia lelaki yang baik, perbuatannya baik, dan apa yang disifatkan oleh orang-orang tentang dirinya sangat bai. Ambilkanlah sebuah teko lalu penuhilah dengan air,” perintah ibunya.&lt;br /&gt;“Berikan teko ini kepadanya dan katakan :”ibu kami mengucapkan salam dan berpesan agar kau meminum air ini sebagaimana kakekmu Muhammad Saw meminumnya. Keutamaan kaum sholihin terletak pada kemampuannya meninggalkan larangan. Apakah selama 20 tahun ini engkau tidak mengerjakan yang makruh; apakah tidak terlintas di hatimu melakukannya/ Kalau sekedar ibadah, para wanita tua pun dapat melakukannya.”&lt;br /&gt;Demikian pesan ibu mereka setelah diambilkan teko yang penuh air.&lt;br /&gt;“kami tidak berani bersikap kurang ajar kepadanya, Bu.”&lt;br /&gt;‘Berikan teko ini lalu sampaikan pesanku kepadanya jika menginginkan kebaikan dan keberkahan.”&lt;br /&gt;Mereka berdua lalu menemui Habib Abdul Qadir dan menyampaikan pesan ibunya.&lt;br /&gt;“Benar, ibumu benar! Sungguh dia adalah seorang Murobbiyah (pendidik) yang baik. Sungguh beliau sebaik-baik muaddiba (pendidik). Sungguh baik ucapannya. Bawa sini air itu.’ Jawab habib Abdul Qadir.&lt;br /&gt;Setelah teko itu beralih ke tangannya, beliaupun segera meminum airnya.&lt;br /&gt;(Sumber : Buku Biografi Habib Ali al-Habsyi Muallif Simtud Duror, Pustaka Zawiyah, 2006, halaman 153-156)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;Kita jangan bingung dengan tidak minumnya beliau selama 20 tahun, karena beliau adalah ahli Dzikir, sehingga makanan dan minuman beliau adalah Dzikrullah.&lt;br /&gt;Dalam buku yang sama : Habib Ali berkata :&lt;br /&gt;“kekuatan itu bukan berasal dari makanan dan minuman. Namun kekuatan timbul karena kosongnya hati dr segala kesibukan duniawi. Jika hati telah kosong dari segala kesibukan, seorang hamba menjadi kuat. Bahkan dalam pandnagan ahli suluk, makanan itu melemahkan, jika ruh telah kuat, jasapun menjadi kuat. Sesungguhnya, makanan tidak akan mengenyangkan, minuman tidak akan menghilangkan dahaga, tapi Allah-lah yang menjadikan seseorang dan puas setelah makan dan minum. Jika ruhani seseorang telah kuat, dzikir menjadi makanannya. Sekarang tidak ada seorang pun yang menempuh jalan ini (L:376)&lt;br /&gt;(Sumber : Buku Biografi Habib Ali al-Habsyi Muallif Simtud Duror, Pustaka Zawiyah, 2006, halaman 139)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-2552741815471213803?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/2552741815471213803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/habib-ali-bercerita-tentang-wanita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/2552741815471213803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/2552741815471213803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/habib-ali-bercerita-tentang-wanita.html' title='HABIB ALI BERCERITA TENTANG WANITA SHOLEHAH HADRAMAUT (PARA SYARIFAH)'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-992472699870585981</id><published>2010-08-26T12:26:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.122-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>KEUTAMAAN SABAR...TERLEBIH DI BULAN RAMADHAN YANG PENUH BERKAH</title><content type='html'>Dari al Ihya ‘Ulumuddin, Imam al Ghazaly&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala sesungguhnya telah menyifatkan orang-orang yang sabar dengan beberapa sifat.Allah Ta’ala menyebutkan sabar dalam Al Qur’an pada lebih tujuh puluh tempat.Ia menambahkan lebih banyak derajat dan kebajikan kepada sabar.Ia menjadikan derajat dan kebajikan itu sebagai hasil (buah) dari sabar.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Allah ‘Azza wa Jalla berfirman : “Dan Kami jadikan di antara mereka itu beberapa pemimpin yang akan memberikan pimpinan dengan perintah Kami, yaitu ketika mereka berhati teguh (sabar)”(QS. 32:24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman: “Dan telah sempurnalah perkataan yang baik dari Tuhan engkau untuk Bani Israil, disebabkan keteguhan hati (kesabaran)mereka” (QS 7:137).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman: “Dan akan Kami berikan kepada orang-orang yang sabar itu pembalasan,menurut yang telah mereka kerjakan dengan sebaik-baiknya”(QS.16:96).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman: “Kepada orang-orang itu diberikan pembalasan (pokok) dua kali lipat,disebabkan kesabaran mereka”. (QS. 28:54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya orangorang yang sabar itu, akan disempurnakan pahalanya dengan tiada terhitung “. (QS 39:10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tidak ada dari pendekatan diri manusia kepada Allah (ibadah), melainkan pahalanya itu ditentukan dengan kadar dan dapat dihitung, selain sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya adanya puasa itu sebagian dari sabar dan puasa itu separuh sabar,maka Allah Ta’ala mengaitkan puasa itu bagi orang-orang yang bersabar, bahwa Ia bersama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman: “Hendaklah kamu bersabar, sesungguhnya Allah itu bersama orang-orang yang sabar”. (QS. 8:46).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala menggantungkan pertolongan kepada sabar. Allah Ta’ala berfirman:“Ya! Kalau kamu sabar dan memelihara diri, sedang mereka datang kepadamu (menyerang) dengan cepatnya,Tuhan akan membantu kamu dengan lima ribu malaikat yang akan membinasakan”. (QS. 3:125).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala mengumpulkan bagi orang-orang yang sabar, beberapa hal yang tidak dikumpulkannya bagi orang-orang lain. Allah Ta’ala&lt;br /&gt;berfirman:“Merekalah orang-orang yang mendapat ampunan, kehormatan dan rahmat dari Tuhan dan merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk”. (QS. 2:157).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun hadits-hadits yang menyangkut dengan sabar, maka di antara lain, Nabi s.a.w. bersabda : ”Sabar itu separuh iman”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi s.a.w. bersabda : “Dari yang sekurangkurangnya diberikan kepada kamu, ialah : keyakinan dan kesungguhan sabar.Siapa yang diberikan keberuntungan dari keyakinan dan kesungguhan sabar itu, niscaya ia tidak peduli dengan yang luput dari padanya, dari shalat malam dan puasa siang. Dan engkau bersabar di atas&lt;br /&gt;apa yang menimpa atas diri engkau, adalah lebih aku sukai, daripada disempurnakan oleh setiap orang daripada kamu, kepadaku, dengan seperti amalan semua kamu.Akan tetapi aku takut,bahwa dibukakan kepadamu dunia sesudahku.Lalu sebagian kamu menetang sebagian yang lain.Dan akan ditantang kamu oleh penduduk langit (para malaikat) ketika itu. Maka siapa yang sabar dan memperhitungkan diri, niscaya memperoleh kesempurnaan pahalanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Nabi s.a.w.membaca firman Allah Ta’ala:“Apa yang di sisi kamu itu akan hilang dan apa yang di sisi Allah itu yang kekal. Dan akan Kami berikan kepada orang-oang yang sabar itu pembalasan, menurut yang telah mereka kerjakan dengan sebaik-baiknya”. (QS. 16:96).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan Jabir, bahwa Nabi s.a.w ditanyakan tentang iman, maka beliau menjawab:“Sabar dan suka memaafkan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi s.a.w. bersabda pula: “amal yang paling utama ialah apa yang dipaksakan diri daripadanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan bahwa Allah Ta’ala menurunkan wahyu kepada nabi Daud a.s.: “Berakhlaklah dengan akhlak-KU! Sesungguhnya sebagian dari akhlak-Ku, ialah, bahwa Aku Maha Sabar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hadits yang diriwayatkan ‘Atha’ dari Ibnu Abbas, bahwa ketika Rasulullah s.a.w. masuk ke tempat orang-orang Anshar, lalu beliau bertanya:“Apakah kamu ini semua orang beriman?”. Lalu semua mereka diam. Maka menjawab Umar r.a.:“Ya, wahai Rasulullah!”.Nabi s.a.w. lalu bertanya: “Apakah tandanya keimanan kamu itu?”Mereka menjawab: “Kami bersyukur atas kelapangan. Kami bersabar atas cobaan. Dan kami rela dengan ketetapan Tuhan (qadha Allah Ta’ala)”.Lalu Nabi s.a.w. menjawab: “Demi Tuhan pemilik Ka’bah! Benar kamu itu orang beriman!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi s.a.w. bersabda: “Pada kesabaran atas yang tidak engkau sukai itu banyak kebajikan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isa Al-Masih a.s. berkata: “Engkau sesungguhnya tiada akan memperoleh apa yang engkau sukai, selain dengan kesabaranmu atas apa yang tiada engkau sukai”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w. bersabda: “Jikalau sabar itu seorang laki-laki, niscaya dia itu orang yang pemurah. Dan Allah Ta’ala menyukai orang-orang yang sabar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun atsar, maka di antaranya ialah terdapat pada surat khalifah Umar bin al-Khatab r.a. kepada Abu Musa Al-Asy’ari r.a., yang bunyinya di antara lain: “Haruslah engkau bersabar! Dan ketahuilah,bahwa sabar itu dua. Yang satu lebih utama dari yang lain: sabar pada waktu musibah itu baik.Dan yang lebih baik daripadanya lagi, ialah sabar (menahan diri) dari yang diharamkan Allah Ta’ala.Dan ketahuilah, bahwa sabar itu yang memiliki iman. Yang demikian itu, adalah bahwa takwa itu kebajikan yang utama. Dan takwa itu dengan sabar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali r.a. berkata: ”Iman itu dibangun di atas empat tiang: yakin, sabar, jihad dan adil.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali r.a.berkata pula: “Sabar itu dari iman, adalah seperti kedudukan kepala dari tubuh. Tidak ada tubuh bagi orang yang tidak mempunyai kepala. Dan tidak ada iman, bagi orang yang tiada mempunyai kesabaran”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar r.a. berkata: “Amat baiklah dua pikulan yang sebanding dan amat baiklah tambahan bagi orang-orang yang sabar. Dimaksudkan dengan dua pikulan yang sebanding itu, ialah ampunan dan rahmat. Dan dimaksudkan dengan tambahan itu, ialah petunjuk. Dan tambahan itu, adalah apa yang dibawa di atas dua pikulan yang sebanding tadi atas unta”.Diisyaratkan oleh Umar r.a. dengan yang demikian itu kepada firman Allah Ta’ala: “Merekalah orang-orang yang mendapat ampunan dan rahmat dari Tuhan dan merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. 2:157).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Habib bin Abi Habib Al Bashari, apabila membaca ayat di bawah ini:“Sesungguhnya dia (Ayub) kami dapati,seorang yang sabar. Seorang hamba yang amat baik. sesungguhnya dia tetap kembali (kepada Tuhan)” (QS. 38:44). Lalu beliau menangis dan berkata: “Alangkah menakjubkan! Ia yang memberi dan Ia yang memujinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu’d-Darda r.a mengatakan: “Ketinggian iman itu, ialah: sabar karena hukum Allah dan rela dengan takdir Allah Ta’ala”.&lt;br /&gt;Inilah penjelasan keutamaan sabar, dari segi yang dinukilkan (dari ayat, hadits dan atsar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran adalah ibadah qalbu kita, ia merupakan hal yang utama yang akan membawa seseorang dianugerahkan sifat-sifat baik. Dan tentu kita tiada pernah akan tahu faedah sabar, apabila kita tiada&lt;br /&gt;pernah mencoba untuk sabar. Kiranya kita beroleh taufik dari Allah SWT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-992472699870585981?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/992472699870585981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/keutamaan-sabarterlebih-di-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/992472699870585981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/992472699870585981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/keutamaan-sabarterlebih-di-bulan.html' title='KEUTAMAAN SABAR...TERLEBIH DI BULAN RAMADHAN YANG PENUH BERKAH'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-3078553235545893747</id><published>2010-08-26T12:05:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.122-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jalaluddin Rumi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syair'/><title type='text'>Kumpulan Syair Jalaluddin Ar Rum</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pFsTWhwr_Eg/RtlKA7mSfQI/AAAAAAAAAGw/o7ZZHn0YbM8/s1600/200px-Mawlana_rumi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_pFsTWhwr_Eg/RtlKA7mSfQI/AAAAAAAAAGw/o7ZZHn0YbM8/s320/200px-Mawlana_rumi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri&lt;/b&gt; (&lt;b&gt;Jalaluddin Rumi&lt;/b&gt;) atau sering pula disebut dengan nama &lt;b&gt;Rumi&lt;/b&gt; adalah seorang penyair sufi yang lahir di Balkh (sekarang Afganistan) pada tanggal 6 Rabiul Awwal tahun 604 Hijriah, atau tanggal 30 September 1207 Masehi. Ayahnya masih keturunan Abu Bakar, bernama Bahauddin Walad. Sedang ibunya berasal dari keluarga kerajaan Khwarazm. Ayah Rumi seorang cendekia yang saleh, mistikus yang berpandangan ke depan, seorang guru yang terkenal di Balkh. Saat Rumi berusia 3 tahun karena adanya bentrok di kerajaan maka keluarganya meninggalkan Balkh menuju Khorasan. Dari sana Rumi dibawa pindah ke Nishapur, tempat kelahiran penyair dan alhi matematika Omar Khayyam. Di kota ini Rumi bertemu dengan Attar yang meramalkan si bocah pengungsi ini kelak akan masyhur yang akan menyalakan api gairah Ketuhanan. Syair syair beliau sangat inda. Beberapa syair dari beliau saya tuliskan disini. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kearifan Cinta &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;CINTA yang dibangkitkan&lt;br /&gt;oleh khayalan yang salah&lt;br /&gt;dan tidak pada tempatnya&lt;br /&gt;bisa saja menghantarkannya&lt;br /&gt;pada keadaan ekstasi.&lt;br /&gt;Namun kenikmatan itu,&lt;br /&gt;jelas tidak seperti bercinta dengan kekasih sebenarnya&lt;br /&gt;kekasih yang sedar akan hadirnya seseorang&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nafsu &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Nafsumu itu ibu segala berhala&lt;br /&gt;Berhala kebedaan ular sawa&lt;br /&gt;Berhala keruhanian naga&lt;br /&gt;Itu ibarat perumpamaannya&lt;br /&gt;Mudah sekali memecah berhala&lt;br /&gt;Kalau diketuk hancurlah ia&lt;br /&gt;Walau batu walaupun bata&lt;br /&gt;Walau ular walaupun naga&lt;br /&gt;Tapi bukan mudah mengalahkan nafsu&lt;br /&gt;Jika hendak tahu bentuk nafsu&lt;br /&gt;Bacalah neraka dengan tujuh pintu&lt;br /&gt;Dari nafsu keluar ma’siat setiap waktu.&lt;br /&gt;mencintainya ini&lt;br /&gt;sebagaimana kenikmatan lelaki&lt;br /&gt;yang memeluk tugu batu&lt;br /&gt;di dalam kegelapan sambil menangis dan meratap.&lt;br /&gt;Meskipun dia merasa nikmat&lt;br /&gt;kerana berfikir bahawa yang dipeluk adalah kekasihnya, tapi&lt;br /&gt;jelas tidak senikmat&lt;br /&gt;orang yang memeluk kekasih sebenarnya&lt;br /&gt;kekasih yang hidup dan sedar.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cinta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;“Dia adalah, orang yang tidak mempunyai ketiadaan,&lt;br /&gt;Saya mencintainya dan Saya mengaguminya, Saya memilih&lt;br /&gt;jalannya dan Saya memalingkan muka ke jalannya. Setiap&lt;br /&gt;orang mempunyai kekasih, dialah kekasih saya, kekasih&lt;br /&gt;yang abadi. Dia adalah orang yang Saya cintai, dia&lt;br /&gt;begitu indah, oh dia adalah yang paling sempurna.&lt;br /&gt;Orang-orang yang mencintainya adalah para pecinta yang&lt;br /&gt;tidak pernah sekarat. Dia adalah dia dan dia dan&lt;br /&gt;mereka adalah dia. Ini adalah sebuah rahasia, jika&lt;br /&gt;kalian mempunyai cinta, kalian akan memahaminya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kekasih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tentang seseorang di pintu Sang Kekasih&lt;br /&gt;dan mengetuk. Ada suara bertanya, “Siapa di sana?”&lt;br /&gt;Dia menjawab, “Ini Aku.”&lt;br /&gt;Sang suara berkata, “Tak ada ruang untuk Aku dan Kamu.”&lt;br /&gt;Pintu tetap tertutup&lt;br /&gt;Setelah setahun kesunyian dan kehilangan, dia kembali&lt;br /&gt;dan mengetuk lagi. Suara dari dalam bertanya, “Siapa di sana?”&lt;br /&gt;Dia berkata, “Inilah Engkau.”&lt;br /&gt;Maka, sang pintu pun terbuka untuknya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mujahadah dan Makrifat &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Makrifat itu pengenalan jiwa&lt;br /&gt;Mengenal jiwa dan mengenal Tuhannya&lt;br /&gt;Mengenal dengan sejelas jelasnya&lt;br /&gt;Tidak kabur tapi jelas nyata&lt;br /&gt;Mujahadah itu perjuangan dan usaha&lt;br /&gt;Makrifat itu menuai hasilnya&lt;br /&gt;Mujahadah itu dalam perjalanan&lt;br /&gt;Makrifat itu matlamat tujuan&lt;br /&gt;Makrifat itu pembuka rahsia&lt;br /&gt;Makrifat itu sendiri rasa&lt;br /&gt;Makrifat itu sagunya&lt;br /&gt;Mujahadah itu memecah ruyungnya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saatnya Untuk Pulang &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Malam larut, malam memulai hujan&lt;br /&gt;inilah saatnya untuk kembali pulang.&lt;br /&gt;Kita sudah cukup jauh mengembara&lt;br /&gt;menjelajah rumah-rumah kosong.&lt;br /&gt;Aku tahu: teramat menggoda untuk tinggal saja&lt;br /&gt;dan bertemu orang-orang baru ini.&lt;br /&gt;Aku tahu: bahkan lebih pantas&lt;br /&gt;untuk menuntaskan malam di sini bersama mereka,&lt;br /&gt;tapi aku hanya ingin kembali pulang.&lt;br /&gt;Sudah kita lihat cukup destinasi indah&lt;br /&gt;dengan isyarat dalam ucap mereka&lt;br /&gt;Inilah Rumah Tuhan. Melihat&lt;br /&gt;butir padi seperti perangai semut,&lt;br /&gt;tanpa ingin memanennya. Biar tinggalkan saja&lt;br /&gt;sapi menggembala sendiri dan kita pergi&lt;br /&gt;ke sana: ke tempat semua orang sungguh menuju&lt;br /&gt;ke sana: ke tempat kita leluasa melangkah telanjang.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kau dan Aku &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bahagia saat kita duduk di pendapa, kau dan aku,&lt;br /&gt;Dua sosok dua tubuh namun hanya satu jiwa, kau dan aku.&lt;br /&gt;Harum semak dan nyanyi burung menebarkan kehidupan&lt;br /&gt;Pada saat kita memasuki taman, kau dan aku.&lt;br /&gt;Bintang-bintang yang beredar sengaja menatap kita lama-lama;&lt;br /&gt;Bagai bulan kita bagikan cahaya terang bagi mereka.&lt;br /&gt;Kau dan aku, yang tak terpisahkan lagi, menyatu dalam nikmat tertinggi,&lt;br /&gt;Bebas dari cakap orang, kau dan aku.&lt;br /&gt;Semua burung yang terbang di langit mengidap iri&lt;br /&gt;Lantaran kita tertawa-tawa riang sekali, kau dan aku.&lt;br /&gt;Sungguh ajaib, kau dan aku, yang duduk bersama di sudut rahasia,&lt;br /&gt;Pada saat yang sama berada di Iraq dan Khorasan, kau dan aku.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Cinta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;CINTA yang dibangkitkan&lt;br /&gt;oleh khayalan yang salah&lt;br /&gt;dan tidak pada tempatnya&lt;br /&gt;bisa saja menghantarkannya&lt;br /&gt;pada keadaan ekstasi.&lt;br /&gt;Kau sudah banyak menderita&lt;br /&gt;Tetapi kau masih terbalut tirai’&lt;br /&gt;Karena kematian adalah pokok segala&lt;br /&gt;Dan kau belum memenuhinya&lt;br /&gt;Deritamu tak kan habis sebelum kau ‘Mati’&lt;br /&gt;Kau tak kan meraih atap tanpa menyelesaikan anak tangga&lt;br /&gt;Ketika dua dari seratus anak tangga hilang&lt;br /&gt;Kau terlarang menginjak atap&lt;br /&gt;Bila tali kehilangan satu elo dari seratus&lt;br /&gt;Kau tak kan mampu memasukkan air sumur ke dalam timba&lt;br /&gt;Hai Amir, kau tak kan dapat menghancurkan perahu&lt;br /&gt;Sebelum kau letakan “mann” terakhir…&lt;br /&gt;Perahu yang sudah hancur berpuing-puing&lt;br /&gt;Akan menjadi matahari di Lazuardi&lt;br /&gt;Karena kau belum ‘Mati’,&lt;br /&gt;Maka deritamu berkepanjangan&lt;br /&gt;Hai Lilin dari Tiraz, padamkan dirimu di waktu fajar&lt;br /&gt;Ketahuilah mentari dunia akan tersembunyi&lt;br /&gt;Sebelum gemintang bersembunyi&lt;br /&gt;Arahkan tombakmu pada dirimu&lt;br /&gt;Lalu ‘Hancurkan’lah dirimu&lt;br /&gt;Karena mata jasadmu seperti kapas di telingamu…&lt;br /&gt;Wahai mereka yang memiliki ketulusan…&lt;br /&gt;Jika ingin terbuka ‘tirai’&lt;br /&gt;Pilihlah ‘Kematian’ dan sobekkan ‘tirai’&lt;br /&gt;Bukanlah karena ‘Kematian’ itu kau akan masuk ke kuburan&lt;br /&gt;Akan tetapi karena ‘Kematian’ adalah Perubahan&lt;br /&gt;Untuk masuk ke dalam Cahaya…&lt;br /&gt;Ketika manusia menjadi dewasa, matilah masa kecilnya&lt;br /&gt;Ketika menjadi Rumi, lepaslah celupan Habsyi-nya&lt;br /&gt;Ketika tanah menjadi emas, tak tersisa lagi tembikar&lt;br /&gt;Ketika derita menjadi bahagia, tak tersisa lagi duri nestapa…&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kau dan Aku&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Nikmati waktu selagi kita duduk di punjung, Kau dan Aku;&lt;br /&gt;Dalam dua bentuk dan dua wajah — dengan satu jiwa,&lt;br /&gt;Kau dan Aku.&lt;br /&gt;Warna-warni taman dan nyanyian burung memberi obat keabadian&lt;br /&gt;Seketika kita menuju ke kebun buah-buahan, Kau dan Aku.&lt;br /&gt;Bintang-bintang Surga keluar memandang kita –&lt;br /&gt;Kita akan menunjukkan Bulan pada mereka, Kau dan Aku.&lt;br /&gt;Kau dan Aku, dengan tiada ‘Kau’ atau ‘Aku’,&lt;br /&gt;akan menjadi satu melalui rasa kita;&lt;br /&gt;Bahagia, aman dari omong-kosong, Kau dan Aku.&lt;br /&gt;Burung nuri yang ceria dari surga akan iri pada kita –&lt;br /&gt;Ketika kita akan tertawa sedemikian rupa; Kau dan Aku.&lt;br /&gt;Ini aneh, bahwa Kau dan Aku, di sudut sini …&lt;br /&gt;Keduanya dalam satu nafas di Iraq, dan di Khurasan –&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kau dan Aku.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tindakan Dan Kata-Kata&lt;br /&gt;Aku memberi orang-orang&lt;br /&gt;apa yang mereka inginkan.&lt;br /&gt;Aku membawakan sajak kerana mereka&lt;br /&gt;menyukainya sebagai hiburan.&lt;br /&gt;Di negaraku, orang tidak menyukai puisi.&lt;br /&gt;Sudah lama aku mencari orang yang&lt;br /&gt;menginginkan tindakan, tetapi&lt;br /&gt;mereka semua ingin kata-kata.&lt;br /&gt;Aku siap menunjukkan tindakan pada kalian;&lt;br /&gt;tetapi tidak seorang pun akan menyikapinya.&lt;br /&gt;Maka aku hadirkan padamu — kata-kata.&lt;br /&gt;Ketidakpedulian yang bodoh&lt;br /&gt;akhirnya membahayakan,&lt;br /&gt;Bagaimanapun hatinya satu denganmu.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menyatu Dalam Cinta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berpisah dari Layla, Majnun jatuh sakit. Badan semakin lemah, sementara suhu badan semakin tinggi.&lt;br /&gt;Para tabib menyarankan bedah, “Sebagian darah dia harus dikeluarkan, sehinggu suhu badan menurun.”&lt;br /&gt;Majnun menolak, “Jangan, jangan melakukan bedah terhadap saya.”&lt;br /&gt;Para tabib pun bingung, “Kamu takut? padahal selama ini kamu masuk-keluar hutan seorang diri. Tidak takut menjadi mangsa macan, tuyul atau binatang buas lainnya. Lalu kenapa takut sama pisau bedah?”&lt;br /&gt;“Tidak, bukan pisau bedah itu yang kutakuti,” jawab Majnun.&lt;br /&gt;“Lalu, apa yang kau takuti?”&lt;br /&gt;“Jangan-jangan pisau bedah itu menyakiti Layla.”&lt;br /&gt;“Menyakiti Layla? Mana bisa? Yangn dibedah badanmu.”&lt;br /&gt;“Justru itu. Layla berada di dalam setiap bagian tubuhku. Mereka yang berjiwa cerah tak akan melihat perbedaan antara aku dan Layla.”&lt;br /&gt;&lt;b&gt;‘Mati’ sebelum Engkau Mati &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tafsiran Muutu Qabla anta Muutu : Rumi&lt;br /&gt;(’Mati’ sebelum Engkau Mati)&lt;br /&gt;Kau sudah banyak menderita&lt;br /&gt;Tetapi kau masih terbalut tirai’&lt;br /&gt;Karena kematian adalah pokok segala&lt;br /&gt;Dan kau belum memenuhinya&lt;br /&gt;Deritamu tak kan habis sebelum kau ‘Mati’&lt;br /&gt;Kau tak kan meraih atap tanpa menyelesaikan anak tangga&lt;br /&gt;Ketika dua dari seratus anak tangga hilang&lt;br /&gt;Kau terlarang menginjak atap&lt;br /&gt;Bila tali kehilangan satu elo dari seratus&lt;br /&gt;Kau tak kan mampu memasukkan air sumur ke dalam timba&lt;br /&gt;Hai Amir, kau tak kan dapat menghancurkan perahu&lt;br /&gt;Sebelum kau letakan “mann” terakhir…&lt;br /&gt;Perahu yang sudah hancur berpuing-puing&lt;br /&gt;Akan menjadi matahari di Lazuardi&lt;br /&gt;Karena kau belum ‘Mati’,&lt;br /&gt;Maka deritamu berkepanjangan&lt;br /&gt;Hai Lilin dari Tiraz, padamkan dirimu di waktu fajar&lt;br /&gt;Ketahuilah mentari dunia akan tersembunyi&lt;br /&gt;Sebelum gemintang bersembunyi&lt;br /&gt;Arahkan tombakmu pada dirimu&lt;br /&gt;Lalu ‘Hancurkan’lah dirimu&lt;br /&gt;Karena mata jasadmu seperti kapas di telingamu…&lt;br /&gt;Wahai mereka yang memiliki ketulusan…&lt;br /&gt;Jika ingin terbuka ‘tirai’&lt;br /&gt;Pilihlah ‘Kematian’ dan sobekkan ‘tirai’&lt;br /&gt;Bukanlah karena ‘Kematian’ itu kau akan masuk ke kuburan&lt;br /&gt;Akan tetapi karena ‘Kematian’ adalah Perubahan&lt;br /&gt;Untuk masuk ke dalam Cahaya…&lt;br /&gt;Ketika manusia menjadi dewasa, matilah masa kecilnya&lt;br /&gt;Ketika menjadi Rumi, lepaslah celupan Habsyi-nya&lt;br /&gt;Ketika tanah menjadi emas, tak tersisa lagi tembikar&lt;br /&gt;Ketika derita menjadi bahagia, tak tersisa lagi duri nestapa…&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kembali Pada Tuhan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka,&lt;br /&gt;maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan.&lt;br /&gt;Begitulah caranya!&lt;br /&gt;Jika engkau hanya mampu merangkak,&lt;br /&gt;maka merangkaklah kepadaNya!&lt;br /&gt;Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk,&lt;br /&gt;maka tetaplah persembahkan doamu&lt;br /&gt;yang kering, munafik dan tanpa keyakinan;&lt;br /&gt;kerana Tuhan, dengan rahmatNya&lt;br /&gt;akan tetap menerima mata wang palsumu!&lt;br /&gt;Jika engkau masih mempunyai&lt;br /&gt;seratus keraguan mengenai Tuhan,&lt;br /&gt;maka kurangilah menjadi sembilan puluh sembilan saja.&lt;br /&gt;Begitulah caranya!&lt;br /&gt;Wahai pejalan!&lt;br /&gt;Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji,&lt;br /&gt;ayuhlah datang, dan datanglah lagi!&lt;br /&gt;Kerana Tuhan telah berfirman:&lt;br /&gt;“Ketika engkau melambung ke angkasa&lt;br /&gt;ataupun terpuruk ke dalam jurang,&lt;br /&gt;ingatlah kepadaKu,&lt;br /&gt;kerana Akulah jalan itu.”&lt;br /&gt;Empat Lelaki Dan Penterjemah&lt;br /&gt;Empat orang diberi sekeping wang.&lt;br /&gt;Pertama adalah orang Persia, ia berkata, “Aku akan membeli anggur.”&lt;br /&gt;Kedua adalah orang Arab, ia berkata, “Tidak, kerana aku ingin inab.”&lt;br /&gt;Ketiga adalah orang Turki, ia berkata, “Aku tidak ingin inab, aku ingin uzum.”&lt;br /&gt;Keempat adalah orang Yunani, ia berkata, “Aku ingin stafil.”&lt;br /&gt;Kerana mereka tidak tahu erti nama-nama tersebut, mereka mulai bertengkar. Mereka memang sudah mendapat informasi, tetapi tanpa pengetahuan.&lt;br /&gt;Orang bijak yang memperhatikan mereka berkata, “Aku tidak dapat memenuhi semua keinginan kalian, hanya dengan sekeping wang yang sama. Jika kalian jujur percayalah kepadaku, sekeping wang kalian akan menjadi empat; dan keempatnya akan menjadi satu.”&lt;br /&gt;Mereka pun tahu bahawa sebenarnya keempatnya dalam bahasa masing-masing, menginginkan benda yang sama, buah anggur.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jalan i&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jalan sudah ditandai.&lt;br /&gt;Jika menyimpang darinya,&lt;br /&gt;kau akan binasa.&lt;br /&gt;Jika mencuba mengganggu tanda-tanda jalan tersebut,&lt;br /&gt;kau melakukan perbuatan syaitan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Siapa Di Pintuku? &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Katanya, “siapa di pintuku?”&lt;br /&gt;Jawabku,”hamba-Mu yang lata,”&lt;br /&gt;Katanya, “urusan apa yang kamu punya?”&lt;br /&gt;Jawabku, ” ‘tuk mencumbu-Mu ya Rabb,”&lt;br /&gt;Katanya,”berapa lama bakal kau kembara?”&lt;br /&gt;Jawabku,”sampai Kau cegat daku,”&lt;br /&gt;Katanya,”berapa lama kau didihkan di api?”&lt;br /&gt;Jawabku, “sampai diriku murni,”&lt;br /&gt;“Inilah sumpah cintaku&lt;br /&gt;Demi Cinta semata&lt;br /&gt;Kutinggalkan harta dan kuasa.”&lt;br /&gt;Katanya, “kamu buktikan kasusmu&lt;br /&gt;Tapi, kamu takpunya saksi,”&lt;br /&gt;Kataku,”Tangisku, saksiku&lt;br /&gt;wajah pasiku, saksiku,”&lt;br /&gt;Katanya, saksimu takpunya sahsiah&lt;br /&gt;matamu membasah ‘tuk dilihat.”&lt;br /&gt;Jawabku,”atas kerahiman, adil-Mu&lt;br /&gt;Mataku cerah dan tanpa salah,”&lt;br /&gt;Katanya,”Apa yang kaucari?”&lt;br /&gt;Jawabku, “Kamu! ‘tuk jadi rekan dampinganku,”&lt;br /&gt;Katanya, “apa yang kamu mau dariku,”&lt;br /&gt;Jawabku,”Kemuliaan, kemesraanmu,”&lt;br /&gt;Katanya,”Siapa teman sekembaramu?”&lt;br /&gt;Jawabku,”Ingatan kepada-Mu, O Sang Raja,”&lt;br /&gt;Katanya, “Apa yang membuatmu ke mari?”&lt;br /&gt;Jawabku,”Kelezatan anggur-Mu,”&lt;br /&gt;Katanya, “Apa yang membuatmu puas?”&lt;br /&gt;Jawabku, “Dampingan-Mu Sang Maharaja”&lt;br /&gt;Katanya,”Apa yang kamu temui di sini?”&lt;br /&gt;Jawabku, “Seratus keajaiban,”&lt;br /&gt;Katanya,”Mengapa istana ditinggal porakperanda?”&lt;br /&gt;Jawabku,”Mereka takutkan perampok,”&lt;br /&gt;Katanya, “Siapa perampok itu?”&lt;br /&gt;jawabku,” Seseorang yang lari dari-Mu,”&lt;br /&gt;Katanya,”Tidak adakah keselamatan di situ?”&lt;br /&gt;Jawabku,”Dengan hadirnya Cinta-Mu,”&lt;br /&gt;Katanya,” Apa faedah yang kamu terima dari kehidupan?”&lt;br /&gt;Jawabku,”Dengan jujur kepada diriku,”&lt;br /&gt;Kini masa untuk menyepi.&lt;br /&gt;Kalau kukatakan padamu tentang intisari sebenarnya&lt;br /&gt;Kau bakal terbang, dirimu akan sirna&lt;br /&gt;Dan tiada pintu, tiada bumbung dapat menarikmu kembali.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bahagia Sejenak &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bahagia sejenak&lt;br /&gt;kamu dan aku duduk di serambi&lt;br /&gt;kita dua, tapi satu roh, kamu dan aku&lt;br /&gt;kita rasa aliran air kehidupan di sini&lt;br /&gt;kamu dan aku dengan keindahan taman&lt;br /&gt;dan burungburung bernyanyi&lt;br /&gt;bintangbintang menatap kita&lt;br /&gt;dan kita menanyakan mereka&lt;br /&gt;‘gimana mau menjadi bulan sabit kecil&lt;br /&gt;kamu dan aku bukan diri, bakal menyatu&lt;br /&gt;takberasingan, betapa spekulasi kamu dan aku.&lt;br /&gt;tiong syorgawi bakal retakkan gula&lt;br /&gt;waktu kita tertawa bersama, kamu dan aku&lt;br /&gt;dalam satu bentuk di muka bumi ini&lt;br /&gt;dan dalam bentuk lain di bumi manis&lt;br /&gt;di kebebasan waktu yang tak tecatat&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tanpa Cinta, Segalanya Tak Bernilai&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau bukan seorang pencinta, maka jangan pandang hidupmu adalah hidup. Sebab tanpa Cinta, segala perbuatan tidak akan dihitung pada Hari Perhitungan nanti. Setiap waktu yang berlalu tanpa Cinta, akan menjelma menjadi wajah yang memalukan dihadapanNya.&lt;br /&gt;Burung-burung Kesedaran telah turun dari langit dan terikat pada bumi sepanjang dua atau tiga hari. Mereka merupakan bintang-bintang di langit agama yang dikirim dari langit ke bumi. Demikian pentingnya Penyatuan dengan Allah dan betapa menderitanya Keterpisahan denganNya.&lt;br /&gt;Wahai angin, buatlah tarian ranting-ranting dalam zikir hari yang kau gerakkan dari Persatuan. Lihatlah pepohonan ini ! Semuanya gembira bagaikan sekumpulan kebahagiaan. Tetapi wahai bunga ungu, mengapakah engkau larut dalam kepedihan ? Sang lili berbisik pada kuncup : “Matamu yang menguncup akan segera mekar. Sebab engkau telah merasakan bagaimana Nikmatnya Kebaikan.”&lt;br /&gt;Di manapun, jalan untuk mencapai Kesucian Hati adalah melalui Kerendahan Hati. Hingga dia akan sampai pada jawaban “YA” dalam pertanyaan : “Bukankah Aku ini Rabbmu ?”&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;“Kisah Keajaiban Cinta”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kamu pipa air yang kering dan aku hujannya/kamu kota yang hancur dan aku arsiteknya/tanpa khidmat padaku sang mentari suka cita/kamu takkan pernah mencicipi bahagia.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Apa Yang mesti Ku lakukan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Apa yang mesti kulakukan, O Muslim? Aku tak mengenal didiku sendiri&lt;br /&gt;Aku bukan Kristen, bukan Yahudi, bukan Gabar, bukan Muslim&lt;br /&gt;Aku bukan dari Timur, bukan dari Barat, bukan dari darat, bukan dari laut,&lt;br /&gt;Aku bukan dari alam, bukan dari langit berputar,&lt;br /&gt;Aku bukan dari tanah, bukan dari air, bukan dari udara, bukan dari api,&lt;br /&gt;Aku bukan dari cahaya, bukan dari debu, bukan dari wujud dan bukan dari hal&lt;br /&gt;Aku bukan dari India, bukan dari Cina, bukan dari Bulgaria, bukan dari Saqsin,&lt;br /&gt;Aku bukan dari Kerajaan Iraq, bukan dari negeri Korazan.&lt;br /&gt;Aku bukan dari dunia ini ataupun dari akhirat, bukan dari Syurga ataupun Neraka&lt;br /&gt;Aku bukan dari Adam, bukan dari Hawa, bukan dari Firdaus bukan dari Rizwan&lt;br /&gt;Tempatku adalah Tanpa tempat, jejakku adalah tak berjejak&lt;br /&gt;Ini bukan raga dan jiwa, sebab aku milik jiwa Kekasih&lt;br /&gt;Telah ku buang anggapan ganda, kulihat dua dunia ini esa&lt;br /&gt;Esa yang kucari, Esa yang kutahu, Esa yang kulihat, Esa yang ku panggil&lt;br /&gt;Ia yang pertama, Ia yang terakhir, Ia yang lahir, Ia yang bathin&lt;br /&gt;Tidak ada yang kuketahui kecuali :Ya Hu” dan “Ya man Hu”&lt;br /&gt;Aku mabuk oleh piala Cinta, dua dunia lewat tanpa kutahu&lt;br /&gt;Aku tak berbuat apa pun kecuali mabuk gila-gilaan&lt;br /&gt;Kalau sekali saja aku seminit tanpa kau,&lt;br /&gt;Saat itu aku pasti menyesali hidupku&lt;br /&gt;Jika sekali di dunia ini aku pernah sejenak senyum,&lt;br /&gt;Aku akan merambah dua dunia, aku akan menari jaya sepanjang masa.&lt;br /&gt;O Syamsi Tabrizi, aku begitu mabok di dunia ini,&lt;br /&gt;Tak ada yang bisa kukisahkan lagi, kecuali tentang mabuk dan gila-gilaan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Nubuwah Cinta dari Rumi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Aku mati sebagai mineral dan menjelma tumbuhan,&lt;br /&gt;Aku mati sebagai tumbuhan dan terlahir binatang,&lt;br /&gt;Aku mati sebagai binatang dan kini manusia.&lt;br /&gt;Kenapa aku mesti takut? Maut tak menyebabkanku berkurang!&lt;br /&gt;Namun sekali lagi aku harus mati sebagai manusia,&lt;br /&gt;Dan melambung bersama malaikat; dan bahkan setelah menjelma malaikat&lt;br /&gt;aku harus mati lagi; segalanya kecuali Tuhan, akan lenyap sama sekali.&lt;br /&gt;Apabila telah kukorbankan jiwa malaikat ini, Aku akan menjelma sesuatu yang tak terpahami.&lt;br /&gt;O,..biarlah diriku tak ada!&lt;br /&gt;sebab ketiadaan menyanyikan nada-nada suci, “KepadaNya kita akan kembali.”&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rumi bernyanyi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ngengat-ngengat, terbakar oleh cahaya obor di wajah Sang Kekasih, adalah pecinta-pecinta yang berdiam di tempat suci.&lt;br /&gt;Kalaupun kita dianggap gila atau mabuk, ini karena Pembawa Piala dan Sang Piala.&lt;br /&gt;Karena mulutku telah mengunyah Kemanisan-Nya Dalam pandangan yang jelas kulihat Dia berhadap-hadapan. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Warna Agama &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;“Chinese Art and Greek Art” &lt;br /&gt;Rasul pernah berkata, “Ada orang-orang yang melihatku&lt;br /&gt;di dalam cahaya yang sama seperti aku melihat mereka.&lt;br /&gt;Kami adalah satu.&lt;br /&gt;Walau tak terhubung oleh tali apapun,&lt;br /&gt;walau tak menghafal buku dan kebiasaan,&lt;br /&gt;kami meminum air kehidupan bersama-sama.”&lt;br /&gt;Inilah sebuah kisah&lt;br /&gt;tentang misteri yang tersimpan: &lt;br /&gt;Sekelompok Tiongkok mengajak sekelompok Yunani&lt;br /&gt;bertengkar tentang siapa dari mereka&lt;br /&gt;adalah pelukis yang terhebat.&lt;br /&gt;Lalu raja berkata, “Kita buktikan ini dengan debat.”&lt;br /&gt;Tiongkok memulai perdebatan.&lt;br /&gt;Tapi Yunani hanya diam, mereka tak suka perdebatan.&lt;br /&gt;Tiongkok lalu meminta dua ruangan&lt;br /&gt;untuk membuktikan kehebatan lukisan mereka,&lt;br /&gt;dua ruang yang saling menghadap&lt;br /&gt;terpisah hanya oleh tirai.&lt;br /&gt;Tiongkok meminta pada raja&lt;br /&gt;beberapa ratus warna lagi, dengan segala jenisnya.&lt;br /&gt;Maka setiap pagi, mereka pergi&lt;br /&gt;ke tempat penyimpanan pewarna kain&lt;br /&gt;dan mengambil semua yang ada.&lt;br /&gt;Yunani tidak menggunakan warna,&lt;br /&gt;“warna bukanlah lukisan kami.”&lt;br /&gt;Masuklah mereka ke ruangannya&lt;br /&gt;lalu mulai membersihkan dan menggosok dindingnya.&lt;br /&gt;Setiap hari, setiap saat, mereka membuat&lt;br /&gt;dinding-dindingnya lebih bersih lagi,&lt;br /&gt;seperti bersihnya langit yang terbuka.&lt;br /&gt;Ada sebuah jalan yang membawa semua warna&lt;br /&gt;menjadi ‘warna tak lagi ada’. Ketahuilah,&lt;br /&gt;seindah-indahnya berbagai jenis warna&lt;br /&gt;di awan dan langit, semua berasal dari&lt;br /&gt;sempurnanya kesederhanaan matahari dan bulan.&lt;br /&gt;Tiongkok telah selesai, dan mereka sangat bangga&lt;br /&gt;tambur ditabuh dalam kesenangan&lt;br /&gt;dengan selesainya lukisan agung mereka.&lt;br /&gt;Waktu raja memasuki ruangan, terpana dia&lt;br /&gt;karena keindahan warna dan seluk-beluknya.&lt;br /&gt;Lalu Yunani menarik tirai yang memisahkan ruangan mereka.&lt;br /&gt;Dan tampaklah bayangan lukisan Tiongkok dan semua pelukisnya&lt;br /&gt;berkilauan terpantul pada dindingnya yang kini bagaikan cermin bening,&lt;br /&gt;seakan mereka hidup di dalam dinding itu.&lt;br /&gt;Bahkan lebih indah lagi, karena&lt;br /&gt;tampaknya mereka selalu berubah warna.&lt;br /&gt;Seni lukis Yunani itulah jalan sufi.&lt;br /&gt;Jangan hanya mempelajarinya dari buku.&lt;br /&gt;Mereka membuat cintanya bening, dan lebih bening.&lt;br /&gt;Tanpa hasrat, tanpa amarah. Dalam kebeningan itu&lt;br /&gt;mereka menerima dan memantulkan kembali&lt;br /&gt;lukisan dari setiap potong waktu,&lt;br /&gt;dari dunia ini, dari gemintang, dari tirai penghalang.&lt;br /&gt;Mereka mengambil jalan itu ke dalam dirinya,&lt;br /&gt;sebagaimana mereka melihat&lt;br /&gt;melalui beningnya Cahaya&lt;br /&gt;yang juga sedang melihat mereka semua. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;dia bernyanyi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Reguklah dalam-dalam cinta duniawi,&lt;br /&gt;agar bibirmu mampu mengecap&lt;br /&gt;anggur cinta yang lebih suci. &lt;br /&gt;Aku mendengar dan terpikat;&lt;br /&gt;ruhku bergegas untuk merengkuh&lt;br /&gt;dekapan penerimaan Cinta,&lt;br /&gt;karena suara itu begitu manis.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Terang Benderang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kuingin dadaku terbelah oleh perpisahan&lt;br /&gt;Agar bisa kuungkapkan derita kerinduan cinta&lt;br /&gt;Setiap orang yang jauh dari sumbernya&lt;br /&gt;Ingin kembali bersatu dengannya seperti semula&lt;br /&gt;Kuingin dadaku terbelah oleh perpisahan&lt;br /&gt;Agar bisa kuungkapkan derita kerinduan cinta&lt;br /&gt;Setiap orang yang jauh dari sumbernya&lt;br /&gt;Ingin kembali bersatu dengannya seperti semula.&lt;br /&gt;Mencinta adalah mencapai Tuhan&lt;br /&gt;Takkan pernah lagi dada seorang Pencinta merasakan kesedihan&lt;br /&gt;Takkan pernah lagi jubah seorang Pencinta tersentuh kematian&lt;br /&gt;Takkan pernah lagi jazad seorang Pencinta ditemukan terkubur di tanah&lt;br /&gt;Mencinta adalah mencapai Tuhan&lt;br /&gt;jangan tanya apa agamaku. aku bukan yahudi. bukan zoroaster. bukan pula islam. karena aku tahu, begitu suatu nama kusebut, kau akan memberikan arti yang lain daripada makna yang hidup di hatiku.&lt;br /&gt;Kenapa aku harus mencari?&lt;br /&gt;Aku sama dengannya&lt;br /&gt;Jiwanya berbicara kepadaku&lt;br /&gt;Yang kucari adalah diriku sendiri!&lt;br /&gt;“Wahai kegilaan yang membuai, Kasih !&lt;br /&gt;Engkau Tabib semua penyakit kami !&lt;br /&gt;Engkau penyembuh harga diri,&lt;br /&gt;Engkau Plato dan Galen kami !&lt;br /&gt;Aku adalah kehidupan dari yang kucintai&lt;br /&gt;Apa yang dapat kulakukan hai orang-orang Muslim ?&lt;br /&gt;Aku sendiri tidak tahu.&lt;br /&gt;Aku bukan orang kristen, bukan orang Yahudi, bukan orang Magi, bukan orang Mosul,&lt;br /&gt;Bukan dari Timur, bukan dari barat, bukan dari darat, bukan dari laut,&lt;br /&gt;Bukan dari tambang Alama, bukan dari langit yang melingkar,&lt;br /&gt;Bukan dari bumi, bukan dari air, bukan dari udara, bukan dari api,&lt;br /&gt;Bukan dari singgasana, bukan dari tanah, dari eksistensi, dari ada,&lt;br /&gt;Bukan dari India, Cina, Bulgaria, Saqsee,&lt;br /&gt;Bukan dari kerajaan-kerajaan Irak dan Kurasan,&lt;br /&gt;Bukan dari dunia ini atau yang berikutnya; dari syurga atau neraka,&lt;br /&gt;Bukan dari Adam, Hawa, taman-taman syurgawi, atau firdausi,&lt;br /&gt;Tempatku tanpa tempat, jejakku tanpa jejak,&lt;br /&gt;Bukan raga atau jiwa; semua adalah kehidupan dari yang kucintai.&lt;br /&gt;Lewat Cintalah semua yang pahit akan jadi manis,&lt;br /&gt;Lewat cintalah semua yang tembaga akan jadi emas,&lt;br /&gt;Lewat cintalah semua endapan akan jadi anggur murni,&lt;br /&gt;Lewat cintalah semua kesedihan akan jadi obat,&lt;br /&gt;Lewat cintalah si mati akan jadi hidup,&lt;br /&gt;Lewat cintalah Raja jadi budak.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Simbolisme Sufi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pelukan dan ciuman adalah pesona-pesona cinta.&lt;br /&gt;Tidur adalah kontemplasi,&lt;br /&gt;Parfum adalah harapan untuk berkah Ilahi.&lt;br /&gt;Penyembah berhala berarti manusia dengan keyakinan murni, bukan kaum kafir.&lt;br /&gt;Anggur, yang dilarang oleh Nabi Muhammad kepada pengikutnya, digunakan sebagai sebuah symbol-kata oleh kaum Sufi untuk menunjuk pengetahuan spiritual, dan&lt;br /&gt;Penjual anggur berarti seorang pemandu spiritual.&lt;br /&gt;Sebuah Kedai minum adalah tempat dimana anggur cinta Ilahi memabukkan para musafir.&lt;br /&gt;Kemabukan berarti ekstase religius, Keriangan adalah kesenangan dalam cinta Sang Khaliq.&lt;br /&gt;Keindahan berarti keagungan Sang Kekasih.&lt;br /&gt;Rambut ikal dan Rambut berarti kemurnian yang menyelubungi wajah Kesatuan dari para pecinta-Nya.&lt;br /&gt;Pipi berarti esensi nama-nama dan sifat-sifat Ilahi. Bulu halus adalah dunia ruh-ruh suci yang paling dekat dengan Ketuhanan. Tahi lalat pada pipi adalah titik Kesatuan yang tak bisa dibagi.&lt;br /&gt;Obor adalah cahaya yang terpancar dalam hati oleh Sang Kekasih. &lt;br /&gt;Lihat hanya Satu,&lt;br /&gt;katakan hanya Satu,&lt;br /&gt;kenal hanya Satu.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SEBERAPA JAUH ENGKAU DATANG!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, engkau adalah tanah liat. Dari bentukan mineral, kau menjadi sayur-sayuran. Dari sayuran, kau menjadi binatang, dan dari binatang ke manusia. Selama periode ini, manusia tidak tahu ke mana ia telah pergi, tetapi ia telah ditentukan menempuh perjalanan panjang. Dan engkau harus pergi melintasi ratusan dunia yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JALAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jalan sudah ditandai.&lt;br /&gt;Jika menyimpang darinya, kau akan binasa.&lt;br /&gt;Jika mencoba mengganggu tanda-tanda jalan tersebut,&lt;br /&gt;kau melakukan perbuatan setan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;EMPAT LAKI-LAKI DAN PENERJEMAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Empat orang diberi sekeping uang.&lt;br /&gt;Pertama adalah orang Persia, ia berkata, “Aku akan membeli anggur.”&lt;br /&gt;Kedua adalah orang Arab, ia berkata, “Tidak, karena aku ingin inab.”&lt;br /&gt;Ketiga adalah orang Turki, ia berkata, “Aku tidak ingin inab, aku ingin uzum.”&lt;br /&gt;Keempat adalah orang Yunani, ia berkata, “Aku ingin stafil.”&lt;br /&gt;Karena mereka tidak tahu arti nama-nama tersebut, mereka mulai bertengkar. Mereka memang sudah mendapat informasi, tetapi tanpa pengetahuan.&lt;br /&gt;Orang bijak yang memperhatikan mereka berkata, “Aku tidak dapat memenuhi semua keinginan kalian, hanya dengan sekeping uang yang sama. Jika kalian jujur percayalah kepadaku, sekeping uang kalian akan menjadi empat; dan keempatnya akan menjadi satu.”&lt;br /&gt;Mereka pun tahu bahwa sebenarnya keempatnya dalam bahasa masing-masing, menginginkan benda yang sama, buah anggur.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;AKU ADALAH KEHIDUPAN KEKASIHKU&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dapat aku lakukan, wahai ummat Muslim?&lt;br /&gt;Aku tidak mengetahui diriku sendiri.&lt;br /&gt;Aku bukan Kristen, bukan Yahudi,&lt;br /&gt;bukan Majusi, bukan Islam.&lt;br /&gt;Bukan dari Timur, maupun Barat.&lt;br /&gt;Bukan dari darat, maupun laut.&lt;br /&gt;Bukan dari Sumber Alam,&lt;br /&gt;bukan dari surga yang berputar,&lt;br /&gt;Bukan dari bumi, air, udara, maupun api;&lt;br /&gt;Bukan dari singgasana, penjara, eksistensi, maupun makhluk;&lt;br /&gt;Bukan dari India, Cina, Bulgaria, Saqseen;&lt;br /&gt;Bukan dari kerajaan Iraq, maupun Khurasan;&lt;br /&gt;Bukan dari dunia kini atau akan datang:&lt;br /&gt;surga atau neraka;&lt;br /&gt;Bukan dari Adam, istrinya Adam,&lt;br /&gt;taman Surgawi atau Firdaus;&lt;br /&gt;Tempatku tidak bertempat,&lt;br /&gt;jejakku tidak berjejak.&lt;br /&gt;Baik raga maupun jiwaku: semuanya&lt;br /&gt;adalah kehidupan Kekasihku …&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BURUNG HANTU DAN ELANG RAJA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seekor elang kerajaan hinggap di dinding reruntuhan yang dihuni burung hantu. Burung-burung hantu menakutkannya, si elang berkata, “Bagi kalian tempat ini mungkin tampak makmur, tetapi tempatku ada di pergelangan tangan raja.” Beberapa burung hantu berteriak kepada temannya, “Jangan percaya kepadanya! Ia menggunakan tipu muslihat untuk mencuri rumah kita.”&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;DIMENSI LAIN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dunia tersembunyi memiliki awan dan hujan,&lt;br /&gt;tetapi dalam jenis yang berbeda.&lt;br /&gt;Langit dan cahaya mataharinya, juga berbeda.&lt;br /&gt;Ini tampak nyata,&lt;br /&gt;hanya untuk orang yang berbudi halus —&lt;br /&gt;mereka yang tidak tertipu oleh kesempurnaan dunia yang semu. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;MANFAAT PENGALAMAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran yang agung ada pada kita&lt;br /&gt;Panas dan dingin, duka cita dan penderitaan,&lt;br /&gt;Ketakutan dan kelemahan dari kekayaan dan raga&lt;br /&gt;Bersama, supaya kepingan kita yang paling dalam&lt;br /&gt;Menjadi nyata.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;KESADARAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Manusia mungkin berada dalam keadaan gembira, dan manusia lainnya berusaha untuk menyadarkan. Itu memang usaha yang baik. Namun keadaan ini mungkin buruk baginya, dan kesadaran mungkin baik baginya. Membangunkan orang yang tidur, baik atau buruk tergantung siapa yang melakukannya. Jika si pembangun adalah orang yang memiliki pencapaian tinggi, maka akan meningkatkan keadaan orang lain. Jika tidak, maka akan memburukkan kesadaran orang lain.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;DIA TIDAK DI TEMPAT LAIN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Salib dan ummat Kristen, ujung ke ujung, sudah kuuji.&lt;br /&gt;Dia tidak di Salib.&lt;br /&gt;Aku pergi ke kuil Hindu, ke pagoda kuno.&lt;br /&gt;Tidak ada tanda apa pun di dalamnya.&lt;br /&gt;Menuju ke pegunungan Herat aku melangkah,&lt;br /&gt;dan ke Kandahar Aku memandang.&lt;br /&gt;Dia tidak di dataran tinggi&lt;br /&gt;maupun dataran rendah. Dengan tegas,&lt;br /&gt;aku pergi ke puncak gunung Kaf (yang menakjubkan).&lt;br /&gt;Di sana cuma ada tempat tinggal&lt;br /&gt;(legenda) burung Anqa.&lt;br /&gt;Aku pergi ke Ka’bah di Mekkah.&lt;br /&gt;Dia tidak ada di sana.&lt;br /&gt;Aku menanyakannya kepada Avicenna (lbnu Sina) sang filosuf&lt;br /&gt;Dia ada di luar jangkauan Avicenna …&lt;br /&gt;Aku melihat ke dalam hatiku sendiri.&lt;br /&gt;Di situlah, tempatnya, aku melihat dirinya.&lt;br /&gt;Dia tidak di tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;MEREKA YANG TAHU, TIDAK DAPAT BICARA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kapan pun Rahasia Pemahaman diajarkan kepada semua orang&lt;br /&gt;Bibir-Nya dijahit melawan pembicaraan tentang Kesadaran. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;JOHA DAN KEMATIAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak laki-laki menangis dan berteriak di belakang jenazah ayahnya, ia berkata, “Ayah! Mereka membawamu ke tempat di mana tidak ada pelindung lantai. Di sana tidak ada cahaya, tidak ada makanan; tidak ada pintu maupun bantuan tetangga…”&lt;br /&gt;Joha, diperingatkan karena penjelasan tampaknya mencukupi, berteriak kepada ayahnya sendiri:&lt;br /&gt;“Orangtua yang dihormati oleh Allah, mereka diambil ke rumah kami!”&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;KECERDASAN DAN PEMAHAMAN SEJATI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan adalah bayangan dari Kebenaran obyektif&lt;br /&gt;Bagaimana bayangan dapat bersaing dengan cahaya matahari?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;REALITAS SEJATI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di sini, tidak ada bukti akademis di dunia;&lt;br /&gt;Karena tersembunyi, dan tersembunyi, dan tersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;JIWA MANUSIA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pergilah lebih tinggi — Lihatlah Jiwa Manusia!&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;PELEPASAN MENIMBULKAN PEMAHAMAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Wahai Hati! Sampai dalam penjara muslihat,&lt;br /&gt;kau dapat melihat perbedaan antara Ini dan Itu,&lt;br /&gt;Karena pelepasan seketika dari Sumber Tirani;&lt;br /&gt;bertahan di luar &lt;br /&gt;&lt;b&gt;DUA ALANG-ALANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dua alang-alang minum dari satu sungai.&lt;br /&gt;Satunya palsu, lainnya tebu.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;AKAN JADI APA DIRIKU?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Aku terus dan terus tumbuh seperti rumput;&lt;br /&gt;Aku telah alami tujuhratus dan tujuhpuluh bentuk.&lt;br /&gt;Aku mati dari mineral dan menjadi sayur-sayuran;&lt;br /&gt;Dan dari sayuran Aku mati dan menjadi binatang.&lt;br /&gt;Aku mati dari kebinatangan menjadi manusia.&lt;br /&gt;Maka mengapa takut hilang melalui kematian?&lt;br /&gt;Kelak aku akan mati&lt;br /&gt;Membawa sayap dan bulu seperti malaikat:&lt;br /&gt;Kemudian melambung lebih tinggi dari malaikat —&lt;br /&gt;Apa yang tidak dapat kau bayangkan.&lt;br /&gt;Aku akan menjadi itu. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;RASUL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Rasul adalah mabuk tanpa anggur:&lt;br /&gt;Rasul adalah kenyang tanpa makanan.&lt;br /&gt;Rasul adalah terpesona, takjub:&lt;br /&gt;Rasul adalah tidak makan maupun tidur&lt;br /&gt;Rasul adalah raja di balik jubah kasar:&lt;br /&gt;Rasul adalah harta benda dalam reruntuhan.&lt;br /&gt;Rasul adalah bukan dari angin dan bumi:&lt;br /&gt;Rasul adalah bukan dari api dan air.&lt;br /&gt;Rasul adalah laut tanpa pantai:&lt;br /&gt;Rasul adalah hujan mutiara tanpa menalang.&lt;br /&gt;Rasul adalah memiliki ratusan bulan dan langit:&lt;br /&gt;Rasul adalah memiliki ratusan cahaya matahari.&lt;br /&gt;Rasul adalah bijaksana melalui Kebenaran:&lt;br /&gt;Rasul adalah bukan sarjana karena buku.&lt;br /&gt;Rasul adalah melebihi keyakinan dan kesangsian:&lt;br /&gt;Karena Rasul apakah ada ‘dosa’ atau ‘kebaikan’?&lt;br /&gt;Rasul berangkat dari Ketiadaan:&lt;br /&gt;Rasul telah tiba, benar-benar berangkat.&lt;br /&gt;Rasul adalah, Tersembunyi, Wahai Syamsuddin!&lt;br /&gt;Carilah, dan temukan – Rasul! &lt;br /&gt;&lt;b&gt;KEBENARAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Nabi bersabda bahwa Kebenaran telah dinyatakan:&lt;br /&gt;“Aku tidak tersembunyi, tinggi atau rendah&lt;br /&gt;Tidak di bumi, langit atau singgasana.&lt;br /&gt;Ini kepastian, wahai kekasih:&lt;br /&gt;Aku tersembunyi di kaibu orang yang beriman.&lt;br /&gt;Jika kau mencari aku, carilah di kalbu-kalbu ini.”&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;ILMU PENGETAHUAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan akan Kebenaran lenyap dalam pengetahuan Sufi. Kapan manusia akan memahami ucapan &lt;b&gt;ini?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;DEBU DI ATAS CERMIN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hidup/jiwa seperti cermin bening; tubuh adalah debu di atasnya. Kecantikan kita tidak terasa, karena kita berada di bawah debu.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;KERJA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kerja bukan seperti yang dipikirkan orang.&lt;br /&gt;Bukan sekadar sesuatu yang&lt;br /&gt;jika sedang berlangsung, kau&lt;br /&gt;dapat melihatnya dari luar.&lt;br /&gt;Seberapa lama kita, di Bumi-dunia,&lt;br /&gt;seperti anak-anak&lt;br /&gt;Memenuhi lintasan kita dengan debu dan batu dan serpihan-serpihan?&lt;br /&gt;Mari kita tinggalkan dunia&lt;br /&gt;dan terbang ke surga,&lt;br /&gt;Mari kita tinggalkan kekanak-kanakan&lt;br /&gt;dan menuju ke kelompok Manusia.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;RUMAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika sepuluh orang ingin memasuki sebuah rumah, dan hanya sembilan yang menemukan jalan masuk, yang kesepuluh mestinya tidak mengatakan, “Ini sudah takdir Tuhan.”&lt;br /&gt;Ia seharusnya mencari tahu apa kekurangannya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BURUNG HANTU&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hanya burung bersuara merdu yang dikurung.&lt;br /&gt;Burung hantu tidak dimasukkan sangkar&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;UPAYA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ikat dua burung bersama.&lt;br /&gt;Mereka tidak akan dapat terbang,&lt;br /&gt;kendati mereka tahu memiliki empat sayap. &lt;br /&gt;PENCARIAN&lt;br /&gt;Carilah mutiara, saudaraku, di dalam tempurung;&lt;br /&gt;Dan carilah keahlian diantara manusia di dunia. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;TUGAS INI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kau mempunyai tugas untuk dijalankan. Lakukan yang lainnya, lakukan sejumlah kegiatan, isilah waktumu secara penuh, dan jika kau tidak menjalankan tugas ini, seluruh waktumu akan sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;KOMUNITAS CINTA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Komunitas Cinta tersembunyi diantara orang banyak;&lt;br /&gt;Seperti orang baik dikelilingi orang jahat.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;SEBUAH BUKU&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tujuan sebuah buku mungkin sebagai petunjuk. Namun kau dapat juga menggunakannya sebagai bantal; Kendati sasarannya adalah memberi pengetahuan, petunjuk, keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;TULISAN DI BATU NISAN JALALUDDIN AR-RUMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita mati, jangan cari pusara kita di bumi, tetapi carilah di hati manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-3078553235545893747?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/3078553235545893747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/kumpulan-syair-jalaluddin-ar-rum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/3078553235545893747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/3078553235545893747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/kumpulan-syair-jalaluddin-ar-rum.html' title='Kumpulan Syair Jalaluddin Ar Rum'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pFsTWhwr_Eg/RtlKA7mSfQI/AAAAAAAAAGw/o7ZZHn0YbM8/s72-c/200px-Mawlana_rumi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-2560128887814256742</id><published>2010-08-26T09:21:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.123-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Belajar Puasa Dari Kupu-Kupu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/THaUXRWOzUI/AAAAAAAAAQw/uTXO8F7eN88/s1600/index.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/THaUXRWOzUI/AAAAAAAAAQw/uTXO8F7eN88/s320/index.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kupu-kupu adalah hewan yang sangat indah dan menarik. Sayapnya yang berwarna-warni dengan motif yang sangat rapi serta kelincahannya terbang dari satu bunga ke bunga yang lain, menjadi daya tarik bagi setiap orang untuk mengagumi makhluk ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupu-kupu tak hadir begitu saja ke muka bumi, tapi melalui proses metaformosis dari binatang yang bernama ulat. Menyebut namanya, mungkin ada sebagian orang yang jijik, geli, takut, penyebab kulit gatal, perusak tanaman, dan sebagainya. Ia begitu identik dengan sifat yang tidak baik. Hampir tak ada orang yang mau menyentuhnya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun, ketika seekor ulat berubah menjadi kupu-kupu yang cantik dan indah, semua orang pun berusaha memilikinya dan bahkan mengaguminya. Mereka tak merasa takut dengan seekor kupu-kupu yang sesungguhnya berasal dari ulat. Itulah kupu-kupu. Hewan yang indah dan menarik. Makanannya pun bahan pilihan, dan selalu membantu proses penyerbukan tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi kupu-kupu, ulat terlebih dahulu menjadi kepompong. Itulah sebuah metamorfosis, yang dalam bahasa manusianya sedang menjalani puasa, menjauhkan dari dari makan dan minum, menutup dirinya dari hiruk pikuk kehidupan dunia. Ia begitu mirip dengan cara kita beriktikaf, yaitu merenung diri dan melakukan pertobatan, sehingga keluar menjadi kupu-kupu yang indah, disayang semua orang dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah barangkali gambaran puasa Ramadhan yang diharapkan oleh Allah SWT terhadap orang-orang yang beriman. Kita, umat manusia yang banyak berbuat salah dandosa, hendaknya biasa belajar dari ulat dan mengubah diri menjadi manusia yang bertakwa dan disayang Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe manusia yang disayang Allah itu adalah; pertama, orang-orang yang berjalan di muka bumi dengan rendah hati (tidak sombong) dan apabila orang jahil menyapa, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. (QS Al-Furqan [25]: 63).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah gambaran orang mukmin yang berpuasa, senantiasa menyebarkan kelembutan dan keindahan, serta tidak suka berbuat keonaran dan kerusakan, di manapun dia berada. Sebagaimana sifat kupu-kupu yang hinggap di sebuah dahan yang tak akan pernah ada yang patah sekecil apa pun dahan yang dihinggapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mereka yang senantiasa mendirikan shalat lima waktu dan shalat tahajjud di malam hari sebagai wujud syukur kepada Allah (Al-Furqan [25]: 64, 73). Seperti kupu-kupu, di manapun seorang mukmin berada, dia akan selalu melaksanakan perintah Allah, menebarkan kasih sayang, dan menolong orang lain. Sebab, ia menyadari bahwa sesungguhnya dirinya hanyalah seorang hamba yang juga tidak memiliki kemampuan apa-apa tanpa anugerah dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, orang yang berhasil dalam pusanya, ia akan memilih&amp;nbsp; makanannya dari yang halal dan yang baik-baik saja, layaknya kupu-kupu yang hanya memilih sari madu bunga sebagai makanannya. Orang yang berpuasa dan mukmin sejati, akan senantiasa menjauhkan diri dari yang haram, seperti korupsi, mencuri, menipu, dan lainnya. (QS Al-Baqarah [2]: 168).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-2560128887814256742?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/2560128887814256742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/belajar-puasa-dari-kupu-kupu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/2560128887814256742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/2560128887814256742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/belajar-puasa-dari-kupu-kupu.html' title='Belajar Puasa Dari Kupu-Kupu'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/THaUXRWOzUI/AAAAAAAAAQw/uTXO8F7eN88/s72-c/index.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-525350043056930410</id><published>2010-08-26T07:03:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.123-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Adzan Berkumandang Lebih dari 400 Tahun di Masjid Banya Bashi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/THZyjoHlxMI/AAAAAAAAAQo/71SmfDftSfY/s1600/masjid_banya_bashi_100713182617.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/THZyjoHlxMI/AAAAAAAAAQo/71SmfDftSfY/s200/masjid_banya_bashi_100713182617.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sejak ratusan tahun lalu, kejayaan Islam sudah sampai ke tanah Eropa. Tak hanya di Spanyol, jejak-jejak Islam juga banyak dijumpai di Eropa Timur seperti Bulgaria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah merekam, kekhalifahan Turki Utsmani (Ottoman) yang pernah menguasai benua Eropa selama ratusan tahun telah meninggalkan banyak bangunan penting. Salah satunya adalah Masjid Banya Bashi yang terletak di kota Sofia, Bulgaria. Saat Dinasti Ottoman berkuasa, Bulgaria merupakan salah satu wilayah taklukannya. Kekhalifahan Islam ini menguasai Bulgaria lebih dari lima abad (abad ke-14 hingga ke-19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banya Bashi merupakan salah satu masjid tertua di Eropa. Pembangunannya selesai di tahun 1576, pada masa pemerintahan Sultan Murad III (1574-1595). Kendati sudah berusia empat abad lebih, namun hingga kini bangunan masjid ini masih terlihat kokoh. Masjid Banya Bashi sempat tidak difungsikan selama rezim komunis berkuasa di Bulgaria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah tumbangnya rezim komunis, masjid ini kembali difungsikan sebagai tempat beribadah umat Islam yang bermukim di Kota Sofia, sampai hari ini. Komunitas Muslim di kota itu diperkirakan mencapai 8.614 orang dari keseluruhan warga kota Sofia yang berjumlah 1.170.842 jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Banya Bashi merupakan salah satu karya arsitek resmi Kerajaan Turki Utsmani, Kodja Mimar Sinan. Sinan memang dikenal hingga saat ini berkat karya-karya arsitekturnya yang hebat. Ia hidup dalam masa empat era kepemimpinan sultan, yakni Salim I, Sulaiman I, Salim II, dan Murad III. Selama masa hidupnya, tak kurang dari 476 karya arsitektur telah diciptakan Sinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid ini terkenal karena kubah besar dan menara tinggi menjulang ke langit yang dimilikinya. Jika dilihat sekilas, bentuk menara Masjid Banya Bashi ini seperti sebuah pensil tulis. Penggunaan batu bata merah membuat bangunan menara ini terlihat mencolok di antara bangunan-bangunan tinggi lainnya di kawasan Boulevard Maria Luiza yang berada di pusat Kota Sofia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tiba waktu shalat lima waktu, suara adzan kerap berkumandang dari pengeras suara yang terdapat pada bangunan menara ini. Seperti masjid pada umumnya, bangunan Masjid Banya Bashi juga memiliki kubah. Ada empat buah kubah yang menghiasi bangunan masjid. Keempat kubah ini berwarna putih. Satu buah kubah berukuran besar berada di bagian tengah atap masjid. Sementara ketiga kubah lainnya yang berukuran lebih kecil berjajar di samping kubah utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://infidelsunite.typepad.com/.a/6a0111685b4b71970c0120a5baa1aa970c-pi" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="182" src="http://infidelsunite.typepad.com/.a/6a0111685b4b71970c0120a5baa1aa970c-pi" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Berbeda dengan eksterior kubah yang didominasi warna putih, dinding bagian luar masjid hampir seluruhnya didomiasi oleh warna merah kecoklat-coklatan. Warna merah kecoklat-coklatan ini dikarenakan sang arsitek menggunakan bahan baku batu bata untuk membuat dinding masjid. Sementara desain lengkung tampak menghiasi bagian luar pintu masuk menuju ke ruangan shalat. Desain lengkung juga digunakan Sinan pada saluran ventilasi udara yang terdapat pada dinding-dinding masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/10/07/13/124564-adzan-berkumandang-lebih-dari-400-tahun-di-masjid-banya-bashi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-525350043056930410?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/525350043056930410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/adzan-berkumandang-lebih-dari-400-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/525350043056930410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/525350043056930410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/adzan-berkumandang-lebih-dari-400-tahun.html' title='Adzan Berkumandang Lebih dari 400 Tahun di Masjid Banya Bashi'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/THZyjoHlxMI/AAAAAAAAAQo/71SmfDftSfY/s72-c/masjid_banya_bashi_100713182617.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-3258806379596331575</id><published>2010-08-23T02:00:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.123-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Rasulullah Mendengar Suara Langkah Bilal di Surga</title><content type='html'>Rasulullah mempunyai banyak sahabat yang turut serta dalam perjuangan menegakkan syariah Islam. Mereka bersama-sama dalam suka maupun duka. Para sahabat itu tak hanya berasal dari kalangan suku-suku Arab.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga datang dari kalangan non-Arab, seperti halnya Bilal bin Rabah. Sebagai mana keturunan Afrika, Bilal memiliki postur tinggi, kurus, dan warna kulit hitam. Dia memiliki nama lengkap Bilal bin Rabah Al-Habasyi. Ia biasa dipanggil Abu Abdillah dan digelari Muadzdzin Ar-Rasul. Habasyah merupakan Ethiopia saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya adalah sahaya milik Umayyah bin Khalaf dari Bani Jumuh. Bilal menjadi budak mereka, hingga akhirnya ia mendengar tentang Islam. Tanpa ada keraguan, ia menemui Nabi dan mengikrarkan diri masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umayyah bin Khalaf pernah menyiksanya dan membiarkannya di tengah gurun pasir selama beberapa hari. Di perutnya diikat sebuah batu besar dan lehernya diikat dengan tali. Lalu, orang-orang kafir menyuruh anak-anak mereka untuk menyeretnya di antara perbukitan Makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski disiksa, keimanan Bilal tak pernah luntur. Saat dijemur di panas terik padang pasir, Bilal selalu mengucapkan ''Ahad-Ahad'' dan menolak mengucapkan kata kufur. Abu Bakar lalu memerdekakannya. Saat itu Umar bin Khattab berujar,''Abu Bakar adalah seorang pemimpin (sayyid) kami, dan dia telah memerdekakan seorang pemimpin (sayyid) kami.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hijrah, adzan disyariatkan. Lalu Bilal mengumandangkan adzan. Ia adalah muadzin pertama dalam Islam, karena ia memiliki suara yang bagus. Pada saat pembebasan kota Makkah, Rasulullah menyuruh Bilal untuk mengumandangkan adzan di belakang Ka'bah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adzan itu adalah adzan yang pertama dikumandangkan di Makkah. Pasca wafatnya Rasulullah, ia menolak untuk menjadi muadzdzin lagi karena tak sanggup menyebut nama Rasulullah dalam adzannya. Usai wafatnya Nabi, bahkan dia hanya sanggup melantunkan adzan selama tiga hari. Itu pun disertai tangisannya tatkala mengucapkan nama Rasulullah dalam adzan.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://problemamuslim.files.wordpress.com/2009/04/wudu.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ia juga pernah menjabat sebagai bendahara Rasulullah di Bait Al-Mal. Ia tidak pernah absen mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah. Tentang Bilal, Rasulullah SAW mengatakan,''Bilal adalah seorang penunggang kuda yang hebat dari kalangan Habasyah.'' (Hadits Riwayat Ibnu Abi Syaibah dan Ibn Asakir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://problemamuslim.files.wordpress.com/2009/04/wudu.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="256" src="http://problemamuslim.files.wordpress.com/2009/04/wudu.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu ketika, selesai sholat Subuh, Rasulullah pernah bertanya kepada Bilal, ''Wahai Bilal, ceritakan kepadaku tentang amalan yang paling bermanfaat yang telah kamu lakukan setelah memeluk Islam. Karena semalam aku mendengar suara langkahmu di depanku di surga.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilal menjawab, ''Aku tidak pernah melakukan suatu amalan yang paling bermanfaat setelah memeluk Islam selain aku selalu berwudhu dengan sempurna pada setiap malam dan siang, kemudian melakukan sholat sunat dengan wudhu itu sebanyak yang Allah kehendaki.'' (Hadist riwayat Abu Hurairah ra)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-3258806379596331575?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/3258806379596331575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/rasulullah-mendengar-suara-langkah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/3258806379596331575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/3258806379596331575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/rasulullah-mendengar-suara-langkah.html' title='Rasulullah Mendengar Suara Langkah Bilal di Surga'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-1380705952560699902</id><published>2010-08-18T16:30:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.123-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Shalawat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Shalawat Burdah</title><content type='html'>Syair Sufi Burdah al Bushiri&lt;br /&gt;(Syaikh Muhammad Al-Bushiri)&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bag 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta Sang Kekasih&lt;br /&gt;Apakah karena Mengingat Para kekasih di Dzi Salam.&lt;br /&gt;Kau campurkan air mata di pipimu dengan darah.&lt;br /&gt;Ataukah karena angin berhembus dari arah Kazhimah.&lt;br /&gt;Dan kilat berkilau di lembah Idlam dalam gulita malam.&lt;br /&gt;Mengapa bila kau tahan air matamu ia tetap basah.&lt;br /&gt;Mengapa bila kau sadarkan hatimu ia tetap gelisah.&lt;br /&gt;Apakah sang kekasih kira bahwa tersembunyi cintanya.&lt;br /&gt;Diantara air mata yang mengucur dan hati yang bergelora.&lt;br /&gt;Jika bukan karena cinta takkan kautangisi puing rumahnya.&lt;br /&gt;Takkan kau bergadang untuk ingat pohon Ban dan ‘Alam.&lt;br /&gt;Dapatkah kau pungkiri cinta, sedang air mata dan derita.&lt;br /&gt;Telah bersaksi atas cintamu dengan jujur tanpa dusta.&lt;br /&gt;Kesedihanmu timbulkan dua garis tangis dan kurus lemah.&lt;br /&gt;Bagaikan bunga kuning di kedua pipi dan mawar merah.&lt;br /&gt;Memang terlintas dirinya dalam mimpi hingga kuterjaga.&lt;br /&gt;Tak hentinya cinta merindangi kenikmatan dengan derita.&lt;br /&gt;Maafku untukmu wahai para pencaci gelora cintaku.&lt;br /&gt;Seandainya kau bersikap adil takkan kau cela aku.&lt;br /&gt;Kini kau tahu keadaanku, pendusta pun tahu rahasiaku.&lt;br /&gt;Padahal tidakjuga kunjung sembuh penyakitku.&lt;br /&gt;Begitu tulus nasihatmu tapi tak kudengar semuanya.&lt;br /&gt;Karena untuk para pencaci, sang pecinta tuli telinganya.&lt;br /&gt;Aku kira ubanku pun turut mencelaku.&lt;br /&gt;Padahal ubanku pastilah tulus memperingatkanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bag 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan akan Bahaya Hawa Nafsu&lt;br /&gt;Sungguh hawa nafsuku tetap bebal tak tersadarkan.&lt;br /&gt;Sebab tak mau tahu peringatan uban dan kerentaan.&lt;br /&gt;Tidak pula bersiap dengan amal baik untuk menjamu.&lt;br /&gt;Sang uban yang bertamu di kepalaku tanpa malu-malu.&lt;br /&gt;Jika kutahu ku tak menghormati uban yang bertamu.&lt;br /&gt;Kan kusembunyikan dengan semir rahasia ketuaanku itu.&lt;br /&gt;Siapakah yang mengembalikan nafsuku dari kesesatan.&lt;br /&gt;Sebagaimana kuda liar dikendalikan dengan tali kekang.&lt;br /&gt;Jangan kau tundukkan nafsumu dengan maksiat.&lt;br /&gt;Sebab makanan justru perkuat nafsu si rakus pelahap.&lt;br /&gt;Nafsu bagai bayi, bila kau biarkan akan tetap menyusu.&lt;br /&gt;Bila kau sapih ia akan tinggalkan menyusu itu.&lt;br /&gt;Maka kendalikan nafsumu, jangan biarkan ia berkuasa.&lt;br /&gt;Jika kuasa ia akan membunuhmu dan membuatmu cela&lt;br /&gt;Gembalakanlah ia, ia bagai ternak dalam amal budi.&lt;br /&gt;Janganlah kau giring ke ladang yang ia sukai.&lt;br /&gt;Kerap ia goda manusia dengan kelezatan yang mematikan.&lt;br /&gt;Tanpa ia tahu racun justru ada dalam lezatnya makanan.&lt;br /&gt;Kumohon ampunan Allah karena bicara tanpa berbuat.&lt;br /&gt;Kusamakan itu dengan keturunan bagi orang mandul.&lt;br /&gt;Kuperintahkan engkau suatu kebaikan yang tak kulakukan.&lt;br /&gt;Tidak lurus diriku maka tak guna kusuruh kau lurus.&lt;br /&gt;Aku tak berbekal untuk matiku dengan ibadah sunnah.&lt;br /&gt;Tiada aku dan puasa kecuali hanya yang wajib saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bag 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pujian Kepada Nabi SAW&lt;br /&gt;Kutinggalkan sunnah Nabi yang sepanjang malam.&lt;br /&gt;Beribadah hingga kedua kakinya bengkak dan keram.&lt;br /&gt;Nabi yang karena lapar mengikat pusarnya dengan batu.&lt;br /&gt;Dan dengan batu mengganjal Perutnya yang halus itu.&lt;br /&gt;Kendati gunung emas menjulang menawarkan dirinya.&lt;br /&gt;la tolak permintaan itu dengan perasaan bangga.&lt;br /&gt;Butuh harta namun menolak, maka tambah kezuhudannya.&lt;br /&gt;Kendati butuh pada harta tidaklah merusak kesuciannya.&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin Nabi butuh pada dunia.&lt;br /&gt;Padahal tanpa dirinya dunia takkan pernah ada.&lt;br /&gt;Muhammadlah pemimpin dunia akherat.&lt;br /&gt;Pemimpin jin dan manusia, bangsa Arab dan non Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabilah pengatur kebaikan pencegah mungkar.&lt;br /&gt;Tak satu pun setegas ia dalam berkata ya atau tidak.&lt;br /&gt;Dialah kekasih Allah yang syafa’atnya diharap.&lt;br /&gt;Dari tiap ketakutan dan bahaya yang datang menyergap.&lt;br /&gt;Dia mengajak kepada agama Allah yang lurus.&lt;br /&gt;Mengikutinya berarti berpegang pada tali yang tak terputus.&lt;br /&gt;Dia mengungguli para Nabi dalam budi dan rupa.&lt;br /&gt;Tak sanggup mereka menyamai ilmu dan kemuliaannya.&lt;br /&gt;Para Nabi semua meminta dari dirinya.&lt;br /&gt;Seciduk lautan kemuliaannya dan setitik hujan ilmunya.&lt;br /&gt;Para Rasul sama berdiri di puncak mereka.&lt;br /&gt;Mengharap setitik ilmu atau seonggok hikmahnya.&lt;br /&gt;Dialah Rasul yang sempurna batin dan lahirnya.&lt;br /&gt;Terpilih sebagai kekasih Allah pencipta manusia.&lt;br /&gt;Dalam kebaikanya, tak seorang pun menyaingi.&lt;br /&gt;Inti keindahannya takkan bisa terbagi-bagi.&lt;br /&gt;Jauhkan baginya yang dikatakan Nasrani pada Nabinya.&lt;br /&gt;Tetapkan bagi Muhammad pujian apapun kau suka.&lt;br /&gt;Nisbatkan kepadanya segala kemuliaan sekehendakmu.&lt;br /&gt;Dan pada martabatnya segala keagungan yang kau mau.&lt;br /&gt;Karena keutamaannya sungguh tak terbatas.&lt;br /&gt;Hingga tak satupun mampu mengungkapkan dengan kata.&lt;br /&gt;Jika mukjizatnya menyamai keagungan dirinya.&lt;br /&gt;Niscaya hiduplah tulang belulang dengan disebut namanya.&lt;br /&gt;Tak pernah ia uji kita dengan yang tak diterima akal.&lt;br /&gt;Dari sangat cintanya, hingga tiada kita ragu dan bimbang.&lt;br /&gt;Seluruh mahluk sulit memahami hakikat Nabi.&lt;br /&gt;Dari dekat atau jauh, tak satu pun yang mengerti.&lt;br /&gt;Bagaikan matahari yang tampak kecil dari kejauhan.&lt;br /&gt;Padahal mata tak mampu melihatnya bila berdekatan.&lt;br /&gt;Bagaimana seseorang dapat ketahui hakikat Sang Nabi&lt;br /&gt;Padahal ia sudah puas bertemu dengannya dalam mimpi&lt;br /&gt;Puncak Pengetahuan tentangnya ialah bahwa ia manusia&lt;br /&gt;Dan ia adalah sebaik baik seluruh ciptaan Allah&lt;br /&gt;Segala mukjizat para Rasul mulia sebelumnya&lt;br /&gt;Hanyalah pancaran dari cahayanya kepada mereka&lt;br /&gt;Dia matahari keutamaan dan para Nabi bintangnya&lt;br /&gt;Bintang hanya pantulkan sinar mentari menerangi gulita&lt;br /&gt;Alangkah mulia paras Nabi yang dihiasi pekerti&lt;br /&gt;Yang memiliki keindahan dan bercirikan wajah berseri&lt;br /&gt;Kemegahannya bak bunga, kemuliaannya bak purnama&lt;br /&gt;Kedermawanannya bak lautan, kegairahannya bak sang waktu&lt;br /&gt;la bagaikan dan memang tiada taranya dalam keagungan&lt;br /&gt;Ketika berada di sekitar pembantunya dan di tengah pasukan&lt;br /&gt;Bagai mutiara yang tersimpan dalam kerangnya&lt;br /&gt;Dari kedua sumber, yaitu ucapan dan senyumannya&lt;br /&gt;Tiada keharuman melebihi tanah yang mengubur jasadnya&lt;br /&gt;Beruntung orang yang menghirup dan mencium tanahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bag 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran Sang Nabi SAW&lt;br /&gt;Kelahiran Sang Nabi menunjukkan kesucian dirinya&lt;br /&gt;Alangkah eloknya permulaan dan penghabisannya&lt;br /&gt;Lahir saat bangsa Persia berfirasat dan merasa&lt;br /&gt;Peringatan akan datangnya bencana dan angkara murka&lt;br /&gt;Dimalam gulita singgasana kaisar Persia hancur terbelah&lt;br /&gt;Sebagaimana kesatuan para sahabat kaisar yang terpecah&lt;br /&gt;Karena kesedihan yang sangat, api sesembahan padam&lt;br /&gt;Sungai Eufrat pun tak mengalir dari duka yang dalam&lt;br /&gt;Penduduk negeri sawah bersedih saat kering danaunya&lt;br /&gt;Pengambil air kembali dengan kecewa ketika dahaga&lt;br /&gt;Seakan sejuknya air terdapat dalam jilatan api&lt;br /&gt;Seakan panasnya api terdapat dalam air, karena sedih tak terperi&lt;br /&gt;Para jin berteriak sedang cahaya terang memancar&lt;br /&gt;Kebenaran pun tampak dari makna kitab suci maupun terujar&lt;br /&gt;Mereka buta dan tuli hingga kabar gembira tak didengarkan&lt;br /&gt;Datangnya peringatan pun tak mereka hiraukan&lt;br /&gt;Setelah para dukun memberi tahu mereka&lt;br /&gt;Agama mereka yang sesat takkan bertahan lama&lt;br /&gt;Setelah mereka saksikan kilatan api yang jatuh dilangit&lt;br /&gt;Seiring dengan runtuhnya semua berhala dimuka bumi&lt;br /&gt;Hingga lenyap dan pintu langitNya&lt;br /&gt;Satu demi satu syetan lari tunggang langgang tak berdaya&lt;br /&gt;Mereka berlarian laksana lasykar Raja Abrahah&lt;br /&gt;Atau bak pasukan yang dihujani kerikil oleh tangan Rasul&lt;br /&gt;Batu yang Nabi lempar sesudah bertasbih digenggamannya&lt;br /&gt;Bagaikan terlemparnya Nabi Yunus dan perut ikan paus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bag 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukjizat Sang Nabi SAW&lt;br /&gt;Pohon-pohon mendatangi seruannya dengan ketundukkan&lt;br /&gt;Berjalan dengan batangnya dengan lurus dan sopan&lt;br /&gt;Seakan batangnya torehkan sebuah tulisan&lt;br /&gt;Tulisan yang indah di tengah-tengah jalan&lt;br /&gt;Seperti juga awan gemawan yang mengikuti Nabi&lt;br /&gt;Berjalan melindunginya dari sengatan panas siang hari&lt;br /&gt;Aku bersumpah demi Allah pencipta rembulan&lt;br /&gt;Sungguh hati Nabi bagai bulan dalam keterbelahan&lt;br /&gt;Gua Tsur penuh kebaikan dan kemuliaan. Sebab Nabi&lt;br /&gt;dan Abu Bakar di dalamnya, kaum kafir tak lihat mereka&lt;br /&gt;Nabi dan Abu Bakar Shiddiq aman didalamnya tak cedera&lt;br /&gt;Kaum kafir mengatakan tak seorang pun didalam gua&lt;br /&gt;Mereka mengira merpati takkan berputar diatasnya&lt;br /&gt;Dan laba laba takkan buat sarang jika Nabi didalamnya&lt;br /&gt;Perlindungan Allah tak memerlukan berlapis baju besi&lt;br /&gt;Juga tidak memerlukan benteng yang kokoh dan tinggi&lt;br /&gt;Tiada satu pun menyakiti diriku, lalu kumohon bantuan Nabi&lt;br /&gt;Niscaya kudapat pertolongannya tanpa sedikit pun disakiti&lt;br /&gt;Tidaklah kucari kekayaan dunia akhirat dari kemurahannya&lt;br /&gt;Melainkan kuperoleh sebaikbaik pemberiannya&lt;br /&gt;Janganlah kau pungkiri wahyu yang diraihnya lewat mimpi&lt;br /&gt;Karena hatinya tetap terjaga meski dua matanya tidur terlena&lt;br /&gt;Demikian itu tatkala sampai masa kenabiannya&lt;br /&gt;Karenanya tidaklah diingkari masa mengalami mimpinya&lt;br /&gt;Maha suci Allah, wahyu tidaklah bisa dicari&lt;br /&gt;Dan tidaklah seorang Nabi dalam berita gaibnya dicurigai&lt;br /&gt;Kerap sentuhannya sembuhkan penyakit&lt;br /&gt;Dan lepaskan orang yang berhajat dari temali kegilaan&lt;br /&gt;Doanya menyuburkan tahun kekeringan dan kelaparan&lt;br /&gt;Bagai titik putih di masa-masa hitam kelam&lt;br /&gt;Dengan awan yang curahkan hujan berlimpah&lt;br /&gt;Atau kau kira itu air yang mengalir dari laut atau lembah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bag 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemulian Al-Qur'an dan pujian terhadapnya&lt;br /&gt;Biarkan kusebut beberapa mukjizat yang muncul pada Nabi&lt;br /&gt;Seperti nampaknya api jamuan, malam hari diatas gunung tinggi&lt;br /&gt;Mutiara bertambah indah bila ia tersusun rapi&lt;br /&gt;Jika tak tersusun nilainya tak berkurang sama sekali&lt;br /&gt;Segala pujian itu puncaknya adalah memuji&lt;br /&gt;Sifat dan pekerti mulia yang ada pada Nabi&lt;br /&gt;Ayat ayat Al Qur'an yang diturunkan Allah adalah baharu&lt;br /&gt;Tapi Allah adalah kekal tak kenal waktu&lt;br /&gt;Ayat-ayat yang tak terikat waktu dan kabarkan kita&lt;br /&gt;Tentang hari kiamat, kaum 'Aad dan negeri Irom&lt;br /&gt;Ayat ayat yang selalu bersama kita dan mengungguli&lt;br /&gt;Mukjizat para Nabi yang muncul tapi tak lestari&lt;br /&gt;Penuh kepastian dan tak sisakan bagi para musuh segala keraguan.&lt;br /&gt;Ayat yang tak sedikit pun menyimpang dari kebenaran&lt;br /&gt;Tak satu ayat pun ditentang kecuali musuh terberatnya&lt;br /&gt;Akan kembali kepadanya dengan salam dan beriman&lt;br /&gt;Keindahan sastranya membuat takluk penentangnya&lt;br /&gt;Bak pencemburu membela kehormatan dari tangan pendosa&lt;br /&gt;Baginya makna-makna yang saling menunjang bak ombak lautan&lt;br /&gt;Yang nilai keindahannya melebihi mutiara berkilauan&lt;br /&gt;Keajaibannya banyak dan tak terhingga&lt;br /&gt;Dan keajaiban itu tak satu pun membuat bosan kita&lt;br /&gt;Teduhlah mata pembacanya, lalu kukatakan padanya&lt;br /&gt;Beruntunglah engkau, berpeganglah selalu pada taliNya&lt;br /&gt;Jika kau baca ia karena takut panas neraka Lazha&lt;br /&gt;Padamlah panas neraka Lazha karena kesejukannya&lt;br /&gt;Bagai telaga Kautsar wajah pendosa jadi putih karenanya&lt;br /&gt;Padahal dengan wajah hitam arang mereka datangi ia&lt;br /&gt;la lurus bagai shirath, adil bagai timbangan&lt;br /&gt;Kitab kitab lain takkan selanggeng ia dalam keadilan&lt;br /&gt;Jangan heran pada pendengkinya yang selalu ingkar&lt;br /&gt;Pura-pura bodoh padahal ia cukup paham dan pintar&lt;br /&gt;Bagai orang sakit mata yang pungkiri sinar mentari&lt;br /&gt;Bagai orang sakit yang lezatnya air ia pungkiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bag 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isra' Mi'raj Nabi SAW&lt;br /&gt;Wahai manusia terbaik yang dituju pekarangannya&lt;br /&gt;Dijalan atau menunggangi unta yang cepat larinya&lt;br /&gt;Wahai Nabi yang jadi pertanda bagi pencari kebenaran&lt;br /&gt;Yang jadi karunia terbesar bagi pencari nikmat Tuhan&lt;br /&gt;Malam itu kau berjalan dari Masjidil Haram ke Al Aqsha&lt;br /&gt;Bagai purnama yang bergerak di malam gulita&lt;br /&gt;Kau terus saja meninggi hingga sampai tempat terdekat&lt;br /&gt;Yang tak seorang pun mencapai atau mengharap&lt;br /&gt;Para nabi mendahulukanmu berdiri di depan&lt;br /&gt;Tak ubahnya penghormatan pelayan kepada sang tuan&lt;br /&gt;Kau terobos tujuh lapis langit bersama mereka&lt;br /&gt;Dalam barisan para malaikat kaulah pemimpin mereka&lt;br /&gt;Hingga tak satu puncak pun tersisa bagi pengejarmu&lt;br /&gt;Tak sederajat pun bagi pencari kemuliaan tersisa olehmu&lt;br /&gt;Karena keluhuramu, derajat menjadi rendah semua&lt;br /&gt;Ketika kau diseru bagai pemimpim tunggal yang mulia&lt;br /&gt;Agar kau peroleh hubungan khusus yang terselubungkan&lt;br /&gt;Juga rahasia yang senantiasa tersimpan&lt;br /&gt;Kau beroleh kebanggaan yang tak terbagi&lt;br /&gt;Kau lewati setiap derajat tanpa seorang pun menyaingi&lt;br /&gt;Sungguh agung derajat yang kau dapatkan&lt;br /&gt;Sungguh jarang nikmat yang kepadamu telah diberikan&lt;br /&gt;Kabar gembira wahai ummat islam bagi kita tiang kokoh&lt;br /&gt;Yang dengan Inayah dari Allah, tak akan roboh&lt;br /&gt;Ketika Allah juluki ia rasul termulia karena sangat taat&lt;br /&gt;la rasul termulia maka jadilah kita sebaik baik umat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bag 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa militan Rasulullah SAW&lt;br /&gt;Berita kenabian membuat musuh takut dan gundah&lt;br /&gt;Bak lolongan serigala yang takutkan si kambing lengah&lt;br /&gt;Tak henti ia lawan para musuh di medan pertempuran&lt;br /&gt;Hingga mereka bagai daging terserak diatas meja jamuan&lt;br /&gt;Mereka ingin lari dan mati saja bak kawan yang terkapar&lt;br /&gt;Mati menggelepar dikoyak Elang dan burung Nasar&lt;br /&gt;Siang malam berlalu tanpa mereka kenal waktu&lt;br /&gt;Hingga tiba bulan terlarang ketika Nabi hentikan perang&lt;br /&gt;Islam datang bagai tamu yang singgah di pekarangan&lt;br /&gt;Yang sangat ingin membunuh musuh musuh Islam&lt;br /&gt;la bawa lautan pasukan diatas kuda yang meluncur&lt;br /&gt;Membawa para gagah berani bagai ombak yang berdebur&lt;br /&gt;Mereka pejuang yang mengharap syahid dan surga Allah&lt;br /&gt;Menyerang untuk membasmi dan memusnahkan kekafiran&lt;br /&gt;Sehingga berkat mereka, Islam yang semula tak dikenal&lt;br /&gt;Menjadi tersohor dalarn jalinan kekerabatan yang kental&lt;br /&gt;Karena keperkasaan mereka hati musuh takut dan gelisah&lt;br /&gt;Apakah bedanya anak domba dan si pemberani gagah&lt;br /&gt;Siapa saja yang bersama Rasulullah beroleh kemenangan&lt;br /&gt;Singa di rimba bila menemuinya akan diam gemetaran&lt;br /&gt;Takkan kau lihat sahabat Nabi yang tak menang&lt;br /&gt;Takkan ada musuh Nabi yang tak jadi pecundang&lt;br /&gt;la tempatkan umatnya dalam benteng agamanya&lt;br /&gt;Bagai singa yang tinggal di hutan bersama anaknya&lt;br /&gt;Seringkali Al Qur'an jatuhkan para pendebat&lt;br /&gt;Seringkali dalil-dalil kalahkan musuh Muhammad&lt;br /&gt;Cukup sebagai mukjizat, Nabi berilmu padahal buta huruf&lt;br /&gt;Di zaman Jahiliyah, Nabi terdidik tanpa pengasuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bag 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawassul Kepada Nabi SAW&lt;br /&gt;Kupuji Nabi dengan pujian agar dosaku diampunkan&lt;br /&gt;Karena umurku habis untuk bersyair dan pengabdian&lt;br /&gt;Keduanya mengalungi dosa yang menakutkan&lt;br /&gt;seakan aku hewan sembelihan yang siap dikorbankan&lt;br /&gt;Kuturuti godaan masa muda untuk bersyair dan mengabdi&lt;br /&gt;Tiada satu pun kudapat kecuali dosa dan sesal diri&lt;br /&gt;Alangkah ruginya jiwaku dalam perniagaamya&lt;br /&gt;Tak pernah membeli dan menawar agama dengan dunia&lt;br /&gt;Barang siapa menjual akherat untuk dunia sesaat&lt;br /&gt;Jelas ia tertipu dalam setiap jual beli yang diakad&lt;br /&gt;Jika kuperbuat dosa, janjiku pada Nabi tidaklah gugur&lt;br /&gt;Juga tali hubunganku dengannya tidaklah terputus&lt;br /&gt;Namaku juga Muhammad (Bushiri), jaminanku buat Nabi&lt;br /&gt;Dialah sebaik baik manusia yang tepati janji&lt;br /&gt;Jika kelak di akherat la tak sudi menolongku&lt;br /&gt;Maka alangkah rugi dan celakanya diriku&lt;br /&gt;Tapi mustahil ia tolak para peminta syafaatnya&lt;br /&gt;Atau peminta perlindungannya pulang dengan sia sia&lt;br /&gt;Semenjak kuwajibkan diriku untuk memberinya pujian&lt;br /&gt;Kudapatkan Nabi sebaik baik pemberi pertolongan&lt;br /&gt;Pemberiamya tak luputkan seorangpun pemintanya&lt;br /&gt;Karena hujan mengguyur bunga di bukit secara merata&lt;br /&gt;Dengan pujian ini tidaklah kuinginkan gemerlap dunia&lt;br /&gt;Seperti yang Zuhair mula ketika ia puji Raja Haram&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-1380705952560699902?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/1380705952560699902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/shalawat-burdah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/1380705952560699902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/1380705952560699902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/shalawat-burdah.html' title='Shalawat Burdah'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-2684925440522040619</id><published>2010-08-18T16:28:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.124-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Shalawat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Shalawat Nariyyah</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺻﻠﻰ ﺻﻼﺓ ﻜﺎ ﻤﻠﺔ ﻮﺴﻠﻡ ﺴﻼﻤﺎ ﺘﺎ ﻤﺎ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪ ﻦ ﻤﺤﻤﺪ ﻦ ﺍﻠﺬ ﺘﻨﺤﻞ ﺒﻪ ﺍﻠﻌﻗﺪ٬ ﻮﺘﻨﻓﺮﺝ ﺒﻪ ﺍﻠﻜﺮﺐ٬ ﻮﺘﻗﻀﻰ ﺒﻪ ﺍﻠﺤﻮﺍﺌﺞ٬ ﻮﺘﻨﺎﻞ ﺒﻪ ﺍﻠﺮﻏﺎﺌﺐ٬ ﻮﺤﺴﻦ ﺍﻠﺨﻮﺍ ﺘﻢ ﻮﻴﺴﺘﺴﻗﻰ ﺍﻠﻐﻤﺎ ﻢ٬ ﺒﻮ ﺠﻬﻪ ﺍﻠﻜﺮﻴﻢ٬ ﻮﻋﻠﻰ ﺁﻠﻪ ﻮﺼﺤﺒﻪ٬ ﻔﻰ ﻜﻞ ﻠﻤﺤﺔ ﻮﻨﻓﺲ٬ ﺒﻌﺪﺪ ﻜﻞ ﻤﻌﻠﻮﻢ ﻠﻚ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allohumma sholli ’sholaatan kaamilatan wa sallim salaaman taaamman ‘ala sayyidina Muhammadinilladzi tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil qurobu wa tuqdho bihil hawaaiju wa tunalu bihir roghooibu wa husnul khowaatimu wa yustasqol ghomamu biwajhihil kariem wa ‘ala aalihi wa shohbihi fie kulli lamhatin wa nafasim bi’adadi kulli ma’lumin laka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allaah limpahkanlah shalawat yang sempurna dan kesejahteraan yang paripurna kepada penghulu kami (Nabi) Muhammad, (yang dengan barakah shalawat itu) dilepaskan semua ikatan, dilenyapkan segala kesusahan, ditunaikan segenap kebutuhan, diperoleh segala keinginan, dicapai akhir yang baik, diberikan minum dari awan (dengan) barakah wajahnya yang mulia, dan (juga) kepada keluarga dan sahabatnya, dalam setiap kejapan mata dan tarikan nafas, sebanyak pengetahuan yang Engkau miliki.”&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-2684925440522040619?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/2684925440522040619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/shalawat-nariyyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/2684925440522040619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/2684925440522040619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/shalawat-nariyyah.html' title='Shalawat Nariyyah'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-8287622681243373931</id><published>2010-08-18T16:27:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.124-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Shalawat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Sholawat Tarhim</title><content type='html'>&lt;i&gt;&lt;b&gt;Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Yâ imâmal mujâhidîn yâ Rasûlallâh&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Yâ nâshiral hudâ yâ khayra khalqillâh&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Yâ nâshiral haqqi yâ Rasûlallâh&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Yâ Man asrâ bikal muhayminu laylan nilta mâ nilta wal-anâmu niyâmu&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Wa taqaddamta lish-shalâti fashallâ kulu man fis-samâi wa antal imâmu&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Wa ilal muntahâ rufi’ta karîman&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Wa ilal muntahâ rufi’ta karîman wa sai’tan nidâ ‘alaykas salâm&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Yâ karîmal akhlâq yâ Rasûlallâh&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Shallallâhu ‘alayka wa ‘alâ âlika wa ashhâbika ajma’în&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;artinya :&lt;br /&gt;Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu&lt;br /&gt;duhai pemimpin para pejuang, ya Rasulullah&lt;br /&gt;Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu&lt;br /&gt;duhai penuntun petunjuk Ilahi, duhai makhluk yang terbaik&lt;br /&gt;Shalawat dan salam semoga tercurahkan atasmu&lt;br /&gt;Duhai penolong kebenaran, ya Rasulullah&lt;br /&gt;Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu&lt;br /&gt;Wahai Yang Memperjalankanmu di malam hari Dialah Yang Maha Melindungi&lt;br /&gt;Engkau memperoleh apa yang kau peroleh sementara semua manusia tidur&lt;br /&gt;Semua penghuni langit melakukan shalat di belakangmu&lt;br /&gt;dan engkau menjadi imam&lt;br /&gt;Engkau diberangkatkan ke Sitratul Muntaha karena kemulianmu&lt;br /&gt;dan engkau mendengar suara ucapan salam atasmu&lt;br /&gt;Duhai yang paling mulia akhlaknya, ya Rasulullah&lt;br /&gt;Semoga shalawat selalu tercurahkan padamu, pada keluargamu dan sahabatmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya kita menggandakan shalawat ini lalu kita hadiahkan ke masjid-masjid di sekitar rumah kita, dan betapa indahnya jika masjid-masjid itu mengumandangkan shalawat ini menjelang Subuh. Dan betapa besar pahalanya bagi orang menghadiahkannya jika shalawat ini dapat menyadarkan dan membangunkan banyak orang di sekitarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-8287622681243373931?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/8287622681243373931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/sholawat-tarhim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/8287622681243373931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/8287622681243373931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/sholawat-tarhim.html' title='Sholawat Tarhim'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-7615319156332246180</id><published>2010-08-18T16:26:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.124-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Shalawat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>SHALAWAT AZHIMIYYAH</title><content type='html'>Allaahumma innii as ‘aluka bi nuuri wajhillaahil ‘Azhiim. Wa qoomat bihii ‘awaalimullahil ‘azhiim. Antusholliya ‘alaa mawlaanaa Muhammadin dzil qodril ‘Azhiim. Wa ‘alaa aali Nabiyyillahil ‘azhiim. Biqodri ‘azhomati dzaatillahil ‘azhiim. Fii kulli lamhatiw wanafasin ‘adadama fii ‘ilmillahil ‘azhiim. Sholaatan daa ‘imatanm bidawaamillaahil ‘azhiim. Ta’zhiimal lihaqqika yaa mawlaanaa yaa Muhammad yaa dzal khuluqil ‘azhiim. Wasallim ‘alayhi wa ‘alaa aalihii mitsla dzaalik. Wajma’ baynii wabaynahuu kamaa jama’ta baynar ruuhi wanafs, zhoohirow wabaathinaa, yaqhzhotaw wamanaamaa. Waj’alhu yaa Robbi ruuhal lidzaatii min jamii’il wujuuhi fid dunyaa qoblal aakhiroti yaa ‘Azhiim.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Yaa Allah sesunggguhnya aku memohon kepadaMu dengan cahaya Wajah Allah Yang Agung. Yang memenuhi tiang-tiang Arasy Allah Yang Agung. Dan dengannya berdirilah alam-alam (ciptaan) Allah Yang Agung. Agar shalawat tersampaikan atas pelindung kami, Muhammad SAW, yang memiliki derajat yang Agung. Dan atas keluarga nabi Allah Yang Agung. Dengan ukuran Keagungan Zat Allah yang Agung. Disetiap kedipan dan nafas, sebanyak apa yang termaktub dalam Ilmu Allah Yang Agung. Shalawat yang sentosa dengan Kekekalan Allah Yang Agung. (sebagai) pengagungan terhadap Haq (kebenaran) engkau wahai Muhammad, yang memiliki akhlak (perangai) yang Agung. Dan salam atas beliau SAW serta keluarganya, semisal yang demikian itu . dan satukanlah aku dengan Beliau sebagaimana engkau satukan ruh dengan nafas, secara zhahir dan batin, dalam keadaan terjaga (sadar) atau tidur (mimpi). Dan jadikanlah beliau yaa Tuhanku, sebagai ruhani jiwaku, di setiap arah, didunia ini sebelum (datangnya) hari akhir, wahai Zat yang memiliki Keagungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;Sayyid Habib Al-Haddar Muhammad Al-Haddar mengatakan : " Barang siapa membaca shalawat Azhimiyyah 3 kali, maka dia akan mimpi bertemu nabi SAW ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyid Muhammad Alwi al-Maliki berkata : " Barang siapa membacanya sebanyak 7 kali sebelum waktu shubuh, maka ia dapat berguna untuk mimpi bertemu Nabi SAW". (habib HUsin Muhammad Syadad bin Umar, Do'a-do'a bertemu Nabi SAW, hal. 146, Pustaka Hidayah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habib Ahmad bin Hasan Ra. berkata: " Aku memberi salah seorang sadah (keturunan ahlul bait) ijazah untuk membaca sholawat ini, setelah ia meninggal dunia, aku mimpi bertemu dengannya, ia berkata kepadaku : 'ketika jasadku diletakkan di kubur, datang makhluk yang menakutkan dari alam barzakh. Sholawat Agung (Azhimiyyah) ini melindungiku hingga lenyaplah rasa takut dari hatiku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah peristiwa menakjubkan sehubungan dengan shalawat ini . Al-Arif billah Habib Abu Bakar bin Abdullah 'Atthas memperoleh shalawat ini dari sayyid Ahmad bin Idris secara langsung . beliau lalu menulis shalawat ini dan menyimpannya dalam tas pakaian. sewaktu berlayar dilaut , seorang darwis ahli sir batin dan kasyaf melihat cahaya keluar dari tas Habib Abu Bakar hingga ke langit. Ia lalu memberitahukan apa yang dilihatnya kepada Habib Au Bakar. habib abu Bakar berkata kepadanya, " Tas ku ini hanya berisi pakaian dan shalawat". habib Abu Bakar lalu menunjukan sholawat itu kepada si Darwisy.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-7615319156332246180?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/7615319156332246180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/shalawat-azhimiyyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/7615319156332246180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/7615319156332246180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/shalawat-azhimiyyah.html' title='SHALAWAT AZHIMIYYAH'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-6292139072318746563</id><published>2010-08-18T16:23:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.124-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Shalawat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Shalawat Fatih</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الْفَاتِحِ لِمَا اُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ نَاصِرِ الْحَقِّ ‍ بِالْحَقِّ وَالْهَادِى اِلى صِرَاطِك َالْمُسْتَقِيْم وَعَلى الِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيْمِ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, Limpahilah Rahmat ke atas Junjungan Muhammad, yang membukakan apa yang tertutup, yang menamatkan apa yang terdahulu, yang membela kebenaran dengan kebenaran, yang memberi petunjuk kepada jalan-Mu yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ke atas keluarganya bersesuaian dengan pangkat dan kedudukannya yang tinggi."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-6292139072318746563?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/6292139072318746563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/shalawat-fatih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/6292139072318746563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/6292139072318746563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/shalawat-fatih.html' title='Shalawat Fatih'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-9012701959086126227</id><published>2010-08-18T16:22:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.124-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Shalawat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Shalawat Awwalin</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;ﺍﻠﻠﻬﻡ ﺼﻞﻋﻟﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻣﺪ ﻔﻲ ﺍﻷﻮﻠﻴﻥ٬ ﻮﺼﻞﻋﻟﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻣﺪ ﻔﻲ ﺍﻷﺨﺭﻴﻦ٬ ﻮﺼﻞ ﻋﻟﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻣﺪ ﻔﻲ ﺍﻠﻧﺒﻴﻴﻦ٬ ﻮﺼﻞ ﻋﻟﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻣﺪ ﻔﻲ ﺍﻠﻤﺮﺴﻠﻴﻦ٬ ﻮﺼﻞﻋﻟﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻣﺤﻣﺪ ﻔﻲ ﺍﻠﻣﻺ ﺍﻷﻋﻟﻰﺍﻠﻰ ﻴﻮﻢﺍﻟﺪ ﻴﻦ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allaah limpahkanlah shalawat (rahmat) kepada penghulu kami (Nabi) Muhammad di kalangan orang-orang terdahulu, limpahkanlah shalawat kepada penghulu kami (Nabi) Muhammad di kalangan orang-orang kemudian, limpahkanlah shalawat kepada penghulu kami (Nabi) Muhammad di kalangan para nabi, limpahkanlah shalawat kepada penghulu kami (Nabi) Muhammad di kalangan para rasul, limpahkanlah shalawat kepada penghulu kami (Nabi) Muhammad di alam yang tinggi sampai hari kemudian.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-9012701959086126227?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/9012701959086126227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/shalawat-awwalin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/9012701959086126227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/9012701959086126227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/shalawat-awwalin.html' title='Shalawat Awwalin'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-5987519277547731185</id><published>2010-08-18T16:21:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.125-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Shalawat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Shalawat Ibrahimiyyah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ٬ ﻮﻋﻠﻰ ﺁﻞ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ٬ ﻜﻤﺎ ﺼﻠﻴﺖ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﺇﺒﺮﻫﻴﻢ٬ ﻮﻋﻠﻰ ﺁﻞ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﺇﺒﺮﻫﻴﻢ٬ ﻮﺒﺎﺮﻚ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ٬ ﻮﻋﻠﻰ ﺁﻞ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ٬ ﻜﻤﺎ ﺒﺎﺮﻜﺖ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﺇﺒﺮﻫﻴﻢ٬ ﻮﻋﻠﻰ ﺁﻞ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﺇﺒﺮﻫﻴﻢ٬ ﻔﻰ ﺍﻠﻌﺎ ﻠﻤﻴﻦ ﺍﻨﻚ ﺤﻤﻴﺪ ﻤﺠﻴﺪ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allaah limpahkanlah shalawat kepada penghulu kami (Nabi) Muhammad, dan kepada keluarga penghulu kami (Nabi) Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan shalawat kepada penghulu kami (Nabi) Ibrahim, dan kepada keluarga penghulu kami (Nabi) Ibrahim, dan barakahi-lah penghulu kami (Nabi) Muhammad, dan kepada keluarga penghulu kami (Nabi) Muhammad, sebagaimana Engkau mem-barakahi penghulu kami (Nabi) Ibrahim dan keluarga penghulu kami (Nabi) Ibrahim, di alam raya ini sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-5987519277547731185?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/5987519277547731185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/shalawat-ibrahimiyyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/5987519277547731185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/5987519277547731185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/shalawat-ibrahimiyyah.html' title='Shalawat Ibrahimiyyah'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-1718581167121249309</id><published>2010-08-18T16:20:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.125-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Shalawat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Shalawat Badawiyyah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_o9eZuN9WKS0/S9nVdw2VCNI/AAAAAAAAAKo/KhCdp3hK0xY/s320/Shalawat+Badawiyyah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_o9eZuN9WKS0/S9nVdw2VCNI/AAAAAAAAAKo/KhCdp3hK0xY/s200/Shalawat+Badawiyyah.jpg" width="148" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Ahmad Badawi,&lt;br /&gt;Setiap hari, dari pagi hingga sore, beliau menatap matahari, sehingga kornea matanya merah membara. Apa yang dilihatnya bisa terbakar, khawatir terjadinya hal itu, saat berjalan ia lebih sering menatap langit, bagaikan orang yang sombong. Sejak masa kanak kanak, ia suka berkhalwat dan riyadhoh, pernah empat puluh hari lebih perutnya tak terisi makanan dan minuman. Ia lebih memilih diam dan berbicara dengan bahasa isyarat, bila ingin berkomunikasi dengan seseorang. Ia tak sedetikpun lepas dari kalimat toyyibah, berdzikir dan bersholawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada usia dini beliau telah hafal al-Qur’an, untuk memperdalam ilmu agama ia berguru kepada syaikh Abdul Qadir al-Jailani dan syaikh Ahmad Rifai. Suatu hari, ketika beliau telah sampai ketingkatannya, Syaikh Abdul Qadir al-Jailani, menawarkan kepadanya: ”Manakah yang kau inginkan ya Ahmad Badawi, kunci Masyriq atau Maghrib, akan kuberikan untukmu”, hal yang sama juga diucapkan oleh gurunya Syaikh Ahmad Rifai, dengan lembut, dan karna menjaga tatakrama murid kepada gurunya, ia menjawab; ”Aku tak mengambil kunci kecuali dari al-Fattah (Allah )”.&lt;br /&gt;Peninggalan syaikh Ahmad Badawi yang sangat utama, yaitu bacaan shalawat badawiyah sughro dan shalawat badawiyah kubro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;ﺍﻠﻠﻬﻢ ﺼﻞ ﻮﺴﻠﻢ ﻮﺒﺎﺮﻚ ﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎ ﻮﻤﻮﻻﻨﺎ ﻤﺤﻤﺪ٬ﺸﺠﺮﺓ ﺍﻷﺼﻞ ﺍﻠﻨﻮﺮﺍﻨﻴﺔ٬ ﻮﻠﻤﻌﺔ ﺍﻠﻗﺒﻀﺔ ﺍﻠﺮﺤﻤﺎﻨﻴﺔ٬ ﻮﺃﻔﻀﻞ ﺍﻠﺨﻠﻴﻗﺔ ﺍﻹﻨﺴﺎﻨﻴﺔ٬ ﻮﺃﺸﺮﻒ ﺍﻠﺼﻮﺮﺓ ﺍﻠﺠﺴﻤﺎﻨﻴﺔ٬ ﻮﻤﻌﺪﻦ ﺍﻷﺴﺮﺍﺮ ﺍﻠﺮﺒﺎﻨﻴﺔ٬ ﻮﺨﺰﺍﺌﻦ ﺍﻠﻌﻠﻮﻢ ﺍﻹﺼﻃﻓﺎﺌﻴﺔ٬ ﺼﺎﺤﺐ ﺍﻠﻗﺒﻀﺔ ﺍﻷﺼﻠﻴﺔ٬ ﻮﺍﻠﺒﻬﺠﺔ ﺍﻠﺴﻨﻴﺔ٬ ﻮﺍﻠﺮﺘﺒﺔ ﺍﻠﻌﻠﻴﺔ٬ ﻤﻦﺍﻨﺪﺮﺠﺔ ﺍﻠﻨﺒﻴﻮﻦ ﺘﺤﺖ ﻠﻮﺍﺌﻪ٬ ﻔﻬﻢﻤﻨﻪ ﻮﺇﻠﻴﻪ٬ ﻮﺼﻞ ﻮﺴﻠﻢ ﻮﺒﺎﺮﻚﻋﻠﻴﻪ٬ ﻮﻋﻠﻰ ﺁﻠﻪ ﻮﺼﺒﻪ٬ ﻋﺪﺪ ﻤﺎ ﺨﻠﻗﺖ٬ ﻮﺮﺰﻘﺖ٬ ﻮﺃﻤﺖ٬ ﻮﺃﺤﻴﻴﺖ٬ ﺇﻠﻰﻴﻮﻢ ﺘﺒﻌﺚ ﻤﻦ ﺃﻔﻨﻴﺖ٬ ﻮﺴﻠﻢ ﺘﺴﻠﻴﻤﺎ ﻜﺘﻴﺮﺍ٬ ﻮﺍﻠﺤﻤﺪ ﷲ ﺮﺐ ﺍﻠﻌﺎﻠﻤﻴﻦ&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allaah limpahkanlah shalawat, kesejahteraan, dan keberkahan kepada penghulu dan pemimpin (Nabi) Muhammad; pohon asal cahaya; cahaya genggaman Sang Rahman; insan paling utama; gambaran jasmani yang paling mulia; sumber rahasia-rahasia ke-Tuhan-an; khazanah ilmu-ilmu pilihan; pemilik genggaman kealian; keelokan yang luhur; derajat yang tinggi, yang semua Nabi berteduh di bawah panjinya, maka (para Nabi) mereka bersumber darinya dan akan menuju padanya; dan (limpahkanlah) shalawat, kesejahteraan, dan keberkahan kepadanya dan (limpahkan pula) kepada keluarganya; sebanyak jumlah makhluk yang Engkau ciptakan; yang Engkau berikan rizki; yang Engkau matikan; yang Engkau hidupkan; (hingga ketika) hari (di mana) Engkau bangkitkan mereka yang Engkau matikan sebelumnya; dan (limpahkanlah) kesejahteraan sebanyak-banyaknya; dan segala puji hanya bagi Allaah, Tuhan semesta alam.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-1718581167121249309?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/1718581167121249309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/shalawat-badawiyyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/1718581167121249309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/1718581167121249309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/shalawat-badawiyyah.html' title='Shalawat Badawiyyah'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_o9eZuN9WKS0/S9nVdw2VCNI/AAAAAAAAAKo/KhCdp3hK0xY/s72-c/Shalawat+Badawiyyah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-8648237489269765883</id><published>2010-08-18T16:16:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.125-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Shalawat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Shalawat Nuuridzdzaati</title><content type='html'>Bismillaahirrohmaanirrohiim&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Allaahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadininnuuridzdzaatii&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;wassirrissaarii fii saa- iril asmaa-i washshifaati wa ‘alaa aalihi washohbihi wasallim”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;“Yaa Allah berikanlah rahmat, salam sejahtera dan keberkahan kepada junjungan kami, yaitu Nabi Muhammad, cahaya Dzat (Allah) dan rahasia Yang mempunyai rahasia dalam seluruh nama dan sifat”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-8648237489269765883?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/8648237489269765883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/shalawat-nuuridzdzaati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/8648237489269765883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/8648237489269765883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/shalawat-nuuridzdzaati.html' title='Shalawat Nuuridzdzaati'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-1183142168577969787</id><published>2010-08-18T16:15:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.125-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Shalawat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Shalawat Munjiyat</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: large;"&gt;ﺍﻠﻠﻬﻡ ﺼﻞﻋﻟﻰ ﺴﻴﺪ ﻧﺎﻣﺤﻣﺪ٬ ﺼﻼﺓ ﺘﻨﺠﻴﻧﺎ ﺒﻬﺎ ﻤﻥ ﺠﻤﻴﻊ ﺍﻷﻫﻮﺍﻞ ﻮﺍﻻﻓﺎﺖ٬ ﻮﺘﻘﻀﻰ ﻠﻨﺎ ﺒﻬﺎ ﻤﻥ ﺠﻤﻴﻊﺍﻠﺤﺎﺠﺎﺖ٬ ﻮﺘﻄﻬﺭﻨﺎﺒﻬﺎ ﻤﻥ ﺠﻤﻴﻊ ﺍﻠﺴﻴﺌﺎﺖ٬ ﻮﺘﺭﻔﻌﻧﺎ ﺒﻬﺎﻋﻧﺪ ﻚﺍﻋﻠﻰﺍﻠﺪ ﺮﺟﺎﺖ٬ ﻮﺘﺒﻠﻐﻧﺎ ﺒﻬﺎ ﺍﻘﺼﻰ ﺍﻠﻐﺎﻴﺎﺕ٬ ﻤﻥ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻠﺨﻴﺮﺍﺕ ﻔﻰﺍﻠﺤﻴﺎﺓ ﻮﺒﻌﺪ ﺍﻠﻤﻤﺎ ﺕ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;versi Indonesianya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Allohumma sholli ‘ala syaiyida muhammad&lt;br /&gt;wa’ala ali syaiyidina muhammad&lt;br /&gt;sholatan tunjina biha min jami’il ahwali wal afat&lt;br /&gt;wataqdilana biha jami’il hajat&lt;br /&gt;watutohhiruna biha min jami’is syai yiat&lt;br /&gt;watarfa’una biha a’lad darojat&lt;br /&gt;watuballi ghuna biha aqshol ghoyat&lt;br /&gt;min jami’il khoiroti fil hayati waba’dal mamat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;artinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Tuhanku, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw dan keluarganya. Semoga dengan itu Engkau selamatkan kami dari segala macam bencana dan musibah, Engkau tunaikan segala hajat kami, Engkau hindarkan kami dari segala kejahatan, Engkau tingkatkan derajat kami, dan engkau sampaikan tujuan kami baik dalam hidup kami atau sesudah mati kami”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampak tidak ada sedikitpun dari doa ini yang aneh. Tapi bagi golongan faham tertentu, doa ini sdh dianggap pintu murtad. Alasannya Aneh bin ajaib, yakni dianggap bahwa Nabi Muhammad dianggap sebagai Tuhan yang melepaskan orang dari marabahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang tidak pernah belajar nahwu (grammar) tentu akan ketakutan dituduh syirik begitu. Apalagi yang menuduh berpenampilan “sangat Islami” dengan jenggot beberapa lembar dan dahi yang hitam. Tidak heran bagi awam akan langsung ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal telah jelas di kalimat tersebut,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahwa kata “tunjiina biha min jamiil ahwal” itu memiliki fiil “tunjiina” dan jar-majrur “biha”. “Tunjina” itu dari kata kerja yunjii (menyelamatkan) yang ber-fail (subject) Anta (Engkau), yg tak lain adalah Allah (yg disebut di “Allahumma” tadi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan “biha” adalah kata depan bi (dengan) ditambah ha (kata ganti muannats untuk kata shalawat yang sudah jelas muannats). Jadi maknanya adalah “dengan berkah dari membaca shalawat itu, semoga Engkau, Ya Allah, menyelamatkan kami dari marabahaya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari analisa grammar ini, jelaslah bahwa pelaku (subject) dari “menyelamatkan” itu jelaslah kata “Engkau” (Allah SWT). Untuk itu tidak ada sedikitpun kemurtadan di sana. Justru dengan memohonnya langsung kepada Allah SWT dg diiringi bacaan shalawat itu, akan membuat doa jadi di-ijabahi oleh Allah SWT. Insya Allah dengan analisa ini, seorang muslim tidak akan mudah lagi dipermainkan oleh sekte radikal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sarana dan tujuan” atau “wasilah dan ghayah”, seringkali tidak bisa dipahami dengan mudah oleh sekte radikal. Entah virus apa yang bercokol di hatinya hingga sedemikian kerasnya tidak mau menerima nasihat. Padahal telah mafhum, bahwa bila orang sakit pergi ke dokter itu, maka yang menyembuhkan adalah Allah SWT dan bukan dokter. Di sana dokter hanya sbg wasilah dan bukan ghoyah. Orang minum mixagrip kemudian flunya sembuh, maka bukanlah mixagrip yang menyembuhkannya, melainkan Allah SWT, dengan memakai perantara (wasilah) mixagrip. Demikian pula dengan shalawat yang menjadi wasilah atas terkabulnya doa oleh Dzat yang kita tuju yakni Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, mari kesampingkan segala ocehan sekte radikal tersebut, tidak usah dibuka websitenya yang penuh racun itu, agar kita semua, ummat Islam selamat di dunia hingga akhirat kelak. Amin ya rabbal aalamiin. Mari perbanyak membaca shalawat dan salam kepada Baginda Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-1183142168577969787?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/1183142168577969787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/shalawat-munjiyat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/1183142168577969787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/1183142168577969787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/shalawat-munjiyat.html' title='Shalawat Munjiyat'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-1810593268466358150</id><published>2010-08-18T16:14:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.126-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Shalawat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Shalawat Nuurul Anwar</title><content type='html'>“Bismillaahirrohmaanirrohiim. Allaahumma sholli ‘alaa nuuril anwar wasirril asror watiryakil aghyaar wamiftahi baabal yasaar sayyiidinaa wa maulaanaa muhammadinil mukhtar wa aalihil ahyaar wa ash haabihil akhyaar ‘adada ni’amillaahi wa ifdhaa lihi”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-1810593268466358150?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/1810593268466358150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/shalawat-nuurul-anwar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/1810593268466358150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/1810593268466358150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/shalawat-nuurul-anwar.html' title='Shalawat Nuurul Anwar'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-6545276596767686177</id><published>2010-08-14T20:22:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.126-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatanku'/><title type='text'>Nasib Rumah Kelahiran Rasulullah SAW</title><content type='html'>Rumah kelahiran Nabi Muhammad SAW, berukuran sekitar 15 x 10 meter.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bangunannya tergolong jelek di antara bangunan megah di kawasan Masjidil Haram, bahkan untuk disebut sederhana pun tak cocok untuk ukuran masa kini. Apa lagi jika dibandingkan dengan masjid Al-Jin dan Kucing yang dekat dengan Masjidil Haram. Kesan tertinggal jauh amat kuat. Bahkan disebutkan sederhana untuk sebuah negeri kaya minyak sangat tidak cocok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah rumah atau tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW, nabi yang besar dan terakhir dari sejumlah nabi yang dikenal dan disebut dalam AlQuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bangunannya jadul," kata seorang pengunjung dari Jakarta. "Jadul" maskudnya, jaman dulu amat. Kuno sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Masjid Al Jin. Bangunannya tergolong "wah". Karpet serba mewah dan dinding serba marmer. Demikian juga masjid Kucing. Maski bentuk dan luas lahannya tak lebih dari 100 meter persegi, tapi tergolong bagus dan indah dipandang mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Jin terletak di kampung Ma'la, tidak jauh dari Pemakaman Ma'la. Masjid ini juga di beri nama "Masjid Bai'ah", karena ditempat ini para Jin berjanji (ber-bai'at) kepada Rasulullah SAW untuk beriman kepada Al-quran dan ajaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan, setelah salat Subuh Rasulullah SAW dan para sahabat, ketika dibacakan beberapa ayat Al-quran dan sekumpulan Jin sedang dalam perjalanan ke Tihamah mendengar, lalu mereka berdialoq dengan Nabi SAW. kemudian mereka menyatakan dirinya beriman kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat itulah Allah SWT menurunkan wahyu, dalam Al-quran surat Al-Jin ayat 1-2 yang berbunyi: Telah diwahyukan kepadamu bahwa sekumpulan Jin mendengarkan ayat Al-quran. Lalu mereka berkata: "sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-quran yang menakjubkan. Yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar, karena itu kami tidak akan mempersekutukan Allah SWT kami dengan siapapun juga".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Kucing juga punya kisah sendiri. Ketika Rasulullah SAW sedang salat berjamaah dengan para sahabat, waktu Rasulullah SAW sedang sujud ada kucing yang naik ke atas punggungnya. Karena sayangnya Rasulullah SAW kepada kucing, Beliau menunggu sampai kucing itu turun dari punggungnya, Beliau tidak mengusirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kenapa orang Arab tak sayang dengan peninggalan sejarah sekelas bekas tempat kelahiran Rasullullah? Panglima Perang dari Mesir, Salahudin Al Ayubi saja membuat sayembara membuat puisi bernafaskan Islami dan menamamkan kecintaan kepada Rasulullah untuk menyatukan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salawat Barjanji adalah salah satu ungkapan sebagai rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Lantas, kenapa bangunan tersebut terabaikan di tengah perluasan Masjidil Haram yang kini tengah diperluas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-6545276596767686177?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/6545276596767686177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/nasib-rumah-kelahiran-rasulullah-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/6545276596767686177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/6545276596767686177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/nasib-rumah-kelahiran-rasulullah-saw.html' title='Nasib Rumah Kelahiran Rasulullah SAW'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-8849653840910982559</id><published>2010-08-14T17:17:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.126-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatanku'/><title type='text'>Kehidupan Adalah Anugerah</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Hari ini, sebelum lisan berkata buruk, bayangkan mereka yang tidak mampu bicara.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menghujat citarasa makanan, pikirkan mereka yang kesulitan mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mencela pasangan hidupmu, bayangkan mereka yang masih menghiba untuk dikaruniai jodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum bersungut pada kehidupan, pikirkan mereka yang telah meninggal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memarahi anak-anakmu, bayangkan mereka yang sulit mendapatkan keturunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menggerutu malasnya membersihkan rumah, bayangkan mereka yang hidup sehari-hari di lorong jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mengomel tentang jauhnya perjalanan saat berkendara, bayangkan mereka yang berjalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mengoceh tentang pekerjaanmu, empatilah pada mereka yang menganggur dan berharap bisa memiliki posisi sepertimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menyalahkan orang lain, ingat-ingatlah bahwa tak satupun manusia yang hidup tanpa cela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, janganlah menyerah karena masalah, tapi tersenyum dan berterimakasihlah karena kita masih diijinkan hidup.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-8849653840910982559?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/8849653840910982559/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/kehidupan-adalah-anugerah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/8849653840910982559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/8849653840910982559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/kehidupan-adalah-anugerah.html' title='Kehidupan Adalah Anugerah'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-6413735769582841377</id><published>2010-08-14T17:16:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.126-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatanku'/><title type='text'>Nama Nama Wanita Yg Indah</title><content type='html'>1. Sayyidah ; pemuka wanita.&lt;br /&gt;2. Al-Insiyat haura' ; wanita bidadari.&lt;br /&gt;3. Al-Nuriyah ; wujud dari hakikat bercahaya.&lt;br /&gt;4. Al-Haniyyah ; wanita penyayang terhadap anak2nya.&lt;br /&gt;5. Al-'Adra' ; perawan.&lt;br /&gt;6. Al-Karimah ; wanita mulia.&lt;br /&gt;7. Al-Rahimah ; wanita pengasih.&lt;br /&gt;8. Al-Syahidah ; wanita yang mati syahid.&lt;br /&gt;9. Al-'Afifah ; wanita yang menjaga harga diri.&lt;br /&gt;10. Al-Qani'ah ; wanita yang merasa cukup.&lt;br /&gt;11. Al-Rasyidah ; wanita yang sempurna kedewasaannya.&lt;br /&gt;12. Al-Syarifah ; wanita agung.&lt;br /&gt;13. Al-Habibah ; kekasih.&lt;br /&gt;14. Al-Muharramah ; wanita suci yang dihormati.&lt;br /&gt;15. Al-Shabirah ; wanita yang penyabar; tabah.&lt;br /&gt;16. Al-Salimah ; wanita tanpa cacat dan kekurangan.&lt;br /&gt;17. Al-Mukarramah ; wanita yang dimuliakan.&lt;br /&gt;18. Al-Shafiyyah ; wanita suci.&lt;br /&gt;19. Al-Al-'Alimah ; wanita berilmu; berpengetahuan.&lt;br /&gt;20. Al-ma'shumah ; wanita yang terjaga dari kesalahan dan dosa.&lt;br /&gt;21. Al-Maghshubah ; wanita yang dirampas haknya.&lt;br /&gt;22. Al-Madhlumah ; wanita yang teraniaya.&lt;br /&gt;23. Al-Manshurah ; wanita yang beroleh pertolongan Allah.&lt;br /&gt;24. Al-Maimunah ; wanita penuh berkah.&lt;br /&gt;25. Al-muhtasyamah ; wanita terhormat.&lt;br /&gt;26. Al-Jamilah ; wanita cantik.&lt;br /&gt;27. Al-Jalilah ; wanita agung.&lt;br /&gt;28. Al-Mu'adhdhamah ; wanita yan diagungkan.&lt;br /&gt;29. Hamilat al-balwa bighairi syakwa ; wanita penanggung derita tanpa mengeluh.&lt;br /&gt;30. Halifat al-ibadah wa al-taqwa ; wanita yang sumpahnya adalah ibadah dan takwa.&lt;br /&gt;31. Habibatullahi ; kekasih Allah.&lt;br /&gt;32. Bint al-shafwah ; putri kekasih Allah.&lt;br /&gt;33. Rukn al-huda ; tonggak petunjuk.&lt;br /&gt;34. ayat al-nubuwwah ; tanda kenabian.&lt;br /&gt;35. Syafi'at al-ushat ; pemberi syafaat orang2 yang berbuat maksiat.&lt;br /&gt;36. Ummu al-khirah ; ibu orang2 baik.&lt;br /&gt;37. Tuffahat al-jannah ; apel surga.&lt;br /&gt;38. Al-Muthahharah ; wanita yang disucikan.&lt;br /&gt;39. Sayyidat al-nisa' ; penghulu kaum wanita.&lt;br /&gt;40. Bint al-mushthafa ; putri manusia pilihan.&lt;br /&gt;41. Shafwatu rabbiha ; wanita kekasih tuhannya.&lt;br /&gt;42. Mauthin al-huda ; tempat asal petunjuk.&lt;br /&gt;43. Qurratu 'ain al-mushthafa ; penggembira hati Rasulullah saw.&lt;br /&gt;44. Badh'at al-mushthafa ; bagian tubuh rasulullah saw.&lt;br /&gt;45. Mahajjatu qaib al-mushthafa ; darah kehidupan jantung Rasulullah saw.&lt;br /&gt;46. Baqiyyat al-mushthafa ; peninggalan Rasulullah saw.&lt;br /&gt;47. Al-Hakimah ; wanita bijaksana.&lt;br /&gt;48. Al-Fahimah ; wanita yang paham.&lt;br /&gt;49. Al-'Aqilah ; wanita yang berakal.&lt;br /&gt;50. Al-Mahzunah ; wanita yang bersedih hati.&lt;br /&gt;51. Al-Makrubah ; wanita yang sengsara.&lt;br /&gt;52. Al-'Alilah ; wanita yang menderita sakit.&lt;br /&gt;53. Al-'Abidah ; wanita ahli ibadah.&lt;br /&gt;54. Al-Zahidah ; wanita zuhud; tidak dikuasai dunia.&lt;br /&gt;55. Al-Qawwamah ; wanita yang menghidupkan malam dengan ibadah.&lt;br /&gt;56. Al-Bakiyah ; wanita yang sering menangis.&lt;br /&gt;57. Baqiyyat al-nubuwwah ; peninggalan kenabian.&lt;br /&gt;58. Al-Shawwamah ; wanita ahli puasa.&lt;br /&gt;59. Al-'Athufah ; wanita yang sangat pengasih dan penyayang.&lt;br /&gt;60. Al-Raufah ; wanita pengasih.&lt;br /&gt;61. Al-Hannanah ; wanita penyayang.&lt;br /&gt;62. Al-Barrah ; wanita yang berbakti.&lt;br /&gt;63. Al-Syafiqah ; wanita pengasih.&lt;br /&gt;64. Al-Annanah ; wanita yang meratap.&lt;br /&gt;65. Walidat al-sibtain ; ibu dua cucu nabi saw.&lt;br /&gt;66. Dauhat al-nabiyyu ; pohon nabi saw.&lt;br /&gt;67. Nur al-samawi ; cahaya langit.&lt;br /&gt;68. Zaujat al-washiy ; istri washi(Imam ali bin Abi Thalib).&lt;br /&gt;69. Badr al-tamam ; bulan purnama.&lt;br /&gt;70. Ghurrat al-gharra' ; wanita termulia diantara yang mulia.&lt;br /&gt;71. Ruhu abihi ; jiwa ayahnya.&lt;br /&gt;72. Durrat al-baidha' ; mutiara putih.&lt;br /&gt;73. Washithatu qiladati al-maujud ; perantara mata rantai keberadaan.&lt;br /&gt;74. Durratu bahri al-syarafi wal wujud ; mutiara lautan kemuliaan dan keberadaan.&lt;br /&gt;75. Waliyyatullahi ; kekasih Allah.&lt;br /&gt;76. Sirrullahi ; rahasia Allah.&lt;br /&gt;77. Aminat al-wahyi ; orang tepercaya pengemban wahyu ilahi.&lt;br /&gt;78. 'Ainullahi ; mata Allah.&lt;br /&gt;79. Makniyyatu fi lamis sama' ; wanita yang memiliki kedudukan dialam langit.&lt;br /&gt;80. jamal al-aba' ; keindahan bagi leluhur.&lt;br /&gt;81. Syaraf al-abna' ; kemuliaan dan kebangaan bagi anak2nya.&lt;br /&gt;82. Durratu bahr al-ilmi wal kamal ; mutiara lautan ilmu dan kesempurnaan.&lt;br /&gt;83. Jauharat al-izzati wa al-jalal ; permata kemuliaan dan keagungan.&lt;br /&gt;84. Quthbi ruhal mafakhir al-saniyyah ; pusat poros kebanggaan tertinggi.&lt;br /&gt;85. Majmu'at al-maatsir al-'aliyyah ; pengumpul peninggalan2 tertinggi.&lt;br /&gt;86. Misykatu nurillahi ; ceruk(lubang) cahaya ilahi.&lt;br /&gt;87. Al-Zujajah ; kaca yang menampung pelita cahaya ilahi.&lt;br /&gt;88. Ka'bat al-mal li ahlil hajah ; kabah harapan bagi orang2 yang membutuhkan.&lt;br /&gt;89. Lailat al-qadr ; malam al-qadr.&lt;br /&gt;90. Lailat al-mubarakah ; malam yang penuh berkah.&lt;br /&gt;91. Ibnatu man shallat bihil malaikah ; putri orang yang malaikat bershalawat padanya.&lt;br /&gt;92. Qararu qalbi ummih al-mu'adhdhamah ; orang yang menyejukkan hati ibunya.&lt;br /&gt;93. 'Aliyat al-mahal ; wanita yang tinggi kedudukannya.&lt;br /&gt;94. Sirr al-'adhamah ; rahasia keagungan.&lt;br /&gt;95. Maksurat al-dzil'un ; wanita yang patah tulang rusuknya(akibat tendangan Umar bin Khaththab ra.)&lt;br /&gt;96. Radhidh al-shadr ; wanita yang patah tulang dadanya.&lt;br /&gt;97. Maghshubat al-haq ; wanita yang haknya dirampas.&lt;br /&gt;98. Khafiyyat al-qabr ; wanita yang kuburnya tersembunyi.&lt;br /&gt;99. Majhulat al-qadr ; wanita yang tidak diketahui keutamaannya.&lt;br /&gt;100. Al-Mumtahanah ; wanita yang diuji.&lt;br /&gt;101. Al-Madhlumu zaujuha ; wanita yang suaminya tertindas.&lt;br /&gt;102. Al-Maqtulu waladuha ; wanita yang putranya terbunuh.&lt;br /&gt;103. Al-Kautsar ; wanita yang melahirkan banyak keturunan.&lt;br /&gt;104. Al-Muhaddatsah ; wanita yang diajak bicara para malaikat.&lt;br /&gt;105. Al-Zahra ; wanita yang dicipta dari keagungan Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-6413735769582841377?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/6413735769582841377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/nama-nama-wanita-yg-indah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/6413735769582841377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/6413735769582841377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/nama-nama-wanita-yg-indah.html' title='Nama Nama Wanita Yg Indah'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-4775662503169125303</id><published>2010-08-14T17:11:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.126-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatanku'/><title type='text'>Mengejar Matahari</title><content type='html'>Mengejar matahari……..memang suatu kata yang mungkin hanya kalimat yang tak berarti, namun begitu banyak makna yang terpendam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mentari pagi bagi ku adalah mimpi-mimpi yang bisa mengajak aku pergi melewati waktu yang masih ada di belakang, matahari dengan kehangatanya bisa membuat aku merasa aku tak kan pernah sendiri dalam kehidupan ini, dengan sinar emasnya aku selalu merasa aku telah memiliki apa yang dikatakan dengan cinta,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemarin mungkin bisa dikatakan hari yang belum pernah kita katakan bahagia namun coba liat betapa indahnya pagi ini dengan sinar mentarai yang ajak kita untuk lebih maju lagi dan katakan pada duni a bahwa kita mampu untuk berjalan walau semua hilang tanpa bekas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-4775662503169125303?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/4775662503169125303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/mengejar-matahari.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/4775662503169125303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/4775662503169125303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/mengejar-matahari.html' title='Mengejar Matahari'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-6841903555077635538</id><published>2010-08-14T17:10:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.127-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatanku'/><title type='text'>Berpikir Positif</title><content type='html'>Mari perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini!&lt;br /&gt;Amati &lt;b&gt;pikiranmu&lt;/b&gt;, karena bisa saja menjadi &lt;b&gt;ucapanmu&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;Amati &lt;b&gt;ucapanmu&lt;/b&gt;, karena bisa saja menjadi &lt;b&gt;tindakanmu&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;Amati &lt;b&gt;tindakanmu&lt;/b&gt;, karena bisa saja menjadi &lt;b&gt;kebiasaanmu&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;Amati &lt;b&gt;kebiasaanmu&lt;/b&gt;, karena bisa saja menjadi &lt;b&gt;karaktermu&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;Dan amati &lt;b&gt;karaktermu&lt;/b&gt;, karena bisa jadi menjadi&lt;b&gt; nasibmu&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;* kalimat ini saya dapat dari seorang teman yang dia mendengarnya dari lisan anak-anak playgroup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering sekali kita menyalahkan orang lain atau faktor “X” ketika sesuatu yang tidak baik menimpa diri kita. Contoh : “Ah…kalo orang tua saya adalah orang kaya, maka aku tidak akan menderita seperti ini”, “Ini semua gara-gara kucing sialan itu!, kalau saja dia tidak lari ke jalan raya, aku tidak akan terjatuh”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullah…. Ya Allah jagalah kami dari sifat sombong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mencermati kalimat-kalimat di atas, maka kita dapat menyimpulkan bahwa ternyata diri kita sendirilah yang membawa kita kepada keadaan dimana kita berada saat ini, bukan orang lain. Dan jika kita berani jujur, maka semua yang kita ucapkan itu memang bermula dari pikiran kita sebagai bentuk dari aktualisasinya. Kemudian (sekali lagi jika kita berani untuk jujur) sebagian besar dari tindakan/perbuatan yang kita lakukankan adalah berangkat dari apa-apa yang diucapkan lisan. Dan seterusnya sampai kepada nasib yang ditentukan oleh karakter dan kebiasaan kita sendiri. Tidak mungkin ada seorang pemulung kecuali kebiasaan dan mentalnya adalah seorang pemulung. Tidak mungkin ada tukang batu kecuali pekerjaan sehari-harinya adalah berhubungan dengan bahan-bahan bangunan. Dan tidak mungkin ada seorang pilot, kecuali pekerjaan setiap harinya adalah menerbangkan pesawat.&lt;br /&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemenang selalu muncul dari individu-individu yang pantang menyerah. Mereka tidak kenal putus asa. Mereka selalu optimis dan tertantang untuk menuju perubahan yang dia inginkan. Seorang pemenang juga akan lahir dari keluarga-keluarga pemenang. Dimana jiwa dan mental seorang pemenang akan diturunkan dan diwariskan kepada orang tua kepada anak-anaknya. Dan pertanyaan adalah, siapakah Pemenang itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam karyanya, seorang ilmuwan muslim dari Turki, Harun Yahya mengatakan bahwa, Setiap manusia yang terlahir ke dunia adalah cerminan seorang pemenang. Karena setiap bayi yang terlahir itu adalah hasil dari perlombaan yang sangat hebat diantara sekian juta sel sperma sang ayah untuk membuahi sel telur ibu. Dan itu benar! Kita adalah visualisasi dari jiwa dan mental pemenang itu sendiri. Oleh karenanya, Harun Yahya menyimpulkan bahwa setiap manusia itu terlahir ke dunia sebagai seorang pemenang dengan segala potensi yang diberikan Allah kepadanya berupa organ tubuh dan nyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya hipotesa tersebut bisa kita ambil sebagai dasar untuk mengatakan bahwa setiap manusia itu adalah pemenang! Karena mau tidak mau, diri kita ini adalah salah satu sel sperma yang dahulu saling berlomba dengan saudara-saudara kita lainnya dalam rahim ibu. Dan ternyata Allah mentakdirkan “sel sperma kita” yang akhirnya berhasil menembus pertahanan yang kuat dari sel telur ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mental pemenang/sukses itu sudah tertanam dalam diri kita sejak di dalam rahim. Lalu bagaimana bisa di antara kita justru ada yang jauh dari sikap-sikap pemenang dan menjalani nasib sebagai orang yang “kalah” ketika tumbuh berkembang menjadi manusia seutuhnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasianya adalah ada di pikiran!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran kitalah yang sebenarnya membentuk dan mengarahkan kemana kita akan menjadi sesuatu. Bagaimana bisa? kita renungi kembali kalimat-kalimat di atas! Seseorang yang selalu mengeluh dan memikirkan sesuatu yang tidak mungkin banginya, akan diaktualisasikan dengan lisannya. Akhirnya dengan mengucapkan hal tersebut, semakin mantap dan yakinlah hatinya bahwa dirinya adalah benar-benar orang yang tidak mampu dan akan kalah. Keyakinan yang begitu mantap menyebabkan dia malas untuk beraktifitas apalagi melakukan hal yang dapat membawanya kepada impiannya. Berarti dalam tahap ini, pikirannya telah membawanya menjadi seorang yang malas, dan ini adalah sebuah tindakan yang dia lakukan. Kemalasan ini dia lakukan berhari-hari. Kehilangan motivasi dan semangat hidup. Nah dari sinilah kebiasaanya akan muncul, yaitu pemalas. Malas dalam segala hal. Dan ketika seseorang berlarut-larut dalam sebuah kebiasaan, maka bisa dipastikan itulah karakter/sifatnya. Dan ketika dia menjalani hari-harinya dengan watak pemalasnya, maka wajarlah jika hidupnya tidak seindah yang dia bayangkan. Dunia terasa sempit dan sepi. Akhirnya hidupnya berakhir di atas tempat tidur atau di dalam kamar mandi. Naudzubillahi min dzalik…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jika hanya dengan berpikir kita dapat menjadi sesuatu, maka mengapa kita tidak memikirkan hal-hal positif dalam hidup ini, agar apa yang kita pikirkan tersebut dapat menjadi kenyataan di masa depan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari berpikir positif!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari optimis untuk hidup yang lebih baik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Awali dengan basmalah, akhiri dengan hamdalah…&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-6841903555077635538?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/6841903555077635538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/berpikir-positif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/6841903555077635538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/6841903555077635538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/berpikir-positif.html' title='Berpikir Positif'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-7820547752141646319</id><published>2010-08-12T18:41:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.127-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>10 Keburukan berdebat dalam agama:</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;1. Memperburuk agama Allah. Meskipun mengaku menggunakan Al Quran dan sunnah, namun keahlian menafsirkan, logika yang berbeda menyebabkan kebenaran bersifat relatif/nisbi. Saya pribadi pernah berargumen dengan seorang yang memfitnah ulama, kemudian saya menggunakan dalil larangan menjelekkan orang lain sesama muslim, maka jawabannya adalah: “Anda tidak berhak menafsirkan ayat karena tidak memiliki kapasitas.” Saya sih maklum saja, tapi masalahnya yang bicara adalah orang yang tidak juga lebih baik dari saya dari bacaan Quran, tidak berbahasa arab, tidak hafal hadis, cuma berdasarkan kata gurunya, dan gurunya dari gurunya, dan dari gurunya dan seterusnya, entah guru yang mana yang memiliki kapasitas mencela ulama lain, wallahua’lam. Namu saya melihat disitulah letak kesombongannya, dimana dalil al Quran yang tidak perlu ditafsirkan/terjemah dibilang sebagai bentuk tafsiran. Apakah ayat ini masih butuh ditafsirkan?&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, jauhilah persangkaan (kecurigaan), karena sebagian dari persangkaan itu dosa. Dan jangan mencari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Al Hujurat 11-12).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kesombongan. Ini adalah hal yang paling berbahaya dari semua bahaya berdebat. Perdebatan yang mengarah kepada benarnya pendapat diri dan salahnya pendapat orang lain merupakan bentuk dosa dan maksiat yang paling besar. Kita tahu bahwa tugas dari kaum muslimin hanya menyampaikan kebenaran dan menjawab pertanyaan orang-orang yang mencari kebenaran. Maka kita wajib meninggalkan orang-orang yang berniat mencari keburukan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sia-sia. berdebat yang tidak diniatkan mencari kebenaran tapi mencari pembenaran akan sia-sia. Saat berdebat tentang apa yang dialami/disaksikan/dirasakan dalam hati maka tidaklah akan ditemukan titik temu kecuali orang-orang yang hatinya menyaksikan hal yang sama. Pencela akan berkumpul dengan pencela, penyaksi akan berkumpul dengan penyaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berdebat mengeraskan hati. Hati yang keras akan sulit menerima kebenaran. Dalam perdebatan agama, orang yang berdebat memiliki cara pandang bahwa kebenaran ada dalam tangannya, orang lain yang salah dan harus salah, meskipun orang tersebut benar. Hal ini termasuk efek yang mengerikan dari berdebat. Jadi orang yang suka berdebat akan sangat susah menerima kebenaran. Seperti firaun yang belum juga tobat setelah melihat mukjijat Musa, bahkan sampa laut terbelah membentuk dinding tinggi, hawa nafsu menutupi pandangannya, hingga dinding air tersebut menghempas dan nyawa sudah sampai ke tenggorokan pengakuan itu baru muncul. naudzubillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berdebat mengeruhkan hati. Hati orang yang berdebat cenderung keruh, atau kotor, hati yang kotor akan terpancar keluar dari lisan dan tindak-tanduknya. Sifatnya keras, mukanya keras, kaku. Hati yang kotor cepat mudah marah, cepat tersinggung, penuh prasangka, paranoid, sok tahu dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Berdebat membuat hati menjadi lalai mengingat Allah. Ini adalah hal yang buruk dari yang buruk. Tujuan orang beriman adalah mengabdi kepada Allah. Orang yang mengabdi tentu akan selalu ingat kepada Tuannya. Karena hamba yang buruk adalah hamba yang sibuk dengan dirinya sendiri. Allah senang diingat oleh hambaNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Membiasakan mencela. Orang yang suka berdebat pasti suka mencela. Berawal dari mencari cela untuk membenarkan argumen berubah menjadi mencela. Karena terlalu bersemangat maka digunakan strategi menjatuhkan kredibilitas sesorang di mata orang lain, yang menyebabkan orang tersebut dipermalukan, atau terlihat hina di mata orang lain. Sehingga kebenaran apapun yang keluar dari mulutnya akan hina juga. Sedangkan nyata-nyata bahwa mencela itu perbuatan keji, namun mereka selalu bersembunyi dibalik dalih bahwa ia sedang menyampaikan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Menjauhkan diri dari tobat. Bagaimana bertobat dalam kondisi merasa selalu/harus selalu benar. Ujung-ujungnya sombong lagi-sombong lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Menjauhkan diri dari ilmu dan kebenaran. Orang yang merasa dirinya benar akan menutup diri pendapat orang lain. Dan cenderung akan menerima dari sumber yang memperkokoh pendapatnya dan jalur dari orang yang dia anggap sejalan pemikirannya. Sehingga dunianya akan sempit, sesempit cara berpikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Dijauhi manusia. Orang suka berdebat tidak akan disukai oleh orang. bagaimana disukai, bila pekerjaannya hanya memaksakan pendapat dan tidak pernah mau mendengarkan pendapat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan berbantah-bantahan (berdebat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al Quran, masalah perselisihan tentang kebenaran memang sering ditujukan kepada Yahudi dan Nasrani, namun hendaknya hal tersebut juga menjadi pelajaran buat kaum muslimin, agar tidak terjebak dalam hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;213. Manusia itu adalah umat yang satu, maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Al Baqarah:213)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;105. Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat, (Ali Imran:105)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. (Al Baqarah:197)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al Anfaal:46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia-lah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya. (Ar Ra’d:13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;69. Allah akan mengadili di antara kamu pada hari kiamat tentang apa yang kamu dahulu selalu berselisih padanya. (Al Hajj:69)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-7820547752141646319?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/7820547752141646319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/10-keburukan-berdebat-dalam-agama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/7820547752141646319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/7820547752141646319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/10-keburukan-berdebat-dalam-agama.html' title='10 Keburukan berdebat dalam agama:'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-1268488754102950572</id><published>2010-08-02T12:28:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.127-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>DO'A HARIAN PUASA RAMADHAN</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;HARI KE-1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Jadikanlah puasaku sebagai puasa orang-orang yang benar-beanr berpuasa. Dan ibadah malamku sebagai ibadah orang-orang yang benar-benar melakukan ibadah malam. Da jagalah aku dari tidurnya orang-orang yang yang lali. Hapuskanlah dosaku... Wahai Tuhan sekalian alam. Ampunilah aku, Wahai Pengampun para pembuat dosa.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI KE-2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, dekatkanlah aku kepada keridhoanMU dan jauhkanlah aku dari kemurkaan setta alasanMU. Berilah aku kemampuan untuk membaca ayat-ayatMU dengan rahmatMU, Wahai Maha Pengasih dari semua Pengasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI KE-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, berikanlah aku rizki akal dan kewaspadaan dan jauhkanlah aku dari kebodohan dan kesesatan. Sediakanlah bagian untukku dari segala kebaikan yang KAU tuunkan, demi kemurahan-MU, Wahai Dzat Yang Maha Dermawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI KE-4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Berikanlah kekuatan kepadaku, untuk menegakkan perintah-perintahMU, dan berilah aku manisnya berdzikir mengngatMU. Berilah aku kekuatan untuk menunaikan syukur kepadaMU,dengan kemuliaanMU. Dan jagalah aku dengan penjagaanMU dan perlindunganMU, Wahai Dzat Yang Maha Melihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI K E-5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jadikanlah aku di antara orang-orang yang memohon ampunan, dan jadikanlah aku sebagai hambaMU yang shole dan setia serta jadikanlah aku di antaraAuliya'MU yang dekat di sisiMU, dengan kelembutanMU, Wahai Dzat ang Maha Pengasih di antara semua Pengasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI KE-6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, janganlah Engkau hinakan aku karena perbuatan maksiat terhadapMU, dan janganlah Engkau pukul aku dengan cambuk balasanMU. jauhkanlah aku dari hal-hal yang dapat menyebabkan kemurkaanMU, dengan anugerah dan bantuanMU, Wahai puncak keinginan orang-orang yang berkeinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI KE-7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, bantulah aku untuk melaksanakan puasanya, dan ibadah malamnya. Jauhkanlah aku dari kelalaian dan dosa-dosanya. Dan berikanlah ak dzikir berupa dzikir mengingatMU secara berkesinambungan, dengan taufiqMU, Wahai Pemberi Petunjuk orang-orang yang sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI KE-8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, berilah aku aku rizki berupa kasih sayang terhadap anak-anak yatim dan pemberian makan, serta penyebaaran salam, dan pergaulan dengan orang-orang mulia, dengan kemuliaanMU, Wahai tempat berlindung bagi orang-orang yang berharap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI KE-9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, sediakanlah untukku sebagian dari rahmatMU yangluas, dan berikanlah aku petunjuk kepada ajaran-ajaranMUyang terang dan bimbinglah aku menuju kepada kerelaanMU yang penu dengan kecintaanMU, Wahai harapan orang-orang yang rindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI KE-10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jadikanlah aku di antara orang-orang yang bertawakal kepadaMU, dan jadikanlah aku di antaraoran-orang yang menang di sisiMU, dan jadikanlah aku di antara orang-orang dekat kepadamU dengan ihsanmU, Wahai tujuan orang-orang yang memohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI KE-11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah,tanamkanlah dalam diriku kecintaan kepada perbuatan baik dan tanamkanlah dalam diriku kebencia tehadap kemaksiatan dan kefasikan. Jauhkanlah dariku kemurkaanMU dan ap neraka dengan pertoonganMU, Wahai Penolong orang-orang yang meminta pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI KE-12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah,hiasilah diriku dengan penutup dan kesucian. Tutupilah diriku dengan pakaian qana'ah dan kerelaan. Tempatkanlah aku di atas jalankeadilan dan sikap tulus. Amankanlah diriku dari setiap yang aku takuti dngan penjagaanMU, Wahai Penjaga orang-orang yang takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI KE-13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, sucikanlah diriku dari kekotoran dan kejelekan. Beriklah kesabaran padak untuk menerima segala ketentuan. Dan berilah kemampuan kepadaku untuk bertaqwa, dan bergaul dengan orang-orang yang baik dengan bantuanMU, Wahai Dambaan orang-orang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI KE-14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, janganlah Engkau hukum aku, karena kekeliruan yang kulakukan. Dan ampunilah aku dari kesalahan-kesalahan dan kebocoran. Janganlah Enkau jadikan dirik sebagai sasaran bla' dan malapetaka dengan kemuliaanMU, Wahai Kemuliaan kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI KE-15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, berilah aku rizki berupa ketaatan orang-orang yang khusyu'. Dan lapangkanlah dadakudengan taubatnya orang-orang yang menyesal, dengan keamanaanMU, wahai Keamanan untuk orang-orang yang takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI KE-16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, berilah aku kemampuan untuk hidup sebagaimana kehidupan orang-orang yang baik. Dan jauhkanlah aku dari kehidupan bersama orang-orang yang jahat. Dan naungilah aku dengan rahmatMU hingga sampai kepada alam alhirat. Demi ketuhanMU Wahai Tuhan seru sekalian alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI KE-17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, tunjukkanlah aku kepada amal kebajikan dan penuhilah hajat serta cita-citaku. Wahai Yang Maha Mengetahui keperluan, tanpa pengungkapan permohonan. Wahai Yang Maha Mengetahui segala yang ada di dalam hati seluruh isi alam. Sholawar atas Muhammad dan keluarganya yang suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI KE-18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, sadarkanlah aku akan berkah-berkah yang terdapat di sat saharnya. Dan sinarilah hatiku dengan terang cahayanya dan bimbinglah aku dan seluruh anggota tubuhku untuk dapat mengikuti ajaran-ajarannya Demi cahayMU ahai Penerang hati para arifin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI KE-19&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Alah, penuhilah bagianku dengan bekah-berkahna, dan mudahkanlah jalanku menuju kebaikan-kebaikannya. Janganlah Kau jauhkan aku dari keterimaan kebaikan-kebaikannya, Wahai Pemberi Petunjuk kepada kebenaran yang terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI KE-20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu surga dan tutupkanlah baiku pintu-pintu neraka, dan berkahilah kemampuan padaku untuk membaca Al Qur'an Wahai Penurun ketenangan di dalam hati orang-orang Mu'min.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI KE-21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, berilah aku petunjuk menuju kepada keridhoanMU. Dan janganlah Engkau beri jalan kepada setan untuk menguasaiku. Jadikanlah surga bagiku sebagai tempat tinggal dan peris tirahatan.Wahai Pemenuh keperluan orang-orang yang meminta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI KE-22&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu karunaMU, turunkan untuku berka-berkahmu. Berilah kmampuan untukku kepada penyebab-penyebab keridhoanM, dan tempatkanlah aku di dalam surgaMU yang luas, Wahai Penjawab doa orang-orang yang dalam kesempitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI KE-23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, sucikanlah ak dari dosa-dosa, dan bersihkanlah dirik dar segala aib. Tanamkanlah di dalam hatiku, Wahai Penghapus kesalahan orang-orang yg berdosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI KE-24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, aku memohon kepadaMU hal-hal yng mendatangkan keridhoanMU, dan aku berlindung denganMU dan hal-hal yang mendatangkan kemarahanMU, dan aku memohon kepadaMU kemampuan untuk mentaatiMU serta mengindari kemaksiatan terhadapM, Wahai Pemberi para peminta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI KE-25&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jadikanlah aku orang-orang yang mencintai AuliyaMU dan memusuhi musuh-musuhMU. Jadikanlah aku pengikut sunnah-sunah penutup Nabi-MU, Wahai Penjaga hati para Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI KE-26&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jadikanlah usahkusebagai usaha yang disyukuri, dan dosa-dosaku diampuni, amal perbuatanku diterima, dan seluruh aibku ditutupi, Wahai Maha Pendengar dan semua yang mendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI KE-27&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, rizki Lailatul Qadr, dan ubahlah perkara-perkaraku yang sulit menjadi mudah. Terimalah permintaan maafku, dan hapuskanlah dosa dan kesalahanku, Wahai Yang Maha Penyayang terhadap hamba-hambanya yang sholeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI KE-28&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah penuhkanlah hidupku dengan amalan-amalan sunnah, dan muliakanlah aku dengan terkabulny semua permintaan. Dekatkanlah perantaraanku kepadaMU di antara semua perantara, Wahai Yang tidak tersibukkan oleh permintaan orang-orang yang meminta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI KE-29&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, liputilah aku dengan rahmat dan berikanlah kepadaku taufiq dan penjagaan.Sucikanlah hatiku dan noda-noda fitnah wahai pengasih terhadap hamba-hambaNYA yang Mu'min.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI KE-30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jadikanlah puasaku disertai dengan syukur dan penerima di atas jalan keridhoanmU dan keridhoan Rasul. Cabang-cabangnya kokoh dan kuat berkat pokok-pokoknya., Demi kebaian Muhammad dan kelarganya yang suci, dan segala puji bagi Alah Tuhan sekalian alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DZIKIR DI BULAN RAMADHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda Nabi berpesan kepada umatnya :"Perbanyaklah pada bulan ini melakukam 4 (empat) hal. Yang dua sangat disukai Allah SWT dan yang dua lagi sangat Anda butuhkan." (HR. Ibnu Huzaimah, Imam Al-Baihaqi, Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hal yang disukai ALlah yaitu Bersaksi akan keesaan Allah dan beristiqfar. Asyhadu 'allaaha illallaah dan Astaqfirullah. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah. Aku memohon ampun kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hal yang sangat kita butuhkan yaitu :Memohon ridho dan surga Allah serta berlindung dari murka Allah dan siksa api neraka. Nas'aluka ridhooka wal jannata. Wa ba'uudzu bika min sakhotika wan naar. Kami memohon keridhoanMU dan masuk surga. Dan kami berlindung kepada MU dari kemurkaan MU dan dari api neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do'a lain yang harus kita perbanyak pada bulan Ramadhan yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALLAHUMMA INNAKA 'AFUWWUN KARIIM,TUHIBUL 'AFWA, FA'FU'ANNAA (Ya Allah , sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Pemaaf dan maha Pemurah. Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah (kesalahan) kami).﻿&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-1268488754102950572?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/1268488754102950572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/do-harian-puasa-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/1268488754102950572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/1268488754102950572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/08/do-harian-puasa-ramadhan.html' title='DO&amp;#39;A HARIAN PUASA RAMADHAN'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-5716704510847667350</id><published>2010-01-25T02:09:00.000-08:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.127-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Rakyat'/><title type='text'>Cerita Legenda dari Belitong - Datuk Temiang Belah</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Pada jaman dahulu kala,sekitar abad ke-18,  ditepi aliran Sungai Letang, Dusun Burung Mandi Desa Mengkubang  Kecamatan Manggar,pulau Belitong,hiduplah sepasang suami istri yang  terkenal dengan gelar “DATUK LETANG”.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Untuk kelangsungan hidupnya mereka  atasi dengan berladang padi dan menangkap ikan disungai dengan memakai  alat penangkap ikan dari bambu yang disebut BUBU.Pasangan suami istri  tersebut sampai menjelang usia lanjut belum juga memperoleh seorang  anak.Segala cara dan daya upaya telah mereka lakukan,akan tetapi belum  juga berhasil,akhirnya mereka hanya bisa pasrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu  hari,Datuk Letang pergi kesungai untuk melihat hasil tangkapan ikan dari  bubunya.Tapi apa yang didapatnya hanyalah sepotong bambu yang  tersangkut pada bubu.Datuk letangpun berpikir, mungkin bukan rejekinya  hari ini untuk bisa makan ikan. Maka batang bambu tersebut beliau  singkirkan dari bubunya, lalu dipasangkannya kembali bubu kedalam  sungai. Tetapi anehnya,berkali-kali bambu tersebut masuk kembali kedalam  bubunya, walaupun setiap kali setelah sekian kali disingkirkan, sekian  kali pula bambu tersebut kembali tersangkut pada bubu beliau.Akhirnya  bambu tersebut beliau ambil dan dibawa pulang kerumah dan diserahkannya  pada istrinya.Oleh istrinya bamboo tersebut dipergunakan untuk alat  penindih tikar tempat menjemur padi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian hari bamboo  tersebut dipergunakan oleh istri Datuk Letang (Tuk Letang) untuk  menindih tikar penjemur padi, pada suatu ketika saat istri tuk Letang  sendirian berada dirumah sambil menunggu jemuran padi dengan memegang  sepotong kayu kecil sebagai alat untuk mengusir ayam yang hendak memakan  padi, tanpa sengaja bamboo tersebut terpukul olehnya dan terbelah  menjadi dua bagian. Tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi yang sangat  keras melengking yang sempat membuat istri Tuk Letang terperanjat.  Setelah belaiau dekati bamboo yang terbelah dua tadi, terlihatlah  sesosok bayi yang terbungkus 2 lapis kain. Lapisan Luarnya disebut  CINDAI dan lapisan dalamnya disebut CUKIN. Selanjutnya bayi tersebut  beliau gendong dan ditimang-timang dengan suka citanya. Kegembiraan  beliau mendapatkan bayi yang sudah lama diinginkannya akhirnya terkabul,  sehingga kegembiraan beliau pada hari itu tidak terkirakan.Tanpa tersa  menjelang sore hari baru beliau sadar akan tugas-tugasnya yg terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  sekian hari bayi tersebut dipelihara. Pertumbuhan bayi tersebut sangat  cepat sekali, tidak seperti bayi biasanya.Hal itu membuat suami istri  tersebut semakin gembira dan sangat menyayanginya.Demikian pula dalam  waktu singkat anak tersebut telah pandai berbicara dan bahkan pandai  mengaji dan melaksanakan sholat tanpa ada yang mengajarinya. Sedangkan  pada waktu itu, penyebaran agama Islam belum sampai ke daerah tempat  kediaman mereka. Semua tidak lain karena kekuasaan serta atas kehendak  ALLAH SWT.Melihat keadaan demikian, membuat istri Tuk Letang semakin  bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datung Letangpun sangat berbahagia atas kehadiran anak  yg sudah lama diimpikannya. Namun ada hal yang membuat datuk letang  bersedih. Kehidupannya pada saat itu masih sangat primitif sekali.  karena beliau adalah bukan orang sembarangan. Beliau adalah seseorang  yang sakti serta disegani oleh orang-orang disekitarnya. Kehebantannya  antara lain beliau dapat pergi kepulai jawa hanya 2 kali mengayuh dayung  dengan duduk diatas kayu apung hanya untuk membali garam dapur, dapat  menguusir perompak/bajak laut tanpa memakai senjata . Karena kesaktian  serta kehebatan beliaulah yang membuat tuk letang tidak dapat mengikuti  perilaku anak angkatnya tersebut untuk melaksanakan ajaran islam. Beliau  merasa malu kepada anak angkatnya dan kepada dirinya sendiri. Untuk  mengikuti perbuatan anak angkatnya bagi tuk letang adalah hal yang tidak  mungkin.Karena rasa malunya yang tidak dapat dihilangkannya, akhirnya  tuk letang berniat meninggalkan istri dan anak angkatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk  itu beliau telah mempersiapkan sebuah perahu yang dibuatnya diam-diam  disebuah pulau kecil yang terletak dipantai Burung mandi.&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281510040852733874" src="http://3.bp.blogspot.com/_AT-N4qkxvVs/SUuxZkavn7I/AAAAAAAAACo/hU70QEDSeQs/s400/pantai+burung+maindi.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 220px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  merasa persiapan telah rampung, tanpa berpamitan pada istri dan anak  angkatnya, Tuk letang pergi meninggalkan kampung halamannya dan juga  anak angkat dan istrinya. Dan sejak saat itu tidak pernah lagi terdengar  kabar berita tentang Datuk Letang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepergian tuk letang membuat  istri dan anak angkatnya sangat bersedih. Keadaan demikian dirasakannya  pada tahun-tahun pertama kepergian tuk letang, selanjutnya berjalan  dengan waktu mereka dapat melupakan kesedihan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal  Tuk Letang, kehidupan Istri Tuk Letang dan anak angkatnya berjalan  normal. Sang anak angkat telah menjadi seorang pemuda gagah dan tampan  serta taat menjalankan perintah agama islam, Untuk mengatasi kebutuhan  hidupnya, mereka masih berladang padi serta mengankap ikan di sungai dan  dilaut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menambah ilmu agamanya, sesekali pemuda gagah dan  tampan tersebut pergi merantau kepelosok negeri meninggalkan ibu &amp;amp;  kampung halamannya,sambil terus menyebarkan agama islam kenegeri-negeri  yang disinggahinya.Akhirnya pemuda tampan dan gagah itu terkenal  diseluruh pelosok negeri dan mendapat gelar ”DATUK TEMIANG BELAH”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  perantauannya beliau menikah dan memperoleh anak.Dan salah satu anak  Datuk Temiang belah bernama ”DALIP” yang nantinya akan menjadi seorang  RAJA disuatu daerah yang terletak dimuara sungai Lenggang yang terkenal  dengan nama ”TANAH GENTING” atau lebih terkenal dengan nama ”KERAMAT  GENTING” Sedangkan sang Raja ”DALIP” dikenal dengan gelar ”KERIA  LENGGANG BERDARAH PUTE”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datuk Temiang Belah yg terkenal  diseluruh pelosok negeri sebagai penyebar agama Islam, semakin sering  meninggalkan kampung halamannya. Ketenaran nama beliau disamping sebagai  penyebar agama Islam adalah karena kesaktian beliau antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  beliau dapat Memotong batu gunung tanpa menggunakan alat pemotong  menjadi 3 bagian. Hal tersebut beliau lakukan ketika menyelesaikan  perselisihan tiga penganut agama agama (islam, kristen dan Kong Fu Tju)  karena masing-masing mereka mengakui batu yang dikeramatkan sebagai  milik mereka. 3 bagian batu gunung tersebut saat ini masih terdapat di  ”PANTAI SAMAK MANGGAR”, yang dianggap keramat oleh masyarakat  sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Belau yang memadamkan kebakaran yang melanda  KERAJAAN MATARAM yang telah berlangsung lama hanya dengan secerek air  yang belaiu kucurkan disekeliling kerajaan. Atas keberhasilannya,  kerajaan Mataram memberikan hadiah sebuah "PARANG KUTING" yang beliau  rubah bentuknya menjadi "KERIS BERLOK TUJUH".keris ini bergagang dan  bersarung emas seberat 2 kg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Beliau juga dapat membuat benda  benda pusaka seperti PEDANG (41 macam)dari yang ukuran sepanjang 1.5  meter sampai hanya sebesar batang lidi. Ada yang diberi nama SUNDANG,  BADIK, KEDIK dan PEDANG LIDI. Ada lagi GONG TULI (2 buah)yang Jika  dipukul oleh keturunannya akan mengeluarkan suara nyaring dan  bergaung.Ada lagi KELINANG (12 buah)yg bentuknya seperti gong dan  besarnya 1/3nya. Ada lagi TOMBAK BERAMBU yaitu Sebuah tombak yang  diujungnya terdapat bulu-bulu/ rambut. Dan juga BATU PETUNANG (1 bh) yg  berbentuk seperti buah kentang terbuat dari kuningan (sebagai alat  membunuh jarak jauh) ada dan lain-lainnya. Benda-benda tersebut sampai  hari ini sebagian dititipkan di MUSIUM TANJUNG PANDAN di BELITUNG. Ahli  waris terakhir yang menyimpan benda-benda pusaka tersebut sebelum  diserahkan ke MUSIUM Tanjung Pandan adalah: Bapak Said bin Unus bin  Mohd.Saleh bin Dalip. Saat ini berusia 80 tahun, dan bertempat tinggal  di Desa Sukamandi Desa Mengkubang Kecamatan Manggar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut cerita orang-orang tua, Datuk Temiang Belah dimakamkan secara simbolis di PUNCAK GUNUNG TAJAM,Belitung.&lt;/div&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281510037471468130" src="http://4.bp.blogspot.com/_AT-N4qkxvVs/SUuxZX0lmmI/AAAAAAAAACg/3YrJvwL-g6g/s400/gunung+tajam.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 206px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemakamannya  dipuncak gunung tajam sesuia dengan permintaannya pada saat belaiu  terakhir sekali akan menginggalkan kampung halamannya. Belaiu berpesan,  jika beliau meninggal agar dimakamkan disuatu tempat yang terletak  diantara langit dan bumi.&lt;br /&gt;mengapa disebutkan secara simbolik, karena  yang dimakamkan ditempat tersebut hanyalah TIKAR dan BANTAL beserta  binatang peliharaan beliau seekor kucing yang di kubur berada disamping  makan beliau, dan sampai hari ini makam belau itu dikenal oleh penduduk  Belitong dengan nama KERAMAT GUNUNG TAJAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga berpesan  kepada SELURUH KETURUNANNYA agar melaksanakan Upacara Adat TURUN TANGGA  TEBU. Pelaksanaan upacara adat tersebut saat masih berlaku dan  dilaksanakan oleh para Keturunan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan pelaksanaan upacara adat tsb antara lain :&lt;br /&gt;1.Bagi anak laki-laki dan turunannya dari anak laki-lakinya berlangsung seterusnya, mempergunakan 7 tingkatan tangga tebu.&lt;br /&gt;2.Untuk  anak perempuan turunan pertama, mempergunakan 3 tingkat anak tangga  tebu, sedangkan untuk selanjutnya turunannya tidak melaksanakan upacara  adat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantangan bagi seluruh keturunan dari Datuk Temiang Belah antara lain :&lt;br /&gt;1.Dilarang memakan sayuran yang berasal dari REBUNG BAMBU&lt;br /&gt;2.Dilarang Dipukul dengan banbu ataupun barang yg beruas atau berbuku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah secara singkat Legenda sejarah leluhur Datuk Temiang Belah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note:&lt;br /&gt;Ditulis ulang &amp;amp; diedit oleh Heldinia tgl 1 Desember 2006&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Buku Silsilah Keluarga Keturunan Datuk Temiang Belah&lt;br /&gt;Penyusun Bapak Pak Long SAYUTI bin M.SALEH.A&lt;br /&gt;Dusun Baru Selatan, Manggar Mei 1997&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-5716704510847667350?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/5716704510847667350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/01/cerita-legenda-dari-belitong-datuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/5716704510847667350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/5716704510847667350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2010/01/cerita-legenda-dari-belitong-datuk.html' title='Cerita Legenda dari Belitong - Datuk Temiang Belah'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AT-N4qkxvVs/SUuxZkavn7I/AAAAAAAAACo/hU70QEDSeQs/s72-c/pantai+burung+maindi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-4492291642243404918</id><published>2009-12-12T07:54:00.000-08:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.128-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmuwan Islam'/><title type='text'>Astronom-astronom Muslim</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Jabir bin Aflah adalah astronom Muslim pertama di Eropa yang membangun observatorium Giralda, di Serville. Karyanya&amp;nbsp; berjudul &lt;i&gt;The Book of Astronomy&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="right" height="280" mce_src="/images/foto/esterlab.jpg" src="http://hidayatullah.com/images/foto/esterlab.jpg" width="242" /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Astronomi merupakan ilmu yang telah lama menjadi objek kajian umat Islam. Melalui kajian ilmu ini kaum Muslimin mampu mengurai misteri benda-benda langit dan memberikan sumbangan berharga bagi dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian terhadap astronomi telah melahirkan astronom-astronom Muslim yang berpengaruh besar pada tingkat dunia. Berikut tujuh astronom di antaranya, yang banyak menjadi rujukan para ilmuwan, baik Muslim maupun non-Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;1. Al-Farghani&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama lengkapnya Abu'l-Abbas Ahmad ibn Muhammad ibn Kathir al-Farghani. Ia lahir di Farghana, sebuah kota di tepi sungai Sardania, Uzbekistan. Para ilmuwan Barat pada abad pertengahan memanggilnya dengan sebutan Al-Fraganus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Farghana hidup pada masa pemerintahan Khalifah Al-Ma'mun pada abad ke-9 Masehi. Pada masa itu, pemerintah memang memberikan dukungan bagi berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk kajian astronomi. Bahkan Khalifah membangun sebuah lembaga kajian yang disebut Akademi Al-Ma'mun. Al-Farghani merupakan salah satu ilmuwan yang direkrut untuk bergabung dalam akademi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akademi itu, Al-Farghani melakukan eksperimen untuk menentukan diameter bumi. Ia menjabarkan pula jarak dan diameter planet-planet lainnya. Astronom ini juga memperkenalkan istilah-istilah dari bahasa Arab asli seperti azimuth, zenith, nadir, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Farghani menulis dua karya yang masyhur. Salah satunya adalah Fi al-Harakat al-Samawiya wa Jawami Ilm al-Nujum. Buku tersebut mengupas gerakan celestial dan kajian atas bintang. Naskah asli berbahasa Arab kedua buku itu sampai saat ini masih tersimpan di Paris (Prancis) dan Berlin (Jerman).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad ke-12 M, karya Al-Farghani telah diterjemahkan dengan judul The Elements of Astronomy. Terjemahan ini telah memberi pengaruh besar bagi perkembangan astronomi di Eropa sebelum masa Regiomontanus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Ibnu Rusta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama lengkapnya Abu Ali Ahmad bin Umar bin Rusta. Ia seorang astronom yang teorinya selalu berlandaskan pada Al-Qur`an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukunya yang terkenal adalah Al-A'lak an-Nafisah yang ditulis antara tahun 903 hingga 913 M. Buku ini diperbaharui oleh De Goeje (Leiden) tahun 1892 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku karya Ibnu Rusta tersebut menjelaskan berbagai macam disiplin ilmu, di antaranya matematika, geografi, dan sejarah. Bab-bab awal berisi sfera-sfera langit, tanda-tanda zodiak, planet-planet, posisi planet bumi di alam semesta, serta bentuk, ukuran, dan sferisitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Rusta berusaha membedakan secara sistematis antara geografis matematis dan geografis astronomis. Ia bahkan berusaha membahas secara ringkas sumber-sumber ilmu pengetahuan, berbagai macam tinjauan, serta teori-teori astronomi Arab, Yunani, dan India. Pandangan-pandangan para astronom tentang rotasi termasuk pula di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku tersebut, setelah kata pengantar, Ibnu Rusta menambahkan deskripsi kota Mekah dan Madinah. Ilmuwan ini banyak mengutip ayat-ayat Al-Qur`an untuk memperkuat pandangan-pandangan ilmiahnya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;3. Ibnu Iraq&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bernama lengkap Abu Nasr Mansur bin Ali Ibnu Iraq. Ia dikenal sebagai astronom dan ahli matematika terkemuka sekitar tahun 1000 M. Riwayat hidupnya ditulis dalam kitab Al-Amir dan Mawla Amir al-Mu'minin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kurang lebih 15 naskah tentang matematika dan astronomi yang ditulis olehnya. Ia dipuji para ilmuwan karena metode temuannya dalam menentukan titik apooge, yaitu titik terjauh dari bumi saat beredar mengelilingi matahari, yang selalu berubah-ubah pada ekliptika (orbit dimana matahari kelihatan bergerak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Jabir bin Aflah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Jabir bin Aflah sering dikacaukan dengan tokoh Jabir Ibnu Hayyan, seorang ahli kimia abad ke 8 M. Keduanya memiliki nama Latin yang sama, yaitu Geber. Padahal Jabir Aflah atau Muhammad Jabir bin Aflah adalah astronom pada abad pertengahan. Dia berasal dari Serville.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabir bin Aflah adalah astronom Muslim pertama di Eropa yang membangun observatorium Giralda. Observatorium ini terletak di kota kelahirannya, Serville.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun karya astronominya antara lain buku berjudul &lt;i&gt;The Book of Astronomy.&lt;/i&gt; Salinan buku ini sampai sekarang masih tersimpan di Berlin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku tersebut, Jabir dengan tajam mengkritik beberapa pandangan dan pikiran astronom Ptolemaneus, terutama pendapat yang menegaskan bahwa planet-planet yang paling dekat dengan matahari--merkurius dan venus--tidak mempunyai nilai&lt;i&gt; parallax&lt;/i&gt;, yaitu perubahan kedudukan suatu benda karena perpindahan tempat pengamatan. Jabir sendiri memberi nilai parallax sekitar 3 derajat untuk matahari. Juga menyatakan bahwa planet-planet lebih dekat dengan bumi daripada dengan matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku karya Jabir ini juga menjelaskan trigonometri secara khusus dalam satu bab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Al-Bitriji&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah astronom Arab-Spanyol. Teori astronominya yang sangat kesohor hingga saat ini adalah gerak spiral. Teori ini menjadi sumber paham Aristotelianisme yang diprakarsai oleh Ibnu Bajjah, gurunya, serta astronom Jabir bin Aflah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori gerak spiral dihasilkan dari formulasi simplicus (abad ke-6 H). Menurut teori ini, sfera-sfera langit berputar di sekeliling sumbu-sumbu yang berbeda sehingga akan menghasilkan pergerakan berbentuk spiral. Teori ini secara panjang lebar dijelaskan dalam buku berjudul Fil al-Haya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;6. Ibnu Saffar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Saffar adalah ahli matematika dan astronomi berkebangsaan Spanyol. Ia telah menulis sejumlah tabel astronomis dengan metode Sindhid. Karya tersebut tidak kalah mutunya dibanding risalah lain yang dikarangnya tentang penggunaan astrolabe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, beberapa bagian dari tabel astronomis yang ditulis dalam bahasa Arab hanya sedikit yang bertahan dalam bahasa aslinya. Sedang buku yang menceritakan tentang penggunaan astrolabe telah diedit oleh astronom JM Millas Vallicrosa. Naskahnya telah ditulis dalam dua versi bahasa Latin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astrolabe adalah nama beberapa peralatan astronomi yang biasa digunakan untuk tujuan-tujuan teoritis dan praktis. Misalnya alat peraga dan alat penentu waktu yang tepat secara grafis setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;7. Al-Khwarizmi&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="right" height="238" mce_src="/images/foto/al-Khwarizmi.jpg" src="http://hidayatullah.com/images/foto/al-Khwarizmi.jpg" width="177" /&gt;Nama lengkapnya Abu Abdullah Mohammad Ibnu Musa Al-Khwarizmi. Ia lahir pada tahun 770 M di Khwarizm (Kheva), sebuah kota di selatan sungai Oxus (sekarang Uzbekistan) dan meninggal pada tahun 847 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia ilmuwan pertama yang berhasil membuat kriteria visibilitas &lt;i&gt;hilal&lt;/i&gt; yang digunakan untuk menentukan masuknya bulan Ramadhan. Kriteria ini kemudian disempurnakan oleh ilmuwan Muslim generasi berikutnya bernama Maslama ibn Ahmad al-Majriti. Sedang Ibn Ishaq al-Tunisi (dari Tunisia), juga astronom Muslim, berhasil pula menemukan kriteria visibilitas &lt;i&gt;hilal &lt;/i&gt;yang tak jauh berbeda dengan pendapat Al-Khwarizmi pada awal abad ke-13.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Khwarizmi juga dikenal sebagai ilmuwan pertama yang memperkenalkan konsep algoritma dalam matematika, yaitu metoda berpikir sistematis yang banyak digunakan dalam bidang ilmu komputer. Nama Al-Khawarizmi dikenal di Eropa dengan sebutan Algorizm, cikal bakal nama algoritma.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-4492291642243404918?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/4492291642243404918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/astronom-astronom-muslim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/4492291642243404918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/4492291642243404918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/astronom-astronom-muslim.html' title='Astronom-astronom Muslim'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-5893248384149569263</id><published>2009-12-12T01:56:00.000-08:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.128-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Shalat'/><title type='text'>Shalat Sunnah Tasbih</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Shalat Tasbih adalah shalat untuk mensucikan Allah dari segala sekutunya agar menambah kuat iman kita dan terhindar dari perbuatan syirik. Tidak mempunyai waktu tertentu, asal tidak dilakukan pada waktu yang dilarang.jumlah rakaatnya empat.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Jika dilakukan pada siang hari empat rakaat dengan sekali salam dan jika dilakukan pada malam hari maka empat rakaat dengan dua kali salam  ( setiap dua rakaat dua kali salam ).S abda Nabi saw : " Jika kamu mampu shalat Tasbih setiap hari maka lakukanlah, jika tidak mampu maka tiap hari jum'at atau setahun sekali atau seumur hidup sekali " ( HR.Abu Daud dan Ibnu Majah ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Melaksakan Shalat Sunnah Tasbih :*&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; Niat dalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram "Aku niat shalat sunah Tasbih karena Allah"&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca doa Iftitah, surat Al Fatihah dan salah satu surat didalam Al Qur'an. Afdhalnya, rakaat pertama membaca surat At Takatsur dan rakaat kedua membaca surat Al Ikhlas. Membaca tasbih 15 X sebelum Ruku.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ruku' dan membaca tasbih ruku' tiga kali, kemudian membaca tasbih 10 X&lt;/li&gt;&lt;li&gt;I'tidal dan membaca bacaannya, kemudian membaca tasbih 10 X&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sujud pertama dan membaca tasbih sujud tiga kali, kemudian membaca tasbih 10 X&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaannya, kemudian membaca tasbih 10 X&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sujud kedua dan membaca tasbih sujud tiga kali, kemudian membaca tasbih 10 X&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Duduk sejenak (duduk Istirahat) seperti duduk diantara dua sujud dan membaca tasbih 10 X&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah membaca Tasyahhud lalu membaca tasbih 10 X kemudian memberi salam dua kali.Rakaat-rakaat selanjutnya seperti kelakuan diatas, sehingga tiap satu rakaat 75 tasbih dikalikan empat rakaat jumlahnya 75 X 4 = 300 tasbih &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-5893248384149569263?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/5893248384149569263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/shalat-sunnah-tasbih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/5893248384149569263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/5893248384149569263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/shalat-sunnah-tasbih.html' title='Shalat Sunnah Tasbih'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-290218206575513506</id><published>2009-12-11T23:39:00.000-08:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.128-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Tebarkan Salam</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Syariat Islam yang sempurna mengajarkan kaum muslimin untuk selalu meningkatkan kecintaan terhadap saudara semuslim, merekatkan persaudaraan dan kasih sayang. Dan untuk mewujudkan hubungan persaudaraan dan kasih sayang ini, maka syariat Islam memerintahkan untuk menyebarkan salam.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syiar Islam yang satu ini adalah termasuk syiar Islam yang sangat besar dan penting. Namun begitu, sekarang ini salam sering sekali ditinggalkan dan diganti dengan salam salam yang lain, entah itu dengan good morning, selamat pagi, selamat siang, salam sejahtera atau sejenisnya. Tentunya seorang muslim tidak akan rela apabila syariat yang penuh berkah lagi manfaat ini kemudian diganti dengan ucapan-ucapan lain. Allah berfirman, “Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik?” (Al Baqarah: 61). Dan sungguh apa yang ditetapkan Allah untuk manusia, itulah yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah dari Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, “Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah- rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik.” (Qs. An Nur: 61)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Nashir As Sa’di berkata, “Firman-Nya: Salam dari sisi Allah, maksudnya Allah telah mensyari’atkan salam bagi kalian dan menjadikannya sebagai penghormatan dan keberkahan yang terus berkembang dan bertambah. Adapun firman-Nya: yang diberi berkat lagi baik, maka hal tersebut karena salam termasuk kalimat yang baik dan dicintai Allah. Dengan salam maka jiwa akan menjadi baik serta dapat mendatangkan rasa cinta.” (Lihat Taisir Karimir Rohman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah dari Nabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baro’ bin Azib berkata, “Rasulullah melarang dan memerintahkan kami dalam tujuh perkara: Kami diperintah untuk mengiringi jenazah, menjenguk orang sakit, memenuhi undangan menolong orang yang dizholimi, memperbagus pembagian, menjawab salam dan mendoakan orang yang bersin…” (HR. Bukhari dan Muslim). Ibnu Hajar Al Asqolani berkata, “Perintah menjawab salam maksudnya yaitu menyebarkan salam di antara manusia agar mereka menghidupkan syariatnya.” (Lihat Fathul Bari 11/23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Huroiroh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman. Dan tidaklah kalian beriman hingga saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang jika kalian kerjakan niscaya kalian akan saling mencintai? Tebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim). Dari Abdulloh bin Salam, Rasulullah bersabda, “Wahai sekalian manusia, tebarkanlah salam di antara kalian, berilah makan sambunglah tali silaturahmi dan shalatlah ketika manusia tidur malam, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (Shohih. Riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imron bin Husain berkata, “Ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi seraya mengucapkan Assalamu ‘alaikum. Maka nabi menjawabnya dan orang itu kemudian duduk. Nabi berkata, “Dia mendapat sepuluh pahala.” Kemudian datang orang yang lain mengucapkan Assalamu ‘alaikum warahmatullah. Maka Nabi menjawabnya dan berkata, “Dua puluh pahala baginya.” Kemudian ada yang datang lagi seraya mengucapkan Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh. Nabi pun menjawabnya dan berkata, “Dia mendapat tiga puluh pahala.” (Shohih. Riwayat Abu dawud, Tirmidzi dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits tersebut dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memulai salam hukumnya sunnah bagi setiap individu, berdasar pendapat terkuat.&lt;br /&gt;2. Menjawab salam hukumnya wajib, berdasarkan kesepakatan para ulama.&lt;br /&gt;3. Salam yang paling utama yaitu dengan mengucapkan Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh, kemudian Assalamu’alaikum warahmatullah dan yang terakhir Assalamu’alaikum.&lt;br /&gt;4. Menjawab salam hendaknya dengan jawaban yang lebih baik, atau minimal serupa dengan yang mengucapkan. Allah berfirman “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” (Qs. An Nisa: 86)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain Rasulullah bersabda, “Hendaknya orang yang berkendaraan memberi salam kepada yang berjalan. Yang berjalan kepada yang dduk yang sedikit kepada yang banyak.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam lafazh Bukhari, “Hendaklah yang muda kepada yag lebih tua.” Demikianlah pengajaran Rosul tentang salam. Namun orang yang meninggalkan tatacara salam seperti pada hadits ini tidaklah mendapat dosa, hanya saja dia telah meninggalkan sesuatu yang utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Kepada Orang yang Dikenal dan Tidak Dikenal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk mulianya syariat ini ialah diperintahkannya kaum muslimin untuk member salam baik pada orang yang dikenal maupun orang yang belum dikenal. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya termasuk tanda-tanda hari kiamat apabila salam hanya ditujukan kepada orang yang telah dikenal.” (Shohih. Riwayat Ahmad dan Thobroni)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Disadur dari majalah Al Furqon edisi 9 th III)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-290218206575513506?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/290218206575513506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/tebarkan-salam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/290218206575513506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/290218206575513506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/tebarkan-salam.html' title='Tebarkan Salam'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-7531123437381744183</id><published>2009-12-11T22:52:00.000-08:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.128-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Shalat'/><title type='text'>Shalat Sunnat Idul Fitri dan Idul Adha</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Hukum Shalat ‘Ied&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pendapat yang lebih kuat, hukum shalat ‘ied adalah wajib bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan yang dalam keadaan mukim[1]. Dalil dari hal ini adalah hadits dari Ummu ‘Athiyah, beliau berkata,&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;أَمَرَنَا – تَعْنِى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- – أَنْ نُخْرِجَ فِى الْعِيدَيْنِ الْعَوَاتِقَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ وَأَمَرَ الْحُيَّضَ أَنْ يَعْتَزِلْنَ مُصَلَّى الْمُسْلِمِينَ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada kami pada saat shalat ‘ied (Idul Fithri ataupun Idul Adha) agar mengeluarkan para gadis (yang baru beanjak dewasa) dan wanita yang dipingit, begitu pula wanita yang sedang haidh. Namun beliau memerintahkan pada wanita yang sedang haidh untuk menjauhi tempat shalat.“[2]&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Di antara alasan wajibnya shalat ‘ied dikemukakan oleh Shidiq Hasan Khon (murid Asy Syaukani).[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terus menerus melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintah kaum muslimin untuk keluar rumah untuk menunaikan shalat ‘ied. Perintah untuk keluar rumah menunjukkan perintah untuk melaksanakan shalat ‘ied itu sendiri bagi orang yang tidak punya udzur. Di sini dikatakan wajib karena keluar rumah merupakan wasilah (jalan) menuju shalat. Jika wasilahnya saja diwajibkan, maka tujuannya (yaitu shalat) otomatis juga wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;: Ada perintah dalam Al Qur’an yang menunjukkan wajibnya shalat ‘ied yaitu firman Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dirikanlah shalat dan berqurbanlah (an nahr).” (QS. Al Kautsar: 2).&lt;/blockquote&gt;Maksud ayat ini adalah perintah untuk melaksanakan shalat ‘ied.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;: Shalat jum’at menjadi gugur bagi orang yang telah melaksanakan shalat ‘ied jika kedua shalat tersebut bertemu pada hari ‘ied. Padahal sesuatu yang wajib hanya boleh digugurkan dengan yang wajib pula. Jika shalat jum’at itu wajib, demikian halnya dengan shalat ‘ied. –Demikian penjelasan Shidiq Hasan Khon yang kami sarikan-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “Pendapat yang menyatakan bahwa hukum shalat ‘ied adalah wajib bagi setiap muslim lebih kuat daripada yang menyatakan bahwa hukumnya adalah fardhu kifayah (wajib bagi sebagian orang saja). Adapun pendapat yang mengatakan bahwa hukum shalat ‘ied adalah sunnah (dianjurkan, bukan wajib), ini adalah pendapat yang lemah. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri memerintahkan untuk melakukan shalat ini. Lalu beliau sendiri dan para khulafaur rosyidin (Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsman, dan ‘Ali, -pen), begitu pula kaum muslimin setelah mereka terus menerus melakukan shalat ‘ied. Dan tidak dikenal sama sekali kalau ada di satu negeri Islam ada yang meninggalkan shalat ‘ied. Shalat ‘ied adalah salah satu syi’ar Islam yang terbesar. … Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memberi keringanan bagi wanita untuk meninggalkan shalat ‘ied, lantas bagaimana lagi dengan kaum pria?”[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3366ff; font-weight: bold;"&gt;Waktu Pelaksanaan Shalat ‘Ied&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut mayoritas ulama –ulama Hanafiyah, Malikiyah dan Hambali-, waktu shalat ‘ied dimulai dari matahari setinggi tombak[5] sampai waktu zawal (matahari bergeser ke barat).[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim mengatakan, &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengakhirkan shalat ‘Idul Fitri dan mempercepat pelaksanaan shalat ‘Idul Adha. Ibnu ‘Umar yang sangat dikenal mencontoh ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah keluar menuju lapangan kecuali hingga matahari meninggi.” [7]&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Tujuan mengapa shalat ‘Idul Adha dikerjakan lebih awal adalah agar orang-orang dapat segera menyembelih qurbannya. Sedangkan shalat ‘Idul Fitri agak diundur bertujuan agar kaum muslimin masih punya kesempatan untuk menunaikan zakat fithri.[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3366ff; font-weight: bold;"&gt;Tempat Pelaksanaan Shalat ‘Ied&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat pelaksanaan shalat ‘ied lebih utama (lebih afdhol) dilakukan di tanah lapang, kecuali jika ada udzur seperti hujan. Abu Sa’id Al Khudri mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar pada hari raya ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha menuju tanah lapang.“[9]&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;An Nawawi mengatakan, &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Hadits Abu Sa’id Al Khudri di atas adalah dalil bagi orang yang menganjurkan bahwa shalat ‘ied sebaiknya dilakukan di tanah lapang dan ini lebih afdhol (lebih utama) daripada melakukannya di masjid. Inilah yang dipraktekkan oleh kaum muslimin di berbagai negeri. Adapun penduduk Makkah, maka sejak masa silam shalat ‘ied mereka selalu dilakukan di Masjidil Haram.”[10]&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3366ff; font-weight: bold;"&gt;Tuntunan Ketika Hendak Keluar Melaksanakan Shalat ‘Ied&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;: Dianjurkan untuk mandi sebelum berangkat shalat. Ibnul Qayyim mengatakan, “&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Terdapat riwayat yang shahih yang menceritakan bahwa Ibnu ‘Umar yang dikenal sangat mencontoh ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mandi pada hari ‘ied sebelum berangkat shalat.”[11]&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;: Berhias diri dan memakai pakaian yang terbaik. Ibnul Qayyim mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar ketika shalat ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha dengan pakaiannya yang terbaik.”[12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;: Makan sebelum keluar menuju shalat ‘ied khusus untuk shalat ‘Idul Fithri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ‘Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ وَلاَ يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘ied pada hari Idul Fithri dan beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ‘ied baru beliau menyantap hasil qurbannya.”[13]&lt;/blockquote&gt;Hikmah dianjurkan makan sebelum berangkat shalat Idul Fithri adalah agar tidak disangka bahwa hari tersebut masih hari berpuasa. Sedangkan untuk shalat Idul Adha dianjurkan untuk tidak makan terlebih dahulu adalah agar daging qurban bisa segera disembelih dan dinikmati setelah shalat ‘ied.[14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;: Bertakbir ketika keluar hendak shalat ‘ied. Dalam suatu riwayat disebutkan,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;كَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الفِطْرِ فَيُكَبِّر حَتَّى يَأْتِيَ المُصَلَّى وَحَتَّى يَقْضِيَ الصَّلاَةَ فَإِذَا قَضَى الصَّلاَةَ ؛ قَطَعَ التَّكْبِيْر&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar hendak shalat pada hari raya ‘Idul Fithri, lantas beliau bertakbir sampai di lapangan dan sampai shalat hendak dilaksanakan. Ketika shalat hendak dilaksanakan, beliau berhenti dari bertakbir.”[15]&lt;/blockquote&gt;Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berangkat shalat ‘ied (Idul Fithri dan Idul Adha) bersama Al Fadhl bin ‘Abbas, ‘Abdullah bin’Abbas, ‘Ali, Ja’far, Al Hasan, Al Husain, Usamah bin Zaid, Zaid bin Haritsah, dan Ayman bin Ummi Ayman, mereka mengangkat suara membaca tahlil (laa ilaha illallah) dan takbir (Allahu Akbar).”[16]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3366ff; font-weight: bold;"&gt;Tata cara takbir ketika berangkat shalat ‘ied ke lapangan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Disyari’atkan dilakukan oleh setiap orang dengan menjahrkan (mengeraskan) bacaan takbir. Ini berdasarkan kesepakatan empat ulama madzhab.[17]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Di antara lafazh takbir adalah,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallah wallahu akbar, Allahu akbar wa lillahil hamd (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala pujian hanya untuk-Nya)” Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa lafazh ini dinukil dari banyak sahabat, bahkan ada riwayat yang menyatakan bahwa lafazh ini marfu’ yaitu sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.[18]&lt;/blockquote&gt;Syaikhul Islam juga menerangkan bahwa jika seseorang mengucapkan “Allahu Akbar, Allahu akbar, Allahu akbar“, itu juga diperbolehkan.[19]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelima&lt;/span&gt;: Menyuruh wanita dan anak kecil untuk berangkat shalat ‘ied. Dalilnya sebagaimana disebutkan dalam hadits Ummu ‘Athiyah yang pernah kami sebutkan. Namun wanita tetap harus memperhatikan adab-adab ketika keluar rumah, yaitu tidak berhias diri dan tidak memakai harum-haruman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalil mengenai anak kecil, Ibnu ‘Abbas –yang ketika itu masih kecil- pernah ditanya, “Apakah engkau pernah menghadiri shalat ‘ied bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Ia menjawab,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;نَعَمْ ، وَلَوْلاَ مَكَانِى مِنَ الصِّغَرِ مَا شَهِدْتُهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, aku menghadirinya. Seandainya bukan karena kedudukanku yang termasuk sahabat-sahabat junior, tentu aku tidak akan menghadirinya.”[20]&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keenam&lt;/span&gt;: Melewati jalan pergi dan pulang yang berbeda. Dari Jabir, beliau mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat ‘ied, beliau lewat jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang.“[21]&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketujuh&lt;/span&gt;: Dianjurkan berjalan kaki sampai ke tempat shalat dan tidak memakai kendaraan kecuali jika ada hajat. Dari Ibnu ‘Umar, beliau mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَخْرُجُ إِلَى الْعِيدِ مَاشِيًا وَيَرْجِعُ مَاشِيًا.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘ied dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang dengan berjalan kaki.“[22]&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="color: #3366ff; font-weight: bold;"&gt;Tidak Ada Shalat Sunnah Qobliyah ‘Ied dan Ba’diyah ‘Ied&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- خَرَجَ يَوْمَ أَضْحَى أَوْ فِطْرٍ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُصَلِّ قَبْلَهَا وَلاَ بَعْدَهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar pada hari Idul Adha atau Idul Fithri, lalu beliau mengerjakan shalat ‘ied dua raka’at, namun beliau tidak mengerjakan shalat qobliyah maupun ba’diyah ‘ied.“[23]&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3366ff; font-weight: bold;"&gt;Tidak Ada Adzan dan Iqomah Ketika Shalat ‘Ied&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir bin Samuroh, ia berkata,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْعِيدَيْنِ غَيْرَ مَرَّةٍ وَلاَ مَرَّتَيْنِ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلاَ إِقَامَةٍ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku pernah melaksanakan shalat ‘ied (Idul Fithri dan Idul Adha) bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan hanya sekali atau dua kali, ketika itu tidak ada adzan maupun iqomah.”[24]&lt;/blockquote&gt;Ibnul Qayyim mengatakan, “Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai ke tempat shalat, beliau pun mengerjakan shalat ‘ied tanpa ada adzan dan iqomah. Juga ketika itu untuk menyeru jama’ah tidak ada ucapan “Ash Sholaatul Jaam’iah.” Yang termasuk ajaran Nabi adalah tidak melakukan hal-hal semacam tadi.”[25]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;Tata Cara Shalat ‘Ied&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah raka’at shalat Idul Fithri dan Idul Adha adalah dua raka’at. Adapun tata caranya adalah sebagai berikut.[26]&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt; Memulai dengan takbiratul ihrom, sebagaimana shalat-shalat lainnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemudian bertakbir (takbir zawa-id/tambahan) sebanyak tujuh kali takbir -selain takbiratul ihrom- sebelum memulai membaca Al Fatihah. Boleh mengangkat tangan ketika takbir-takbir tersebut sebagaimana yang dicontohkan oleh Ibnu ‘Umar. Ibnul Qayyim mengatakan, “Ibnu ‘Umar yang dikenal sangat meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengangkat tangannya dalam setiap takbir.”[27]&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di antara takbir-takbir (takbir zawa-id) yang ada tadi tidak ada bacaan dzikir tertentu. Namun ada sebuah riwayat dari Ibnu Mas’ud, ia mengatakan, “Di antara tiap takbir, hendaklah menyanjung dan memuji Allah.”[28] Syaikhul Islam mengatakan bahwa sebagian salaf di antara tiap takbir membaca bacaan,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ . اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahummaghfirlii war hamnii (Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku).” Namun ingat sekali lagi, bacaannya tidak dibatasi dengan bacaan ini saja. Boleh juga membaca bacaan lainnya asalkan di dalamnya berisi pujian pada Allah Ta’ala.&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemudian membaca Al Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surat lainnya. Surat yang dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah surat Qaaf pada raka’at pertama dan surat Al Qomar pada raka’at kedua. Ada riwayat bahwa ‘Umar bin Al Khattab pernah menanyakan pada Waqid Al Laitsiy mengenai surat apa yang dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat ‘Idul Adha dan ‘Idul Fithri. Ia pun menjawab,&lt;blockquote&gt;كَانَ يَقْرَأُ فِيهِمَا بِ (ق وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ) وَ (اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca “Qaaf, wal qur’anil majiid” (surat Qaaf) dan “Iqtarobatis saa’atu wan syaqqol qomar” (surat Al Qomar).”[29]&lt;/blockquote&gt;Boleh juga membaca surat Al A’laa pada raka’at pertama dan surat Al Ghosiyah pada raka’at kedua. Dan jika hari ‘ied jatuh pada hari Jum’at, dianjurkan pula membaca surat Al A’laa pada raka’at pertama dan surat Al Ghosiyah pada raka’at kedua, pada shalat ‘ied maupun shalat Jum’at. Dari An Nu’man bin Basyir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقْرَأُ فِى الْعِيدَيْنِ وَفِى الْجُمُعَةِ بِ (سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى) وَ (هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ) قَالَ وَإِذَا اجْتَمَعَ الْعِيدُ وَالْجُمُعَةُ فِى يَوْمٍ وَاحِدٍ يَقْرَأُ بِهِمَا أَيْضًا فِى الصَّلاَتَيْنِ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca dalam shalat ‘ied maupun shalat Jum’at “Sabbihisma robbikal a’la” (surat Al A’laa) dan “Hal ataka haditsul ghosiyah” (surat Al Ghosiyah).” An Nu’man bin Basyir mengatakan begitu pula ketika hari ‘ied bertepatan dengan hari Jum’at, beliau membaca kedua surat tersebut di masing-masing shalat.[30]&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah membaca surat, kemudian melakukan gerakan shalat seperti biasa (ruku, i’tidal, sujud, dst).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bertakbir ketika bangkit untuk mengerjakan raka’at kedua.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemudian bertakbir (takbir zawa-id/tambahan) sebanyak lima kali takbir -selain takbir bangkit dari sujud- sebelum memulai membaca Al Fatihah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemudian membaca surat Al Fatihah dan surat lainnya sebagaimana yang telah disebutkan di atas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengerjakan gerakan lainnya hingga salam.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3366ff; font-weight: bold;"&gt;Khutbah Setelah Shalat ‘Ied&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu ‘Umar, ia mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ – رضى الله عنهما – يُصَلُّونَ الْعِيدَيْنِ قَبْلَ الْخُطْبَةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakr, begitu pula ‘Umar biasa melaksanakan shalat ‘ied sebelum khutbah.”[31]&lt;/blockquote&gt;Setelah melaksanakan shalat ‘ied, imam berdiri untuk melaksanakan khutbah ‘ied dengan sekali khutbah (bukan dua kali seperti khutbah Jum’at).[32] Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan khutbah di atas tanah dan tanpa memakai mimbar.[33] Beliau pun memulai khutbah dengan “hamdalah” (ucapan alhamdulillah) sebagaimana khutbah-khutbah beliau yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim mengatakan, “Dan tidak diketahui dalam satu hadits pun yang menyebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membuka khutbah ‘iednya dengan bacaan takbir. … Namun beliau memang sering mengucapkan takbir di tengah-tengah khutbah. Akan tetapi, hal ini tidak menunjukkan bahwa beliau selalu memulai khutbah ‘iednya dengan bacaan takbir.”[34]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jama’ah boleh memilih mengikuti khutbah ‘ied ataukah tidak. Dari ‘Abdullah bin As Sa-ib, ia berkata bahwa ia pernah menghadiri shalat ‘ied bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tatkala beliau selesai menunaikan shalat, beliau bersabda,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;إِنَّا نَخْطُبُ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَجْلِسَ لِلْخُطْبَةِ فَلْيَجْلِسْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَذْهَبَ فَلْيَذْهَبْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku saat ini akan berkhutbah. Siapa yang mau tetap duduk untuk mendengarkan khutbah, silakan ia duduk. Siapa yang ingin pergi, silakan ia pergi.”[35]&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3366ff; font-weight: bold;"&gt;Ucapan Selamat Hari Raya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan, “Adapun tentang ucapan selamat (tah-niah) ketika hari ‘ied seperti sebagian orang mengatakan pada yang lainnya ketika berjumpa setelah shalat ‘ied, “Taqobbalallahu minna wa minkum wa ahaalallahu ‘alaika” dan semacamnya, maka seperti ini telah diriwayatkan oleh beberapa sahabat Nabi. Mereka biasa mengucapkan semacam itu dan para imam juga memberikan keringanan dalam melakukan hal ini sebagaimana Imam Ahmad dan lainnya. Akan tetapi, Imam Ahmad mengatakan, “Aku tidak mau mendahului mengucapkan selamat hari raya pada seorang pun. Namun kalau ada yang mengucapkan selamat padaku, aku akan membalasnya“. Imam Ahmad melakukan semacam ini karena menjawab ucapan selamat adalah wajib, sedangkan memulai mengucapkannya bukanlah sesuatu yang dianjurkan. Dan sebenarnya bukan hanya beliau yang tidak suka melakukan semacam ini. Intinya, barangsiapa yang ingin mengucapkan selamat, maka ia memiliki qudwah (contoh). Dan barangsiapa yang meninggalkannya, ia pun memiliki qudwah (contoh).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3366ff; font-weight: bold;"&gt;Bila Hari ‘Ied Jatuh pada Hari Jum’at&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila hari ‘ied jatuh pada hari Jum’at, maka bagi orang yang telah melaksanakan shalat ‘ied, ia punya pilihan untuk menghadiri shalat Jum’at atau tidak. Namun imam masjid dianjurkan untuk tetap melaksanakan shalat Jum’at agar orang-orang yang punya keinginan menunaikan shalat Jum’at bisa hadir, begitu pula orang yang tidak shalat ‘ied bisa turut hadir. Pendapat ini dipilih oleh mayoritas ulama Hambali. Dan pendapat ini terdapat riwayat dari ‘Umar, ‘Utsman, ‘Ali, Ibnu ‘Umar, Ibnu ‘Abbas dan Ibnu Az Zubair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil dari hal ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;: Diriwayatkan dari Iyas bin Abi Romlah Asy Syamiy, ia berkata, “Aku pernah menemani Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan ia bertanya pada Zaid bin Arqom,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;أَشَهِدْتَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عِيدَيْنِ اجْتَمَعَا فِى يَوْمٍ قَالَ نَعَمْ. قَالَ فَكَيْفَ صَنَعَ قَالَ صَلَّى الْعِيدَ ثُمَّ رَخَّصَ فِى الْجُمُعَةِ فَقَالَ « مَنْ شَاءَ أَنْ يُصَلِّىَ فَلْيُصَلِّ ».&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah engkau pernah menyaksikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertemu dengan dua ‘ied (hari Idul Fithri atau Idul Adha bertemu dengan hari Jum’at) dalam satu hari?” “Iya”, jawab Zaid. Kemudian Mu’awiyah bertanya lagi, “Apa yang beliau lakukan ketika itu?” “Beliau melaksanakan shalat ‘ied dan memberi keringanan untuk meninggalkan shalat Jum’at”, jawab Zaid lagi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mau shalat Jum’at, maka silakan melaksanakannya.”[36]&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;: Dari ‘Atho’, ia berkata, “Ibnu Az Zubair ketika hari ‘ied yang jatuh pada hari Jum’at pernah shalat ‘ied bersama kami di awal siang. Kemudian ketika tiba waktu shalat Jum’at Ibnu Az Zubair tidak keluar, beliau hanya shalat sendirian. Tatkala itu Ibnu ‘Abbas berada di Thoif. Ketika Ibnu ‘Abbas tiba, kami pun menceritakan kelakuan Ibnu Az Zubair pada Ibnu ‘Abbas. Ibnu ‘Abbas pun mengatakan, “Ia adalah orang yang menjalankan sunnah (ajaran Nabi) [ashobas sunnah].”[37] Jika sahabat mengatakan ashobas sunnah(menjalankan sunnah), itu berarti statusnya marfu’ yaitu menjadi perkataan Nabi.[38]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan pula bahwa ‘Umar bin Al Khottob melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Ibnu Az Zubair. Begitu pula Ibnu ‘Umar tidak menyalahkan perbuatan Ibnu Az Zubair. Begitu pula ‘Ali bin Abi Tholib pernah mengatakan bahwa siapa yang telah menunaikan shalat ‘ied maka ia boleh tidak menunaikan shalat Jum’at. Dan tidak diketahui ada pendapat sahabat lain yang menyelisihi pendapat mereka-mereka ini.[39]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dianjurkan bagi imam masjid agar tetap mendirikan shalat Jum’at supaya orang yang ingin menghadiri shalat Jum’at atau yang tidak shalat ‘ied bisa menghadirinya. Dalil dari hal ini adalah dari An Nu’man bin Basyir, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca dalam shalat ‘ied dan shalat Jum’at “sabbihisma robbikal a’la” dan “hal ataka haditsul ghosiyah”.” An Nu’man bin Basyir mengatakan begitu pula ketika hari ‘ied bertepatan dengan hari Jum’at, beliau membaca kedua surat tersebut di masing-masing shalat.[40] Karena imam dianjurkan membaca dua surat tersebut pada shalat Jum’at yang bertepatan dengan hari ‘ied, ini menunjukkan bahwa shalat Jum’at dianjurkan untuk dilaksanakan oleh imam masjid.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Siapa saja yang tidak menghadiri shalat Jum’at dan telah menghadiri shalat ‘ied –baik pria maupun wanita- maka wajib baginya untuk mengerjakan shalat Zhuhur (4 raka’at) sebagai ganti karena tidak menghadiri shalat Jum’at.[41]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Demikian beberapa penjelasan ringkas mengenai panduan shalat Idul Fithri dan Idul Adha. Semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Lihat Bughyatul Mutathowwi’ fii Sholatit Tathowwu’, Muhammad bin ‘Umar bin Salim Bazmoul, hal. 109-110, Dar Al Imam Ahmad, cetakan pertama, tahun 1427 H.&lt;br /&gt;[2] HR. Muslim no. 890, dari Muhammad, dari Ummu ‘Athiyah.&lt;br /&gt;[3] Kami sarikan dari Ar Roudhotun Nadiyah Syarh Ad Durorul Bahiyyah, 1/202, Darul ‘Aqidah, cetakan pertama, 1422 H.&lt;br /&gt;[4] Majmu’ Al Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, 24/183, Darul Wafa’, cetakan ketiga, tahun 1426 H.&lt;br /&gt;[5] Yang dimaksud, kira-kira 2o menit setelah matahari terbit sebagaimana keterangan Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin dalam Syarh Hadits Al Arba’in An Nawawiyah yang pernah kami peroleh ketika beliau membahas hadits no. 26.&lt;br /&gt;[6] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 1/599 dan Ar Roudhotun Nadiyah, 1/206-207.&lt;br /&gt;[7] Zaadul Ma’ad fii Hadyi Khoiril ‘Ibad, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, 1/425, Muassasah Ar Risalah, cetakan ke-14, tahun 1407 H [Tahqiq: Syu'aib Al Arnauth dan 'Abdul Qadir Al Arnauth]&lt;br /&gt;[8] Lihat Minhajul Muslim, Abu Bakr Jabir Al Jaza-iri, hal. 201, Darus Salam, cetakan keempat.&lt;br /&gt;[9] HR. Bukhari no. 956 dan Muslim no. 889.&lt;br /&gt;[10] Syarh Muslim, An Nawawi, 3/280, Mawqi’ Al Islam.&lt;br /&gt;[11] Zaadul Ma’ad fii Hadyi Khoiril ‘Ibad, 1/425.&lt;br /&gt;[12] Zaadul Ma’ad fii Hadyi Khoiril ‘Ibad, 1/425.&lt;br /&gt;[13] HR. Ahmad 5/352.Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan.&lt;br /&gt;[14] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 1/602.&lt;br /&gt;[15] Dikeluarkan dalam As Silsilahh Ash Shahihah no. 171. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa riwayat ini shahih.&lt;br /&gt;[16] Dikeluarkan oleh Al Baihaqi (3/279). Hadits ini hasan. Lihat Al Irwa’ (3/123)&lt;br /&gt;[17] Lihat Majmu’ Al Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, 24/220, Darul Wafa’, cetakan ketiga, tahun 1426 H.&lt;br /&gt;[18] Idem&lt;br /&gt;[19] Idem&lt;br /&gt;[20] HR. Bukhari no. 977.&lt;br /&gt;[21] HR. Bukhari no. 986.&lt;br /&gt;[22] HR. Ibnu Majah no. 1295. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.&lt;br /&gt;[23] HR. Bukhari no. 964 dan Muslim no. 884.&lt;br /&gt;[24] HR. Muslim no. 887.&lt;br /&gt;[25] Zaadul Ma’ad, 1/425.&lt;br /&gt;[26] Kami sarikan dari Shahih Fiqh Sunnah, 1/607.&lt;br /&gt;[27] Idem&lt;br /&gt;[28] Dikeluarkan oleh Al Baihaqi (3/291). Syaikh ‘Ali Hasan ‘Ali ‘Abdul Hamid mengatakan bahwa sanad hadits ini qowiy (kuat). Lihat Ahkamul ‘Idain, Syaikh ‘Ali Hasan ‘Ali ‘Abdul Hamid, hal. 21, Al Maktabah Al Islamiy, cetakan pertama, tahun 1405 H.&lt;br /&gt;[29] HR. Muslim no. 891&lt;br /&gt;[30] HR. Muslim no. 878.&lt;br /&gt;[31] HR. Bukhari no. 963 dan Muslim no. 888.&lt;br /&gt;[32] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 1/607.&lt;br /&gt;[33] Lihat keterangan dari Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma’ad, 1/425. Yang pertama kali mengeluarkan mimbar dari masjid ketika shalat ‘ied adalah Marwan bin Al Hakam.&lt;br /&gt;[34] Idem&lt;br /&gt;[35] HR. Abu Daud no. 1155 dan Ibnu Majah no. 1290. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.&lt;br /&gt;[36] HR. Abu Daud no. 1070, Ibnu Majah no. 1310. Asy Syaukani dalam As Sailul Jaror (1/304) mengatakan bahwa hadits ini memiliki syahid (riwayat penguat). An Nawawi dalam Al Majmu’ (4/492) mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid (antara shahih dan hasan, pen). ‘Abdul Haq Asy Syubaili dalam Al Ahkam Ash Shugro (321) mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. ‘Ali Al Madini dalam Al Istidzkar (2/373) mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid (antara shahih dan hasan, pen). Syaikh Al Albani dalam Al Ajwibah An Nafi’ah (49) mengatakan bahwa hadits ini shahih. Intinya, hadits ini bisa digunakan sebagai hujjah atau dalil.&lt;br /&gt;[37] HR. Abu Daud no. 1071. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.&lt;br /&gt;[38] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 1/596.&lt;br /&gt;[39] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, Syaikh Abu Malik, 1/596, Al Maktabah At Taufiqiyah.&lt;br /&gt;[40] HR. Muslim no. 878.&lt;br /&gt;[41] Lihat Fatwa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyah wal Ifta’, 8/182-183, pertanyaan kelima dari Fatwa no. 2358, Mawqi’ Al Ifta.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-7531123437381744183?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/7531123437381744183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/shalat-sunnat-idul-fitri-dan-idul-adha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/7531123437381744183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/7531123437381744183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/shalat-sunnat-idul-fitri-dan-idul-adha.html' title='Shalat Sunnat Idul Fitri dan Idul Adha'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-7501043557113887223</id><published>2009-12-11T20:10:00.000-08:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.129-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Shalat'/><title type='text'>Shalat Sunnah</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Macam-Macam Shalat Sunnah&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat sunnah itu ada dua macam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Shalat sunnah yang disunnahkan dilakukan secara berjamaah&lt;br /&gt;2. Shalat sunnah yang tidak disunnahkan dilakukan secara berjamaah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Shalat sunnah yang disunnahkan dilakukan secara berjamaah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Shalat Idul Fitri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Shalat Idul Adha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas Ra. berkata: “Aku shalat Idul Fithri bersama Rasulullah SAW dan Abu bakar dan Umar, beliau semua melakukan shalat tersebut sebelum khutbah.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilakukan 2 raka’at. Pada rakaat pertama melakukan tujuh kali takbir (di luar Takbiratul Ihram) sebelum membaca Al-Fatihah, dan pada raka’at kedua melakukan lima kali takbir sebelum membaca Al-Fatihah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Shalat Kusuf (Gerhana Matahari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Shalat Khusuf (Gerhana Bulan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim (putra Nabi SAW) meninggal dunia bersamaan dengan terjadinya gerhana matahari. Beliau SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda (kebesaran) Allah SWT. Tidak terjadi gerhana karena kematian seseorang, tidak juga karena kehidupan (kelahiran) seseorang. Apabila kalian mengalaminya (gerhana), maka shalatlah dan berdoalah, sehingga (gerhana itu) berakhir.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah ibnu Amr, bahwasannya Nabi SAW memerintahkan seseorang untuk memanggil dengan panggilan “ashsholaatu jaami’ah” (shalat didirikan dengan berjamaah). (HR Imam Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilakukan dua rakaat, membaca Al-Fatihah dan surah dua kali setiap raka’at, dan melakukan ruku’ dua kali setiap raka’at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Shalat Istisqo’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas Ra., bahwasannya Nabi SAW shalat istisqo’ dua raka’at, seperti shalat ‘Id. (HR Imam Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata caranya seperti shalat ‘Id.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Shalat Tarawih (sudah dibahas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ‘Aisyah Rda., bahwasannya Nabi Muhammad SAW shalat di masjid pada suatu malam. Maka orang-orang kemudian mengikuti shalat beliau. Nabi shalat (lagi di masjid) pada hari berikutnya, jamaah yang mengikuti beliau bertambah banyak. Pada malam ketiga dan keempat, mereka berkumpul (menunggu Rasulullah), namun Rasulullah SAW tidak keluar ke masjid. Pada paginya Nabi SAW bersabda: “Aku mengetahui apa yang kalian kerjakan tadi malam, namun aku tidak keluar karena sesungguhnya aku khawatir bahwa hal (shalat) itu akan difardlukan kepada kalian.” ‘Aisyah Rda. berkata: “Semua itu terjadi dalam bulan Ramadhan.” (HR Imam Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah raka’atnya adalah 20 dengan 10 kali salam, sesuai dengan kesepakatan shahabat mengenai jumlah raka’at dan tata cara shalatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Shalat Witir yang mengiringi Shalat Tarawih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun shalat witir di luar Ramadhan, maka tidak disunnahkan berjamaah, karena Rasulullah SAW tidak pernah melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Shalat sunnah yang tidak disunnahkan berjamaah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Shalat Rawatib (Shalat yang mengiringi Shalat Fardlu), terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. 2 raka’at sebelum shubuh&lt;br /&gt;b. 4 raka’at sebelum Dzuhur (atau Jum’at)&lt;br /&gt;c. 4 raka’at sesudah Dzuhur (atau Jum’at)&lt;br /&gt;d. 4 raka’at sebelum Ashar&lt;br /&gt;e. 2 raka’at sebelum Maghrib&lt;br /&gt;f. 2 raka’at sesudah Maghrib&lt;br /&gt;g. 2 raka’at sebelum Isya’&lt;br /&gt;h. 2 raka’at sesudah Isya’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 22 raka’at rawatib tersebut, terdapat 10 raka’at yang sunnah muakkad (karena tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW), berdasarkan hadits:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW senantiasa menjaga (melakukan) 10 rakaat (rawatib), yaitu: 2 raka’at sebelum Dzuhur dan 2 raka’at sesudahnya, 2 raka’at sesudah Maghrib di rumah beliau, 2 raka’at sesudah Isya’ di rumah beliau, dan 2 raka’at sebelum Shubuh … (HR Imam Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun 12 rakaat yang lain termasuk sunnah ghairu muakkad, berdasarkan hadits-hadits berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Dari Ummu Habibah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa senantiasa melakukan shalat 4 raka’at sebelum Dzuhur dan 4 raka’at sesudahnya, maka Allah mengharamkan baginya api neraka.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 raka’at sebelum Dzuhur dan 2 raka’at sesudahnya ada yang sunnah muakkad dan ada yang ghairu muakkad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Nabi SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah mengasihi orang yang melakukan shalat empat raka’at sebelum (shalat) Ashar.” (HR Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Huzaimah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat sunnah sebelum Ashar boleh juga dilakukan dua raka’at berdasarkan Sabda Nabi SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di antara dua adzan (adzan dan iqamah) terdapat shalat.” (HR Imam Bazzar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Anas Ra berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di masa Rasulullah SAW kami shalat dua raka’at setelah terbenamnya matahari sebelum shalat Maghrib…” (HR Imam Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Shalatlah kalian sebelum (shalat) Maghrib, dua raka’at.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Nabi SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di antara dua adzan (adzan dan iqamah) terdapat shalat.” (HR Imam Bazzar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menjadi dasar untuk seluruh shalat sunnah 2 raka’at qobliyah (sebelum shalat fardhu), termasuk 2 raka’at sebelum Isya’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Shalat Tahajjud (Qiyamullail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an surah Al-Israa’ ayat 79, As-Sajdah ayat 16 – 17, dan Al-Furqaan ayat 64. Dilakukan dua raka’at-dua raka’at dengan jumlah raka’at tidak dibatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar Ra. bahwa Nabi SAW bersabda: “Shalat malam itu dua (raka’at)-dua (raka’at), apabila kamu mengira bahwa waktu Shubuh sudah menjelang, maka witirlah dengan satu raka’at.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Shalat Witir di luar Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minimal satu raka’at dan maksimal 11 raka’at. Lebih utama dilakukan 2 raka’at-2 raka’at, kemudian satu raka’at salam. Boleh juga dilakukan seluruh raka’at sekaligus dengan satu kali Tasyahud dan salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari A’isyah Rda. Bahwasannya Rasulullah SAW shalat malam 13 raka’at, dengan witir 5 raka’at di mana beliau Tasyahud (hanya) di raka’at terakhir dan salam. (HR Imam Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga pernah berwitir dengan tujuh dan lima raka’at yang tidak dipisah dengan salam atau pun pembicaraan. (HR Imam Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Shalat Dhuha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari A’isyah Rda., adalah Nabi SAW shalat Dhuha 4 raka’at, tidak dipisah keduanya (tiap shalat 2 raka’at) dengan pembicaraan.” (HR Abu Ya’la)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah Ra., bahwasannya Nabi pernah Shalat Dhuha dengan dua raka’at (HR Imam Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ummu Hani, bahwasannya Nabi SAW masuk rumahnya (Ummu Hani) pada hari Fathu Makkah (dikuasainya Mekkah oleh Muslimin), beliau shalat 12 raka’at, maka kata Ummu Hani: “Aku tidak pernah melihat shalat yang lebih ringan daripada shalat (12 raka’at) itu, namun Nabi tetap menyempurnakan ruku’ dan sujud beliau.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Shalat Tahiyyatul Masjid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Qatadah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian masuk masjid, janganlah duduk sehingga shalat dua raka’at.” (HR Jama’ah Ahli Hadits)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Shalat Taubat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW bersabda: “Tidaklah seorang hamba yang berdosa, kemudian ia bangun berwudhu kemudian shalat dua raka’at dan memohon ampunan kepada Allah, kecuali ia akan diampuni.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan lain-lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Shalat Tasbih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu shalat empat raka’at di mana di setiap raka’atnya setelah membaca Al-Fatihah dan Surah, orang yang shalat membaca: Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar sebanyak 15 kali, dan setiap ruku’, i’tidal, dua sujud, duduk di antara dua sujud, duduk istirahah (sebelum berdiri dari raka’at pertama), dan duduk tasyahud (sebelum membaca bacaan tasyahud) membaca sebanyak 10 kali (Total 75 kali setiap raka’at). (HR Abu Dawud dan Ibnu Huzaimah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Shalat Istikharah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir bin Abdillah berkata: “Adalah Rasulullah SAW mengajari kami Istikharah dalam segala hal … beliau SAW bersabda: ‘apabila salah seorang dari kalian berhasrat pada sesuatu, maka shalatlah dua rakaat di luar shalat fardhu …dan menyebutkan perlunya’ …” (HR Jama’ah Ahli Hadits kecuali Imam Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Shalat Hajat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa mempunyai hajat kepada Allah atau kepada seseorang, maka wudhulah dan baguskan wudhu tersebut, kemudian shalatlah dua raka’at, setelah itu pujilah Allah, bacalah shalawat, atas Nabi SAW, dan berdoa …” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Shalat 2 rakaat di masjid sebelum pulang ke rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ka’ab bin Malik: “Adalah Nabi SAW apabila pulang dari bepergian, beliau menuju masjid dan shalat dulu dua raka’at.” (HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Shalat Awwabiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an surah Al-Israa’ ayat 25&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ammar bin Yasir bahwa Nabi SAW bersabda: “Barang siapa shalat setelah shalat Maghrib enam raka’at, maka diampuni dosa-dosanya, walaupun sebanyak buih lautan.” (HR Imam Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Majah, Ibnu Huzaimah, dan Tirmidzi meriwayatkan hadits serupa dari Abu Hurairah Ra. Nabi SAW bersabda: “Barang siapa shalat enam raka’at antara Maghrib dan Isya’, maka Allah mencatat baginya ibadah 12 raka’at.” (HR Imam Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Shalat Sunnah Wudhu’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa berwudhu, ia menyempurnakan wudhunya, kemudian shalat dua raka’at, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Shalat Sunnah Mutlaq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW berpesan kepada Abu Dzar al-Ghiffari Ra.: “Shalat itu sebaik-baik perbuatan, baik sedikit maupun banyak.” (HR Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Umar Ra.: “Nabi SAW bertanya: ‘Apakah kamu berpuasa sepanjang siang?’ Aku menjawab: ’Ya.’ Beliau bertanya lagi: ‘Dan kamu shalat sepanjang malam?’ Aku menjawab: ’Ya.’ Beliau bersabda: ’Tetapi aku puasa dan berbuka, aku shalat tapi juga tidur, aku juga menikah, barang siapa tidak menyukai sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku’.” (HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits terakhir ini menunjukkan bahwa shalat sunnah bisa dilakukan dengan jumlah raka’at yang tidak dibatasi, namun makruh dilakukan sepanjang malam, karena Nabi sendiri tidak menganjurkannnya demikian. Ada waktu untuk istirahat dan untuk istri/suami.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-7501043557113887223?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/7501043557113887223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/shalat-sunnah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/7501043557113887223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/7501043557113887223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/shalat-sunnah.html' title='Shalat Sunnah'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-520380179275772133</id><published>2009-12-11T19:41:00.000-08:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.129-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Shalat'/><title type='text'>Shalat Sunnah Tahajjud</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Shalat tahajjud adalah shalat yang dilakukan di malam hari dari mulai waktu Isya sampai datangnya waktu shalat Subuh. Diwajibkan untuk melakukan shalat tahajjud ini, kita harus tidur dulu. Waktu yang paling dianjurkan adalah di waktu 1/3 waktu malam yang terakhir.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Shalat tahajjud adalah rakaat yang bebas, namun sunahnya adalah 2 sampai 8 rakaat, namun diperbolehkan lebih sebagaimana yang dilakukan oleh para ulama.  Imam Ali Zainal Abidin Assajad melakukan shalat 500 rakaat setiap malamnya, yaitu 1000 x sujud disetiap malamnya. Demikian pula yang dilakukan oleh Imam Syafii.&lt;br /&gt;Mengenai doanya, tiadak ada doa khusu yang warad dari ahadits Nabi SAW yang dikhusukan untuk shalat tahajjud. Walaupun ada beberapa hadits yang mewaradkannya, namun tidak ada doa yang khusus dalam hal ini, maka diperbolehkan menggunakan doa yang diwaradkan oleh para ulama, atau berdoa sendiri dengan doa yang kita inginkan.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Shalat Tahajud  adalah shalat sunat yang dikerjakan pada waktu malam, dimulai selepas isya sampai menjelang subuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jumlah rakaat pada shalat ini tidak terbatas, mulai dari 2 rakaat, 4, dan seterusnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-326"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;A. Pembagian Keutamaan Waktu Shalat Tahajud&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepertiga malam, kira-kira mulai dari jam 19.00 samapai jam 22.00&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepertiga kedua, kira-kira mulai dari jam 22.00 sampai dengan jam 01.00&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepertiga ketiga, kira-kira dari jam 01.00 sampai dengan masuknya waktu subuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;b&gt;B. Niat shalat tahajud:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ushallii sunnatat-tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artinya: “Aku niat shalat sunat tahajud dua rakaat karena Allah”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;C. Doa yang dibaca setelah shalat tahajud:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rabbanaa aatina fid-dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa adzaaban-naar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artinya: “Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hadits Bukhari dinyatakan, bahwa rasulullah jika bangun dari tidurnya di tengah malam lalu bertahajud membaca doa:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allahumma lakal hamdu anta qayyimus samaawaati walardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu laka mulkus samaawaati wal ardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu nuurus samaawaati wal ardhi, wa lakal hamdu antal haqqu wa wa’dukal-haqqu wa liqaa’uka haqqun wa qauluka haqqun wal-jannatu haqqun, wan naaru haqqun, wan-nabiyyuuna haqqun, wa Muhammadun shallallaahu ‘alaihi wa sallama haqqun, waass’atu haqqun. Allahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alaika tawakaltu wa ilaika anabtu wa bika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfir lii maa qaddamtu, wa maa akhkhartu wa maa asrartu, wa maa a’lantu antal muqaddimu wa antal mu’akhiru la ilaaha illa anta aula ilaaha gairuka wa laa haula quwwata illa billah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artinya: “Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Engkaulah penegak langit dan bumi dan alam semesta beserta segala isinya. Bagi-Mulah segala puji, pemancar cahay langit dan bumi. Bagi-Mulah segala puji, Engakaulah yang haq, dan janji-Mu adalah benar, dan surge adalah haq, dan neraka adalah haq, dan nabi-nabi itu adalah haq, dan Nabi Muhammad adalah benar, dan hari kiamat adalah benar. Ya Allah, kepada-Mulah kami berserah diri (bertawakal) kepada Engkau jualah kami kembali, dan kepada-Mulah kami rindu, dan kepada engkaulah kami berhukum. Ampunilah kami atas kesalahan yang sudah kami lakukan dan sebelumnya, baik yang kami sembunyikan maupun yang kami nyatakan. Engkaulah Tuhan yang terdahulu dan Tuhan ynag terakhir. Tidak ada Tuhan melainkan Engkau Allah Rabbul alamin. Tiada daya upaya melainkan dengan pertolongan Allah.”&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt; D. Setelah itu, perbanyaklah membaca istigfar sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Astagfirullaahal azhim wa atuubu ilaiih&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artinya: “Kami memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung dan kami pun bertaubat kepada-Nya”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt; E. Keutamaan Shalat Tahajud&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Surga dengan selamat.” (HR Tirmidzi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bersabda Nabi Muhammad saw:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam.” (HR Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, Allah sendiri juga berfirman:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji. (QS Al-Isra’: 79)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Jabir r.a., ia barkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda: Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu setiap malam.” (HR Muslim dan Ahmad)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang saleh sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR Ahmad)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt; F. Kiat Mudah Shalat Malam/Qiyamullail&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agar kita diberi kemudahan bangun malam untuk melakukan shalat malam, cobalah tips-tips berikut ini:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aturlah aktivitas di siang hari agar malamnya Anda tidak kelelahan. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makan malam jangan kekenyangan, berdoa untuk bisa bangun malam, dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hindari maksiat, sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri, “Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail. Dengan begitu kita termotivasi untuk melaksanakannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Baik juga jika janjian dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya program tahajud bersama sekali atau dua malam dalam sepekan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdoalah kepada Allah swt. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-520380179275772133?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/520380179275772133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/shalat-sunnah-tahajjud.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/520380179275772133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/520380179275772133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/shalat-sunnah-tahajjud.html' title='Shalat Sunnah Tahajjud'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-8194836191860843888</id><published>2009-12-11T19:34:00.000-08:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.129-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Shalat'/><title type='text'>Shalat Sunnah Dhuha</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Shalat Dhuha adalah shalat sunah yang dilakukan setelah terbit matahari sampai menjelang masuk waktu zhuhur. Afdhalnya dilakukan pada pagi hari disaat matahari sedang naik ( kira-kira jam 9.00 ). &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Shalat Dhuha lebih dikenal dengan shalat sunah untuk memohon rizki dari Allah, berdasarkan hadits Nabi : " Allah berfirman : Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang ( Shalat Dhuha )  niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya " ( HR.Hakim dan Thabrani ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Melaksakan Shalat Dhuha :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat Dhuha minimal dua rakaat dan maksimal duabelas rakaat, dilakukan secara Munfarid ( tidak berjamaah ), caranya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Niat didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aku niat shalat sunah Dhuha karena Allah"&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca doa Iftitah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca surat al Fatihah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca satu surat didalam Alquran.Afdholnya rakaat pertama surat Asysyams dan rakaat kedua surat Allail&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ruku' dan membaca tasbih tiga kali&lt;/li&gt;&lt;li&gt;I'tidal dan membaca bacaanya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaannya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian   Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali. Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh diatas.  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-8194836191860843888?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/8194836191860843888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/shalat-sunnah-dhuha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/8194836191860843888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/8194836191860843888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/shalat-sunnah-dhuha.html' title='Shalat Sunnah Dhuha'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-5784644722495088179</id><published>2009-12-10T11:49:00.000-08:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.129-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Pemimpin Adalah Nahkoda</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Seorang pemimpin adalah pribadi yang sangat menentukan bagi suatu umat atau bangsa. Menentukan karena dengannya sebuah Negara bisa maju atau mundur. Bila seorang pemimpin tampil lebih memihak kepada kepentingan dirinya, tidak bisa tidak rakyat pasti terlantar. Sebaliknya bila seorang pemimpin lebih berpihak kepada rakyatnya, maka keadilan pasti ia tegakkan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadilan adalah titik keseimbangan yang menentukan tegak tidaknya alam semesta ini. Allah swt menegakkan langit dengan keseimbangan. Pun juga segala yang ada di bumi Allah swt berikan dengan penuh keseimbangan. Padanan keseimbangan adalah keadilan, lawan katanya adalah kedzaliman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kedzaliman pasti merusak. Bila manusia berbuat dzalim maka pasti ia akan merusak diri dan lingkungannya. Bayangkan bila yang berbuat dzalim adalah seorang pemimpin. Pasti yang akan hancur adalah bangsa secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al Qur’an Allah swt telah menceritakan hancurnya umat-umat terdahulu adalah kerena kedzaliman pemimpinnya. Karena itu bila kita berusaha untuk memecahkan persoalan bangsa maka tidak ada jalan kecuali yang pertama kali kita perbaiki adalah pemimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin yang korup dan dzalim bukan saja akan membawa malapetaka terhadap rakyatnya tepai lebih jauh –dan ini yang sangat kita takuti – Allah swt akan mencabut keberkahan yang diberikan. Sungguh sangat sengsara sebuah kaum yang kehilangan keberkahan. Sebab dengan hilangnya keberkahan tidak saja fisik yang sengsara melainkan lebih dari itu, ruhani juga ikut meronta-ronta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin Adalah Nahkoda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, perumpamaan yang mengatakan bahwa pemimpin adalah nahkoda bagi sebuah kapal. Sebab Negara ibarat kapal yang didalamnya banyak penumpangnya. Para penumpang seringkali tidak tahu apa-apa. Maka selamat tidaknya sebuah kapal tergantung nahkodanya. Bila nahkodanya berusaha untuk menabrakkan kapal ke sebuah karang, tentu bisa dipastikan bahwa kapal itu akan tenggelam dan semua penumpang akan sengsara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat kepala bagi sebuah badan, pemipin adalah otak yang mengatur semua gerakan anggotanya. Karena itu pemimpin harus cerdas, lebih dari itu harus jujur dan adil. Tidak cukup seorang pemimpin hanya bermodal kecerdasan, sebab seringkali para pemimpin yang korup menggunakan kecerdasannya untuk menipu rakyat. Karena itu ia harus jujur dan adil. Itulah rahasia firman Allah : “I’diluu huwa aqrabu lit taqwaa. Berbuat adillah, karena berbuat adil itu lebih dekat kepada taqwa”. QS. Al Ma’idah: 8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan ayat ini menunjukkan bahwa keadilan adalah jalan menuju ketaqwaan. Mengapa? Sebab tidak mungkin seorang pemimpin yang dzalim bertaqwa. Bila jiwa taqwa hilang dari diri seorang pemimpin, ia pasti akan berani kepada Allah swt. Bila seorang pemimpin berani kepada Allah swt, maka kepada manusia ia akan lebih berani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu bekal utama seorang pemimpin harus benar-benar menegakkan taqwa dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu pesan utama Al Qur’an adalah membangun pribadi taqwa. Sebab dengan taqwa seorang pemimpin akan bersungguh-sungguh ikut tuntunan Allah swt. Bila ia bersungguh-sungguh ikut tuntunan Allah swt maka segala langkahnya akan berkah dan otomatis Negara yang dipimpinya pun akan berkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah rahasi mengapa dalam memilih seorang pemimpin, hendaklah sebuah bangsa jangan asal-asalan. Melainkan harus benar-benar selektif. Jangan asal disogok lalu berani mengorbankan kebenarn. Ingat bahwa Allah swt tidak hanya mengancam orang-orang yang berbuat dzalim, melainkan juga mengancam orang-orang yang mendukung kedzaliman tersebut. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras”. QS. Al Mukmin : 45-46.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin Adalah Cermin Rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat yang cerdas tidak mungkin memilih pemimpin yang bodoh. Rakyat yang bersih tidak mungkin memilih pemimpin yang korup. Tetapi sebaliknya bila rakyatnya korup maka pasti yang akan dipilih adalah pemimpin yang korup. Karena itu terpilihnya Fir’un sebagi raja, adalah karena rakyatnya bodoh dan bejat. Sebab siapakah sebenarnya seorang pemimpin, jika ia tidak mendapatkan dukungan? Ia sebenarnya tidak berdaya apa-apa. Jika semua rakyatnya bersatu untuk menyerangnya ia pasti tidak bisa bertahan. Karenanya pemimpin yang korup akan selalu menciptakan lingkungan agar rakyat tetap bodoh. Sebab dengan kebodohannya ia akan lebih lama berkuasa, dan lebih nyaman menikmaati kedzalimannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Sayed Qutb ketika menafsirkan ayat tentang Fir’un dalam surat An Naziat menjelaskan bahwa sebenarnya Fir’un tidak mempunyai kekuatan sejumlah rakyatnya. Maka jika rakyatnya cerdas, mereka tidak mungkin mengizinkan Fir’un terus berkuasa. Mereka pasti akan segera memberontak atas kedzalimannya. Namun karena mereka bodoh, maka Fir’un merasa semakin tinggi. Puncaknya Fir’un menjadi lupa daratan sehingga ia mendeklarasikan dirinya sebagai tuhan. Dia berkata seperti yang Allah swt rekam dalam surat An nazi’at: ”ana rabbukumul a’laa”. Saya tuhan kalian yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan betapa seorang pemimpin adalah cerminan rakyat itu sendiri. Jadi sekarang tergantung kita sebagai rakyat, mau memilih pemimpin yang korup atau yang jujur dan adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat bahwa setiap suara yang kita berikan itu adalah amanah. Bila kita salah menyerahkan amanah, yang sengsara kita juga. Sebaliknya bila kita bersungguh-sungguh untuk menyerahan amanah itu kepada yang ahlinya, maka kitalah yang akan menikmatinya. Bukan saja kesejahteraan di dunia yang kita dapatkan melainkan lebih dari itu, kita akan mendapatkan pahala yang melimpah karena kita telah mendukung kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini nampak bahwa suara rakyat adalah sangat menentukan terhadap lahirnya seorang pemimpin. Oleh sebab itu, kita sebagi rakyat hendaknya bersungguh-sungguh untuk menjadi rakyat yang baik, sebab jika tidak, kita sendiri yang rugi dan sengsara. Rasulullah saw. Bersabda: ”Bahwa seorang mu’min tidak pantas terjatuh ke lubang yang sama dua kali”. Maka cukuplah masa lalu kita jadikan pelajaran. Sekarang sudah saatnya kita memilih pemimpin yang benar-benar membawa risalah Allah. Sebab hanya dengan menegakkan ajaran Allah swt keberkahan akan turun. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Seandainya penduduk sebuah negeri beriman dan bertaqwa, niscaya akan Kami turunkan keberkahan dari langit dan bumi”. QS. Al A’raf : 96.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hal di atas, jelas bahwa keberkahan yang akan kita raih tergantung perjuangan kita untuk menegakkan ajaran Allah. Dan untuk itu sungguh sebuah keniscayaan kita memilih seorang pemimpin yang benar-benar membawa keberkahan. Itulah pemimpin yang bersih dan senantiasa mengedepankan risalah Allah swt sebagai panduannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah telah membuktikan bahwa kisah-kisah pemimpin berhasil seperti yang Allah swt ceritakan dalam Al Qur’an, misalnya: Nabi Daud as, Nabi Sulaiman as, dan Dzul Qarnain, itu adalah karena kesungguhan mereka menegakkan ajaran Allah dalam kepemimpinannya. Begitu juga kepemimpinan Rasulullah saw, yang dilanjutkan oleh Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan Umar bin Abdul Aziz. Mereka dalah contoh-contoh yang tidak bisa kita nafikan sebagai puncak pemimpin yang paling berhasil dan sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bila kita teliti kunci utama keberhasailan mereka adalah karena mereka memimpin dengan ketaqwaan. Sebab bila seorang pemimpin bertaqwa ia pasti jujur dan amanah. Bila seorang pemimpin jujur dan amanah ia pasti akan memberikan yang terbaik kepada rakyat yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya bila seorang pemimpin tidak bertaqwa, ia pasti akan selalu membawa bencana dengan kedzaliman yang ia bangga-banggakan. Kedzaliman adalah sumber kesengsaraan. Karena itu Allah swt menyebutkan bahwa orang yang paling dzalim adalah orang yanga setelah mendapatkan tuntunan dari Allah malah ia berpaling darinya. Mengapa dikatakan dzalim, karena dengan kedzalimannya tidak saja ia menjadikan dirinya sebagai bahan neraka, melain juga dengan kedzalimannya ia membawa acaman bagi orang lain yang dipimpinnya. Wallahu A’lam bish Shawab.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-5784644722495088179?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/5784644722495088179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/pemimpin-adalah-nahkoda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/5784644722495088179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/5784644722495088179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/pemimpin-adalah-nahkoda.html' title='Pemimpin Adalah Nahkoda'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-5799135507749972445</id><published>2009-12-10T11:48:00.001-08:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.129-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Kekayaan: Antara Yang Terpuji dan Tercela</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Mungkin semua sepakat bahwa kekayaan adalah hal yang menarik, yang diinginkan dan didambakan oleh hampir semua orang. Akan tetapi siapa sangka bahwa ternyata tidak semua jenis dan kondisi kekayaan, kebercukupan, dan keberadaan adalah hal yang terpuji. Al-Qur’an ternyata menunjukkan bahwa Allah tidak selalu berpihak apalagi memuji orang kaya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat al-Qur’an dan hadits Nabi saw kita temukan dua istilah yang berarti kekayaan. Ada istilah ghina (kaya) ada istilah tarof (mewah). Keduanya menunjukkan makna kekayaan, kebercukupan dan keberadaan. Tapi nash-nash al-Qur’an dan as-Sunnah punya sikap yang berbeda dengan kedua istilah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam al-Qur’an pemakaian akar kata ghina jarang dipakai untuk konteks mengecam. Al-Qur’an memakai kata ghaniyy untuk mengungkapkan sifat Allah Yang Maha Kaya. Sedangkan untuk manusia Allah memakai bentuk jamak (aghniya’) yaitu orang-orang kaya, seperti di surat al-Baqarah ayat 273, Ali Imran 181, dan at-Taubah 93 semuanya dalam bentuk nakirah (indefinite) dan dalam surat al-Hasyr ayat 7 dalam bentuk ma’rifah (definite). Dalam ayat-ayat tersebut Allah tidak menganggap kekayaan sebagai sesuatu hal yang tercela. Di Ali Imran 181 Allah swt mengecam orang-orang Yahudi mengaku kaya dan mengatakan Allah fakir, subhanallah!!! Kekayaan itu sendiri tidak dipermasalahkan tetapi kesombongan dan keangkuhan mereka yang Allah swt kecam. Di surat at-Taubah 93 Allah swt mengecam orang-orang yang tidak ingin berjihad padahal mereka berkecukupan dan mampu untuk berjihad. Kekayaan di sini justru menjadi sarana yang mengharuskan untuk berjuang. Selain kedua ayat tadi Allah swt menyebutkan kata aghniya’ dengan netral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita lihat hadits Nabi saw kita akan temukan sikap yang sama terhadap ghina dan akar katanya. Rasulullah saw bahkan memuji kondisi kaya dalam banyak hal misalnya dalam hadits riwayat imam Muslim:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;خير الصدقة ما كان عن ظهر غنى ، واليد العليا خير من اليد السفلى وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sedekah terbaik adalah yang dikeluarkan dalam keadaan cukup (kaya), dan tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah, dan mulailah dari keluargamu.” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits ini Rasulullah saw memuji kondisi kebercukupan dan bahwa sedekah sebaiknya dilakukan ketika seseorang dalam keadaan mampu. Lebih jauh lagi Rasulullah saw menyatakan bahwa yang memberi lebih baik dari yang hanya menerima. Dan itu adalah pujian bagi kondisi kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Sa’d bin Abi Waqqash, Rasulullah saw bahkan mengatakan bahwa kondisi kaya bagi ahli waris lebih baik dari kondisi miskin tak berdaya. Rasulullah saw bersabda kepada Sa’d:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إنك إن تترك ورثتك أغنياء خير من أن تتركهم عالة يتكففون الناس&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya lebih baik dari pada engkau tinggalkan mereka miskin meminta-minta kepada orang.” (HR al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun juga Rasulullah saw tidak mengajarkan kita untuk menjadi materialistis, menganggap bahwa kekayaan materi adalah segalanya. Rasulullah saw berkata bahwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ليس الغنى عن كثرة العرض ، إنما الغنى غنى النفس&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kekayaan bukanlah dengan banyaknya materi tetapi kekayaan adalah kekayaan jiwa.” (HR al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw mengecam kekayaan ketika kekayaan mendorong orang untuk berbuat dan bersikap melebihi batas. Dalam hadits riwayat a-Turmudzi Rasulullah saw mencela ghinan muthghiyan yang berarti kekayaan yang membuat seseorang menjadi berlebih-lebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu tadi tentang istilah ghina, bagaimana dengan istilah tarof? Kita temukan dalam al-Qur’an bahwa orang-orang yang mutrof (bermewah-mewahan) selalu dikecam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata tarof dan akar katanya disebutkan tiga kali dalam al-Qur’an dan ternyata semua bernada mengecam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat bagaimana surat al-Waqi’ah berbicara tentang “golongan kiri” yang merupakan penduduk neraka. Di ayat 45 Allah menyebutkan sifat mereka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya mereka sebelumnya (ketika di dunia) adalah orang yang bermewah-mewahan.” (QS. Al Waqi’ah: 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kasat mata kita juga dapat melihat kebanyakan orang-orang yang tenggelam dengan dosa dan kemaksiatan adalah orang-orang yang terlena dengan kekayaan harta sehingga mereka lalai bahwa kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita baca lagi surat al-Israa’, dalam ayat ke 16 Allah swt berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan jika Kami ingin menghancurkan sebuah negeri, Kami perintahkan orang-orang yang bermewah-mewahan dari mereka sehingga mereka berbuat dosa di negeri itu, lalu mereka berhak mendapakan ketentuan (azab), dan Kami hancurkanlah negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS. al-Israa’: 16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini berbicara tentang sebuah sunnatullah, yang berlaku pada setiap kondisi yang analog. Bukan hanya pada kasus tertentu. Karena itu Allah swt memakai kata “Idza” (jika) yang berarti syarat dari sebuah proses sebab akibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt menyatakan bahwa proses kehancuran sebuah komunitas dimulai ketika elit masyarakatnya berbuat fasiq. Jika kefasikan bermula dari elitnya maka akan dengan mudah menyebar, ditiru atau ditularkan kepada seluruh masyarakat. Dan akhirnya merajalela kemaksiatan yang berakibat pada kehancuran komunal, tidak terbatas pada orang-orang tertentu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat Hud juga ditemukan bagaimana pengaruh orang-orang yang bermewah-mewahan itu. Allah swt berfirman pada ayat 116:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang zhalim mengikuti kemewahan yang ada pada mereka. Dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.” (QS. Hud: 116)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut berbicara tentang perilaku orang-orang terdahulu di mana sulit ditemukan orang-orang yang mau melarang kemungkaran. Hal itu diperparah dengan kenyataan bahwa orang-orang kaya lebih suka memikirkan kekayaannya dan tenggelam dalam kemewahan dan kenikmatan duniawi sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini secara umum kita bisa melihat perbedaan antara kekayaan yang terpuji dan kesejahteraan yang layak diperjuangkan, dengan kemewahan dan kehidupan glamour yang tidak dipuji bahkan dikecam oleh al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layak untuk direnungkan bagi kita terutama bangsa Indonesia yang sedang berjuang meraih kesejahteraan agar menyadari bahwa capaian materi yang diajarkan oleh Islam bukanlah kehidupan yang glamour dan berfoya-foya. Al-Qur’an membedakan antara kekayaan yang terpuji dengan kemewahan yang tercela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa makna pembedaan itu? Mengapa perlu dibedakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maknanya adalah Allah swt membolehkan bahkan mendorong adanya kekayaan bukan untuk dinikmati didunia ini semata-mata. Tetapi untuk diberikan kepada yang berhak, diinfakkan pada hal-hal yang bermanfaat bagi kepentingan umum, untuk membela agama dan negara, serta tujuan-tujuan mulia lainnya. Sedangkan kekayaan yang hanya digunakan untuk berfoya-foya dan bahkan untuk menyombongkan diri, adalah bencana yang hanya mencelakakan sang pemiliknya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku-perilaku Tarof&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an juga memberikan beberapa ilustrasi tentang perilaku yang Allah swt benci dalam bersikap terhadap harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Menganggap Kekayaan sebagai Simbol Kemuliaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara perilaku yang Allah swt kecam dalam berinteraksi dengan harta adalah menganggap bahwa harta yang banyak berarti kemuliaan di sisi Allah. Allah swt berfirman dalam surat al-Fajr:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimulaikan-Nya dan diberi-Nya kenikmatan maka dia berkata, “Tuhanku telah memuliakanku. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu dibatasi rejekinya maka dia berkata, ‘Tuhanku telah menghinakanku’. Sekali-kali tidak (demikian)!” (QS al-Fajr: 15-17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt secara tegas menyalahkan persangkaan orang bahwa harta adalah ukuran kemuliaan. Karena memiliki sesuatu tidak berarti apa-apa, jika tidak bermanfaat bagi orang lain. Kepemilikan itu bukanlah kepemilikan hakiki, hanya sekedar titipan yang harus diberikan kepada yang berhak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Bangga dengan Konsumerisme Yang Berlebihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara perilaku tarof yang Allah swt kecam adalah berbangga dengan tingkat konsumsi yang tinggi. Allah swt menyindir orang yang seperti ini di dalam surat al-Balad: 6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia mengatakan, ‘Aku telah menghabiskan harta yang banyak.” (QS al-Balad: 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita banyak temukan sikap-sikap seperti ini pada orang-orang yang menganggap bahwa prestise dan image positif dibentuk dengan fasilitas-fasilitas yang mewah, tingkat konsumsi yang tinggi, dan penampilan yang wah. Padahal harta dalam pandangan Allah swt adalah cobaan yang akan dipertanggung jawabkan nanti di akhirat, dari mana mendapatkannya dan untuk apa dipergunakannya. Tidak ada sama sekali pertanyaan berapa kamu menghasilkan harta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Merendahkan Orang Miskin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara sikap-sikap tercela mengenai kekayaan adalah bukan hanya berbangga dengan kekayaan diri bahkan juga menganggap rendah orang yang lebih sedikit harta. Dalam surat al-Kahfi Allah swt bercerita tentang dua sahabat yang berbeda tingkat ekonominya. Allah swt berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan berikanlah untuk mereka perumpamaan dua orang yang Kami berikan kepada salah seorang dari mereka dua kebun anggur dan Kami kelilingi dua kebun itu dengan pohon-pohon korma dan Kami jadikan di antara dua kebun itu ladang. Kedua kebun itu menghasilkan buahnya dan kebun itu tidak berkurang hasilnya sedikitpun, dan Kami alirkan sungai di celah-celah kebun itu. Dan dia mempunyai hasil yang besar, lalu berkatalah dia kepada kawannya ketika bercakap-cakap dengannya, ‘Hartaku lebih banyak dari hartamu, dan orang-orangku lebih kuat.’ (QS al-Kahfi: 32-34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Tidak Berusaha Menolong Orang Miskin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku buruk lain yang sering dikecam al-Qur’an adalah ketidakpedulian terhadap orang-orang miskin. Kita bisa temukan kecaman al-Qur’an dalam hal ini misalnya pada surat al-Haqqah ayat 34, al-Ma’un ayat 3, al-Fajr ayat 17, an-Nisa ayat 37, al-Hadid 24.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, Memamerkan Kekayaan di Hadapan Orang Miskin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara perilaku orang kaya yang dicela al-Qur’an adalah memamerkan kekayaan dan membanggakan penampilan materi, sebagaimana Allah swt ceritakan tingkah Qarun dalam surat al-Qashash dari ayat 79. Di dalam ayat-ayat tersebut Allah swt menggambarkan betapa Qarun yang begitu kaya raya itu bertingkah sombong dan pamer kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, Menyandarkan Kekayaan kepada Kemampuan Pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku lain yang dikecam al-Qur’an terkait kekayaan adalah mengkalim bahwa kekayaan dihasilkan semata-mata karena kemampuan pribadi. Sebagaimana Qarun dengan congkak mengatakan bahwa kekayaannya adalah karena ilmu yang ada padanya (QS. al-Qashash ayat 78). Juga dalam surat az-Zumar Allah swt menegur manusia yang jika diberi nikmat dia mengatakan bahwa hal itu semata dikarenakan karena kelebihan yang ada pada dirinya. Sikap yang benar yang harus dilakukan manusia adalah sikap yang dicontohkan oleh Nabi Sulaiman as yang mengatakan ketika mendapatkan nikmat, beliau mengatakan, ”Hadza min fadhli rabbi liyabluwani a’asykuru am akfur. Ini adalah karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau ingkar.” QS. An Naml : 40.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta pada hakekatnya hanyalah cobaan yang harus dipertanggung jawabkan, bukan kebanggaan yang harus dikejar. Allahu A’lam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-5799135507749972445?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/5799135507749972445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/kekayaan-antara-yang-terpuji-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/5799135507749972445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/5799135507749972445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/kekayaan-antara-yang-terpuji-dan.html' title='Kekayaan: Antara Yang Terpuji dan Tercela'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-991798800881085796</id><published>2009-12-10T11:48:00.000-08:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.130-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Uang sebagai Fitnah Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Uang dalam kehidupan kadang seperti selimut di saat malam. Harus tebal dan cukup menghangatkan seluruh tubuh dari terpaan dinginnya malam. Tapi, berhati-hatilah. Karena selimut yang kurang bersih bisa menjadi penghubung antara kutu-kutu jahat dengan tubuh si pengguna.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mana pun mulainya, perjalanan hidup memang tak akan pernah lepas dari cobaan. Bentuknya tidak seperti yang disadari banyak orang: derita, sedih, dan sejenisnya. Karena sesuatu yang menyenangkan pun ujian. Di antara yang menyenangkan itu adalah uang atau harta. Dan justru, inilah ujian berat yang tidak banyak orang bisa mulus melalui lubang gelapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang dimaksud Sayyid Quthb dalam tafsir Azh-Zhilal ketika mengomentari surah Al-Anbiya ayat 35. Firman Allah swt., “…Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut beliau, sangat biasa jika memahami penderitaan, kemiskinan, musibah sebagai ujian dari Allah swt. Biasa. Hampir semua orang memahami itu. Tapi, sangat berbeda dengan urusan yang enak seperti uang dan harta. Kesan ujian seolah sirna. Justru orang menganggap, simbol kemuliaan dari Allah buat seorang hamba di antaranya melalui uang yang banyak. Sebaliknya, kehinaan buat mereka yang tak mampu meraih kemegahan uang dan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan itu memang sudah diungkap Alquran. Dalam surah Al-Fajr ayat 15 dan 16, Allah swt. berfirman, “Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata, ‘Tuhanku memuliakanku.’ Ada pun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata, ‘Tuhanku menghinakanku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu jika uang atau harta sudah di tangan. Akan lebih berat lagi jika persoalan uang masih milik bersama. Setidaknya, uang orang lain yang dititipkan atau sebagiannya akan jadi milik sendiri. Saat itulah, pertarungan antara idealita dan realita hidup menjadi kian tak terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah Al-Anfal sepertinya menarik dijadikan pelajaran. Gambaran seputar konflik perang Badar ini justru diawali dengan persoalan harta. Bukan pada perintah perang, bukan pada bagaimana pertolongan Allah dalam perang, bukan pada gambaran keberanian para sahabat. Tapi justru pada masalah uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ulama mengatakan, pertanyaan soal jatah uang pembagian seperti di awal surah Al-Anfal inilah yang akan menjadi pengulangan dari masa ke masa. Terus menerus, sejalan dengan dinamika aktivitas umat Islam di mana pun berada. Inilah fitnah besar yang tak kunjung usai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ bermula seribu satu fitnah. Seorang pemimpin bisa hancur pamornya karena isu amanah uang. Sebuah organisasi bisa pecah-pecah juga karena terjebak pada soal jatah uang. Bahkan, seorang ulama pun tak luput dari pertanyaan masalah uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran generasi sebelum Rasulullah saw. adalah sisi lain yang sangat berharga dijadikan renungan. Sejarah mencatat, tak sedikit orang-orang terpilih yang akhirnya tersungkur hanya pada persoalan jatah uang. Di antara mereka ada seorang rahib yang bernama Bal’am Ba’ura. Hamba Allah yang doanya nyaris tak pernah tertolak ini pun akhirnya tenggelam bersama kedekatannya dengan Firaun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya, para penguasa seperti Firaun paham betul titik lemah seorang tokoh seperti Bal’am. Yaitu, uang. Dari titik inilah, sendi-sendi kekuatan lain bisa melemah. Rasulullah saw. berpesan, “Sesungguhnya fitnah kekayaan itu lebih aku takuti atas kalian daripada fitnah kemiskinan. Kalian telah mendapati fitnah kemiskinan dan kalian sabar, sedangkan (fitnah) dunia ini terasa manis dan menyenangkan .” (Alhadits)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan uang pula yang pernah merusak kehidupan para pendeta di masa setelah Nabi Isa a.s. Karena uang, mereka tega menjual hukum Alkitab menurut selera penguasa. Hukum Alkitab pun diperlakukan seperti mainan bongkar pasang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itulah yang disampaikan Alquran dalam surah At-Taubah ayat 34. “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebagian besar orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan cara yang batil….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya, ayat ini didahului dengan sapaan ‘hai orang-orang yang beriman’. Kenapa? Ada hubungan apa antara sapaan buat orang yang beriman dengan sebuah fakta kebobrokan pendeta dan rahib dalam masalah uang. Padahal biasanya, sapaan ‘hai orang-orang yang beriman’ selalu diiringi dengan perintah dari Allah swt. Kenapa ini cuma informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ulama mengatakan, sapaan itu menandakan sebuah peringatan. Bahwa, penyelewengan rahib dan pendeta di kalangan Yahudi dan Nasrani pada soal uang; tidak tertutup kemungkinan akan terjadi di kalangan orang-orang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itulah yang menjadi komitmen seorang tabiin yang bernama Salim bin Abdullah bin Umar bin Khaththab. Cucu Umar bin Khaththab ini pernah ditawari hadiah oleh Khalifah Al-Manshur. Saat itu, beliau sedang thawaf di masjidil Haram. “Apa yang bisa kuberikan untukmu, wahai guru umat?” tanya Khalifah sambil ikut Thawaf. Dengan ringan Salim mengatakan, “Bagaimana mungkin aku meminta hadiah kepadamu, padahal aku sedang bertamu di rumah Allah!” Dan Khalifah pun diam. Ia menunggu hingga Salim selesai beribadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai, Khalifah menghampiri lagi. “Apa yang bisa kuberikan untukmu, wahai guru umat?” tanya Khalifah begitu hormat. Dengan ringan pula, Salim menjawab, “Bagaimana mungkin aku memohon sesuatu padamu, sementara kepada Pemiliknya saja aku tak meminta!” Dan Khalifah pun terdiam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang dan harta memang seperti selimut sebagai penghangat dinginnya malam kehidupan. Tapi, berhati-hatilah. Karena tidak sedikit musuh yang justru menyusup dari balik ketebalan dan kehangatan itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-991798800881085796?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/991798800881085796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/uang-sebagai-fitnah-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/991798800881085796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/991798800881085796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/uang-sebagai-fitnah-kehidupan.html' title='Uang sebagai Fitnah Kehidupan'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-3416545257123039718</id><published>2009-12-10T11:47:00.000-08:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.130-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Hidup Sederhana</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Nafsu manusia kadang seperti air. Tak pernah henti untuk selalu mengalir. Selama masih ada celah, di situlah air mengalir. Bedanya dengan air yang mengalir ke tempat lebih rendah, nafsu terus mengalir ke arah sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia bisa dibilang makhluk yang jarang cepat puas. Selalu saja ujung dari sebuah pencarian lagi-lagi bertemu pada satu titik: kurang. Keadaan itu persis seperti orang yang selalu mendongak ke atas. Dan lengah menatap ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kenapa orang tanpa sadar kehilangan daya peka. Kepekaannya dengan lingkungan sekitar menjadi tumpul. Bahkan mungkin, di tengah hiruk pikuknya mengejar yang atas, tanpa terasa kalau yang di bawah terinjak-injak. Jadi, pisau kepekaan bukan sekadar tumpul, bahkan berkarat sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang menjadi tidak mampu menyelami apa yang terjadi di sekelilingnya. Sulit merasakan kalau di saat kita terlelap dalam keadaan kenyang, sejumlah tetangga terus terjaga karena menahan perut yang lapar. Sulit menangkap keinginan anak-anak tetangga untuk tetap bersekolah, ketika sebagian kita tengah sibuk mencari sekolah top buat anak-anak, berapa pun mahalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakpekaan itu akhirnya menggiring diri untuk tampil tak peduli. Kesederhanaan menjadi barang langka. Ada semangat tampil serba wah. Ada bahasa yang sedang diungkapkan, “Saya memang beda dengan kalian!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika terjadi proses melengkapi kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, perumahan, pendidikan, dan mungkin hal-hal lain seperti alat komunikasi; ada pergeseran yang nyaris tanpa terasa. Sebuah pergerseran dari nilai fungsi kepada nilai gengsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemenuhan kebutuhan-kebutuhan pokok itu tidak lagi menimbang sekadar fungsi, tapi lebih kepada gengsi. Ada sesuatu yang sedang dikejar dari proses pemenuhan itu: trend dan gengsi. Biasanya, nilai gengsi jauh lebih mahal dari nilai fungsi. Bahkan, bisa berkali-kali lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, ada semacam ketergantungan dengan penampilan mode yang tentu saja datang dari negeri pedagang budaya. Mereka begitu pintar mengemas barang dagangan dalam bentuk yang sangat menarik. Halus, tanpa kesan menggurui. Kemasan bisa melalui film, berita mode dan sebagainya. Tanpa sadar, orang sedang terhipnotis dalam cengkeraman para pedagang budaya. Repotnya, ketika pedagang budaya sebagian besar menuhankan hidup materialistis. Semua tanpa sadar menuhankan gengsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah perilaku konsumsi seperti itu hinggap dalam diri umat Islam? Masalahnya memang bukan sekadar muslim atau bukan. Tapi sejauhmana umat Islam memahami nilai budaya Islam. Dan membumikannya dalam kenyataan hidup sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang tidak paham dengan Islam biasanya memang tidak peduli dengan urusan orang lain. Walaupun itu satu keyakinan. Tidak ada ajaran yang menyentuh hati mereka untuk mau memperhatikan nasib saudaranya. Hidup bagi mereka adalah diri mereka sendiri. Tidak ada hubungannya dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Islam, sangat menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Bahkan nilainya bisa sama dengan keimanan kepada Allah dan hari akhir. Rasulullah saw. bersabda, “Tidak beriman seorang di antara kamu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tumpulnya kepekaan dan kungkungan trend budaya orang lain, ada sebab lain yang membuat orang jauh dari sederhana. Itulah imperiority, atau merasa rendah di hadapan orang lain. Rasa rendah diri itu memompa segala daya yang dimiliki untuk tampil melebihi orang yang dianggap lebih. Paling tidak, ada kepuasan diri jika tampilan bisa dianggap lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit seperti itu biasa hinggap di negeri-negeri jajahan. Mereka biasa hidup susah. Sementara para penjajah hidup mewah. Ketika kesempatan hidup mewah terbuka lebar, sifat rendah diri berubah menjadi jiwa eksploitasi. Apa pun yang bisa diraih, diambil sebanyak-banyaknya demi kepuasan tampil lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itulah yang diwaspadai Khalifah Umar bin Khaththab ketika mencermati para gubernurnya. Ia khawatir, di saat kesempatan terbuka lebar, para gubernur hilang kesadaran. Umar pernah menghukum Amru bin Ash, sang gubernur Mesir kala itu yang berbuat semena-mena terhadap seorang rakyatnya yang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang gubernur yang bertugas di Hamash, Abdullah bin Qathin pernah dilucuti pakaiannya oleh Umar. Sang khalifah menyuruh menggantinya dengan baju gembala. Bukan itu saja, si gubernur diminta menjadi penggembala domba sebenarnya untuk beberapa saat. Hal itu dilakukan Umar karena sang gubernur membangun rumah mewah buat dirinya. “Aku tidak pernah menyuruhmu membangun rumah mewah!” ucap Umar begitu tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teladan lain pernah diperlihatkan sahabat Rasul yang bernama Mush’ab bin Umair. Pemuda kaya ini tiba-tiba berubah drastis ketika memeluk Islam. Ia yang dulu selalu tampil trendi, serba mewah, menjadi pemuda sederhana yang hampir seratus persen berbeda dengan sebelumnya. Bahkan Mush’ab rela meninggalkan segala kekayaannya demi menunaikan dakwah di Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menarik dari seorang mantan duta besar Jerman untuk Al-Jazair. Beliau bernama Wilfred Hoffman. Setiapkali mengunjungi pesta kalangan diplomat atau pejabat negara, isterinya selalu menjadi pusat perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, di acara-acara bergengsi seperti itu, isterinya tidak pernah mengenakan busana dan perhiasan mewah. Sebuah kenyataan di luar kelaziman buat kalangan petinggi negara seperti Jerman. Bagaimana mungkin seorang duta besar negara kaya bisa tampil ala kadarnya. Padahal, para pejabat dari negara miskin saja bisa tampil gemerlap. Ada apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, Hoffman dan isterinya memang sengaja seperti itu. Ia lebih memilih hidup sederhana, ketimbang tampil mewah. Justru, dengan tampilan seperti itulah, Hoffman dan isterinya lebih dianggap daripada dubes dan pejabat lain yang hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meraih segala kemampuan materi memang sulit. Tapi lebih sulit lagi mengendalikannya menjadi tampilan sederhana. Karena nafsu memang tidak pernah berhenti mengalir ke segala arah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-3416545257123039718?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/3416545257123039718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/hidup-sederhana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/3416545257123039718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/3416545257123039718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/hidup-sederhana.html' title='Hidup Sederhana'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-1861841980895004712</id><published>2009-12-10T11:46:00.000-08:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.130-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Taubat Sejati</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Hidup tak ubahnya seperti menelusuri jalan setapak yang becek di tepian sungai nan jernih. Kadang orang tak sadar kalau lumpur yang melekat di kaki, tangan, badan, dan mungkin kepala bisa dibersihkan dengan air sungai tersebut. Boleh jadi, kesadaran itu sengaja ditunda hingga tujuan tercapai.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada manusia yang bersih dari salah dan dosa. Selalu saja ada debu-debu lalai yang melekat. Sedemikian lembutnya, terlekatnya debu kerap berlarut-larut tanpa terasa. Di luar dugaan, debu sudah berubah menjadi kotoran pekat yang menutup hampir seluruh tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah keadaan yang kerap melekat pada diri manusia. Diamnya seorang manusia saja bisa memunculkan salah dan dosa. Terlebih ketika peran sudah merambah banyak sisi: keluarga, masyarakat, tempat kerja, organisasi, dan pergaulan sesama teman. Setidaknya, akan ada gesekan atau kekeliruan yang mungkin teranggap kecil, tapi berdampak besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi ketika kekeliruan tidak lagi bersinggungan secara horisontal atau sesama manusia. Melainkan sudah mulai menyentuh pada kebijakan dan keadilan Allah swt. Kekeliruan jenis ini mungkin saja tercetus tanpa sadar, terkesan ringan tanpa dosa; padahal punya delik besar di sisi Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. pernah menyampaikan nasihat tersebut melalui Abu Hurairah r.a. “Segeralah melalukan amal saleh. Akan terjadi fitnah besar bagaikan gelap malam yang sangat gulita. Ketika itu, seorang beriman di pagi hari, tiba-tiba kafir di sore hari. Beriman di sore hari, tiba-tiba kafir di pagi hari. Mereka menukar agama karena sedikit keuntungan dunia.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnyalah seseorang merenungi diri untuk senantiasa minta ampunan Allah swt. Menyadari bahwa siapa pun yang bernama manusia punya kelemahan, kekhilafan. Dan istighfar atau permohonan ampunan bukan sesuatu yang musiman dan jarang-jarang. Harus terbangun taubat yang sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara bahasa, taubat berarti kembali. Kembali kepada kebenaran yang dilegalkan Allah swt. dan diajarkan Rasulullah saw. Taubat merupakan upaya seorang hamba menyesali dan meninggalkan perbuatan dosa yang pernah dilakukan selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. pernah ditanya seorang sahabat, “Apakah penyesalan itu taubat?” Rasulullah saw. menjawab, “Ya.” (HR. Ibnu Majah) Amr bin Ala pernah mengatakan, “Taubat nasuha adalah apabila kamu membenci perbuatan dosa sebagaimana kamu mencintainya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat dari segala kesalahan tidak membuat seorang manusia terhina di hadapan Tuhannya. Justru, akan menambah kecintaan dan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya. Karena Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri. “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat dalam Islam tidak mengenal perantara. Pintu taubat selalu terbuka luas tanpa penghalang dan batas. Allah selalu menbentangkan tangan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. Seperti terungkap dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu musa Al-Asy`ari. “Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat kesalahan pada malam hari sampai matahari terbit dari barat.”&lt;br /&gt;Karena itu, merugilah orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah dan membiarkan dirinya terus-menerus melampaui batas. Padahal, pintu taubat selalu terbuka. Dan sungguh, Allah akan mengampuni dosa-dosa semuanya karena Dialah yang Maha Pengampun lagi Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mengulur-ulur saatnya bertaubat tergolong sebagai Al-Musawwif. Orang model ini selalu mengatakan, “Besok saya akan taubat.” Ibnu Abas r.a. meriwayatkan, berkata Nabi saw. “Binasalah orang-orang yang melambat-lambatkan taubat (musawwifuun).” Dalam surat Al-Hujurat ayat 21, Allah swt. berfirman, “Dan barangsiapa yang tidak bertaubat, mereka itulah orang-orang yang zalim.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar pernah mendengar ucapan Rasulullah saw., “Iblis berkata, aku hancurkan manusia dengan dosa-dosa dan dengan bermacam-macam perbuatan durhaka. Sementara mereka menghancurkan aku dengan Laa ilaaha illaahu dan istighfar. Tatkala aku mengetahui yang demikian itu aku hancurkan mereka dengan hawa nafsu, dan mereka mengira dirinya berpetunjuk.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, taubat seorang hamba Allah tidak cuma sekadar taubat. Bukan taubat kambuhan yang sangat bergantung pada cuaca hidup. Pagi taubat, sore maksiat. Sore taubat, pagi maksiat. Sedikit rezeki langsung taubat. Banyak rezeki kembali maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat yang selayaknya dilakukan seorang hamba Allah yang ikhlas adalah dengan taubat yang tidak setengah-setengah. Benar-benar sebagai taubat nasuha, atau taubat yang sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, ada syarat buat taubat nasuha. Antara lain, segera meninggalkan dosa dan maksiat, menyesali dengan penuh kesadaran segala dosa dan maksiat yang telah dilakukan, bertekad untuk tidak akan mengulangi dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, para ulama menambahkan syarat lain. Selain bersih dari kebiasaan dosa, orang yang bertaubat mesti mengembalikan hak-hak orang yang pernah dizalimi. Ia juga bersegera menunaikan semua kewajiban-kewajibannya terhadap Allah swt. Bahkan, membersihkan segala lemak dan daging yang tumbuh di dalam dirinya dari barang yang haram dengan senantiasa melakukan ibadah dan mujahadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Alahlah yang tahu, apakah benar seseorang telah taubat dengan sungguh-sungguh. Manusia hanya bisa melihat dan merasakan dampak dari orang-orang yang taubat. Benarkah ia sudah meminta maaf, mengembalikan hak-hak orang yang pernah terzalimi, membangun kehidupan baru yang Islami, dan hal-hal baik lain. Atau, taubat hanya hiasan bibir yang terucap tanpa beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup memang seperti menelusuri jalan setapak yang berlumpur dan licin. Segeralah mencuci kaki ketika kotoran mulai melekat. Agar risiko jatuh berpeluang kecil. Dan berhati-hatilah, karena tak selamanya jalan mendatar.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-1861841980895004712?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/1861841980895004712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/taubat-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/1861841980895004712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/1861841980895004712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/taubat-sejati.html' title='Taubat Sejati'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-7958244537020446062</id><published>2009-12-10T11:45:00.000-08:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.130-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Tak Ada Kompromi Buat Dengki</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;“Hindarilah sifat dengki karena ia akan memakan amalan kamu sebagaimana api memakan kayu yang kering.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa indahnya hidup yang Allah anugerahkan buat hamba-hambaNya yang beriman. Karena, tak satu gerak hati dan fisik pun yang berujung sia-sia. Semuanya bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh rugi mereka yang tak mampu memaknai indahnya hidup dalam persaudaraan iman. Ada kebencian dalam hati. Ada permusuhan dalam diri. Dan ada dengki yang tiba-tiba mendominasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pembangkangan di balik dengki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas, dengki menunjukkan ketidakberesan antara seseorang dengan orang-orang tertentu. Kesan itu sedemikian kuat tertutama dari para pelaku dengki. Bahkan mungkin ia pun tak sadar kalau dirinya sedang dengki. Padahal, dengki bukan cuma urusan antar manusia. Melainkan juga dengan Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang tidak disadarai para pendengki. Tanpa sadar, orang yang dengki sebenarnya sedang menghujat sebuah kebijakan Yang Maha Bijaksana. Ia tidak puas dengan turunnya nikmat Allah kepada orang tertentu. Seolah ia ingin mengajukan protes kepada Allah swt., “Kenapa mesti dia yang dapat nikmat. Bukan saya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. menggambarkan hal itu dalam sebuah hadits. “Sesungguhnya pada nikmat Allah Ta’ala itu terdapat musuh-musuh. Baginda ditanya, “Siapakah musuh-musuh itu, ya Rasulullah?” Baginda menjawab, “Mereka ialah orang-orang yang dengki terhadap orang lain atas anugerah yang diberikan oleh Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, seorang yang sedang dengki sebenarnya bukan sekadar melakukan kesalahan terhadap rekan, saudara, atau siapa pun yang ia kenal. Saat dengki itu mulai berkobar, ia sebenarnya sedang melakukan pembangkangan terhadap kebijakan Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada risau yang tak putus bersama dengki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kunci bahagia sebuah kehidupan adalah lahirnya ketenangan dalam hati. Ketenangan inilah yang menjadikan aliran darah normal. Jantung tidak memompa secara mendadak. Dari situ, pikiran terasa segar, fisik tak lagi sibuk melawan bermacam penyakit. Dan inilah ciri khas pribadi seorang mukmin. “(yaitu) Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” [QS. Ar-Ra'd: (13) 28]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ketika dengki menelusup ke hati, suasana menjadi lain. Ada hembusan panas yang tiba-tiba mengepung hati. Seorang ulama hadits seperti Abu Laits pernah mengatakan, “Tiada sesuatu yang lebih jahat daripada dengki. Seorang pendengki akan terkena lima bencana sebelum dengkinya berhasil, yaitu risau hati yang tak putus-putus, musibah yang tidak berpahala, tercela yang tidak baik, dan murka Allah swt.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang hamba Allah, sebenarnya sudah teramat sibuk dengan urusan pribadinya. Bisa urusan keimanan, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dakwah, keluarga, dan umat. Semua urusan itu silih berganti menguras perhatian dan kesibukannya. Bayangkan, jika urusan pribadi itu ditambah dengan dengki. Terlebih jika dengki yang lahir tidak pada satu orang. Tapi pada beberapa orang. Tentu akan ada beban yang teramat berat buat pikiran dan emosi pendengki. Dan beban itu akan menumpukkan kegelisahan yang tak pernah habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kesia-siaan setelah dengki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hamba Allah menginginkan semua amalnya bernilai tinggi. Ada tabungan pahala buat hari pembalasan. Tapi tak semua hamba Allah menyadari kalau suatu saat amalnya berkurang drastis dengan satu sebab. Dan sebab itu adalah kesibukan dengki yang tak pernah usai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. mengingatkan hal ini dalam haditsnya. “Hindarilah sifat dengki kerana ia akan memakan amalan kamu sebagaimana api memakan kayu yang kering.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kesia-siaan yang didapat dari pendengki. Tanpa sadar, amalnya terus berkurang dan berkurang sejalan dengan kedengkiannya. Pengorbanannya dalam jalan dakwah menjadi tak berarti. Susah payah ibadahnya menjadi tak berpahala. Nau’dzubillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hawa permusuhan dalam dengki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ciri khusus seorang mukmin dalam interaksinya dengan sesama mukmin. Itulah yang digambarkan Rasulullah saw. dalam sebuah hadits. Beliau saw. bersabda, “Tiada beriman seorang dari kamu sehingga dia mencintai segala sesuatu bagi saudaranya yang dia cintai bagi dirinya.” (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang, ciri tersebut hilang bersamaan dengan munculnya dengki. Ia tak lagi sadar bahwa seorang mukmin punya ciri cinta. Kurang dari itu, ia tak lagi pantas menyandang posisi istimewa sebagai orang yang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengki bukan hanya melepas jalinan cinta antara sesama mukmin. Lebih dari itu. Dengki memunculkan hawa permusuhan. Ada jarak batin ketika dua hamba Allah yang dijangkiti dengki itu bertemu. Tatapan menjadi penelusuran sebuah kecurigaan. Dan senyum menjadi basa-basi hambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, panasnya permusuhan sudah sangat terasa hanya karena nama orang yang didengki disebut orang. Terlebih ketika penyebutan berkenaan dengan keistimewaan atau kemuliaan. Dengki langsung menggiring hati dan pikiran secara optimal mengolah reaksi. Saat itu, tak ada setitik kebaikan pun terlihat dari kacamata dengki. Semuanya buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah indahnya hidup tanpa dengki. Siang menggairahkan fisik untuk giat berkarya. Dan malam menenteramkan hati untuk lelap beristirahat. Sungguh indah nasihat Rasulullah saw. buat generasi penerusnya. “Janganlah kalian saling mendengki, saling menfitnah (untuk suatu persaingan yang tidak sehat), saling membenci, saling memusuhi dan jangan pula saling menelikung transaksi orang lain. Jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslimnya yang lain, ia tidak menzhaliminya, tidak mempermalukannya, tidak mendustakannya, dan tidak pula melecehkannya. Takwa tempatnya adalah di sini –seraya Nabi saw. menunjuk ke dadanya tiga kali.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah r.a.)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-7958244537020446062?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/7958244537020446062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/tak-ada-kompromi-buat-dengki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/7958244537020446062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/7958244537020446062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/tak-ada-kompromi-buat-dengki.html' title='Tak Ada Kompromi Buat Dengki'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-8796058700479061541</id><published>2009-12-10T11:44:00.000-08:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.131-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Mengukur Angan-angan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Hidup kadang seperti rangkaian bias-bias sinar terik yang membentuk fatamorgana. Terlihat begitu indah. Segar menawan. Ia melambai-lambai, membuat ruhani yang haus kian terpedaya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah rupa hidup buat sebagian orang. Seperti itulah ketika kesenjangan antara idealita dengan realita tak lagi menumbuhkan kesadaran. Bahwa, hidup penuh perjuangan. Yang muncul selanjutnya adalah angan-angan. Andai saya bisa. Andai saya kaya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesenjangan makin parah ketika tarikan-tarikan idealita punya dua tangan. Adanya obsesi hidup serba lengkap di satu sisi, serta pergaulan yang begitu akrab dengan dunia serba mewah. Entah kenapa, ingatan begitu kuat menyimpan sederet merek mobil mewah, lokasi wisata kelas tinggi, trend baru seputar busana, handphone dan sebagainya. Ada selera hidup yang, boleh jadi, di luar kemestian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, kenyataan diri berkali-kali menegaskan bahwa semua tuntutan gaya hidup itu di luar kemampuan. Bahwa, membayang-bayangkan sesuatu di luar kesanggupan hanya menguras energi tanpa manfaat. Seolah diri ingin mengatakan, “Inilah kenyataan. Terimalah. Jangan mimpi. Jangan terbuai angan-angan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, penegasan itu sulit diterima diri yang terus dipermainkan nafsu. Pada saat yang sama, kesadaran jiwa kian tenggelam dengan angan-angan. Terus tersiksa dengan segala ketidakmampuan. Cahaya iman meredup. Hati pun menjadi gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat Rasulullah saw., Abdullah bin Mas’ud, pernah memberikan nasihat. Ada empat hal yang menyebabkan hati manusia menjadi gelap. Yaitu, perut yang terlalu kenyang, berakrab-akrab dengan orang-orang zalim, melupakan dosa-dosa masa silam tanpa ada perasaan menyesal. Dan terakhir, panjang angan-angan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau radhiyallahu‘anhu juga memberikan nasihat sebaliknya. Ada empat hal yang membuat manusia memiliki hati yang terang. Yaitu, adanya kehati-hatian&lt;br /&gt;dalam mengisi perut, bergaul dengan orang-orang yang baik,&lt;br /&gt;mengenang dosa-dosa dengan penuh penyesalan. Dan keempat, pendek angan-angan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah nasihat singkat dari seorang sahabat Rasul yang sejak kecil hidup apa adanya. Tapi kemudian, tumbuh menjadi seorang pakar Alquran, ahli fikih, dan beberapa penguasaan ilmu lain. Umar bin Khattab pernah berkomentar tentang sosok Abdullah bin Mas’ud. “Sungguh ia terpelihara oleh kefaqihan dan ketinggian ilmunya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa sebab kenapa angan-angan kian memanjang. Pertama, keringnya hati dalam mengingat Allah swt. Kekosongan-kekosongan itulah yang menjadi lahan subur tumbuhnya angan-angan. Allah swt. berfirman, “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Alkitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Hadiid: 16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, adanya kecintaan pada dunia. Luqman Al-Hakim pernah berkata kepada anaknya: “Wahai anakku, sesungguhnya dunia itu laut yang dalam. Telah banyak orang yang tenggelam di dalamnya. Maka hendaklah perahu duniamu itu senantiasa takwa kepada Allah ‘Azza Wajalla. Isinya iman kepada Allah Ta’ala. Dan layarnya berupa tawakkal penuh pada Allah swt.&lt;br /&gt;Anakku, berpuasalah dari dunia dan berbukalah pada akhirat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ulama seperti Ibnu Qayyim Al-Jauziyah pernah memberikan nasihat soal ini. Janganlah sekali-kali menatap dan merenungi harta orang lain. Karena di situlah peluang setan menyusupkan godaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, menghinakan nikmat Allah. Sangan wajar jika seorang manusia ingin hidup kaya. Dan Islam sedikit pun tidak melarang umatnya menjadi orang kaya. Justru, ada hadits Rasulullah saw. yang mengatakan, “Kaadal faqru ayyakuuna kufron” (Boleh jadi kefakiran menjadikan seseorang kepada kekafiran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya tidak pada sisi itu. Ketika seseorang tidak mampu menerima kenyataan apa adanya, ada sesuatu yang hilang. Itulah syukur terhadap nikmat Allah. Rasulullah saw. bersabda, “Dua hal apabila dimiliki seseorang dia dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Dalam urusan agama (ilmu dan ibadah) dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia dia melihat kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa dia masih diberi kelebihan.” (HR. Attirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang hamba Allah kurang bersyukur, yang terjadi berikutnya adalah buruk sangka pada Allah swt. Menganggap Allah kurang bijaksana. Menganggap Allah tidak adil. Padahal, semua kebijaksanaan Allah adalah pilihan yang terbaik buat hamba-Nya. Boleh jadi, kemiskinan buat seseorang memang merupakan situasi yang tepat buat hamba Allah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah firman Allah dalam surah Asy-Syura ayat 27. “Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, adanya kekaguman terhadap seseorang karena sisi kekayaannya. Begitulah mereka yang kehilangan identitas keimanannya. Gampang kagum dengan sesuatu dari kulit luarnya: penampilan dan kekayaan. Padahal, kenyataan hidup yang terlihat tidak seindah yang dibayangkan. Maha Benar Allah dalam firman-Nya, “Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri.” (QS. Ali Imran: 196)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan memang tak bisa lepas dari pemandangan menipu sejenis fatamorgana. Tapi semua itu tidak akan mampu menggoda hati-hati yang tidak dahaga. Karena nikmat Allah yang ada sudah teramat layak untuk disyukuri.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-8796058700479061541?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/8796058700479061541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/mengukur-angan-angan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/8796058700479061541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/8796058700479061541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/mengukur-angan-angan.html' title='Mengukur Angan-angan'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-6023135137703413944</id><published>2009-12-10T11:43:00.000-08:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.131-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>22 Tanda Iman Anda Sedang Lemah</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Ada beberapa tanda-tanda yang menunjukkan iman sedang lemah. Setidaknya ada 22 tanda yang dijabarkan dalam artikel ini. Tanda-tanda tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketika Anda sedang melakukan kedurhakaan atau dosa. Hati-hatilah! Sebab, perbuatan dosa jika dilakukan berkali-kali akan menjadi kebiasaan. Jika sudah menjadi kebiasaan, maka segala keburukan dosa akan hilang dari penglihatan Anda. Akibatnya, Anda akan berani melakukan perbuatan durhaka dan dosa secara terang-terangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, Rasululllah saw. pernah berkata, “Setiap umatku mendapatkan perindungan afiat kecuali orang-orang yang terang-terangan. Dan, sesungguhnya termasuk perbuatan terang-terangan jika seseirang melakukan suatu perbuatan pada malam hari, kemudian dia berada pada pagi hari padahal Allah telah menutupinya, namun dia berkata, ‘Hai fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begini,’ padahal sebelum itu Rabb-nya telah menutupi, namun kemudian dia menyibak sendiri apa yang telah ditutupi Allah dari dirinya.” (Bukhari, 10/486)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri yang si saat mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.” (Bukhari, hadits nomor 2295 dan Muslim, hadits nomor 86)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ketika hati Anda terasa begitu keras dan kaku. Sampai-sampai menyaksikan orang mati terkujur kaku pun tidak bisa menasihati dan memperlunak hati Anda. Bahkan, ketika ikut mengangkat si mayit dan menguruknya dengan tanah. Hati-hatilah! Jangan sampai Anda masuk ke dalam ayat ini, “Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.” (Al-Baqarah:74)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ketika Anda tidak tekun dalam beribadah. Tidak khusyuk dalam shalat. Tidak menyimak dalam membaca Al-Qur’an. Melamun dalam doa. Semua dilakukan sebagai rutinitas dan refleksi hafal karena kebiasaan saja. Tidak berkonsentrasi sama sekali. Beribadah tanpa ruh. Ketahuilah! Rasulullah saw. berkata, “Tidak akan diterima doa dari hati yang lalai dan main-main.” (Tirmidzi, hadits nomor 3479)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ketika Anda terasas malas untuk melakukan ketaatan dan ibadah. Bahkan, meremehkannya. Tidak memperhatikan shalat di awal waktu. Mengerjakan shalat ketika injury time, waktu shalat sudah mau habis. Menunda-nunda pergi haji padahal kesehatan, waktu, dan biaya ada. Menunda-nunda pergi shalat Jum’at dan lebih suka barisan shalat yang paling belakang. Waspadalah jika Anda berprinsip, datang paling belakangan, pulang paling duluan. Ketahuilah, Rasulullah saw. bersabda, “Masih ada saja segolongan orang yang menunda-nunda mengikuti shaff pertama, sehingga Allah pun menunda keberadaan mereka di dalam neraka.” (Abu Daud, hadits nomor 679)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. menyebut sifat malas seperti itu sebagai sifat orang-orang munafik. “Dan, apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, hati-hatilah jika Anda merasa malas melakukan ibadah-ibadah rawatib, tidak antusias melakukan shalat malam, tidak bersegera ke masjid ketika mendengar panggilan azan, enggan mengerjakan shalat dhuha dan shalat nafilah lainnya, atau mengentar-entarkan utang puasa Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ketika hati Anda tidak merasa lapang. Dada terasa sesak, perangai berubah, merasa sumpek dengan tingkah laku orang di sekitar Anda. Suka memperkarakan hal-hal kecil lagi remeh-temeh. Ketahuilah, Rasulullah saw. berkata, “Iman itu adalah kesabaran dan kelapangan hati.” (As-Silsilah Ash-Shahihah, nomor 554)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ketika Anda tidak tersentuh oleh kandungan ayat-ayat Al-Qur’an. Tidak bergembira ayat-ayat yang berisi janji-janji Allah. Tidak takut dengan ayat-ayat ancaman. Tidak sigap kala mendengar ayat-ayat perintah. Biasa saja saat membaca ayat-ayat pensifatan kiamat dan neraka. Hati-hatilah, jika Anda merasa bosan dan malas untuk mendengarkan atau membaca Al-Qur’an. Jangan sampai Anda membuka mushhaf, tapi di saat yang sama melalaikan isinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, Allah swt. berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (Al-Anfal:2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ketika Anda melalaikan Allah dalam hal berdzikir dan berdoa kepada-Nya. Sehingga Anda merasa berdzikir adalah pekerjaan yang paling berat. Jika mengangkat tangan untuk berdoa, secepat itu pula Anda menangkupkan tangan dan menyudahinya. Hati-hatilah! Jika hal ini telah menjadi karakter Anda. Sebab, Allah telah mensifati orang-orang munafik dengan firman-Nya, “Dan, mereka tidak menyebut Allah kecuali hanya sedikit sekali.” (An-Nisa:142)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Ketika Anda tidak merasa marah ketika menyaksikan dengan mata kepala sendiri pelanggaran terhadap hal-hal yang diharamkan Allah. Ghirah Anda padam. Anggota tubuh Anda tidak tergerak untuk melakukan nahyi munkar. Bahkan, raut muka Anda pun tidak berubah sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, Rasulullah saw. bersabda, “Apabila dosa dikerjakan di bumi, maka orang yang menyaksikannya dan dia membencinya –dan kadang beliau mengucapkan: mengingkarinya–, maka dia seperti orang yang tidak menyaksikannya. Dan, siapa yang tidak menyaksikannya dan dia ridha terhadap dosa itu dan dia pun ridha kepadanya, maka dia seperti orang yang menyaksikannya.” (Abu Daud, hadits nomor 4345).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, pesan Rasulullah saw. ini, “Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Kalau tidak sanggup, maka dengan hatinya, dan ini adalah selemah-lemahnya iman.” (Bukhari, hadits nomor 903 dan Muslim, hadits nomor 70)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Ketika Anda gila hormat dan suka publikasi. Gila kedudukan, ngebet tampil sebagai pemimpin tanpa dibarengi kemampuan dan tanggung jawab. Suka menyuruh orang lain berdiri ketika dia datang, hanya untuk mengenyangkan jiwa yang sakit karena begitu gandrung diagung-agungkan orang. Narsis banget!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Luqman:18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi saw. pernah mendengar ada seseorang yang berlebihan dalam memuji orang lain. Beliau pun lalu bersabda kepada si pemuji, “Sungguh engkau telah membinasakan dia atau memenggal punggungnya.” (Bukhari, hadits nomor 2469, dan Muslim hadits nomor 5321)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati-hatilah. Ingat pesan Rasulullah ini, “Sesungguhnya kamu sekalian akan berhasrat mendapatkan kepemimpinan, dan hal itu akan menjadikan penyesalan pada hari kiamat. Maka alangkah baiknya yang pertama dan alangkah buruknya yang terakhir.” (Bukhari, nomor 6729)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika kamu sekalian menghendaki, akan kukabarkan kepadamu tentang kepemimpinan dan apa kepemimpinan itu. Pada awalnya ia adalah cela, keduanya ia adalah penyesalan, dan ketiganya ia adalah azab hati kiamat, kecuali orang yang adil.” (Shahihul Jami, 1420).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk orang yang tidak tahu malu seperti ini, perlu diingatkan sabda Rasulullah saw. yang berbunyi, “Iman mempunyai tujuh puluh lebih, atau enam puluh lebih cabang. Yang paling utama adalah ucapan ‘Laa ilaaha illallah’, dan yang paling rendah adalah menghilangkan sesuatu yang mengganggu dari jalanan. Dan malu adalah salah satu cabang dari keimanan.” (Bukhari, hadits nomor 8, dan Muslim, hadits nomor 50)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maukah kalian kuberitahu siapa penghuni neraka?” tanya Rasulullah saw. Para sahabat menjawab, “Ya.” Rasulullah saw. bersabda, “Yaitu setiap orang yang kasar, angkuh, dan sombong.” (Bukhari, hadits 4537, dan Muslim, hadits nomor 5092)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Ketika Anda bakhil dan kikir. Ingatlah perkataan Rasulullah saw. ini, “Sifat kikir dan iman tidak akan bersatu dalam hati seorang hamba selama-lamanya.” (Shahihul Jami’, 2678)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Ketika Anda mengatakan sesuatu yang tidak Anda perbuat. Ingat, Allah swt. benci dengan perbuatan seperti itu. “Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tiada kamu perbuat.” (Ash-Shaff:2-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda lupa dengan definisi iman? Iman itu adalah membenarkan dengan hati, diikrarkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan. Jadi, harus konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Ketika Anda merasa gembira dan senang jika ada saudara sesama muslim mengalami kesusahan. Anda merasa sedih jika ada orang yang lebih unggul dari Anda dalam beberapa hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah! Kata Rasulullah saw, “Tidak ada iri yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harga, ia menghabiskannya dalam kebaikan; dan terhadap orang yang Allah berikan ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang lain.” (Bukhari, hadits nomor 71 dan Muslim, hadits nomor 1352)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw., “Orang Islam yang manakah yang paling baik?” Rasulullah saw. menjawab, “Orang yang muslimin lain selamat dari lisan dan tangannya.” (Bukhari, hadits nomor 9 dan Muslim, hadits nomor 57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Ketika Anda menilai sesuatu dari dosa apa tidak, dan tidak mau melihat dari sisi makruh apa tidak. Akibatnya, Anda akan enteng melakukan hal-hal yang syubhat dan dimakruhkan agama. Hati-hatilah! Sebab, Rasulullah saw. pernah bersabda, “Barangsiapa yang berada dalam syubhat, berarti dia berada dalam yang haram, seperti penggembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar tanaman yang dilindungi yang dapat begitu mudah untuk merumput di dalamnya.” (Muslim, hadits nomor 1599)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman Anda pasti dalam keadaan lemah, jika Anda mengatakan, “Gak apa. Ini kan cuma dosa kecil. Gak seperti dia yang melakukan dosa besar. Istighfar tiga kali juga hapus tuh dosa!” Jika sudah seperti ini, suatu ketika Anda pasti tidak akan ragu untuk benar-benar melakukan kemungkaran yang besar. Sebab, rem imannya sudah tidak pakem lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Ketika Anda mencela hal yang makruf dan punya perhatian dengan kebaikan-kebaikan kecil. Ini pesan Rasulullah saw., “Jangan sekali-kali kamu mencela yang makruf sedikitpun, meski engkau menuangkan air di embermu ke dalam bejana seseorang yang hendak menimba air, dan meski engkau berbicara dengan saudarmu sedangkan wajahmu tampak berseri-seri kepadanya.” (Silsilah Shahihah, nomor 1352)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, surga bisa Anda dapat dengan amal yang kelihatan sepele! Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang menyingkirkan gangguan dari jalan orang-orang muslim, maka ditetapkan satu kebaikan baginya, dan barangsiapa yang diterima satu kebaikan baginya, maka ia akan masuk surga.” (Bukhari, hadits nomor 593)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Ketika Anda tidak mau memperhatikan urusan kaum muslimin dan tidak mau melibatkan diri dalam urusan-urusan mereka. Bahkan, untuk berdoa bagi keselamatan mereka pun tidak mau. Padahal seharusnya seorang mukmin seperti hadits Rasulullah ini, “Sesungguhnya orang mukmin dari sebagian orang-orang yang memiliki iman adalah laksana kedudukan kepala dari bagian badan. Orang mukmin itu akan menderita karena keadaan orang-orang yang mempunyai iman sebagaimana jasad yang ikut menderita karena keadaan di kepala.” (Silsilah Shahihah, nomor 1137)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Ketika Anda memutuskan tali persaudaraan dengan saudara Anda. “Tidak selayaknya dua orang yang saling kasih mengasihi karean Allah Azza wa Jalla atau karena Islam, lalu keduanya dipisahkan oleh permulaan dosa yang dilakukan salah seorang di antara keduanya,” begitu sabda Rasulullah saw. (Bukhari, hadits nomor 401)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Ketika Anda tidak tergugah rasa tanggung jawabnya untuk beramal demi kepentingan Islam. Tidak mau menyebarkan dan menolong agama Allah ini. Merasa cukup bahwa urusan dakwah itu adalah kewajiban para ulama. Padahal, Allah swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penolong-penolong (agama) Allah.” (Ash-Shaff:14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Ketika Anda merasa resah dan takut tertimpa musibah; atau mendapat problem yang berat. Lalu Anda tidak bisa bersikap sabar dan berhati tegar. Anda kalut. Tubuh Anda gemetar. Wajah pucat. Ada rasa ingin lari dari kenyataan. Ketahuilah, iman Anda sedang diuji Allah. “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka belum diuji.” (Al-Ankabut:2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya seorang mukmin itu pribadi yang ajaib. Jiwanya stabil. “Alangkah menakjubkannya kondisi orang yang beriman. Karena seluruh perkaranya adalah baik. Dan hal itu hanya terjadi bagi orang yang beriman, yaitu jika ia mendapatkan kesenangan maka ia bersyukur dan itu menjadi kebaikan baginya; dan jika ia tertimpa kesulitan dia pun bersabar, maka hal itu menjadi kebaikan baginya.” (Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Ketika Anda senang berbantah-bantahan dan berdebat. Padahal, perbuatan itu bisa membuat hati Anda keras dan kaku. “Tidaklah segolongan orang menjadi tersesat sesudah ada petunjuk yang mereka berada pada petunjuk itu, kecuali jika mereka suka berbantah-bantahan.” (Shahihul Jami’, nomor 5633)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Ketika Anda bergantung pada keduniaan, menyibukkan diri dengan urusan dunia, dan merasa tenang dengan dunia. Orientasi Anda tidak lagi kepada kampung akhirat, tapi pada tahta, harta, dan wanita. Ingatlah, “Dunia itu penjara bagi orang yang beriman, dan dunia adalah surga bagi orang kafir.” (Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Ketika Anda senang mengucapkan dan menggunakan bahasa yang digunakan orang-orang yang tidak mencirikan keimanan ada dalam hatinya. Sehingga, tidak ada kutipan nash atau ucapan bermakna semisal itu dalam ucapan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Allah swt. telah berfirman, “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: ‘Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia’.” (Al-Israa’:53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti inilah seharusnya sikap seorang yang beriman. “Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: ‘Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil.’” (Al-Qashash:55)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi saw. bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik atau diam.” (Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Ketika Anda berlebih-lebihan dalam masalah makan-minum, berpakaian, bertempat tinggal, dan berkendaraan. Gandrung pada kemewahan yang tidak perlu. Sementara, begitu banyak orang di sekeliling Anda sangat membutuhkan sedikit harta untuk menyambung hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, Allah swt. telah mengingatkan hal ini, ”Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Al-A’raf:31). Bahkan, Allah swt. menyebut orang-orang yang berlebihan sebagai saudaranya setan. Karena itu Allah memerintahkan kita untuk, “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang terdekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.” (Al-Isra’:26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda, “Jauhilah hidup mewah, karena hamba-hamba Allah itu bukanlah orang-orang yang hidup mewah.” (Al-Silsilah Al-Shahihah, nomor 353).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-6023135137703413944?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/6023135137703413944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/22-tanda-iman-anda-sedang-lemah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/6023135137703413944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/6023135137703413944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/22-tanda-iman-anda-sedang-lemah.html' title='22 Tanda Iman Anda Sedang Lemah'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-5849389086903398966</id><published>2009-12-10T11:42:00.000-08:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.131-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Melukis Keindahan Hidup</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Menapaki jalan hidup kadang seperti menggoreskan koas pada sebuah bahan lukisan. Mulus tidaknya goresan sangat bergantung pada jiwa sang pelukis. Jangan biarkan jiwa kering dan gersang. Karena lukisan hanya akan berbentuk benang kusut.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan saat diri tertimpa musibah. Ada reaksi yang bergulir dalam tubuh. Tiba-tiba, batin diselimuti khawatir akibat rasa takut, tidak aman, cemas dan ledakan perasaan yang berlebihan. Tubuh menjadi tidak seimbang. Muncullah berbagai reaksi biokimia tubuh: kadar adrenalin dalam darah meningkat, penggunaan energi tubuh mencapai titik tertinggi; gula, kolesterol, dan asam-asam lemak ikut tersalur dalam aliran darah. Tekanan darah pun meningkat. Denyutnya mengalami percepatan. Saat glukosa tersalurkan ke otak, kadar kolesterol naik. Setelah itu, otak pun meningkatkan produksi hormon kortisol dalam tubuh. Dan, kekebalan tubuh pun melemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan kadar kortisol dalam rentang waktu lama memunculkan gangguan-gangguan tubuh. Ada diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, luka pada dinding saluran pencernaan, gangguan pernafasan, dan terbunuhnya sel-sel otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nalar pun menjadi tidak sehat. Tidak heran jika orang bisa melakukan sesuatu yang tidak wajar. Di antaranya, bunuh diri, marah yang tak terkendali, tertawa dan menangis yang berlebihan, serta berbagai pelarian lain: penggunaan narkoba dan frustasi yang berlarut-larut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa hal tak enak itu bisa mulus bergulir pada diri manusia. Mungkin itu bisa dibilang normal, sebagai respon spontan dari kecenderungan kuat ingin merasakan hidup tanpa gangguan. Tanpa halangan. Tak boleh ada angin yang bertiup kencang. Tak boleh ada duri yang menusuk tubuh. Bahkan kalau bisa, tak boleh ada sakit dan kematian buat selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal kenapa kecenderungan itu mengungkung manusia. Pertama, salah paham soal makna hidup. Kalau hati tak lagi mampu melihat secara jernih arti hidup, orang akan punya penafsiran sendiri. Misalnya, hidup adalah upaya mencapai kepuasan. Lahir dan batin. Padahal kepuasan tidak akan cocok dengan ketidaknyamanan, gangguan, dan kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itulah yang bisa menghalangi seorang mukmin untuk berjihad. Allah swt. berfirman, “Hai orang-orang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu: ‘Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah,’ kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.” (At-Taubah: 38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kurang paham kalau keimanan selalu disegarkan dengan cobaan. Inilah yang sulit terpahami. Secara teori mungkin orang akan tahu dan mungkin hafal. Tapi ketika cobaan sebagai sebuah kenyataan, reaksi akan lain. Iman menjadi cuma sekadar tempelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt., “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al-Ankabut: 2-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saad bin Abi Waqqash pernah bertanya pada Rasulullah saw. “Ya Rasulullah, siapa yang paling berat ujian dan cobaannya?” Beliau saw. menjawab, “Para nabi kemudian yang menyerupai mereka dan yang menyerupai mereka. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Kalau agamanya lemah dia diuji sesuai dengan itu (ringan) dan bila imannya kokoh dia diuji sesuai itu (keras). Seorang diuji terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa-dosa.” (Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada anggapan, dengan keimanan hidup bisa mulus tanpa mengalami kesusahan dan bencana. Itu salah besar. Justru, semakin tinggi nilai keimanan seseorang, akan semakin berat cobaan yang Allah berikan. Persis seperti emas yang diolah pengrajin hiasan. Kian tinggi nilai hiasan, kian keras emas dibakar, ditempa, dan dibentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, hakikat hidup jauh dari yang diinginkan umumnya manusia. Hidup adalah sisi lain dari sebuah pendakian gunung yang tinggi, terjal, dan dikelilingi jurang. Selalu saja, hidup akan menawarkan pilihan-pilihan sulit. Di depan mata ada hujan dan badai, sementara di belakang terhampar jurang yang dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Benar Allah dalam firman-Nya. “Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan. Maka tidakkah sebaiknya ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar?” (Al-Balad: 10-11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesiapan diri tentang jalan hidup yang tak mulus itu mesti ada. Harus terus segar dalam jiwa seorang hamba Allah. Perhatikanlah senyum-senyum para generasi terbaik yang pernah dilukis umat ini. Di antara mereka ada Bilal bin Rabah. Ada Amar bin Yasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak mereka yang terus tersenyum dalam menapaki pilihan hidup yang teramat sulit. Tanpa sedikit pun ada cemas, gelisah, dan penyesalan. Mereka telah melukis hiasan termahal dalam hidup dengan tinta darah dan air mata.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-5849389086903398966?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/5849389086903398966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/melukis-keindahan-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/5849389086903398966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/5849389086903398966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/melukis-keindahan-hidup.html' title='Melukis Keindahan Hidup'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-5898759696412078315</id><published>2009-12-10T11:41:00.000-08:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.131-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Menuju Iman yang Sempurna</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Iman itu bukan hiasan bibir dan pemanis kata apalagi sekedar keyakinan hampa. Tapi sebuah keyakinan yang menghunjam dalam hati, diungkapkan dengan lisan dan dibuktikan dengan tindak nyata. Pengakuan seorang mukmin akan keimanannya yang tidak disertai dengan bukti amal shaleh, bisa dikategorikan sebagai pengakuan tanpa makna dan tidak berdasar. Di sini Allah swt. menjelaskan kepada kita tentang senyawa keimanan dan amal shaleh dalam surat Al-‘Ashr;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati agar mentaati kebenaran dan nasehat menasehati agar tetap sabar.” QS 103:1-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat quraniah tentang hal ini banyak sekali, bahkan setiap “khitab ilahi” (panggilan Allah) yang ditujukan kepada mukminin selalu disertai dengan perintah untuk mengerjakan amal saleh yang berkaitan dengan ibadah dan larangan untuk meninggalkan hal-hal yang diharamkan Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman yang menshibghah -mewarnai- akal, hati dan jasad seorang mukmin niscaya ketika dihadapkan pada pilihan-pilihan maka pilihannya itu sudah pasti jatuh pada nilai-nilai kebenaran dan kebaikan. Ia senantiasa memutuskan sesuatu dengan haq dan menghindari hal-hal yang menjurus kepada kebatilan. Jadi seorang yang telah tershibghah imannya, ia akan menjadi cahaya bagi dirinya, keluarganya dan masyarakatnya. Allah berfirman;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan apakah orang yang sudah mati, kemudian ia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat ke luar dari padanya?…” QS 6:122&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Allah menghidupkan manusia dengan cahaya Islam dan keilmuan. Sehingga hal itu memberikan manfaat dan kontribusi riel tidak saja bagi lingkungannya bahkan sampai pada peradaban dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. menganalogikan seorang mukmin yang benar-benar memahami keislaman dan keimanannya seperti lebah. Lebah itu mempunyai sifat tidak pernah melakukan kerusakan, lihatlah ketika hinggap di dahan-dahan pepohonan atau tangkai-tangkai bunga. Lebah selalu mengkonsumsi makanan yang terbaik yaitu sari bunga. Dan menghasilkan sesuatu yang paling bermanfaat yaitu madu. Maka makhluk hidup yang berada di sekitarnya merasa aman dan nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah seharusnya muslim dan mukmin, dia harus mampu menebar pesona Islam. Melukiskan tinta emas kebaikan dalam kanvas kehidupan secara individu dalam semangat kebersamaan. Semangat kebersamaan inilah yang seharusnya dimiliki sertiap mukmin. Kepekaan terhadap apa saja yang sedang menimpa masyarakat harus menjadi bagian kehidupannya. Jangan berpuas diri dengan urusannya sendiri tanpa memperhatikan dan mempedulikan masyarakat sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interaksi Sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lezatnya iman apabila sudah mampu dirasakan oleh seorang mukmin dalam ruang kepribadiannya, maka akan menjelma menjadi pesona sosial yang sangat menawan. Khusyuk diri yang dimiliki seorang mukmin akan berdampak pada ‘atha ijtima’i (kontribusi sosial) dan keharmonisan social. Di sini, Nabi kita Muhammad saw. mengajarkan kepada kita dengan tiga kalimat yang sarat dengan nilai-nilai perbaikan diri. Di saat beliau bersabda; “Takwalah kamu di manapun kamu berada, ikuti keburukan itu dengan kebaikan, niscaya ia akan menghapuskannya dan berinteraksilah pada manusia dengan akhlak yang hasan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan salah satu bentuk interaksi kita pada lingkungan sekitar kita adalah adanya hasaasiah (kepekaan) yang kuat terhadap permasalahan yang terjadi di dalamnya. Perhatian dan fokus kita terhadap bi’ah (lingkungan), baik yang berkaitan dengan lingkungan dakwah, lingkungan sosial, lingkungan pengajaran yang terjadi dalam tataran keluarga maupun masyarakat adalah cerminan kuat dari keimanan kita yang telah tershibghah dengan nilai-nilai kebenaran Islam. Bagaimana Rasulullah saw. melakukan hal ini dalam keluarga dan masyarakatnya. Beliau dengan gigih telah mempengaruhi pamannya, Abu Thalib untuk memeluk Islam sehingga detik-detik akhir hidup sang paman. Ia telah menyeru bani-bani Quraisy pada waktu itu seraya berkata di atas bukit shofa: “Wahai Bani Quraisy, selamatkanlah dirimu dari api neraka, wahai Bani ka’ab, selamatkanlah dirimu dari apai neraka….., wahai Fathimah, selamatkanlah dirimu dari api neraka..” Imam Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga, beliau telah terlibat langsung dalam peristiwa-peristiwa besar yang terjadi pada masyarakatnya sebelum nubuwwah -masa Kenabian- seperti berperan aktif dalam perang fijar; peperangan yang terjadi antara Quraisy bersama Kinanah dengan Ais Qailan, Hilful Fudlul; kesepakatan untuk melindungi orang-orang yang terdhalimi dan pembangunan Ka’bah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sensitifitas Tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya seorang mukmin apalagi kader dakwah harus terlibat aktif dalam amal-amal kebaikan yang terjadi di lingkungan keluarga maupun masyarakatnya. Baik yang bersentuhan dengan daur da’awi (peran dakwah keluarga), daur ta’limi (peran pengajaran) dan daur tarbawi (peran pembinaan). Janganlah seorang kader yang sibuk dengan perbaikan dirinya, akan tetapi mengabaikan dakwah keluarganya. Semangat berbisnis, lalu lupa mengajar dan membina anak-anaknya. Puas dengan kehebatannya, asyik dengan pesona dirinya, akan tetapi terlena dengan apa yang sedang terjadi di lingkungan keluarga. Bapak asyik dengan dakwah di luar, sementara anak nyimeng dan ngeganja. Coba kita perhatikan dan merenungkan kembali kembali firman Allah berikut ini;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang mu’min, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” 64:14-15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” 63:9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” 66:6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepedulian Sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interaksi sosial kita yang berujung pada kepedulian sosial, mengharuskan kita untuk terlibat penuh dengan suatu yang terjadi di tengah-tengah masyarakat kita. Hal ini bukan hanya dilakukan seorang mukmin atau bahkan kader dakwah di saat membutuhkan mereka dan ketika ada kepentingan. Akan tetapi kapanpun dan kondisi apapun seorang mukmin harus menebar pesona Islam. Ia bekerja dan berkarya sesuai arahan Rabbani. Seluruh waktu dan hidupnya agar bermanfat bagi manusia lain. Ia ingin menjadi salah satu dari kategori qaumun ‘amaliyyun -kaum yang aktif bekerja- dan mendambakan identitas mukminiin haqqan -mukmin sejati-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, seorang mukmin harus bisa berperan aktif dalam seluruh dimensi sosial. Baik dimensi da’awi yang mengharuskan dia sebagai cahaya di tengah masyarakatnya, yang mengharuskan dia membawa obor tanggungjawab amar ma’ruf nahi munkar dan sebagai agen of changes. Dimensi ukhawi; yang mengharuskan dirinya mengkristalkan kembali makna ta’aruf, tafaahum dan takaaful dalam kanvas ukhuwah Islamiah. Benar-benar menjadi kontributor dalam segala hal, apalagi yang bersentuhan langsung dengan fuqara, masakin dan al-aitam (yatim piatu). Rasulullah bersabda: “Ya Abu dzar, apabila kamu membikin sayur, perbanyak kuahnya dan perhatikan tetanggamu.” Imam Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah beriman seorang di antara kamu, hingga ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya.” Muttafaqun Alaih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya dan orang yang menanggung anak yatim di surga seperti ini (beliau mengisyaratkan dengan kedekatan jari telunjuk dan tengah) Imam Al-Bukhari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dimensi ta’limi wa tarbawi -pengajaran dan pengkaderan-; yang mengharuskannya berperan aktif dalam melakukan pengajaran dan pembinaan masyarakatnya. Sehingga masyarakat setempat menikmati pencerahan jiwa dan pemikiran. Mereka semakin dekat dengan nilai-nilai Islam dan akhirnya semangat mengimplementasikannya dalam ruang kepribadiannya dan lingkungan keluarganya. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” 3:104&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,” 62:2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan peduli sosial, dilandasi iman yang hidup dan produktif dalam diri kita. Allahu a’lam&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-5898759696412078315?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/5898759696412078315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/menuju-iman-yang-sempurna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/5898759696412078315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/5898759696412078315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/menuju-iman-yang-sempurna.html' title='Menuju Iman yang Sempurna'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-9199770168997007569</id><published>2009-12-10T11:39:00.000-08:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.131-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>20 Cara Menguatkan Iman Anda</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benarnya takwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Islam.” (Ali Imran: 102)&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya, dan daripada keduanya Allah mengembangbiakkan lelaki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang denan (menggunakan) nama-Nya kami saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (An-Nisa: 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan, barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya dia telah mendapatkan kemenangan yang besar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah perintah Allah kepada kita agar kita bertakwa. Namun, iman di dalam hati kita bukanlah sesuatu yang statis. Iman kita begitu dinamis. Bak gelombang air laut yang kadang pasang naik dan kadang pasang surut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kondisi iman kita lemah dan kondisi lemah itu kita masih ada dalam kebaikan, kita beruntung. Namun, bila ketika kondisi iman kita lemah dan kondisi lemah itu membuat kita ada di luar koridor ajaran Rasulullah saw., kita celaka. Rasulullah saw. bersabda, “Engkau mempunyai amal yang bersemangat, dan setiap semangat mempunyai kelemahan. Barangsiapa yang kelemahannya tertuju pada sunnahku, maka dia telah beruntung. Dan, siapa yang kelemahannya tertuju kepada selain itu, maka dia telah binasa.” (Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kondisi hati kita. Sesuai dengan namanya, hati –dalam bahasa Arab qalban—selalu berubah-ubah (at-taqallub) dengan cepat. Rasulullah saw. berkata, “Dinamakan hati karena perubahannya. Sesungguhnya hati itu ialah laksana bulu yang menempel di pangkal pohon yang diubah oleh hembusan angin secara terbalik.” (Ahmad dalam Shahihul Jami’ no. 2365)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu Rasulullah saw. mengajarkan kepada kita sebuah doa agar Allah saw. menetapkan hati kita dalam ketaatan. “Ya Allah Yang membolak-balikan hati-hati manusia, balikanlah hati kami untuk taat kepada-Mu.” (Muslim no. 2654)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati kita akan kembali pada kondisi ketaatan kepada Allah swt. jika kita senantiasa memperbaharui keimanan kita. Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya iman itu dijadikan di dalam diri salah seorang di antara kamu sekalian sebagaimana pakaian yang dijadikan, maka memohonlah kepada Allah agar Dia memperbaharui iman di dalam hatimu.” (Al-Hakim di Al-Mustadrak, 1/4; Al-Silsilah Ash-Shahihain no. 1585; Thabrany di Al-Kabir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara memperbaharui iman? Ada 20 sarana yang bisa kita lakukan, yaitu sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perbanyaklah menyimak ayat-ayat Al-Quran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an diturunkan Allah sebagai cahaya dan petunjuk, juga sebagai obat bagi hati manusia. “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Al-Isra’: 82).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Ibnu Qayyim, yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim untuk menyembuhkan hatinya melalui Al-Quran, “Caranya ada dua macam: pertama, engkau harus mengalihkan hatimu dari dunia, lalu engkau harus menempatkannya di akhirat. Kedua, sesudah itu engkau harus menghadapkan semua hatimu kepada pengertian-pengertian Al-Qur’an, memikirkan dan memahami apa yang dimaksud dan mengapa ia diturunkan. Engkau harus mengamati semua ayat-ayat-Nya. Jika suatu ayat diturunkan untuk mengobati hati, maka dengan izin Allah hati itu pun akan sembuh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Rasakan keagungan Allah seperti yang digambarkan Al-Qur’an dan Sunnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an dan Sunnah banyak sekali mengungkap keagungan Allah swt. Seorang muslim yang ketika dihadapkan dengan keagungan Allah, hatinya akan bergetar dan jiwanya akan tunduk. Kekhusukan akan hadir mengisi relung-relung hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resapi betapa agungnya Allah yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui, yang memiliki nama-nama yang baik (asma’ul husna). Dialah Al-’Azhim, Al-Muhaimin, Al-Jabbar, Al-Mutakabbir, Al-Qawiyyu, Al-Qahhar, Al-Kabiir, Al-Muth’ali. Dia yang menciptakan segala sesuatu dan hanya kepada-Nya lah kita kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai kita termasuk orang yang disebut ayat ini, “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi dan seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya.” (Az-Zumar: 67)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Carilah ilmu syar’i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, Al-Qur’an berkata, “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya ialah orang-orang yang berilmu.” (Fathir: 28). Karenanya, dalamilah ilmu-ilmu yang mengantarkan kita pada rasa takut kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (Az-Zumar: 9). Orang yang tahu tentang hakikat penciptaan manusia, tahu tentang syariat yang diturunkan Allah sebagai tata cara hidup manusia, dan tahu ke mana tujuan akhir hidup manusia, tentu akan lebih khusyuk hatinya dalam ibadah dan kuat imannya dalam aneka gelombang ujian ketimbang orang yang jahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tahu tentang apa yang halal dan haram, tentu lebih bisa menjaga diri daripada orang yang tidak tahu. Orang yang tahu bagaiman dahsyatnya siksa neraka, tentu akan lebih khusyuk. Orang yang tidak tahu bagaimana nikmatnya surga, tentu tidak akan pernah punya rasa rindu untuk meraihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengikutilah halaqah dzikir&lt;br /&gt;Suatu hari Abu Bakar mengunjungi Hanzhalah. “Bagaimana keadaanmu, wahai Hanzhalah?” Hanzhalah menjawab, “Hanzhalah telah berbuat munafik.” Abu Bakar menanyakan apa sebabnya. Kata Hanzhalah, “Jika kami berada di sisi Rasulullah saw., beliau mengingatkan kami tentang neraka dan surga yang seakan-akan kami bisa melihat dengan mata kepala sendiri. Lalu setelah kami pergi dari sisi Rasulullah saw. kami pun disibukkan oleh urusan istri, anak-anak, dankehidupan, lalu kami pun banyak lupa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas keduanya mengadukan hal itu kepada Rasulullah saw. Kata Rasulullah, “Demi jiwaku yang ada di dalam genggaman-Nya, andaikata kamu sekalian tetap seperti keadaanmu di sisiku dan di dalam dzikir, tentu para malaikat akan menyalami kamu di atas kasurmu dan tatkala kamu dalam perjalanan. Tetapi, wahai Hanzhalah, sa’atah, sa’atan, sa’atan.” (Shahih Muslim no. 2750)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah majelis dzikir. Bisa menambah bobot iman kita. Makanya para sahabat sangat bersemangat mengadakan pertemuan halaqah dzikir. “Duduklah besama kami untuk mengimani hari kiamat,” begitu ajak Muadz bin Jabal. Di halaqah itu, kita bisa melaksanakan hal-hal yang diwajibkan Allah kepada kita, membaca Al-Qur’an, membaca hadits, atau mengkaji ilmu pengetahuan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Perbanyaklah amal shalih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Rasulullah saw. bertanya, “Siapa di antara kalian yang berpuasa di hari ini?” Abu Bakar menjawab, “Saya.” Lalu Rasulullah saw. bertanya lagi, “Siapa di antara kalian yang hari ini menjenguk orang sakit?” Abu Bakar menjawab, “Saya.” Lalu Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah amal-amal itu menyatu dalam diri seseorang malainkan dia akan masuk surga.” (Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah seorang mukmin yang shaddiq (sejati), begitu antusias menggunakan setiap kesempatan untuk memperbanyak amal shalih. Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan surga. “Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Rabb-mu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.” (Al-Hadid: 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah mereka. Sehingga keadaan mereka seperti yang digambarkan Allah swt., “Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam, dan pada akhir-akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah). Dan, pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” (Adz-Dzariyat: 17-19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak beramal shalih, akan menguatkan iman kita. Jika kita kontinu dengan amal-amal shalih, Allah akan mencintai kita. Dalam sebuah hadits qudsy, Rasulullah saw. menerangkan bahwa Allah berfirman, “Hamba-Ku senantiasa bertaqarrub kepada-Ku dengan mengerjakan nafilah sehingga Aku mencintainya.” (Shahih Bukhari no. 6137)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Lakukan berbagai macam ibadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah memiliki banyak ragamnya. Ada ibadah fisik seperti puasa, ibadah materi seperti zakat, ibadah lisan seperti doa dan dzikir. Ada juga ibadah yang yang memadukan semuanya seperti haji. Semua ragam ibadah itu sangat bermanfaat untuk menyembuhkan lemah iman kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa membuat kita khusyu’ dan mempertebal rasa muraqabatullah (merasa diawasi Allah). Shalat rawatib dapat menyempurnakan amal-amal wajib kita kurang sempurna kualitasnya. Berinfak mengikis sifat bakhil dan penyakit hubbud-dunya. Tahajjud menambah kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak melakukan berbagai macam ibadah bukan hanya membuat baju iman kita makin baru dan cemerlang, tapi juga menyediakan bagi kita begitu banyak pintu untuk masuk surga. Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang menafkahi dua istri di jalan Allah, maka dia akan dipanggil dari pintu-pintu surga: ‘Wahai hamba Allah, ini adalah baik.’ Lalu barangsiapa yang menjadi orang yang banyak mendirikan shalat, maka dia dipanggil dari pintu shalat. Barangsiapa menjadi orang yang banyak berjihad, maka dia dipanggil dari pintu jihad. Barangsiapa menjadi orang yang banyak melakukan puasa, maka dia dipanggil dari pintu ar-rayyan. Barangsiapa menjadi orang yang banyak mengeluarkan sedekah, maka dia dipanggil dari pintu sedekah.” (Bukhari no. 1798)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Hadirkan perasaan takut mati dalam keadaan su’ul khatimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa takut su’ul khatimah akan mendorong kita untuk taat dan senantiasa menjaga iman kita. Penyebab su’ul khatimah adalah lemahnya iman menenggelamkan diri kita ke dalam jurang kedurhakaan. Sehingga, ketika nyawa kita dicabut oleh malaikat Izrail, lidah kita tidak mampu mengucapkan kalimat laa ilaha illallah di hembusan nafas terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Banyak-banyaklah ingat mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda, “Dulu aku melarangmu menziarahi kubur, ketahuilah sekarang ziarahilah kubur karena hal itu bisa melunakan hati, membuat mata menangism mengingatkan hari akhirat, dan janganlah kamu mengucapkan kata-kata yang kotor.” (Shahihul Jami’ no. 4584)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. juga bersabda, “Banyak-banyaklah mengingat penebas kelezatan-kelezatan, yakni kematian.” (Tirmidzi no. 230)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat-ingat mati bisa mendorong kita untuk menghindari diri dari berbuat durhaka kepada Allah; dan dapat melunakkan hati kita yang keras. Karena itu Rasulullah menganjurkan kepada kita, “Kunjungilah orang sakit dan iringilah jenazah, niscaya akan mengingatkanmu terhadap hari akhirat.” (Shahihul Jami’ no. 4109)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat orang sakit yang sedang sakaratul maut sangat memberi bekas. Saat berziarah kubur, bayangkan kondisi keadaan orang yang sudah mati. Tubuhnya rusak membusuk. Ulat memakan daging, isi perut, lidah, dan wajah. Tulang-tulang hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangan seperti itu jika membekas di dalam hati, akan membuat kita menyegerakan taubat, membuat hati kita puas dengan apa yang kita miliki, dan tambah rajin beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Mengingat-ingat dahsyatnya keadaan di hari akhirat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa surat yang menceritakan kedahsyatan hari kiamat. Misalnya, surah Qaf, Al-Waqi’ah, Al-Qiyamah, Al-Mursalat, An-Naba, Al-Muththaffifin, dan At-Takwir. Begitu juga hadits-hadits Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membacanya, mata hati kita akan terbuka. Seakan-akan kita menyaksikan semua itu dan hadir di pemandangan yang dahsyat itu. Semua pengetahuan kita tentang kejadian hari kiamat, hari kebangkitan, berkumpul di mahsyar, tentang syafa’at Rasulullah saw., hisab, pahala, qishas, timbangan, jembatan, tempat tinggal yang kekal di surga atau neraka; semua itu menambah tebal iman kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Berinteraksi dengan ayat-ayat yang berkaitan dengan fenomena alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah pernah berkata, “Wahai Rasulullah, aku melihat orang-orang jika mereka melihat awan, maka mereka gembira karena berharap turun hujan. Namun aku melihat engkau jika engkau melihat awan, aku tahu ketidaksukaan di wajahmu.” Rasulullah saw. menjawab, “Wahai Aisyah, aku tidak merasa aman jika di situ ada adzab. Sebab ada suatu kaum yang pernah diadzab dikarenakan angin, dan ada suatu kaum yang melihat adzab seraya berkata, ‘Ini adalah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami’.” (Muslim no. 899)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Rasulullah saw. berinteraksi dengan fenomena alam. Bahkan, jika melihat gerhana, terlihat raut takut di wajah beliau. Kata Abu Musa, “Matahari pernah gerhana, lalu Rasulullah saw. berdiri dalam keadaan ketakutan. Beliau takut karena gerhana itu merupakan tanda kiamat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Berdzikirlah yang banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalaikan dzikirulah adalah kematian hati. Tubuh kita adalah kuburan sebelum kita terbujur di kubur. Ruh kita terpenjara. Tidak bisa kembali. Karena itu, orang yang ingin mengobati imannya yang lemah, harus memperbanyak dzikirullah. “Dan ingatlah Rabb-mu jika kamu lupa.” (Al-Kahfi: 24) “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lha hati menjadi tentram.” (Ar-Ra’d: 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qayim berkata, “Di dalam hati terdapat kekerasan yang tidak bisa mencair kecuali dengan dzikrullah. Maka seseorang harus mengobati kekerasan hatinya dengan dzikrullah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Perbanyaklah munajat kepada Allah dan pasrah kepada-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang selagi banyak pasrah dan tunduk, niscaya akan lebih dekat dengan Allah. Sabda Rasulullah saw., “Saat seseorang paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia dalam keadaan sujud, maka perbanyaklah doa.” (Muslim no. 428)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang selagi mau bermunajat kepada Allah dengan ucapan yang mencerminkan ketundukan dan kepasrahan, tentu imannya semakin kuat di hatinya. Semakin menampakan kehinaan dan kerendahan diri kepada Allah, semakin kuat iman kita. Semakin banyak berharap dan meminta kepada Allah, semakin kuat iman kita kepada Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Tinggalkan angan-angan yang muluk-muluk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini penting untuk meningkatkan iman. Sebab, hakikat dunia hanya sesaat saja. Banyak berangan-angan hanyalah memenjara diri dan memupuk perasaan hubbud-dunya. Padahal, hidup di dunia hanyalah sesaat saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. berfirman, “Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun, kemudian datang kepada mereka adzab yang telah dijanjikan kepada mereka, niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya.” (Asy-Syu’ara: 205-207)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seakan-akan mereka tidak pernah diam (di dunia) hanya sesaat saja pada siang hari.” (Yunus: 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Memikirkan kehinaan dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati seseorang tergantung pada isi kepalanya. Apa yang dipikirkannya, itulah orientasi hidupnya. Jika di benaknya dunia adalah segala-galanya, maka hidupnya akan diarahkan untuk memperolehnya. Cinta dunia sebangun dengan takut mati. Dan kata Allah swt., “Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (Ali Imran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu pikirkanlah bawa dunia itu hina. Kata Rasulullah saw., “Sesungguhnya makanan anak keturunan Adam itu bisa dijadikan perumpamaan bagi dunia. Maka lihatlah apa yang keluar dari diri anak keturunan Adam, dan sesungguhnya rempah-rempah serta lemaknya sudah bisa diketahui akan menjadi apakah ia.” (Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memikirkan bahwa dunia hanya seperti itu, pikiran kita akan mencari orientasi ke hal yang lebih tinggi: surga dan segala kenikmatan yang ada di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Mengagungkan hal-hal yang terhormat di sisi Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu dari ketakwaan hati.” (Al-Hajj: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah, maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Rabb-nya.” (Al-Hajj: 30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hurumatullah adalah hak-hak Allah yang ada di diri manusia, tempat, atau waktu tertentu. Yang termasuk hurumatullah, misalnya, lelaki pilihan Muhammad bin Abdullah, Rasulullah saw.; tempat-tempat suci (Masjid Haram, Masjid Nabawi, Al-Aqha), dan waktu-waktu tertentu seperti bulan-bulan haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang juga termasuk hurumatullah adalah tidak menyepelekan dosa-dosa kecil. Sebab, banyak manusia binasa karena mereka menganggap ringan dosa-dosa kecil. Kata Rasulullah saw., “Jauhilah dosa-dosa kecil, karena dosa-dosa kecil itu bisa berhimpun pada diri seseornag hingga ia bisa membinasakan dirinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Menguatkan sikap al-wala’ wal-bara’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-wala’ adalah saling tolong menolong dan pemberian loyalitas kepada sesama muslim. Sedangkan wal-bara adalah berlepas diri dan rasa memusuhi kekafiran. Jika terbalik, kita benci kepada muslim dan amat bergantung pada musuh-musuh Allah, tentu keadaan ini petanda iman kita sangat lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memurnikan loyalitas hanya kepada Alah, Rasul, dan orang-orang beriman adalah hal yang bisa menghidupkan iman di dalam hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Bersikap tawadhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda, “Merendahkan diri termasuk bagian dari iman.” (Ibnu Majah no. 4118)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah juga berkata, “Barangsiapa menanggalkan pakaian karena merendahkan diri kepada Allah padahal dia mampu mengenakannya, maka Allah akan memanggilnya pada hati kiamat bersama para pemimpin makhluk, sehingga dia diberi kebebasan memilih di antara pakaian-pakaian iman mana yang dikehendaki untuk dikenakannya.” (Tirmidzi no. 2481)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tak heran jika baju yang dikenakan Abdurrahman bin Auf –sahabat yang kaya—tidak beda dengan yang dikenakan para budak yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Perbanyak amalan hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati akan hidup jika ada rasa mencintai Allah, takut kepada-Nya, berharap bertemu dengan-Nya, berbaik sangka dan ridha dengan semua takdir yang ditetapkan-Nya. Hati juga akan penuh dengan iman jika diisi dengan perasaan syukur dan taubat kepada-Nya. Amalan-amalan hati seperti itu akan menghadirkan rasa khusyuk, zuhud, wara’, dan mawas diri. Inilah halawatul iman (manisnya iman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Sering menghisab diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, “Hai orang-ornag yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” (Al-Hasyr: 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khattab r.a. berwasiat, “Hisablah dirimu sekalian sebelum kamu dihisab.” Selagi waktu kita masih longgar, hitung-hitunglah bekal kita untuk hari akhirat. Apakah sudah cukup untuk mendapat ampunan dan surga dari Allah swt.? Sungguh ini sarana yang efektif untuk memperbaharui iman yang ada di dalam diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Berdoa kepada Allah agar diberi ketetapan iman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbanyaklah doa. Sebab, doa adalah kekuatan yang luar biasa yang dimiliki seorang hamba. Rasulullah saw. berwasiat, “Iman itu dijadikan di dalam diri salah seorang di antara kamu bagaikan pakaian yang dijadikan, maka memohonlah kepada Allah agar Dia memperbaharui iman di dalam hatimu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, perbaharuilah iman yang ada di dalam dada kami. Tetapkanlah hati kami dalam taat kepadamu. Tidak ada daya dan upaya kami kecuali dengan pertolonganMu.(dakwatuna)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-9199770168997007569?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/9199770168997007569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/20-cara-menguatkan-iman-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/9199770168997007569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/9199770168997007569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/20-cara-menguatkan-iman-anda.html' title='20 Cara Menguatkan Iman Anda'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-5112444360547705854</id><published>2009-12-10T11:38:00.000-08:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.132-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Musuh yang Berenang di Air Tenang</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Seorang mukmin hidupnya kadang mirip peladang. Tak pernah lelah membuka lahan, menanam benih, merawat, menjaga, dan akhirnya menikmati indahnya tanaman yang mulai berbuah. Tapi, jangan pernah menanggalkan parang. Karena dalam kebun juga ada ular, babi hutan, dan anjing liar.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keimanan merupakan anugerah Allah yang begitu mahal. Hidup yang keras bisa terlalui dengan tenang, nyaman, dan penuh harapan. Sesulit apa pun kehidupan seorang mukmin, ia tetap punya harapan hari esok yang sangat membahagiakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bukanlah iman yang tanpa ujian. Iman bukan sebuah jaminan kalau seorang anak manusia bisa hidup tanpa gangguan. Bukan seperti tiket busway yang bisa memberi jaminan bebas macet di saat padatnya lalu lintas kota. Justru, kian melekat nilai keimanan pada diri seseorang, semakin banyak cobaan dan gangguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sungguh kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sungguh Allah mengetahui orang-orang yang benar dan yang dusta.” (Al-Ankabut: 2-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mukmin mungkin bisa tahan dengan duri-duri jalan hidup. Sabar dan terus istiqamah. Tapi, akan beda jika tusukan tidak lagi sekecil duri. Melainkan, sudah berbentuk belati dan pedang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian ternyata tidak cuma berhenti pada konflik internal diri. Tidak berhenti pada berkecamuknya perang antara tuntutan naluri insani dengan pagar keimanan. Lebih dari itu. Ada musuh-musuh yang senantiasa mengintai. Siang dan malam. Di saat damai, apalagi perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Benar Allah dalam firman-Nya: “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” (Al-An’am: 112)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, ada tiga kelompok musuh yang kerap mengganggu keteguhan seorang yang beriman. Pertama, musuh bebuyutan Islam. Dikatakan bebuyutan karena permusuhan ini turun temurun. Terwarisi dari generasi ke generasi. Mereka tidak akan pernah senang hingga orang-orang beriman pindah keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tergolong dalam kelompok ini adalah Yahudi dan Nasrani. Permusuhannya bersifat laten dan abadi. Itulah firman Allah swt. dalam surah Al-Baqarah ayat 120. “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dengki abadi yang sulit disembuhkan. Ada semacam gugatan kepada Allah yang dilampiaskan ke umat Islam. Mereka menggugat, kenapa kenabian terakhir jatuh ke orang Arab. Bukan Bani Israil seperti yang selama ini berlangsung. “Sebagian Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran.…” (Al-Baqarah: 109)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala hal mereka lakukan. Mulai dari yang terlihat damai, hingga langsung berupa peperangan. Para pemikir sesat, dari yang berjenis Salman Rusdi hingga yang shalat dua bahasa, selalu terkait dengan sepak terjang Yahudi dan Nasrani beserta jaringannya. Semua itu punya sasaran tembak khusus. Apalagi kalau bukan menggoyahkan keimanan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok musuh kedua adalah mereka yang punya kepentingan. Kelompok ini agak lebih unik. Mereka heterogen. Bisa datang dari mana pun. Tidak terang-terangan dan konsisten memusuhi umat Islam. Tidak juga turun temurun seperti permusuhan Yahudi dan Nasrani. Tapi, lebih karena perbedaan kepentingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, yang masuk dalam kelompok ini adalah para pelaku maksiat: koruptor, pezina, dukun, dan mereka yang tak punya agama. Masuk juga mereka yang mengambil untung dari bisnis maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itulah yang pernah dialami kaum Nabi Luth. Mereka mengusir dan memusuhi Luth dan pengikutnya bukan karena soal keyakinan. Melainkan, soal kepentingan. “Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan, ‘Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri.” (Al-A’raf: 82)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jangan pernah menganggap kalau ingin hidup bersih tidak mengundang musuh. Terlebih jika bersih dalam cakupan besar: masyarakat dan negara. Tentu ini akan mengancam kepentingan kekuatan kotor di lingkungan yang sama. Dan tak ada langkah lain buat mereka kecuali memusuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai umat Islam seperti peladang. Tentu, indahnya suasana damai tidak lantas memutus urat kewaspadaan. Itulah mungkin, kenapa para peladang tidak akan menanggalkan parang.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-5112444360547705854?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/5112444360547705854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/musuh-yang-berenang-di-air-tenang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/5112444360547705854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/5112444360547705854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/musuh-yang-berenang-di-air-tenang.html' title='Musuh yang Berenang di Air Tenang'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-7181789656344441219</id><published>2009-12-10T11:34:00.000-08:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.132-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Delapan Tanda Orang Ikhlas</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Amal yang kita lakukan akan diterima Allah jika memenuhi dua rukun. Pertama, amal itu harus didasari oleh keikhlasan dan niat yang murni: hanya mengharap keridhaan Allah swt. Kedua, amal perbuatan yang kita lakukan itu harus sesuai dengan sunnah Nabi saw. &lt;br /&gt;Syarat pertama menyangkut masalah batin. Niat ikhlas artinya saat melakukan amal perbuatan, batin kita harus benar-benar bersih. Rasulullah saw. bersabda, “&lt;i&gt;Innamal a’maalu bin-niyyaat&lt;/i&gt;, sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung niatnya.” (Bukhari dan Muslim). Berdasarkan hadits itu, maka diterima atau tidaknya suatu amal perbuatan yang kita lakukan oleh Allah swt. sangat bergantung pada niat kita.&lt;br /&gt;Sedangkan syarat yang kedua, harus sesuai dengan syariat Islam. Syarat ini menyangkut segi lahiriah. Nabi saw. berkata, “&lt;i&gt;Man ‘amala ‘amalan laisa ‘alaihi amrunaa fahuwa raddun&lt;/i&gt;, barangsiapa yang mengerjakan suatu perbuatan yang tidak pernah kami diperintahkan, maka perbuatan itu ditolak.” (Muslim).&lt;br /&gt;Tentang dua syarat tersebut, Allah swt. menerangkannya di sejumlah ayat dalam Alquran. Di antaranya dua ayat ini. “Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh….” (Luqman: 22). “Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan….” (An-Nisa: 125)&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “menyerahkan diri kepada Allah” di dua ayat di atas adalah mengikhlaskan niat dan amal perbuatan hanya karena Allah semata. Sedangkan yang yang dimaksud dengan “mengerjakan kebaikan” di dalam ayat itu ialah mengerjakan kebaikan dengan serius dan sesuai dengan sunnah Rasulullah saw.&lt;br /&gt;Fudhail bin Iyadh pernah memberi komentar tentang ayat 2 surat Al-Mulk, “&lt;i&gt;Liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amala&lt;/i&gt;, supaya Allah menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” Menurutnya, maksud “yang lebih baik amalnya” adalah amal yang didasari keikhlasan dan sesuai dengan sunnah Nabi saw.&lt;br /&gt;Seseorang bertanya kepadanya, “Apa yang dimaksud dengan amal yang ikhlas dan benar itu?” Fudhail menjawab, “Sesungguhnya amal yang dilandasi keikhlasan tetapi tidak benar, tidak diterima oleh Allah swt. Sebaliknya, amal yang benar tetapi tidak dilandasi keikhlasan juga tidak diterima oleh Allah swt. Amal perbuatan itu baru bisa diterima Allah jika didasari keikhlasan dan dilaksanakan dengan benar. Yang dimaksud ‘ikhlas’ adalah amal perbuatan yang dikerjakan semata-mata karena Allah, dan yang dimaksud ‘benar’ adalah amal perbuatan itu sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw.” Setelah itu Fudhail bin Iyad membacakan surat Al-Kahfi ayat 110, “Barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaknya ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”&lt;br /&gt;Jadi, niat yang ikhlas saja belum menjamin amal kita diterima oleh Allah swt., jika dilakukan tidak sesuai dengan apa yang digariskan syariat. Begitu juga dengan perbuatan mulia, tidak diterima jika dilakukan dengan tujuan tidak mencari keridhaan Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Delapan Tanda Keikhlasan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ada delapan tanda-tanda keikhlasan yang bisa kita gunakan untuk mengecek apakah rasa ikhlas telah mengisi relung-relung hati kita. Kedelapan tanda itu adalah:&lt;br /&gt;1. Keikhlasan hadir bila Anda takut akan popularitas&lt;br /&gt;Imam Ibnu Syihab Az-Zuhri berkata, “Sedikit sekali kita melihat orang yang tidak menyukai kedudukan dan jabatan. Seseorang bisa menahan diri dari makanan, minuman, dan harta, namun ia tidak sanggup menahan diri dari iming-iming kedudukan. Bahkan, ia tidak segan-segan merebutnya meskipun harus menjegal kawan atau lawan.” Karena itu tak heran jika para ulama salaf banyak menulis buku tentang larangan mencintai popularitas, jabatan, dan riya.&lt;br /&gt;Fudhail bin Iyadh berkata, “Jika Anda mampu untuk tidak dikenal oleh orang lain, maka laksanakanlah. Anda tidak merugi sekiranya Anda tidak terkenal. Anda juga tidak merugi sekiranya Anda tidak disanjung ornag lain. Demikian pula, janganlah gusar jika Anda menjadi orang yang tercela di mata manusia, tetapi menjadi manusia terpuji dan terhormat di sisi Allah.”&lt;br /&gt;Meski demikian, ucapan para ulama tersebut bukan menyeru agar kita mengasingkan diri dari khalayak ramai (&lt;i&gt;uzlah&lt;/i&gt;). Ucapan itu adalah peringatan agar dalam mengarungi kehidupan kita tidak terjebak pada jerat hawa nafsu ingin mendapat pujian manusia. Apalagi, para nabi dan orang-orang saleh adalah orang-orang yang popular. Yang dilarang adalah meminta nama kita dipopulerkan, meminta jabatan, dan sikap rakus pada kedudukan. Jika tanpa ambisi dan tanpa meminta kita menjadi dikenal orang, itu tidak mengapa. Meskipun itu bisa menjadi malapetaka bagi orang yang lemah dan tidak siap menghadapinya.&lt;br /&gt;2. Ikhlah ada saat Anda mengakui bahwa diri Anda punya banyak kekurangan&lt;br /&gt;Orang yang ikhlas selalu merasa dirinya memiliki banyak kekurangan. Ia  merasa belum maksimal dalam menjalankan segala kewajiban yang dibebankan Allah swt. Karena itu ia tidak pernah merasa ujub dengan setiap kebaikan yang dikerjakannya. Sebaliknya, ia cemasi apa-apa yang dilakukannya tidak diterima Allah swt. karena itu ia kerap menangis.&lt;br /&gt;Aisyah r.a. pernah bertanya kepada Rasulullah saw. tentang maksud firman Allah: “Dan orang-ornag yang mengeluarkan rezeki yang dikaruniai kepada mereka, sedang hati mereka takut bahwa mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.” Apakah mereka itu orang-orang yang mencuri, orang-orang yang berzina, dan para peminum minuman keras, sedang mereka takut akan siksa dan murka Allah ‘Azza wa jalla? Rasulullah saw. menjawab, “Bukan, wahai Putri Abu Bakar. Mereka itu adalah orang-orang yang rajin shalat, berpuasa, dan sering bersedekah, sementera mereka khawatir amal mereka tidak diterima. Mereka bergegas dalam menjalankan kebaikan dan mereka orang-orang yang berlomba.” (Ahmad).&lt;br /&gt;3. Keikhlasan hadir ketika Anda lebih cenderung untuk menyembunyikan amal kebajikan&lt;br /&gt;Orang yang tulus adalah orang yang tidak ingin amal perbuatannya diketahui orang lain. Ibarat pohon, mereka lebih senang menjadi akar yang tertutup tanah tapi menghidupi keseluruhan pohon. Ibarat rumah, mereka pondasi yang berkalang tanah namun menopang keseluruhan bangunan.&lt;br /&gt;Suatu hari Umar bin Khaththab pergi ke Masjid Nabawi. Ia mendapati Mu’adz sedang menangis di dekat makam Rasulullah saw. Umar menegurnya, “Mengapa kau menangis?” Mu’adz menjawab, “Aku telah mendengar hadits dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda, ‘Riya sekalipun hanya sedikit, ia termasuk syirik. Dan barang siapa memusuhi kekasih-kekasih Allah maka ia telah menyatakan perang terhadap Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang baik, takwa, serta tidak dikenal. Sekalipun mereka tidak ada, mereka tidak hilang dan sekalipun mereka ada, mereka tidak dikenal. Hati mereka bagaikan pelita yang menerangi petunjuk. Mereka keluar dari segala tempat yang gelap gulita.” (Ibnu Majah dan Baihaqi)&lt;br /&gt;4. Ikhlas ada saat Anda tak masalah ditempatkan sebagai pemimpin atau prajurit&lt;br /&gt;Rasulullah saw. melukiskan tipe orang seperti ini dengan berkataan, “Beruntunglah seorang hamba yang memegang tali kendali kudanya di jalan Allah sementara kepala dan tumitnya berdebu. Apabila ia bertugas menjaga benteng pertahanan, ia benar-benar menjaganya. Dan jika ia bertugas sebagai pemberi minuman, ia benar-benar melaksanakannya.”&lt;br /&gt;Itulah yang terjadi pada diri Khalid bin Walid saat Khalifah Umar bin Khaththab memberhentikannya dari jabatan panglima perang. Khalid tidak kecewa apalagi sakit hati. Sebab, ia berjuang bukan untuk Umar, bukan pula untuk komandan barunya Abu Ubaidah. Khalid berjuang untuk mendapat ridha Allah swt.&lt;br /&gt;5. Keikhalasan ada ketika Anda mengutamakan keridhaan Allah daripada keridhaan manusia&lt;br /&gt;Tidak sedikit manusia hidup di bawah bayang-bayang orang lain. Bila orang itu menuntun pada keridhaan Allah, sungguh kita sangat beruntung. Tapi tak jarang orang itu memakai kekuasaannya untuk memaksa kita bermaksiat kepada Allah swt. Di sinilah keikhlasan kita diuji. Memilih keridhaan Allah swt. atau keridhaan manusia yang mendominasi diri kita? Pilihan kita seharusnya seperti pilihan Masyithoh si tukang sisir anak Fir’aun. Ia lebih memilih keridhaan Allah daripada harus menyembah Fir’aun.&lt;br /&gt;6. Ikhlas ada saat Anda cinta dan marah karena Allah&lt;br /&gt;Adalah ikhlas saat Anda menyatakan cinta dan benci, memberi atau menolak, ridha dan marah kepada seseorang atau sesuatu karena kecintaan Anda kepada Allah dan keinginan membela agamaNya, bukan untuk kepentingan pribadi Anda. Sebaliknya, Allah swt. mencela orang yang berbuat kebalikan dari itu. “Dan di antara mereka ada orang yang mencela tentang (pembagian) zakat. Jika mereka diberi sebagian daripadanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebagian daripadanya, dengan serta merta mereka menjadi marah.” (At-Taubah: 58)&lt;br /&gt;7. Keikhalasan hadir saat Anda sabar terhadap panjangnya jalan&lt;br /&gt;Keikhlasan Anda akan diuji oleh waktu. Sepanjang hidup Anda adalah ujian. Ketegaran Anda untuk menegakkan kalimatNya di muka bumi meski tahu jalannya sangat jauh, sementara hasilnya belum pasti dan kesulitan sudah di depan mata, amat sangat diuji. Hanya orang-orang yang mengharap keridhaan Allah yang bisa tegar menempuh jalan panjang itu. Seperti Nabi Nuh a.s. yang giat tanpa lelah selama 950 tahun berdakwah. Seperti Umar bin Khaththab yang berkata, “Jika ada seribu mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada seratus mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada sepuluh mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada satu mujahid berjuang di medan juang, itulah aku!”&lt;br /&gt;8. Ikhlas ada saat Anda merasa gembira jika kawan Anda memiliki kelebihan&lt;br /&gt;Yang paling sulit adalah menerima orang lain memiliki kelebihan yang tidak kita miliki. Apalagi orang itu junior kita. Hasad. Itulah sifat yang menutup keikhlasan hadir di relung hati kita. Hanya orang yang ada sifat ikhlas dalam dirinya yang mau memberi kesempatan kepada orang yang mempunyai kemampuan yang memadai untuk mengambil bagian dari tanggung jawab yang dipikulnya. Tanpa beban ia mempersilakan orang yang lebih baik dari dirinya untuk tampil menggantikan dirinya. Tak ada rasa iri. Tak ada rasa dendam. Jika seorang leader, orang seperti ini tidak segan-segan membagi tugas kepada siapapun yang dianggap punya kemampuan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/188375584203939381-7181789656344441219?l=ibra-assegaf.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/feeds/7181789656344441219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/delapan-tanda-orang-ikhlas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/7181789656344441219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/188375584203939381/posts/default/7181789656344441219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ibra-assegaf.blogspot.com/2009/12/delapan-tanda-orang-ikhlas.html' title='Delapan Tanda Orang Ikhlas'/><author><name>Ibra Assegaf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_4cwhQE0m8fs/SvvCQtN6KfI/AAAAAAAAAKs/oMUaKZxiyNI/S220/b-c-rich-platinum-beast-guitar-black.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-188375584203939381.post-2961186750464112471</id><published>2009-12-10T11:31:00.000-08:00</published><updated>2011-06-18T11:04:54.132-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Zuhud</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Zuhud adalah salah satu akhlak utama seorang muslim. Terutama saat di hadapannya terbentang lebar kesempatan untuk meraih dunia dengan segala macam perbendaharaannnya. Apakah itu kekuasaan, harta, kedudukan, dan segala fasilitas lainnya. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Karenanya, zuhud adalah karakteristik dasar yang membedakan antara seorang mukmin sejati dengan mukmin awam. Jika tidak memiliki keistimewaan dengan karakteristik ini, seorang mukmin tidak dapat dibedakan lagi dari manusia kebanyakan yang terkena fitnah dunia.&lt;br /&gt;Apalagi seorang dai. Jika orang banyak mengatakan dia ”sama saja”, tentu nilai-nilai yang didakwahinya tidak akan membekas ke dalam hati orang-orang yang didakwahinya. Dakwahnya layu sebelum berkembang. Karena itu, setiap mukmin, terutama para dai, harus menjadikan zuhud sebagai perhiasan jati dirinya. Rasulullah saw. bersabda&lt;i&gt;,”Zuhudlah terhadap apa yang ada di dunia, maka Allah akan mencintaimu. Dan zuhudlah terhadap apa yang ada di sisi manusia, maka manusia pun akan mencintaimu”&lt;/i&gt; (HR Ibnu Majah, tabrani, Ibnu Hibban dan Al-Hakim)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Makna dan Hakikat Zuhud&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Makna dan hakikat zuhud banyak diungkap Al-Qur’an, hadits, dan para ulama. Misalnya surat Al-Hadiid ayat 20-23 berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. &lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="FR"&gt;Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.&lt;/i&gt; &lt;i&gt;(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas tidak menyebutkan kata zuhud, tetapi mengungkapkan tentang makna dan hakikat zuhud. Ayat ini menerangkan tentang hakikat dunia yang sementara dan hakikat akhirat yang kekal. Kemudian menganjurkan orang-orang&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt; &lt;/span&gt;beriman untuk berlomba meraih ampunan dari Allah dan surga-Nya di akhirat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Allah menyebutkan tentang musibah yang menimpa manusia adalah ketetapan Allah dan bagaimana orang-orang beriman harus menyikapi musibah tersebut. Sikap yang benar adalah agar tidak mudah berduka terhadap musibah dan apa saja yang luput dari jangkauan tangan. Selain itu, orang yang beriman juga tidak terlalu gembira sehingga hilang kesadaran terhadap apa yang didapatkan. Begitulah metodologi Al-Qur’an ketika berbicara tentang nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang mengarahkan manusia untuk bersikap zuhud.&lt;br /&gt;Dari ayat itu juga, kita mendapat pelajaran bahwa akhlak zuhud tidak mungkin diraih kecuali dengan mengetahui hakikat dunia –yang bersifat sementara, cepat berubah, rendah, hina dan bahayanya ketika manusia mencintanya– dan hakikat akhirat –yang bersifat kekal, baik kenikmatannya maupun penderitaannya.&lt;br /&gt;Demikian juga ketika Rasulullah saw., ingin membawa para sahabatnya pada sikap zuhud, beliau memberikan panduan bagaimana seharusnya orang-orang beriman menyikapi kehidupannya di dunia. Rasulullah bersabda&lt;i&gt;, ”Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau musafir.”&lt;/i&gt;(HR Bukhari)&lt;i&gt;.&lt;/i&gt; Selanjutnya Rasulullah mencontohkan langsung kepada para sahabat dan umatnya bagaimana hidup di dunia. Beliau adalah orang yang paling rajin bekerja dan beramal shalih, paling semangat dalam ibadah, paling gigih dalam berjihad. Tetapi pada saat yang sama beliau tidak mengambil hasil dari semua jerih payahnya di dunia berupa harta dan kenikmatan dunia. Kehidupan Rasulullah saw. sangat sederhana dan bersahaja. Beliau lebih mementingkan kebahagiaan hidup di akhirat dan keridhaan Allah swt. Ibnu Mas’ud ra. melihat Rasulullah saw. tidur di atas kain tikar yang lusuh sehingga membekas di pipinya, kemudian berkata, ”Wahai Rasulullah saw., bagaimana kalau saya ambilkan untukmu kasur?” Maka Rasulullah saw. menjawab, ”Untuk apa dunia itu! Hubungan saya dengan dunia seperti pengendara yang mampir sejenak di bawah pohon, kemudian pergi dan meninggalkannya.” (HR At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;Para ulama memperjelas makna dan hakikat zuhud. Secara syar’i, zuhud bermakna mengambil sesuatu yang halal hanya sebatas keperluan. Abu Idris Al-Khaulani berkata, ”Zuhud terhadap dunia bukanlah mengharamkan yang halal dan membuang semua harta. Akan tetapi zuhud terhadap dunia adalah lebih menyakini apa yang ada di sisi Allah ketimbang apa yang ada di tangan kita. Dan jika kita ditimpa musibah, maka kita sangat berharap untuk mendapatkan pahala. Bahkan ketika musibah itu masih bersama kita, kita pun berharap bisa menambah dan menyimpan pahalanya.” Ibnu Khafif berkata, ”Zuhud adalah menghindari dunia tanpa terpaksa.” Ibnu Taimiyah berkata, ”Zuhud adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat di akhirat nanti, sedangkan wara’ adalah meninggalkan sesuatu yang ditakuti bahayanya di akhirat nanti.”&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keutamaan Zuhud terhadap Dunia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Zuhud merupakan sifat mulia orang beriman karena tidak tertipu oleh dunia dengan segala kelezatannya baik harta, wanita, maupun tahta. Zuhud bukan berarti meninggalkan dunia. Tapi, orang beriman beramal shalih di dunia, memakmurkan bumi, dan berbuat untuk kemaslahatan manusia, kemudian mereka meraih hasilnya di dunia berupa fasilitas dan kenikmatan yang halal di dunia. Pada saat yang sama, hati mereka tidak tertipu pada dunia. Mereka meyakini betul bahwa dunia itu tidak kekal dan akhiratlah yang lebih baik dan lebih kekal. Sehingga, orang-orang beriman beramal di dunia dengan segala kesungguhan bukan hanya untuk mendapatkan kenikmatan sesaat di dunia, tetapi untuk meraih ridha Allah dan surga-Nya di akhirat.&lt;br /&gt;Berikut ini ayat-ayat Al-Qur’an dan beberapa Hadits yang menerangkan keutamaan zuhud terhadap dunia:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?” Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah; dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.&lt;/i&gt; (Ali Imran: 14-15).&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.&lt;/i&gt; (Al-Kahfi: 45-46)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.&lt;/i&gt; (Al-Ankabut: 64).&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda, “Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku takuti atas kalian, tetapi aku takut pada kalian dibukakannya dunia bagi kalian sebagaimana telah dibuka bagi umat sebelum kalian. Kemudian kalian berlomba-lomba sebagaimana mereka berlomba-lomba, dan menghancurkan kalian sebagaimana telah menghancurkan mereka.” (Muttafaqun ‘alaihi)&lt;br /&gt;Rasulullah saw. mengabarkan kepada kita bahwa didatangkan orang yang paling senang di dunia sedang dia adalah ahli neraka di hari kiamat, dicelupkan ke dalam api neraka satu kali celupan. Kemudian ditanya, ”Wahai anak Adam, apakah engkau pernah merasakan kebaikan? Apakah engkau merasakan kenikmatan (di dunia)?” Maka dia menjawab, ”Tidak, demi Allah, wahai Rabbku.” Kemudian didatangkan orang yang paling menderita di dunia dan dia ahli surga, dicelupkan satu kali celupan di surga. Kemudian ditanya, ”Wahai Anak Adam, apakah engkau pernah menderita kesulitan? Apakah lewat padamu suatu kesusahan (di dunia)?” Maka ia menjawab, ”Tidak, demi Allah, wahai Rabbku, tidak pernah aku mengalami kesusahan dan kesulitan sedikitpun.” (HR Muslim)&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, “Demi Allah, perbandingan dunia dengan akhirat seperti seorang menyelupkan tangannya ke dalam lautan, lihatlah apa yang tersisa.” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tanda-tanda Zuhud&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Ghazali menyebutkan ada 3 tanda-tanda zuhud, yaitu: &lt;i&gt;pertama&lt;/i&gt;, tidak bergembira dengan apa yang ada dan tidak bersedih karena hal yang hilang. &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, sama saja di sisinya orang yang mencela dan mencacinya, baik terkait dengan harta maupun kedudukan. &lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, hendaknya senantiasa bersama Allah dan hatinya lebih didominasi oleh lezatnya ketaatan. Karena hati tidak dapat terbebas dari kecintaan. Apakah cinta Allah atau cinta dunia. Dan keduanya tidak dapat bersatu.&lt;br /&gt;Jadi, tanda zuhud adalah tidak adanya perbedaan antara kemiskinan dan kekayaan, kemuliaan dan kehinaan, pujian dan celaan karena adanya dominasi kedekatan kepada Allah.&lt;br /&gt;Yahya bin Yazid berkata, ”Tanda zuhud ada dermawan dengan apa yang ada.” Imam Ahmad bin Hambal dan Sufyan r.a. berkata, ”Tanda zuhud adalah pendeknya angan-angan.”&lt;br /&gt;Kehidupan zuhud ini dicontoh oleh para sahabatnya: Abu Bakar, Umar, Utsman bin Affan, dan Abdurrahman bin Auf. Mereka adalah beberapa sahabat yang kaya raya, tetapi tidak mengambil semua harta kekayaannya untuk diri sendiri dan keluarganya. Sebagian besar harta mereka habis untuk dakwah, jihad, dan menolong orang-orang beriman. Mereka adalah tokoh pemimpin dunia yang dunia ada dalam genggamannya, namun tidak tertipu oleh dunia. Bahkan, mereka lebih mementingkan kehidupan akhirat dengan segala kenikmatannya. Abu Bak
